Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

oleh Amelia Eka Putri, 1006672106


A. Masalah Utama
Isolasi sosial.
B. Proses Terjadinya Masalah
1. Pengertian
Suatu gangguan kepribadian yang tidak fleksibel, tingkah maladaptif, dan
mengganggu fungsi individu dalam hubungan sosialnya. (Stuart dan
Sundeen, 1998).
2. Tanda dan Gejala
a. kurang spontan
k. aktivitas menurun
b. apatis
l. kurang energi
c. wajah kurang berseri
m. rendah diri
d. tidak merawat diri
n. postur tubuh berubah
e. kurang komunikasi verbal
o. tidak ada kontak mata
f. mengisolasi diri
p. sedih
g. kurang sadar terhadap
q. afek datar
lingkungan sekitar
r. mengekspresikan penolakan atau
h. nutrisi terganggu
kesepian
i. retensi urin dan feses
s. suka melamun dan berdiam diri
j.
3. Rentang Respon
t. Respon Adaptif
Respon
Maladaptif
u.
v.
Menyendir
w. Merasa sendiri,
y. Menarik diri,
i, otonomi, bekerja
depresi, curiga.
ketergantungan,
sama,
x.
manupulasi, curiga.
interdependen.

z.
4. Faktor Predisposisi
a. tumbuh kembang
b. komunikasi dalam keluarga
c. sosial budaya
d. faktor biologis
aa.
5. Faktor Presipitasi
a. eksternal
ab. contoh: stessor sosial budaya.
b. internal
ac. contoh: stressor psikologis.
ad.
ae.
af.
C. Data yang Perlu Dikaji
ag.
ah.
Masalah
ai.
Data yang Perlu Dikaji
aj.
Isolasi sosial
ak. Subjektif
mengungkapkan malas bergaul dengan orang lain
meminta ingin sendiria
mengungkapkan tidak mau berbicara dengan orang
lain
tidak mau berkomunikasi.
al.
am. Objektif
kurang spontan
apatis
wajah kurang berseri
tidak merawat diri
kurang komunikasi verbal
mengisolasi diri
kurang sadar terhadap lingkungan sekitar
nutrisi terganggu
retensi urin dan feses
aktivitas menurun
kurang energi
rendah diri
postur tubuh berubah
an.
ao.
D. Pohon Masalah dan Prioritas Diagnosa Keperawatan
ap.
aq.
Risiko perilaku kekerasan
ar.

as.
at. Defisit perawatan diri
Perubahan persepsi sensori: Halusinasi
au.
av.
Isolasi Sosial
aw. Intoleransi aktivitas
ax.
ay.
az.
Harga diri rendah kronis
ba.
bb.
bc. Koping individu tidak efektif
Koping keluarga tidak efektif
bd.
be.
bf.
bg.
bh.
bi.
bj. Prioritas diagnosa:
1. isolasi sosial
2. harga diri rendah kronis
3. perubahan persepsi sensori: halusinasi
4. risiko perilaku kekerasan
5. defisit perawatan diri
bk.
E. Rencana Tindakan Keperawatan
bl.
bm. Diag
bn.
Tujuan
bo.
Intervensi
nosa
bp.
Isolas
bq. Klien mampu
Ucapkan salam setiap kali berinteraksi.
i sosial
membina hubungan Berkenalan dengan klien.
saling percaya.
Tanyakan perasaan dan keluhan klien.
br.
Buat kontrak asuhan.
Jelaskan bahwa informasi klien akan
dirahasiakan.
Tunjukkan sikap empati.
Penuhi kebutuhan dasar.
bs.
bu.
Klien mengenal
Tanyakan pendapat klien tentang
penyebab isolasi sosial.
kebiasaan berinteraksi dengan orang
bv.
lain.
Tanyakan hal yang menyebabkan klien
tidak ingin berinteraksi dengan orang
lain.
bw.
by.
Klien mengetahui
ca.
Diskusikan keuntungan bila klien
keuntungan berinteraksi
memiliki banyak teman.

dengan orang lain.


bz.
cc.
Klien mengetahui
kerugian tidak
berhubungan dengan orang
lain.
cd.
cg.
Klien mampu
melakukan interaksi
dengan orang lain secara
bertahap.
ch.

