Anda di halaman 1dari 25
LAPORAN OBSERVASI ELECTROPLATING CHROME Disusun guna melengkapi tugas mata kuliah Teknologi Pelapisan Logam Dosen

LAPORAN OBSERVASI ELECTROPLATING CHROME

Disusun guna melengkapi tugas mata kuliah Teknologi Pelapisan Logam Dosen pengampu : Dr. Hadromi, MT

Disusun oleh:

Nama

: Fahma Ilmian Syah

NIM

: (5212413039)

Prodi

: Teknik Mesin S1

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2015

1

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas laporan guna memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Pelapisan Logam. Dalam penyusunan tugas atau materi ini, terdapat hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala- kendala yang penulis hadapi teratasi. Walaupun laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu saya selaku mahasiswa berharap kepada Bapak Dosen untuk memberikan kritik dan saran untuk penyempurnaan laporan observasi elektroplating ini. Semoga makalah Pelapisan Logam khususnya Electroplating Chrome ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Teknik Mesin di Universitas Negeri Semarang.

Penulis

2

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

 

1

Daftar Isi

2

BAB

I PENDAHULUAN

3

 

1.1 Latar Belakang

3

1.2 Tujuan Observasi

4

1.3 Manfaat Observasi

4

1.4 Waktu Pelaksanaan

4

BAB

II LANDASAN TEORI

5

 

2.1

Proses Electroplating

5

2.2

Larutan Elctroplating

6

2.3

Pembersihan Benda Kerja

7

2.3

Kondisi Operasi

8

2.5

Peralatan

8

2.6

Proses Pelapisan

9

BAB

III SISTEMATIKA KERJA

11

 

3.1 Langkah Kerja

11

3.2 Material yang Dilapisi

18

3.3 Asal Pesanan

18

3.4 Hambatan dan Kendala

18

3.5 Solusi Masalah

18

3.6 Asal Bahan

19

BAB

IV PENUTUP

20

 

4.1 Keselamatan Kerja

20

4.2 Hasil Observasi dan Kesimpulan

20

4.3 Lampiran Foto Observasi

21

Daftar Pustaka

 

24

3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Industri logam di Indonesia kian mengalami kemajuan. Salah satu industri tersebut ialah pelapisan logam. Elektroplating adalah proses pelapisan logam dengan menggunakan bantuan arus listrik dan senyawa tertentu guna memindahkan partikel logam pelapis ke logam yang dilapis. Prodi Teknik Mesin S1 UNNES tidak hanya dibekali penguasaan materi atau teori, tetapi juga dibekali penguasaan praktikum. Dengan alasan tersebut, setiap mahasiswa diharuskan mengikuti praktikum, dalam hal ini adalah praktikum teknik pelapisan logam. Dengan adanya praktikum teknik pelapisan logam ini diharapkan mahasiswa Jurusan Teknik Mesin tidak hanya unggul dalam hal teori saja tetapi juga dalam hal praktik. Sehingga setelah lulus dapat menjadi tenaga yang terampil dan profesional dan memenuhi tuntutan dari dunia kerja. Serta tidak menutup kemungkinan bagi para mahasiswa untuk mendirikan usaha mandiri dalam bidang electroplating. Pada kesempatan ini mahasiswa dituntut untuk mengetahui keadaan sesungguhnya dilapangan mengenai proses produksi barang, pelapisan logam, perbaikan produk serta peluang pasar dalam bidang pelapisan ini. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung kegiatan pelapian dilapangan dan memahami secara teori serta praktiknya untuk mengetahui secara detail dan melihat langsung untuk memperdalam pengetahuan secara praktik.

Pelapisan pada logam merupakan hal yang sangat penting agar logam yang akan kita gunakan tidak terkena korosi dan cepat aus dalam jangka waktu tertentu.

4

1.2 Tujuan Observasi

Tujuan dari Observasi mata kuliah Teknik pelapisan logam adalah:

1. Agar mahasiswa mengetahui cara pelapisan logam khususnya electroplating.

2. Agar mahasiswa mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam melakukan pelapisan logam.

3. Agar mahasiswa dapat mengetahui pelapisan yang tepat untuk menghindari korosi pada logam.

4. Agar mahasiswa mengetahui pasaran dan kendala yang ada pada industri pelapisan logam.

1.3 Manfaat Observasi Manfaat dari Observasi mata kuliah Teknik Pelapisan Logam adalah:

1. Memberikan pemahaman tentang teknik pelapisan logam.

2. Memberikan pengalaman tentang proses pelapisan logam.

3. Mengetahui cara mengatasi pasaran dan kendala-kendala pada industri pelapisan logam.

1.4 Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan observasi yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah pelapisan logam adalah tanggal 5 17 Oktober 2015, observasi tersebut menggantikan jam belajar dan untuk observasi/melihat langsung apa saja yang ada pada industri pelapisan logam.

