Anda di halaman 1dari 25

PERENCANAAN DAN

EVALUASI KESEHATAN
Jonesius Eden Manoppo

PERENCANAAN

Pengertian
Kemampuan
untuk
memilih
satu
kemungkinan dari berbagai kemungkinan
yg tersedia dan yg dipandang paling tepat
untukmencapai tujuan. (Billy E Goetz)
Pekerjaan
yg
menyangkutpenyusunankonsep
sertakegiatan yg akan dilaksanakan untuk
mencapai tujuan yg telah ditetapkan demi
masa depan yg lebih baik (Le Breton)

Upaya menyusun berbagai keputusan


yg bersifat pokok yg dipandang paling
penting dan yg akan dilaksanakan
menurut urutannya guna mencapai
tujuan yg telah ditetapkan. (Maloh dan
Deacon)
Proses menetapkan pengarahan yg
resmi
dan
menetapkan
berbagai
hambatan yg diperkirakan ada dalam
menjalankan suatu program guna
dipakai sebagai pedoman dalam suatu
organisasi. (Ansoff dan Brendenberg )

Istilah
Peramalan ( Forcasting ) Adalah suatu upaya
menduga apa yg akan terjadi di masa depan, yg
juga merupakan ciri perencanaan.
Projectory;yaitukecenderungan
yg
diproyeksikanpada masa yg akan datang
Cyclic; jika peristiwa yg lalu berulang ulang terjadi
dan oleh karenanya pada masa yg akan juga akan
terjadi.
Associative; yaitu menghubungkan peristiwa atau
keadaan mis. jika timbul kondisi A maka akan
terjadi peristiwa B, dan demikian seterusnya.

Persistency; ialah karena faktor-faktor adalah


stabil, maka keadaan yg diramalkan tidak
mengandung sesuatu perubahan keadaan yg
lalu ataupun yg sekarang berlaku.
Penyelesaian masalah (Problem solving) :
Suatu upaya menghilangkan hambatan atau
masalah, yg juga merupakan ciri perencanaan.
Namun dalampenyelesaian masalah tidak
terkandung uraian yg lengkapn tentang
bagaimana melaksanakan berbagai kegiatan.
Penyusunan program (Programming) : Suatu
upaya menyusun rangkaian kegiatan yg akan
dilaksanakan, namun rangkaian kegiatan yg
disusun pada penusunan program dapat
dilakukantidak dari tahap awal.

Penyusunan rancangan ( Designing ) : Suatu


upaya menghasilkanpedoman(bagan kerja)
namun
Penyusunan
program
bukanlahperencanaan
karena
hasil
akhir
perencanaan
tidak
terbatas
hanyapada
penyusunan pedoman ( bagan ) kerja saja.
Pengkajian kebijakan ( Policy analisis ) adalah
suatu upaya untukmenyelesaikan masalah
sebagaimana juga merupakan ciriperencanaan,
namun pengkajian kebijakan lebih bersifat
retrospektif, yakni hanya mengkaji berbagai
kebijakan dengan segala akibatnya yang telah
ada atau yang telah terjadi. Sedangkan dalam
perencanaan lebih bersifat prospektif serta
bermaksud menghasilkan gagasan baru.

Proses pengambilan keputusan


(Decision making process): Adalah
suatu upaya menetapkan keputusan,
yang juga merupakan
ciriperencanaan namun proses yang
berlangsung dalam pengambilan
keputusan umumnya lebih kompleks
dimana perencanaan biasanya hanya
merupakan salah satu masukan
untuk pengambilan keputusan.

Aspek
Hasil dari pekerjaan perencanaan ( Outcome of planning
) : Yang disebut dengan rencana ( Plan ) yang dapat
berbeda antara satu dengan yang lain.
Perangkat perencanaan ( Mechanic of planning ) adalah
satuan organisasi yang ditugaskan dan atau yang
bertanggung jawab menyelenggarakan pekerjaan
perencanaan. Juga sebagaimana dengan hasil
perencanaan perangkat perencanaan dapat berbedadari
satu pekerjaan perencanaan dengan yang lain. Pada
satu oganisasi yang besar dan kompleks perangkat
perencanaan bisadilaksanakan suatu biro khusus,
sedangkan organisasi yang kecilbisa ditangani suatu
organisasi kecil atau hanya ditangani beberapastaf saja.

Proses perencanaan ( Process of


planning ) adalah langkah-langkahyang
harus dilaksanakan pada pekerjaan
perencanaan. Berbedadengan hasil dan
perangkat perencanaan, proses
perencanaan inipada dasarnya adalah
sama untuk berbagai pekerjaan
perencanaan.Untuk menghasilkan
suatu rencana yang baik, maka
sebaiknyalangkah langkah yang
ditempuh adalah sama.