Diskusikan kerugian jika klien tidak mau


bergaul dengan orang lain.
Jelaskan pengaruh isolasi sosial terhadap
kesehatan fisik klien.
ce.
Latih cara berkenalan.
Bantu klien berinteraksi dengan 1 orang.
Tingkatkan kemampuan klien
berinteraksi dengan lebih dari 1 orang.
Beri pujian atas kemajuan klien.
Siap mendengarkan ekspresi perasaan
klien setelah melakukan interaksi
dengan orang lain.
ci.

cj.
ck. Referensi:
cl. Keliat, B.A. (2005). Proses keperawatan kesehatan jiwa (ed. ke-3). Jakarta:
EGC.
cm.
Suliswati, dkk. (2005). Konsep dasar keperawatan jiwa (ed. ke-1). Jakarta:
EGC.
cn.
Stuart, G.W., & Sundeen, S.J. (1998). Pocket guide to psychiatric nursing,
(3rd ed.). St. Louis: Mosby Year Book, Inc.
co.
cp.

Sunaryo. (2004). Psikologi untuk keperawatan. Jakarta: EGC.

cq. STRATEGI PELAKSANAAN


cr. (Isolasi Sosial)
cs. oleh Amelia Eka Puri, 1006672106
ct.
cu.
Masalah : Isolasi sosial
Pertemuan
: ke-1 (pertama)

cv.
cw.
cx.
A. Proses Keperawatan
1. Kondisi
a. wanita 20 tahun;
b. klien duduk di sudut ruangan;
c. pandangan klien kosong;
d. tampak tidak ingin ditemani;
e. mengatakan tidak suka berbicara dengan teman-temannya yang lain.
2. Diagnosis
cy.
Isolasi sosial.
3. Tujuan
a. membina hubungan saling percaya;
b. menyadari penyebab isolasi sosial;
c. mengetahui keuntungan dan kerugian berinteraksi dengan orang lain;
serta
d. melakukan interaksi dengan orang lain secara bertahap.
4. Tindakan Keperawatan
a. membina hubungan saling percaya;
b. membantu klien agar menyadari penyebab isolasi sosial;
c. membantu klien agar dapat mengetahui keuntungan dan kerugian
berinteraksi dengan orang lain; serta
d. membimbing klien melakukan interaksi dengan orang lain secara
bertahap.
cz.
B. Strategi Komunikasi dan Pelaksanaan
1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
da. Assalamualaikum, selamat pagi. Benar dengan Mbak Y?
db. Saya Amel, suster yang hari ini bertugas di ruangan Mbak. Mbak
boleh panggil saya suster Amel. Mbak sendiri senang dipanggil siapa?
b. Evaluasi/Validasi
dc. Baiklah Mbak Y, bagaimana perasaan Mbak Y saat ini?
dd. Kalau boleh saya tahu, apa yang menyebabkan Mbak Y ada di
sini?
de. Memangnya siapa saja yang tinggal dengan Mbak di rumah?
df. Selama ini, siapa saja orang-orang yang dekat dengan Mbak Y?
dg. Mengapa Mbak menyukai mereka?
dh. Kalau orang-orang yang tidak dekat dengan Mbak Y? Orangorang yang Mbak hindari misalnya? Atau yang tidak Mbak sukai?
di. Memangnya mengapa Mbak tidak menyukai mereka?
dj. Oke Mbak, menurut Mbak sendiri, bergaul itu apa Mbak?