5

BAB II LANDASAN TEORI

Dalam teknologi pengerjaan logam, proses electroplating dikategorikan sebagai proses pengerjaan akhir (metal finishing). Secara sederhana, electroplating dapat diartikan sebagai proses pelapisan logam, dengan menggunakan bantuan arus listrik dan senyawa kimia tertentu guna memindahkan partikel logam pelapis ke material yang hendak dilapisi.

2.1 Proses Elektroplating Perpindahan ion logam dengan bantuan arus listrik melalui larutan elektrolit sehinnga ion logam mengendap pada benda padat yang akan dilapisi. Ion logam diperoleh dari elektrolit maupun berasal dari pelarutan anoda logam di dalam elektrolit. Pengendapan terjadi pada benda kerja yang berlaku sebagai katoda.

terjadi pada benda kerja yang berlaku sebagai katoda. Gambar 2.1 Skema proses electroplating Reaksi kimia yang

Gambar 2.1 Skema proses electroplating

Reaksi kimia yang terjadi pada proses electroplating seperti yang terlihat pada Gambar 2.1 dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pada Katoda

6

Pembentukan lapisan Nikel

6 Pembentukan lapisan Nikel Pembentukan gas Hidrogen Reduksi oksigen terlarut 2.2 Larutan Elektroplating Umumnya berupa

Pembentukan gas Hidrogen

6 Pembentukan lapisan Nikel Pembentukan gas Hidrogen Reduksi oksigen terlarut 2.2 Larutan Elektroplating Umumnya berupa

Reduksi oksigen terlarut

Nikel Pembentukan gas Hidrogen Reduksi oksigen terlarut 2.2 Larutan Elektroplating Umumnya berupa larutan garam yang

2.2 Larutan Elektroplating

Umumnya berupa larutan garam yang logamnya akan dilapiskan dan mudah larut. Aktivitas ion logam ditentukan oleh konsentrasi garam logamnya, derajat disosiasi dan konsentrasi unsur lain. Pengaturan PH dengan penambahan bahan penggabungan (buffer) dimaksudkan untuk mendapatkan sifat lapisan yang:

a. Kenampakan (Appearance)

b. Keuletan (Ductility)

c. Kekerasan (Hardness)

Larutan elektrolit harus bersifat ;

a. Covering Power Adalah kemampuan elektrolit untuk mengendapkan logam pada katoda.

b. Throwing Power Adalah kemampuan elektrolit untuk menghasilkan lapisan dengan tebal yang sama.

c. Levelling Adalah kemampuan elektrolit untuk menghasilkan lapisan yang lebih tebal pada lekukan.

7

2.3 Pembersihan Benda Kerja Sebelum dilakukan proses pelapisan krom, logam dibersihkan atau

dilakukan pengerjaan polishing ( amril, selep, polish ) yang mana tujuan dari pekerjaan itu adalah:

1. Menghilangkan kerak yang terjadi pada saat proses pengecoran logam.

2. Menghilangkan lapisan oksidasi yang ada dipermukaan logam.

3. Mempersiapkan logam untuk proses pelapisan agar hasilnya lebih halus dan mengkilap.

Proses pembersihan logam sebelum dilakukan pengerjaan, yaitu:

1. Pemolesan ( buffing ) dengan menggunakan batu amril emery dari yang paling kasar sampai paling halus. Selanjutnya proses selep, dilakukan untuk memperhalus permukaan logam menggunakan polesh compound. Tahap terakhir adalah polishing, dilakukan agar logam mengkilap seperti kaca. 2. Setelah proses polishing selanjutnya dilakukan degreasing, adalah suatu proses untuk menghilangkan lemak dan lilin atau parafin yang terjadi selama proses polishing. 3. Teknik degreasing ada beberapa macam, yaitu soak cleaning menggunakan larutan alkali. Logam yang akan dibersihkan dimasukkan dalam larutan selama 5 menit agar diperoleh persinggungan yang lebih merata gerakan penggoncangan dipilih yang paling efektif.