Ciri
Bagian Dari Sistim Administrasi
Dilaksanakan Secara Terus Menrus dan
Berkesinambugan
Berorientasi pada masa depan
Mampu Menyelesaikan masalah
Mempunyai Tujuan
Bersifat mampu Kelola (wajar, logis,
objektif, jelasdan runtun, fleksibel serta
telah disesuaikan dengan sumber daya)

Macam
Ditinjau dari jangka waktu berlakunya
rencana
Perencanaan jangka panjang
Perencanaan jangka menengah
Perencanaan jangka pendek

Ditinjau dari frekuensi penggunaan


Digunakan satu kali ( Single- use
planning ), rencana yang hanyadapat
dipergunakan satu kali.
Digunakan berulang kali ( repeat-use
planning ), yaitu rencana yangdapat
digunakan lebih satu kali apabila
situasi dan kondisilingkungan normal
serta tidak ada terjadi perobahan yang
mencolok.Disebut juga perencanaan
standard ( Standard planning )

Ditinjau Dari Tingkatan


Rencana induk( Masterplan ),apabila rencana
yangdihasilkan lebih menitik beratkan pada
aspek kebijakan; mempunyai ruang lingkup
yang amat luas serta berlaku untuk jangka
waktu yangpanjang.
Perencanaan operasional ( Operasional
planning ) Rencana yanglebih menitik beratkan
pada aspek pedoman pelaksanaan yang akan
dipakai sebagi petunjuk pada waktu
melaksanakan kegiatan.
Perencanaan harian ( Day- to-day planning )
rencana yang telah disusun secara rinci dan
biasanya disusun untuk program yang
telahbersifat rutin.

Ditiinjau dari filosofi perencanaan


Perencanaan memuaskan ( Satisfying planning )
Rencanayang secara filosofis pada saat melakukan
perencanaan tidak terlalu
mementingkankeuntungan golongan,tapi memberi
kepuasan pada semua pihak yang terlibat.
Perencanaanoptimal(Optimizingplanning)Filosofi
yangdianutpada saat rencana dibuat adalah
mementingkan pencapaian tujuansehingga ukuran
ukuran kuantitas menjadi sangat penting,
olehkarena itu perhatian lebih diutamakan pada
bagian bagian yangproduktif
Perencanaan adaptasi ( Adaptivizer planning )
Filosofo yang dianut adalah cenderung berupaya
untuk selalu menyesuaikan diri dengan situasi dan
kondisi yang dihadapi.

Ditinjau dari orientasi waktu


Perencanaan berorientasi masa lalu- kini ( Past
presentplanning ) yaitu rencanayang
dihasilkan semata mata bertitik tolak dari
pengalaman yang pernah diperolehpada masa
lalu. Perencanaan model seperti ini biasanya
dilakukan apabilamenghadapi situasi darurat
serta waktu yang dimiliki sangat terbatas.
Misalnya dalam keadaan wabah.
Perencanaan berorientasi masa depan.
( Future- orientedplanning )Rencana yang
dihasilkan memperhitungkan
perkiraan-perkiraan yang akan terjadipada
masa yang akan datang. (Redistributive
planning, Speculative planning, Policy planning)

Ditinjau dari ruang lingkup


Perencanaan strategik ( Strategic planning )Perencanaan
yang menguraikan dengan lengkap kebijakanjangka
panjangyang ingin diterapkan, tujuan jangka panjang yang
ingin dicapaisertarangkaian dan pentahapan kegiatan yang
akan dilakukan.Perencanaanstratigik biasanya sulit diubah.
Perencanaantaktik( Tacticplanning ) Rencana yang hanya
mengandung uraian tentang kebijakan,tujuan
sertakegiatan jangka pendek saja. Perencanaan taktik
mudahmenyesuaikan diridengan perkembangan situasi
dan kondisi.
Perencanaan menyeluruh (Comprehensive planning )
Mengandunguraian yang bersifat menyeluruh, yaitu
mencakup seluruh aspek danruang lingkup berbagai
kegiatan yang akan dilakukan.
Perencanaan terpadu ( Integrated planning ). Perencanaan
yangdihasilkan jelas menggambarkan keterpaduan antar
kegiatan yangakan dilakukan dan atau dengan kegiatan
lain yang sudah ada.