dk. Menurut Mbak, pergaulan Mbak dengan orang-orang di sekitar


Mbak seperti apa?
dl.
c. Kontrak
1) Topik
dm.
Nah, kalau begitu, bagaimana kalau kita ngobrol-ngobrol
lebih lanjut lagi tentang pergaulan Mbak dengan orang-orang di
sekitar Mbak?
dn.Tujuan nanti agar Mbak Y bisa bergaul dengan baik dan nyaman
dengan orang-orang di sekitar Mbak.
2) Waktu
do.Mau berapa lama Mbak ngobrolnya?
3) Tempat
dp.Mau ngobrol di mana kita Mbak? Yang nyaman menurut Mbak
saja.
2. Fase Kerja
dq.
Baiklah Mbak, memangnya menurut Mbak apa yang membuat
Mbak tidak suka bergaul dengan orang lain?
dr.
Selama ini Mbak tampak mengurung diri saja di kamar, tidak
terlihat ngobrol dengan teman-teman lainnya. Apakah ada sikap yang
kurang baik atau tidak mengenakkan kepada Mbak? Atau ada alasan lain
Mbak?
ds.
Menurut Mbak, ada tidak kerugian kalau kita tidak punya teman?
dt.
Kira-kira apa tuh Mbak?
du.
Wah, bagus sekali ternyata Mbak sudah mengetahuinya. Lalu,
apakah Mbak ingin mengalami hal-hal yang tadi Mbak sebutkan?
dv.
Menurut Mbak, harus bagaimana supaya hal tersebut tidak
terjadi?
dw.
Nah, memangnya menurut Mbak, apa saja keuntungan kalau
mempunyai banyak teman?
dx.
Wah, bagus sekali Mbak, ternyata Mbak sudah memahaminya
ya.
dy.
Lalu, apakah Mbak ingin punya banyak teman?
dz.
Nah, Mbaksudah tahu cara berkenalan yang baik dengan orang?
ea.
Coba Mbak tunjukan kepada saya seperti apa?
eb.
Wah, sudah baik Mbak. Boleh saya tambahkan lagi agar menjadi
lebih baik?
ec.
Pertama, Mbak bisa mulai dengan tersenyum dan mengajak
berjabat tangan. Kemudian sebutkan nama Mbak dan Mak senang dipanggil
apa. Contohnya, nama saya Mbak Y, saya senang dipanggil Y.
ed.
Selanjutnya, Mbak tanyakan nama orang yang Mbak ajak kenalan
dan tanyakan pula senang dipanggil apa. Seperti ini, nama Bapak/Ibu siapa?
Senang dipanggil apa?
ee.
Seperti itu Mbak. Apakah Mbak mengerti dan bisa
melakukannya?
ef.
Kalau begitu, coba sekarang Mbak coba berkenalan dengan saya.
eg.
Wah, bagus sekali Mbak. Mbak sudah dapat melakukannya
dengan baik.

eh.
Nah, setelah berkenalan, Mbak bisa melanjutkan dengan ngobrol
hal-hal yang menyenangkan.
ei.
Coba, menurut Mbak, apa saja hal-hal yang menyenangkan untuk
dibicarakan.
ej.
Ya, bagus sekali Mbak. Mbak Y bisa membicarakan hal-hal
tersebut.
ek.
Baiklah Mbak, sepertinya wakunya sudah cukup. Untuk hari ini
kita cukupkan sampai di sini dulu ya.
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Subjektif
el. Bagaimana Mbak perasaannya setelah ngorol-ngobrol dan
mencoba berkenalan tadi?
em. Apakah menurut Mbak bermanfaat?
b. Evaluasi Objektif
en. Coba Mbak sebutkan kembali apa saja kerugian jika tidak punya
teman dan keuntungan jika punya banyak teman.
eo. Nah, sekarang coba Mbak lakukan sekali lagi dengan saya
bagaimana cara berkenalan.
c. Rencana Tindak Lanjut
ep. Nah, kalau begitu, Mbak coba berkenalan ya dengan salah satu
teman yang ada di sini.
4. Kontrak yang Akan Datang
a. Waktu
eq. Baiklah Mbak, kapan lagi nih Mbak mau ngobrol-ngobrol lagi
untuk yang selanjutnya?
b. Tempat
er. Mbak mau tempatnya di mana?
c. Topik
es. Di pertemuan selanjutnya, kita mau ngapain nih Mbak?
et. Oke Mbak, selain itu nanti kita ngobrol lagi ya tentang bagaimana
Mbak berkenalan dengan salah satu teman yang ada di sini.
eu. Baiklah Mbak kalau begitu, sudah sepakat ya untuk pertemuan
yang selanjutnya?
ev. Kalau begitu saya mohon pamit ya Mbak. Selamat pagi,
Assalamualaikum.
ew.