Anda di halaman 1dari 29

HUKUM OHM

1. HUBUNGAN KUAT ARUS DAN


TEGANGAN
V=
RUMUS:

IR

Keterangan:
V = Beda potensial (V)
I = Kuat arus (A)
R = Hambatan penghantar ()

CONTOH SOAL HUKUM OHM


Diketahui sebuah rangkaian listrik tertutup yang
mempunyai tegangan 12 V dan arus listrik 50 mA.
Tentukanlah besar hambatan pengahatar itu?
Diketahui: V = 12 V
I = 50 mA = 5x10-2 A
Ditanya: R =
Jawab:
V = IR
R = V/I
R = 12 V/ 5x10-2 A
R = 2,4x 102 Besar Hambatannya

2. Hambatan penghantar
RUMUS:

R=
/A

Keterangan:
R = Hambatan Penghantar ()
= hambatan jenis (m)
= panjang hambatan (m)
A = luas penampang (m2)

Jika dipengaruhi oleh besar suhu, maka:

t= 0
(1+t)

Keterangan:
t = hambatan jenis pada suhu t (m)
= Koefisien suhu hambatan jenis
suatu
bahan(/ C)
0 = hambatan jenis pada suhu mulamula
(m)
t = perubahan suhu( C)

CONTOH SOAL HAMBATAN


PENGHANTAR
Kawat tembaga panjangnya 10m dan
luas penampangnya 5mm2. Pada
suhu 20 C, mempunyai hambatan
jenis 1,7x10-8 m. Apabila koefisien
suhu tembaga 4x10-8 / C dan muai
panjang kawat diabaikan, tentukan:
a. Hambatan kawat pada suhu 20 C!
b. Hambatan kawat pada suhu 120 C!

Diketahui: = 10 m
A = 5 mm2 = 5x10 -6 m2
t 1 = 20 C
= 1,7x10 -8 m
= 4x10 -3/ C

t 2 = 120 C
Ditanya:

a. R 1 =?

b. R 2 =?

Jawab:
a. R 1 = /A
= 1,7 . 10 -8 x 10 / 5x10 -6
= 3,4 x 10 -2
R 2 = R 1 (1+t)

b.
t

= t 2-t 1 = 120 20 = 100 C

R 2 = 3,4 x 10 -2 (1+4 x 10 -3 x 100)


= 3,4 x 10 -2 (1,4)
= 4,76 x 10 -2

3. RANGKAIAN HAMBATAN
Dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Rangkaian seri
Rumus:
R t= R 1+R 2 +R
3++Rn

2. Rangkaian paralel
Rumus:
1/Rp = 1/R 1 + 1/R2 +
1/R3

CONTOH SOAL RANGKAIAN


HAMBATAN
Rangkaian seri
tiga hambatan, R 1 = 4 , R 2 = 3 ,
dan R 3 = 3 dirangkai seri dan
diberi arus 2 A, tentukan:
a. Hambatan pengganti
b. Beda potensial ujung masingmasing hambatan
c. Tegangan totalnya

Diketahui: R 1 = 4
R2 = 3
R3 = 3
I =2A
Ditanya: a. Rs = ?
b. V 1,V2, &V3 = ?
c. V total = ?
Jawab:
a. R s = R 1 + R 2 + R 3 = 4+3+3 = 10
b. V1 = IR1 = 2x4 = 8 A
V2 = IR2 = 2x3 = 6 A
V3 = IR3 = 2x3 = 6 A
c. V total = IR = 2x10 = 20 A

Rangkaian Paralel
Sebuah rangkaian paralel memiliki dua
hambatan sebesar 10 dan 5 . Jika arus
listrik yang mengalir sebesar 2 A, tentukan:
a. Hambatan pengganti rangkaian
b. Kuat arus yang mengalir melalui 10
Diketahui: R 1 = 10
R2 = 5
I2 = 2 A
Ditanya: a. R p = ?
b. I 1 = ?

Jawab:
a. 1/Rp = 1/R 1 + 1/R 2
= 1/10 + 1/5
=10/3
R p = 3,33
b. I 1 : I 2 = 1/R 1 : 1/R 2
I1: 2

= 1/10 : 1/5

I 1 = 5/10 x 2
=1A

RANGKAIAN JEMBATAN
WHEATSTONE

Menurut hukum ohm, karena I 1 = I2


dan I3 = I 4
R 1 /R 2 = R 3 /R 4
Maka:
Atau
R 1.R 4 =R 2.R 3

Jika nilai hambatan penghantar


sebanding
dengan
panjangnya,
R
/R
=
L
1
2
1
maka:

