Anda di halaman 1dari 5

JERITAN HATI

Sinopsis

: Seorang anak laki-laki menjalani persahabatan dengan senyuman. Banyak moment


indah bersama, yang tidak dapat dilupakan. Tetapi, semua musnah karena
KEEGOISAN.

Pemain

: X (pemeran utama) A (pemerhati) BCD (belagu raja )

SCENE 1

: Parkiran rumah dan kamar

NARASI

: X datang di sebuah tempat biasanya ngumpul.

X : (menyapa temannya dengan ucapan salam) Assalamualaikumm?


A : Waalaikum salam..
B : (menyalurkan uang) beli kopi sama rokok dule X ?
C dan D : iyo tawwa iyo tawwa (sambil tersenyum)
A : (melirik B) kasih duduk sai dulu tawwa.
B : Deh terlanjur berdiri mko lagi.. teman bede
A (melirik B sambil menggelengkan kepala) dan X (dengan senang hati mengambil uang dan lekas
meninggalkan ruangan)
Setelah X kembali, ia belum sempat duduk dan menarik nafas panjang
C : Sekalian bikin juga mi itu kopiaa sodara(menaikkan alis)
X : (menarik nafas panjang dengan muka murung) dan segera membuat kopi
D : baik mentong itu temanku satu
C : iyobaik disuruh tawwa (sambil tertawa)
Setelah X kembali, dengan muka murung dan agak kesal ia bertanya pada temannya
X : masih ada (sambil menengok ke B C dan D) ?
D : duduk mko dulu sodara, sebentar pi lagi kalau habis mi ini (sambil menunjuk rokok dan kopinya dan
tersenyum)
X akhirnya bias menghirup nafas panjang, tetapi ia diam dalam ruangan dan hanya mendengarkan
temannya berbicara.
SCENE 2 3 : Di tempat yang sama dan X masih seperti memenuhi permintaan temannya
SCENE 4 : Ditempat yang sama, tetapi X tidak datang di tempat ngumpulnya
C : dimana ki X ?
A : tidak tau mi juga

C : hubungiki bede ?
A : (menghubungi X, tetapi hp X tidak aktif) tidak aktif ki hpnya C
C : edd..siapa ple mau pergi beli rokok sama kopi ini ? (sambil melirik A B dan D)
B : (menunjuk A) beli ko rokok dule ?
A : (mengelak) dehh kukerjaki tugas kampusku ini bsk di kumpul mi (dengan muka kesal dan A
menunjuk C) itu C tidak ada ji na kerjaee
C : dehh sakit sekali kepalaku ini (sambil memegang kepala dan muka menjerit)
Berselang waktu menunggu siapa yang ingin membeli, tetapi semua capek menyuruh hingga mereka
terlelap dalam tidurnya.
SCENE 5 : Di tempat yang sama
X datang dan hanya ada A yang ad di tempat
A : dimanako kemarin ? di cariko ank disini
X : dirumah jeka kemarin, capek skali ka jdi ndak kesinika.. apa na carikan ka ank ?
A : (menceritakan kejadian yang kemarin)
Setelah A menceritakan kepada X, X merasa kecewa mendengarkan cerita A dan A lekas meninggalkan X
diruangan karena ada keperluan mendadak.
A : X keluarka dulu nah, ada kuurus penting skali kasihan, tdk papa ji toh ?
X : (dengan nada yang rendah) iyo ple hatiko
Setelah A keluar, X masih memikirkan kata temannya yang X agak tidak menerimanya, dan pada akhi
rnya ia hanya sekedar menulis puisi tentang perasaannya
JERITAN HATI
Mentaripun mulai membias
Kelamku semakin membuas
Kujalani hariku dengan senyuman bersamamu
Ku iyakan semua maumu
Ku terima semua hinaanmu
Karena ku ingin kita tetap bersama
Kini kau begitu kejam merajam
Hingga kau lupa bahwa aku manusia bukan robot
Ku tau bahwa aku lemah
Tetapi apalah dayaku demi kebersamaan kita
Bisakah kau tak seegois itu
Aku juga ingin melakukan yang kumau
Tanpa turuti maumu
Aku lelah,,aku ingin istirahat
Maafkan aku.
Dan biarlah waktu yang akan mengiringi langkahku kembali bersama kalian.
Semoga kau menyadari itu.