4. Logam yang akan diplating harus bebas dari lemak dan permukaannya harus aktif, tidak tertutup oleh oksidan. pengaktifan permukaan dilakukan dengan proses leaching, yaitu dengan memasukkan logam kedalam larutan alkali dan asam secara bergantian.

• Masukkan kedalam larutan sod cyanide 5% • Bilas dua kali dalam air bersih

• Masukkan kealam larutan asam sulfat 5%

• Bilas dua kali dalam air bersih.

8

2.4 Kondisi Operasi Dalam operasi pelapisan, kondisi operasi penting untuk diperhatikan,

karena kondisi tersebut akan menentukan berhasil atau tidaknya proses pelapisan serta mutu lapisan yang dihasilkan. Kondisi pelapisan yang perlu diperhatikan antara lain :

a. Rapat Arus ( Current Density) Makin tinggi rapat arus, makin tinggi kecepatan pelapisan dan memperkecil ukuran benda kerja. Bila rapat arus terlalu tinggi maka lapisannya akan kasar dan nampak hitam.

b. Tegangan Arus (Voltage) Digunakan umumnya 3 - 9 Volt. Untuk pelapisan nikel digunakan 6 - 9 Volt. Sebaiknya arus yang digunakan adalah setabil karena dapat mempengaruhi mutu dari hasil pelapisan.

c. Suhu Larutan Kenaikan suhu larutan menyebabkan bertambahnya ukuran kristal.

Keuntungannya :

Kerugiannya

:

- pengurangan garam logam

- mengurangi terserapnya H 2

- viskositas larutan menurun

- lapisan menjadi kasar

d. PH larutan Tujuan menentukkan derajat keasaman adalah untuk mengecek kemampuan larutan dalam menghasilkan larutan yang baik. Larutan bersifat basa bila PHnya = 11 - 14 dan bersifat asam bila PHnya = 4,5 - 5,6.

2.5 Peralatan

a. Rectifier Adalah sumber arus searah DC dan penurun tegangan

b. Bak larutan

Syarat :

- bahan lebih tahan korosi - tahan suhu tinggi

- tidak mencemarkan larutan

9

2.6 Proses Pelapisan

a. Copper plating ( pelapisan tembaga ) Aplikasi yang paling penting dari pelapisan tembaga adalah sebagai

suatu lapisan dasar pada pelapisan logam sebelum dilapisi tembaga dari larutan asam yang biasanya di ikuti dengan pelapisan nikel dan krom. Kondisi operasi:

temperatur

:

55 - 60°C

Rapat arus

:2,16 4,32A/dm2

pH

:

12 12,6

b. Nickel plating (pelapisan nikel) Proses pelapisan nikel dengan menggunakan arus listrik (electroplating) merupakan salah satu pelapisan yang paling banyak digunakan pada industri sebagai hasil akhir atau lapisan dasar untuk proses selanjutnya. Proses pelapisan nikel dapat diaplikasikan untuk produk seperti pada medali yang bertujuan untuk melindungi logam dasar (tembaga) dari

korosi dan permukaannya mempunyai warna yang mengkilap selama masa pakainya. Warna benda setelah dilapisi dengan nikel akan lebih mengkilat tapi tidak semengkilat krom. Bahan pelapisan nikel:

Warna benda setelah dilapisi dengan nikel akan lebih mengkilat tapi tidak semengkilat krom. Bahan pelapisan nikel:

10

Kondisi operasi:

10 Kondisi operasi: c. Chrome plating Pelapisan krom adalah suatu perlakuan akhir menggunakan elektroplating oleh

c. Chrome plating

Pelapisan krom adalah suatu perlakuan akhir menggunakan elektroplating oleh kromium. Pelapisan dengan krom dapat dilakukan pada berbagai jenis logam seperti besi, baja, atau tembaga. Pelapisan krom menggunakan bahan dasar asam kromat, dan asam sulfat sebagai bahan pemicu arus, dengan perbandingan campuran yang tertentu. Komposisi dan kondisi kerja :

Chromic Acid

: 140-180 gr/l

Sulphuric Acid

: 0,4-1 gr/l

WR-1 (catalyst)

: 1-2 gr/l

Trivalensi Chrom : (Cr+3) < 4 gr/l Kondisi operasi:

Temperatur 25-70 derajad celcius Arus listrik 5-60 A/dm2 Anode timah hitam campur timah putih 8-15%

11

BAB III SISTEMATIKA KERJA

3.1 Langkah Kerja

1. Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam proses pelapisan (seting alat, bahan dan tempat)

2. Menghilangkan dari bahan yang melekat. Dengan mengamplas sampai halus atau dengan partikel korundum yang dibungkus dengan kain poles.

dengan partikel korundum yang dibungkus dengan kain poles. Gambar 3.1 Proses penggerindaan di Kanigoro Juwana 3.

