Anda di halaman 1dari 1

Ganti Oli

Ditulis oleh Administrator


Kamis, 19 Juli 2007 18:00 -

Mengganti oli pada jangka waktu yang diambil berdasarkan jarak tempuh dan fungsi mesin
harus dilakukan, hal ini bertujuan agar mesin kita tetap awet. Cara praktis mengganti oli adalah
dengan cara membawa kendaraan kita ke bengkel, tetapi untuk menghemat pengeluaran, kita
bisa mengganti oli secara mandiri di rumah.

Terlepas dari masalah jarak tempuh maupun waktu pakai, ada ciri-ciri yang bisa kita kenali
untuk mengetahui kualitas oli. Karena, bisa saja jarak tempuh masih pendek dan waktu pakai
belum sampai 3 bulan tapi oli sudah masuk kategori rusak.
Contoh, jika tercampur air setelah terkena banjir misalnya. Ciri ciri oli yang sudah buruk
diantaranya adalah warna yang sudah kehitam-hitaman (keruh). Jika dioleskan di ujung-ujung
jari akan terasa kasar. Rasa kasar adalah tanda bahwa oli sudah banyak mengandung serbuk
metal, maupun kotoran.
Pada beberapa kasus, oli mesin juga bisa berwarna coklat kental mirip susu coklat. Ini terjadi
jika oli mesin tersebut telah bercampur air. Air ini bisa berasal dari mesin itu sendiri, akibat
adanya kebocoran pendinginan. Bisa juga air ini berasal dari luar, seperti jika kendaraan
terendam air atau memasuki genangan air. Cara sederhana untuk mengeluarkan oli ialah
sewaktu mesin masih panas, karena Oli lebih encer.
Gram dari gesekan antar komponen bisa ikut larut saat oli dikeluarkan, Tapi jangan pas mesin
lagi panas betul, itu bisa merusak motor. Karena kondisi panas membuat metal memuai.
Setelah oli dikeluarkan, ada cara lain yang juga biasa dipakai mekanik. Adalah menyemprot
lubang masuk oli menggunakan angin kompresor supaya sisa-sisa oli di dalam girboks turun.
Setelah mengisi oli baru, boleh dan bisa dicek ulang. Penting untuk menandai kondisi
pelumasan di mesin bisa bekerja secara normal atau ada masalah. (ks)
Tips dari: Maman Suherman
Bengkel Motor Maruf Motor
Jl. Raya Condet no. 63 B
Jakarta Timur
Tel. 8011423

1/1