Seusai X menulis tiba-tiba B datang dan kertas itu dibuang di bawah meja
B : ihh X..kemana semua ki ank ?
X : (dengan muka penuh ketakutan) ndak ku tauki, A ji tadi kutemani tapi keluarki, ndak tau kmna
B : ohh..kenapa tidak datangko kemarin ?
X : drmh jeka kemarin, capek skalika jadi ndak kesinika
B : ohh (sambil meraba kantongnya dan mengambil uang) beliko rokok dule bro, dari pada kosongki
X mengambil uang dan lekas meninggalkan ruangan dengan penuh ketakutan memikirkan kertasnya itu.
Di halaman rumah ia ketemu dengan C dan D
C : mauko kemana ?
X : mauka pergi beli rokok
D : siapa didalam X ?
X : B ji sendiri
C : (sambil mengambil uang di sakunya) ini tambah beli rokok sama cemilan nah, sembarang mo
cemilannya bro
D : (sambil mengasihi uang) ini juga, tpi saya kopi goodday botol mo nah,,seperti biasa (sambil
menaikkan alis)
Setelah X menerima suruan temannya dan lekas membelinya. Di depan pintu kamar X berfikir untuk
tidak datang ngumpul lagi bersama mereka dan akhirnya setelah X memberikan barang pesanan
temannya, ia pun lekas mengambil tasnya dan pulang
X : pulangka dulu nah
B : dehh sebentar pi, cepatnya mamo pulang, ka tidak lari ji itu rumahmu, palingan di ketawai jko
pagarmu itu. Ehh (sambil memegang bahu X) ternyata tidak ada pale pagar rumahmu (sambil tertawa)
C dan D ikut tertawa
B : iyo pulang mko ple, ka tidak na ketawai jko pagarmu klo datang ko (sambil tertawa)
X : hanya melihat temannya tertawa dengan muka murungnya
Akhirnya X pulang tanpa pamit sama temannya yang temannya masih menertawakannya dan X
memutuskan untuk tdk datang lagi ngumpul bersama mereka
Berselang waktu 2 hari, X tidak datang di tempat ngumpulnya dan temannya masih mementingkan
egonya. X tidak lagi dikabari keberadaanya sama temannya

SCENE 6 : kamar
A menegur temannya akibat kamarnya sangatlah kotor dan menyuruh temannya membersihkan
bersama. Sementara membersihkan A menemukan kertas tulisan X dan mengambilnya karena ia mengira
itu kertas tugasnya. Setelah A melihat dan membacanya ternyata itu rintihan dari X mengenai temannya
dan A pun memperlihatkan ke B C dan D. setelah mereka membaca dan mengetahui rintihan yang ditulis
X mereka menyadari ternyata selama ini X hanya memendam perasaannya dan mengungkapkan lewatlah
kertas.
B : pantas tidak datang mi X (melirik temannya)
A : iyo(dengan nada rendah) hubungiki bede X ? (sambil melihat temannya)
B : ndak ad pulsaku saya
C : ini ada ji pulsaku,,tunggu saya hubungi. (mengambil hp di sakunya)
Ternyata hp X tidak aktif
C : tidak aktifki hpnya
A : jadi bagaimna mi ini tawwa ? masa kurangki lagi 1(dengan raut wajah kecewa)
D : bagaimana klo kerumahnya meki skarang ? pergiki minta maaf tawwa
A : dehh malam mi juga, jam berapa mi ini. Besok pi datangi
B : okok ple
Setelah selesai berdiskusi ingin meminta maaf kepada X, mereka lanjut membersihkan. Seusai
membersihkan B C dan D segera pulang kerumahnya
SCENE 7 : di kamar
Setelah B C dan D datang di rumah A, dan C membuka path dan melihat X lagi di caf bersama
temannya.
C : weh ada ki di caf X sama temannya, kesana meki deh biar lebih asik ngobrolnya.
A : ayo mi pale, lagian ada juga tugas kampusku mau saya kerja
Setelah semua sepakat ingin menghampiri X di caf mereka lekas mengambil barangnya
Sesampainya di caf
A : itu sana X (sambil menunjuk kearah X)
Setelah melihat X, A B C dan D merencanakan bagaimna cara menyampaikan maafnya. Setelah usai
berdiskusi si B masuk dan menghampiri X dan menarik X keluar dari caf
B : na panggilko ank di luar X (sambil memegang tangannya dan menariknya keluar)

X : (memberhentikan tarikan B) disini meki suruh mi masuk


B : ayomi keluar dulu (menarik lebih keras X)
Setelah mereka berkumpul di luar, C memulai pembicaraan awal
X : kenapa ko sde smua ? (sambil meririk temannya)
A mengode C untuk memulainya dan C gugup entah ingin memulai dari mana, akhirnya C to the point
C : eeeeeehhh sorry bro, klo kita ini (melirik temannya) kayak terlalu memperbudak ko sama kita, maaf
mamika bro
X : maaf kenpa ko sede ?
B : dak usah mko sede berpura-pura, di baca ji suratmu yg kau tulis dikamarnya A dan dak sempatko
bawaki krn tibaka datang. (flashback)
X hanya merenung dan terharu melihat temannya dan akhirnya mereka berpelukan dan kembali bersama
lagi
PENUTUPAN : Hargailah teman-temanmu sebagai mana anda menghargai diri anda sendiri, karena
pertemanan ataupun persahabatan sangatlah mahal dan mungkin itu tak ternilai
harganya.

THE END