Anda di halaman 1dari 3

Etiologi dan Patogenesis

Hirschsprung disease ditandai dengan tidak adanya sel ganglion di


pleksus myenteric (Auerbach) dan submukosa (Meissner) dari usus
distal hingga proksimal dari sfingter ani internus dengan jarak yang
bervariasi.
Tidak adanya sel ganglion telah berkaitan dengan
kegagalan migrasi sel neural crest pada saat anatara minggu kelima
hingga minggu kedua belas kehamilan.
Neuron dan glia dari sistem saraf enterik semuanya berasal dari
sel prekursor dari sistem primordial saraf pusat. Sel nural crest
dihasilkan dari seluruh panjang sumbu saraf, tetapi hanya daerah
tertentu yang menimbulkan sistem saraf enterik. Sel prekursor ini
pertama bermigrasi dari sistem saraf pusat primordial menuju ke ujung
oral dan anal dari saluran usus pada awal kehidupan embrio. Kemudian,
sel-sel ini bermigrasi sepanjang saluran pencernaan ke seluruh usus.
Sel-sel prekursor sistem saraf enterik berdiferensiasi menjadi berbagai
jenis tipe neuron dan sel glial dan membentuk sirkuit kompleks yang
diperlukan untuk fungsi sistem saraf enterik.
Hirschsprung disease dianggap sebagai Neurocristopathy, yang
didefinisikan sebagai sindrom atau tumor yang timbul akibat kelainan
perkembangan sel neural crest. Pada penyakit ini, sistem saraf enterik
tidak cukup terbentuk karena terhentinya migrasi sel neuro crest vagal
menuju bagian akhir usus. Semakin awal migrasi terhenti, semakin
panjang segmen aganglionik. Aganglionosis umumnya terbatas pada
rektum (75%), meskipun pada kasus yang jarang, aganglionosis dapat
mempengaruhi seluruh usus besar, usus besar dan usus kecil, atau
seluruh usus.
Tidak adanya ganglia enterik yang mengandung saraf kolinergik,
interneuron, dan nonadrenergic, saraf nonkolinergik dianggap paling
penting dalam temuan patologis Hirschsprung disease. Tidak adanya sel
ganglion disertai dengan peningkatan kolinergik dan serabut saraf
adrenergik karena tidak adanya regulasi perkembangan serabut saraf
ini.
Kelainan pada persarafan ini menjelaskan ketidakmampuan
segmen aganglionik untuk rileks. Gelombang relaksasi yang secara
normal terjadi sebelum setiap kontraksi tidak terjadi dan refleks
penghambatan rektoanal (rectoanal inhibitory reflex - RAIR) untuk
distensi rektum tidak ada.
Refleks penghambatan rektoanal merupakan faktor kunci pada
proses defekasi normal. RAIR ditimbulkan oleh distensi dinding rektum
yang merangsang mekanoreseptor yang terletak di rektum. Hal ini
menyebabkan aktivasi intramural inhibiting neuron, yang terletak di
pleksus myenteric, menjadikan sphincter ani internus berelaksasi.

Ketika tidak ingin buang air besar, sfingter ani eksternus, dengan
bantuan dasar panggul, tetap berkontraksi sampai dinding rektum telah
beradaptasi dengan peningkatan volume rektum.
Hasil dari penelitian pada hewan menunjukkan bahwa nitric oxide
adalah neurotransmitter inhibitor utama yang dilepaskan oleh neuronneuron ini. Blokade dari biosintesis nitric oxide mengurangi relaksasi otot
spihincter ani dan menimbulkan gangguan pada RAIR.
Sumber
Lorjin, et al. 2007. Symptomatology, pathophysiology, diagnostic workup, and treatment of Hirschsprung disease in infancy and childhood.
Current Gastroenterology Reports. June 2007, Volume 9, Issue 3, pp
245-253

Teguh A

English

HD is characterized by the absence of ganglion cells in


the myenteric (Auerbach) and submucosal (Meissner)
plexus of the distal bowel extending proximally from
the internal anal sphincter for varying distances. The
absence of ganglion cells has been attributed to failure
of migration of neural crest cells between the fifth and
twelfth week of gestation [26]. The neurons and glia of
the enteric nervous system are all derived from precursor cells from the central nervous system primordium.
Neural crest cells are produced from the entire length of
the neural axis, but only certain tightly defined regions
of the neural crest give rise to the enteric nervous system.
These precursor cells first migrate from the central nervous system primordium into the oral and anal ends of
the intestinal tract early in embryonic life. Subsequently,
these cells migrate along the gut to colonize the entire
intestine. The enteric nervous system precursor cells differentiate into a range of neuron types and glial cells and
form the complex circuitry necessary for enteric nervous
system function [27,28,29].
HD is regarded as a neurocristopathy, defined as a
syndrome or tumor that arises due to an abnormality in
neural crest cell development. In HD, the enteric nervous system is inadequately formed due to the arrest
of vagal neurocrest cell emigration to the hindgut. The
earlier the arrest of migration, the longer the aganglionic segment. Aganglionosis is generally limited to the
rectum (75%), although in rare cases the aganglionosis
may affect the entire colon, the colon and small intestine, or the entire gut [1517].
The absence of enteric ganglia containing cholinergic neurons, interneurons, and nonadrenergic,
noncholinergic neurons is considered the most important pathologic finding in HD. The absence of ganglion
cells is accompanied by increased cholinergic and
adrenergic nerve fibers because regulation of the development of these nerve fibers is lacking [30]. These
abnormalities in innervation explain the inability of the
aganglionic segment to relax. The wave of relaxation
normally preceding each propulsive contraction does
not occur, and furthermore, the rectoanal inhibitory
reflex (RAIR) to rectal distention is lacking [30].