/L 1

Jika kedua ujung batang dihubungkan dengan


sumber tegangan E, hambatan yang diketahui
nilainya R, dan salah satu ujung galvanometer
dihubungkan dengan kontak geser, maka:

R x = L 2/L 1
xR
Dimana:
R x = Hambatan yang menentukan ()
L 2 = panjang hambatan homogen dc (m)
L 1 = panjang hambatan homogen ad (m)
R = hambatan yang sudah diketahui ()

Contoh:
Sebuah rangkaian jembatan
wheatstone mempunyai hambatan
secara berturut-turut adalah 6, 2,
9, 3 dan 8 dimana memiliki
besar tegangan 10 V yang
berhambatan pada 0,2 . Tentukan:
a. Kuat arus pada rangkaian
b. Tegangan jepit

Diketahui: R 1 = 6
R2 = 2
R 3 = 9
R4 = 3
R5 = 8
r = 0,2
E = 10 V
Ditanya: a. Rac = ?
b. I
= ?
c. K = ?

a. Rabc dan Radc adalah paralel


I/Rac = I/Rabc + I/Radc
I/Rac = 1/8 + 1/12
= 5/24
Rac = 4,8
b. I = E/Rac + r
= 10/4,8 + 0,2
=2A
c. K = IRac
= 2 x 4,8
= 9,6 V

HUKUM KIRCHHOFF
Hukum Kirchhoff I
I = 0
Hukum Kirchhoff II
E + (IR) = 0

Dimana:
E = ggl sumber arus (V)
I = Kuat arus (A)
R= Hambatan ()

Kuat Arus listrik dalam rangkaian


sederhana
Kuat Arus:
I = E/R+ r
Tegangan jepit:
K = IR

Dimana:
E = ggl sumber arus (V)

Contoh:
Sebuah kawat penghantar dengan
hambatan 11,5 dihubungkan dengan
sumber tegangan 6 V yang berhambatan
dalam 0,5 . Tentukan:
a. Kuat arus pada rangkaian
b. Tegangan jepit
Diketahui: R = 11,5
E=6V
r = 0,5

Ditanya : a. I = ?
b. K = ?
Jawab:
a. I = E/R+ r
= 6/11,5+0,5
= 6/12
I = 0,5 A
b. K = IR
= 0,5 x 11.5
= 5,75 V

Kuat arus listrik dalam rangkaian


tertutup
E + (IR) = 0
Maka,
-E1+E2-E3+I
(r1+R1+r2+R2+R3+R4+r3) = 0

Contoh soal:
Hal 263-264

DAYA LISTRIK
Daya listrik :

P=
VI

P=
2
V /R

Daya listrik menurut hukum ohm:

P
Atau

=
2
I R

CONTOH SOAL DAYA LISTRIK


Sebuah lampu pijar dengan spesifikasi
220 V dan 100 W. tentukan
hambatan waktu pijar tersebut!
Diketahui : P = 100 W
V = 220 V
Ditanya : R = ?

DAYA PADA ALAT-ALAT


LISTRIK
Contoh:
Sebuah lampu pijar dengan spesifikasi 40W/220V, jika kita
menghubungkannya dengan tegangan 110V, berapa
tegangan yang diterima?
Diketahui:

V1= 220 V

P1= 40 W
Ditanya: P = ?
Jawab: P = V2/R
R = V2/P
= (220) 2/100
= 484

Jawab:
P = V2/R
R = V2/P
= (220) 2/ 40
= 1.210
P = V2/R
= (110) 2/ 1.210
= 10 W

PENGHEMATAN ENERGI
LISTRIK
Contoh:
Dua lampu digunakan setiap waktu 15 W.
lampu 15 W dinyalakan 5 jam setiap hari
dan lampu 5 W dinyalakan 12 jam setiap
hari. Tentukan:
a. Energi listrik yang diperlukan selama satu
bulan
b. Biaya listrik yang harus dibayar setiap
bulan jika biaya listrik Rp 470/kWh

Diketahui: P 1 = 15 W
P2 = 5 W
t 2 = 12 jam
t 1 = 5 jam
Ditanyakan: a. Wtotal dalam 1 bulan!
b. Biaya dalam 1 bulan!
Jawab:
a. W 1 = P 1 t 1 = 15x5 = 75 Wh
W 2 = P 2 t 2 = 5x12 = 60 Wh
Wtotal = W 1 + W 2 = 75 + 60 = 135 Wh
Dalam 1 bulan:
Wtotal = 135 Wh x 30
= 4050 Wh
= 4,05 kWh
b. Biaya dalam 1 bulan = 4,05 kWh x Rp 470 = Rp 1.903,50