Gambar 3.1 Proses penggerindaan di Kanigoro Juwana

3. Pre Treatment atau Pembersihan Awal.

a. Degreasing Membersihkan kotoran (lemak, debu, dan lain-lain)

Mencelupkan benda kerja kedalam air sabun (alkali) Mencelupkan benda kerja kedalam air

b. Pickling Membersihkan korosi yang ada pada benda kerja. Mencelupkan benda kerja kedalam larutan asam Hcl

Mencelupkan benda kerja kedalam kedalam air (sambil digosok- gosok) c. Mengeringkan benda kerja dengan udara bebas.

12

12 Gambar 3.2 Pencelupan logam ke dalam larutan alkali di Kanigoro Juwana 4. Treatment atau Pelapisan

Gambar 3.2 Pencelupan logam ke dalam larutan alkali di Kanigoro Juwana

4. Treatment atau Pelapisan Tembaga

a. Menghubungkan benda kerja dengan kutub negatif / katoda rectifier.

b. Menghubungkan logam anoda (Cu) dengan kutub positif / anoda pada rectifier.

c. Mencelupkan kedua elektroda kedalam larutan elektrolit dengan komposisi Copper Cyanide 15 gr/ltr, Sodium Cyanide 23 gr/ltr, Natrium Carbonate 15 gr/ltr.

d. Jarak antara anoda dan katoda tidak boleh terlalu dekat gunakan jarak 10 15 cm

e. Menghidupkan rectifier dengan memperhatikan Current density atau arusnya serkitaar 1 4 ampere

f. Setelah sekitar 10 15 menit benda kerja diangkat dari bak electroplating dan dicelupkan kedalam air.

13

anoda katoda
anoda
katoda
13 anoda katoda Larutan elktrolit (ZnSO 4 ) Cu Benda + _ rectifier RectifierRectifier Gambar 1.Proses
13 anoda katoda Larutan elktrolit (ZnSO 4 ) Cu Benda + _ rectifier RectifierRectifier Gambar 1.Proses
Larutan elktrolit (ZnSO 4 ) Cu Benda
Larutan elktrolit
(ZnSO 4 )
Cu
Benda
+ _ rectifier RectifierRectifier
+
_
rectifier
RectifierRectifier

Gambar 1.Proses Elektroplating Cu

Keterangan gambar , peralatan terdiri dari :

Rectifier

Batang tembaga pada katoda yang dihubungkan dengan kutub

negatif rectifier.

Batang tembaga pada anoda yang dihubungkan dengan kutub

positif rectifier

logam anoda Cu

Benda kerja

Larutan elektrolit

Bak electroplating

Benda kerja  Larutan elektrolit  Bak electroplating Gambar 3.3 proses pelapisan tembaga di Kanigoro Juwana

Gambar 3.3 proses pelapisan tembaga di Kanigoro Juwana

14

a. Menghubungkan benda kerja dengan kutub negatif / katoda rectifier.

b. Menghubungkan logam anoda (Cu) dengan kutub positif / anoda pada rectifier.

c. Mencelupkan kedua elektroda kedalam larutan elektrolit dengan komposisi Copper Cyanide 20 gr/ltr, Sulfurid acid 60 gr/ltr

d. Jarak antara anoda dan katoda tidak boleh terlalu dekat gunakan jarak 10 15 cm

e. Menghidupkan rectifier dengan memperhatikan Current density atau arusnya serkitaar 2 4 ampere

f. Setelah sekitar 25 30 menit benda kerja diangkat dari bak electroplating dan dicelupkan kedalam air.

g. Tujuan utamanya adalah memberikan lapisan tembaga yang lebih kuat.