Unsur
Rumusan misi. Suatu rencana yang baik
harus mengandungrumusan tentang misi
organisasi tersebut. Uraian dalam
misimencakup yang sangat luas, antara
lain, latar belakang, cita-cita,tujuan
pokok, tugas pokok, serta ruang lingkup
kegiatan organisasi.Dalam praktek sehari-hari uraian tentang misi sering
tercantum dalam latar belakang
( Background)

Rumusan masalah.
Suatu rencana yang baik harus
mengandung rumusan masalah yang
ingin diselesaikan. Rumusan masalah
yangbaik harus memenuhim syarat
sebagai berikut.
a Harus mempunyaitolok ukur.
b. Bersifat netral.

Rumusan tujuan umum dan tujuan khusus.


Tujuan umum, Jelas keterkaitan dengan
a. misi organisasi
b. masalah yang ingin di atasi
c. Menggambarkan keadaan yang ingin dicapai.
. Tujuan khusus,
. Syarat tujuan khusus adalah selain harus
memenuhisyarat rumusan tujuan umumjuga harus
mempunyaitolokukur:
a. Apa masalah yang ingin diatasi
b. Siapa yang akan memperoleh manfaat
c. Dimana rencana kerja dilaksanakan
d. Berapa besarnya target yang akan dicapai
e. Berapa lama rencana kerja akan dilaksanakan

Rumusan kegiatan.
Kegitan yang dimaksud adalah yang disatupihak dapat
mengatasi masalah dihadapi dan dilain pihak dapat
mencapai tujuan ( target ) yang telah ditetapkan.
peranannnya dalam mengatasi masalah:
a. Kegiatan pokok; ( Mollar activities ) bersifat mutlak
dan merupakan kuncibagi keberhasilan.
b. Kegiatan tambahan ( Molucular activities ) bersifat
fakultatif dimana apabila kegiatan tersebut
tidakdilaksanakan tidak akan menentukan
keberhasilan suatu rencana. Sebaliknya apabila
rencana tersebut dilaksanakan maka pelaksanaan
rencana akan lebihsempurna.
. kepentingan praktis :
a. Kegiatanpersiapan.(Preparationactivities)
b. Kegiatan pelaksanaan ( Implementation activities)
c. Kegiatanpenilaian(Evaluationactivities)

Asumsi perencanaan ( Planning asumption )


a. Asumsi perencanaan positif yaitu uraian
tentangberbagai faktorpenunjang yang diperkirakan
ada dan yang berperan
dalammemperlancarpelaksanaan rencana. :
. Adanya kerja sama yang baik dengan berbagai
instansipemerintah daninstitusi masyarakat
. Tersediannya tenaga pelaksanana yang terampil
denganjumlah yangcukup.
. Tingginya kemampuan masyarakat membiayaipelayanan
kesehatan.
b. Asumsi perencanaan negatip. Yaitu uraian tentang
berbagai faktor penghambat yang diperkirakan ada dan
yang berperan sebagai kendalapelaksanaan rencana.
contoh :
. 1. Keadaan alam dan lingkungan yang sulit.
. 2. Dedikasi tenaga pelaksanana yang kurang.
. 3. Tingkat pendidikan penduduk yang rendah.

Strategi Pendekatan
Pendekatan institusi.( Institutional approach )
memerlukan dukungan legalitas, menerapkan
prinsip-prinsip kekuasaan dan kewenangan, dapat
mempercepat pelaksanaan program
,kelemahannya hasil yang diperoleh sering tidak
langgeng karena seolah-olah ada unsur
pemaksaan
Pendekatan komunitas, (Community approach ),
bertujuan untuk menimbulkan kesadaran dalam
diri masyarakat itu sendiri. Untuk itu dilaksanakan
berbagaiprogram kominfo dan edukasi yang
maksudnya agar masyarakat dengan kesadaran
sendiri mau melaksanakanberbagai kegiatan
yang telah direncanakan secara mandiri.

Waktu
Biaya
Metode penilaian dan kriteria keberhasilan
a. Kriteria keberhasilan dari unsur masukan, yaitu yang
menunjuk pada terpenuhinya unsur masukan, misalnya
tersedianya tenaga, dana dan sarana sesuai dengan
rencana.
b. Kriteria keberhasilan unsur proses. Yakni yang menunjuk
pada terlaksananya unsur proses, misalnya
terselenggaranya penyuluhan kesehatan, atau
terselenggaranya pertemuan dengan masyarakat sesuai
dengan rencana.
c. Kriteia keberhasilan unsur keluaran. Yakni yang menunjuk
pada tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, misalnya
berhasil menurunkan angka komplikasi sesuai target yang
telah ditetapkan.Unsur unsur rencana ini saling
berhubungan dan mempengaruhi, yang secara
keseluruhan terangkai dalam satu uraian rencana yang
terpadu.