P. 1
Artikel Tentang Penculikan Bayi Dan Anak

Artikel Tentang Penculikan Bayi Dan Anak

|Views: 1,897|Likes:
Dipublikasikan oleh rzq_andika

More info:

Published by: rzq_andika on Apr 19, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2012

pdf

text

original

Artikel tentang Penculikan Bayi dan Anak-anak di Indonesia oleh Elvina Fitrisia, 0806456505 Kasus Penculikan Anak

Marak di NTT Kupang, Kompas - Kasus penculikan anak di Nusa Tenggara Timur akhir-akhir ini cukup marak. Selama Januari hingga awal Februari 2008 saja tercatat lima kasus, masing masing di Kabupaten Manggarai Barat (4 Januari 2008), Timor Tengah Selatan (16 Januari), Kupang (26 dan 27 Januari), dan Ende (8 Februari).Saat ini anak yang menjadi korban penculikan memang sudah dikembalikan ke orangtua mereka, setelah dilepas penculiknya. Belum jelas apa motif penculikan. Dugaan sementara, hal itu mengarah ke pemerasan. Meski demikian, Ketua Komisi A DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) Marthen Darmonsi, Jumat (29/2), kepada pers di Kupang menyatakan, polisi harus tanggap. ”Kasus ini meresahkan masyarakat karena belum satu pun tersangka penculikan yang berhasil ditangkap. Apalagi, NTT kini juga diresahkan isu pemenggalan kepala,” ujarnya, seraya mengatakan, masalah ini cukup mengganggu aktivitas masyarakat. ”Penculikan anak di Manggarai Barat, Ende, Kupang, dan Timor Tengah Selatan sepatutnya segera diselidiki secara serius. Isu yang berkembang di masyarakat, penculikan itu untuk mendapatkan kepala manusia sebagai barang jualan di luar NTT. Masih menurut isu di masyarakat, kepala manusia sangat dibutuhkan untuk pembangunan sejumlah proyek raksasa. Isu tersebut tidak benar, tetapi masyarakat sudah begitu percaya,” kata Darmonsi. Menurut pantauan Kompas, isu pemenggalan kepala anak tidak hanya disebar di Kota Kupang, tetapi sudah sampai ke desa-desa. Bahkan, di Timor Tengah Utara diisukan pula adanya sejumlah kasus pemenggalan kepala anak, yang salah satu tubuhnya (tanpa kepala) ditemukan di bawah kolong jembatan. Akibatnya, sejumlah orangtua kini tidak mengizinkan anak mereka tinggal berpisah dengan mereka untuk sekolah di desa yang lain. Sumber: Harian Kompas Terbit: Sabtu, 1 Maret 2008

Tempat: Kupang

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->