6. Treatment atau Pelapisan Nikel

a. Menghubungkan benda kerja dengan kutub negatif / kathoda rectifier.

b. Menghubungkan logam anoda (Ni) dengan kutub positif / anoda pada rectifier.

c. Mencelupkan kedua elektroda kedalam larutan elektrolit NiSO 4 (Nickel sulfate, Nickel Cloride, boric acid) dalam bak electroplating.

d. Jarak antara anoda dan katoda tidak boleh terlalu dekat gunakan jarak 10 15 cm.

e. Menghidupkan rectifier dengan memperhatikan Current density atau arusnya serkitar 2 5 ampere.

f. Setelah sekitar 25 30 menit benda kerja diangkat dari bak electroplating dan dicelupkan kedalam air.

15

anoda katoda
anoda
katoda
15 anoda katoda Larutan elktrolit (NiSO 4 ) B Ni + _ Rectifier rectifier Gambar 2.
15 anoda katoda Larutan elktrolit (NiSO 4 ) B Ni + _ Rectifier rectifier Gambar 2.
Larutan elktrolit (NiSO 4 ) B Ni
Larutan elktrolit
(NiSO 4 )
B Ni
+ _ Rectifier rectifier
+
_
Rectifier rectifier

Gambar 2. Proses electroplating Ni

Keterangan gambar , peralatan terdiri dari :

Rectifier

Batang tembaga pada katoda yang dihubungkan dengan kutub

negatif rectifier.

Batang tembaga pada anoda yang dihubungkan dengan kutub-

kutub positif rectifier

logam anoda Ni

Benda kerja (B)

Larutan elektrolit NiSO 4

Bak electroplating

(B)  Larutan elektrolit NiSO 4  Bak electroplating Gambar 3.4 benda yang telah dilapisi dengan

Gambar 3.4 benda yang telah dilapisi dengan nikel (belum mengkilat

seperti krom)

16

7. Pelapisan Chrome

a. Menghubungkan benda kerja dengan kutub negatif / kathoda rectifier.

b. Menghubungkan logam anoda (Cr) dengan kutub positif / anoda pada

rectifier.

c. Mencelupkan kedua elektroda kedalam larutan elektrolit CrSO 4

(Chrome acid, Sulfiric Acid) dalam bak electroplating.

d. Jarak antara anoda dan katoda tidak boleh terlalu dekat gunakan jarak

10 15 cm.

e. Menghidupkan rectifier dengan memperhatikan Current density atau

arusnya serkitaar 10 30 ampere.

f. Waktu pencelupan Chrome ini hanya sebentar sekitar ± 1 menit.

g. Kemudian benda kerja diangkat dan dikeringkan.

anoda katoda
anoda
katoda
Kemudian benda kerja diangkat dan dikeringkan. anoda katoda Larutan elktrolit (NiSO 4 ) B Cr +
Kemudian benda kerja diangkat dan dikeringkan. anoda katoda Larutan elktrolit (NiSO 4 ) B Cr +
Larutan elktrolit (NiSO 4 ) B Cr
Larutan elktrolit
(NiSO 4 )
B Cr
+ _ Rectifier rectifier
+
_
Rectifier rectifier

Gambar 3.Proses electroplating Cr

Keterangan gambar , peralatan terdiri dari :

Rectifier

Batang tembaga pada katoda yang dihubungkan dengan kutub

negatif rectifier.

Batang tembaga pada anoda yang dihubungkan dengan kutub-

kutub positif rectifier

logam anoda Cr

Benda kerja (B)

Larutan elektrolit CrSO 4

Bak electroplating

17

8. Post Treatment / Pengerjaan Akhir

Pengeringan baik dijemur atau dilap.

Mencelupkan benda kerja kedalam larutan Brightiner agar benda kerja lebih baik penampilannya.

Proses Buffing (pengkilapan) yaitu dengan cara mengasah benda kerja yang telah dilapisi dengan kain yang telah dirol kemudian dilapisi langsel (metal cleaner).

telah dirol kemudian dilapisi langsel ( metal cleaner ). Gambar 2.6 proses pembersihan setelah dichromeoleh karyawan

Gambar 2.6 proses pembersihan setelah dichromeoleh karyawan Kanigoro Juwana

2.6 proses pembersihan setelah dichromeoleh karyawan Kanigoro Juwana Gambar 2.7 spare part motor setelah proses chrome

Gambar 2.7 spare part motor setelah proses chrome

18

3.2 Material yang Dilapisi KANIGORO TUKANG CHROME merupakan home industri yang bergerak dalam jasa elektroplating / pelapisan pada logam seperti pelapisan chromium, nickel, gold plate, copper dan logam lain khususnya part otomotif.

