Anda di halaman 1dari 3

Mechtildis Kartika Permatasari - 125130100111050

Pengobatan Cholelitiasis

Pengobatan Cholelitiasis ditangani baik secara nonbedah maupun dengan pembedahan


(Marcella & Thomas, 2015) :
1. Penatalaksanaan non bedah
a. Farmakologis

Untuk menghancurkan batu : ursodiol/ actigal.

Untuk mengurangi konten kolesterol dalam batu empedu : chenodiol/ chenix

Untuk mengurangi gatal gatal : cholestyramine (Questran)

Untuk mengobati infeksi : antibiotic

b. Pengangkatan batu empedu tanpa pembedahan

Pelarutan batu empedu


Dengan menginfuskan suatu bahan pelarut (mono oktanion atau metil
tertierbutil eter/ MTBE) ke dalam kandung empedu. Dapat diinfuskan melalui
selang atau kateter yang dipasang perkutan langsung kedalam kandung empedu,
melalui selang atau drain yang dimasukan melalui saluran T tube untuk
melarutkan batu yang belum dikeluarkan pada saat pembedahan, melalui ERCP
atau kateter bilier transnasal.

Pengangkatan non bedah


Sebuah kateter dan alat disertai jaringan yang terpasang padanya disisipkan
lewat saluran T tube atau lewat fistula yang terbentuk pada saat insersi T tube atau

lewat fistula yang terbentuk pada saat insersi T tube, jaringan digunakan untuk
memegang dan menarik keluar batu yang terjepit dalam duktus koledokus.

Extracorpreal shock wave lithotripsy (ESWL)


Menggunakan gelombang kejut berulang (repeated shock waves) yang diarahkan
kepada batu empedu untuk memecah batu tersebut menjadi sejumlah fragmen.

2. Pembedahan
a. Kolesistektomi
Dalam prosedur ini, kandung empedu diangkat setelah arteri dan duktus
sistikus diligasi. Sebuah drain di tempatkan dalam kandung

empedu dan

dibiarkan menjulur keluar lewat luka operasi untuk mengalirkan darah, cairan
serosanguinus dan getah empedu kedalam kasa absorben.
b. Minikolesistektomi
Prosedur ini untuk mengeluarkan kandung empedu lewat luka insisi selebar
4cm.
c. Kolesistektomi lapaskopik
Dilakukan lewat insisi yang kecil atau luka tusukan melalui dinding
abdomen pada umbilikus. Rongga abdomen ditiup dengan gas karbon monoksida
untuk membantu pemasangan endoskop.
d. Koledokostomi
Insisi dilakukan pada duktus koledokus untuk mengeluarkan batu. Setelah
batu dikeluarkan biasanya dipasang sebuah kateter kedalam duktus tersebut untuk
drainase getah empedu sampai edema mereda. Kateter ini dihubungkan dengan
selang drainase gravitas.

3. Manajemen Diet
a. Mengurangi pemasukan makanan selama fase akut.
b. Pemasangan nasogastric tube (NGT) untuk mengurangi mual dan muntah.
c. Pembatasan diet lemak terutama pada pasien dengan obesitas.
4. ERCP ( Endoscopic Retrograde Cholangio Pancre atography )
Dengan bantuan endoskopi melalui muara papila Vater kontras dimasukkan
kedalam saluran empedu dan saluran pankreas. Keuntungan lain pada pemeriksaan ini
ialah sekaligus dapat menilai apakah ada kelainan pada muara papila Vater, tumor
misalnya atau adanya penyempitan. Keterbatasan yang mungkin timbul pada
pemeriksaan ini ialah bila muara papila tidak dapat dimasuki kanul (Marcella & Thomas,
2015).

DAFTAR PUSTAKA

Marcella D. Ridgway, VMD, MS, DACVIM, & Thomas K. Graves, DVM, MS, PhD,
DACVIM, 2015. Gallbladder Mucocele In Dogs. University of Illinois : Champaign.