3.3 Asal Pesanan KANIGORO TUKANG CHROME biasanya menerima pesanan dari pelanggan yang ingin melapisi sparepart motor maupun benda lain seperti pajangan ruangan. Pelanggan tersebut mayoritas berasal dari siswa maupun masyarakat di sekitar Pati dan kadang dari home industri lain yang membutuhkan jasa electroplating.

3.4 Hambatan dan Kendala Hambatan yang didapat yaitu adanya komplain dari pelanggan mengenai hasil pelapisan yang mungkin terdapat kesalahan kecil, seperti terkelupasnya lapisan krom dan bagian siku yang belum terlapisi secara sempurna. Kemudian banjir yang terjadi kemarin pada tahun 2013, bencana tersebut menyebabkan sebagian besar alat maupun barang yang telah diproses tergenang oleh air banjir sehingga menyebabkan korosi dan kerusakan lainnya.

3.5 Solusi Masalah Solusi yang ditawarkan oleh KANIGORO TUKANG CHROME untuk mengatasi masalah di atas yaitu dengan melakukan electroplating ulang atau dilapisi kembali hingga beberapa kali agar benda yang telah dilapis tidak mudah terkelupas. Kemudian melapisi benda dengan lapisan yang lebih tebal namun dengan konsekuensi harganya menjadi lebih mahal. Selain meningkatkan kualitas, KANIGORO TUKANG CHROME juga memberi garansi kepada pelanggan sesuai dengan barang yang akan dikerjakan.

19

3.6 Asal Bahan Bahan baku yang digunakan oleh KANIGORO TUKANG CHROME seperti larutan-larutan kimia maupun peralatan lain diperoleh di area sekitar Pati dan kadang memesan dari kota lain.

20

BAB IV

PENUTUP

4.1 Keselamatan Kerja Untuk menghindari terjadiya kecelakaan akibat kelalaian karyawan maupun faktor lain, maka diwajibkan untuk:

1. Memperhatikan voltage, ampere dan suhu pada saat proses pelapisan berlangsung.

2. Gunakan larutan kimia sebaik mungkin (berhati-hati) dalam melakukan elektroplating.

3. Aduklah larutan elektrolit agar ion-ion dapat tersebar bebas.

4. Memperhatikan waktu pelapisan.

5. Memperhatikan jarak peletakan anoda dan katoda.

4.2 Hasil Observasi dan Simpulan Observasi yang kami lakukan di KANIGORO TUKANG CHROME dengan salah satu karyawan dengan teliti memberikan pengarahan pengarahan dan materi tentang pelapisan yang sangat bermanfaat bagi kami. Dari observasi ini kami tahu bahwa pelapisan sangat berguna untuk ketahanan dan keindahan suatu komponen untuk umur pemakaian yang lebih panjang dan aspek keindahan yang ditonjolkan. Selain itu, usaha ini sangat menarik karena menyerap tenaga kerja dan keuntungan yang didapat lumayan besar serta observasi ini dapat memberikan gambaran business plan bagi kami untuk memupuk jiwa kewirausahaan kami.

21

4.3 Lampiran Foto Observasi

21 4.3 Lampiran Foto Observasi Gambar 4.1 Kanigoro Tukang Chrome di Juwana Pati Gambar 4.2 Rectifier

Gambar 4.1 Kanigoro Tukang Chrome di Juwana Pati

Observasi Gambar 4.1 Kanigoro Tukang Chrome di Juwana Pati Gambar 4.2 Rectifier (alat untuk mengalirkan listrk

Gambar 4.2 Rectifier (alat untuk mengalirkan listrk pada logam)

22

22 Gambar 4.3 proses pengepakan dengan kertas agar tidak terjadi gesekan antar produk Gambar 4.4 bahan

Gambar 4.3 proses pengepakan dengan kertas agar tidak terjadi gesekan antar produk

dengan kertas agar tidak terjadi gesekan antar produk Gambar 4.4 bahan yang akan dilakukan proses electroplating

Gambar 4.4 bahan yang akan dilakukan proses electroplating

23

23 Gambar 4.5 Papan nama Kanigoro Tukang Chrome

Gambar 4.5 Papan nama Kanigoro Tukang Chrome

24

DAFTAR PUSTAKA

Anton J. H. dan Tomijiro K. 1995.Mengenal Pelapisan Logam (Electroplating). Yogyakarta : Andi Offset. Bpk. Fauzi, selaku karyawan di CV. KANIGORO TUKANG CHROME