Anda di halaman 1dari 17

MODUL PERKULIAHAN

Matematika
Diskrit
Teori Graf

Fakultas
Ilmu Komputer

Program
Studi

Teknik
Informatika

Tatap
Muka

13

Kode MK

Disusun Oleh

MK

Harni Kusniyati, ST.,MKom.

Abstract

Kompetensi

Graf adalah suatu diagram yang


memuat informasi tertentu untuk
visualisasi obyek-obyek agar lebih
mudah dimengerti. Setiap diagram
suatu graf memuat sekumpulan obyek
(berupa titik atau node) beserta garis
garis penghubungnya.

Setelah membaca modul ini, mahasiswa


diharapkan mampu memahami tentang
graf, macam-macam graf, mampu
menyebutkan komponen graf, mampu
membedakan antara walt, path, dan
sirkuit.

Isi
TEORI GRAF

13.1 Definisi
Graf adalah suatu diagram yang memuat informasi tertentu untuk visualisasi obyek-obyek
agar lebih mudah dimengerti.
Beberapa contoh: Diagram struktur organisasi, diagram program

kerja suatu proyek,

diagram alur jalan pada peta dan lain-lain.


Setiap diagram suatu graf memuat sekumpulan obyek (berupa titik atau node) beserta garis
garis penghubungnya.
Contoh graf:

13.2 Dasar-Dasar Graf


Suatu graf G terdiri dari 2 himpunan yang berhingga, yaitu himpunan titik-titik (node) yang
tidak kosong ( simbol V(G) ) dan himpunan garis-garis ( simbol E(G) ). G = Graf, V =
Vertex / titik, E = Edge / garis.
Jadi dari gambar diagram di atas:
201
3

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

V(G) = { Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Jogya }


E(G) = { e1, e2, e3, e4, e5, e6, e7, e8},
e1 = Jalan Lingkar (Loop).
e4 dan e6 adalah garis paralel.

13.3 Graf Tak Berarah


Yaitu graf yang tanpa tanda panah. Akan dibahas: graf bipartite (bipartisi), graf sederhana,
graf lengkap.

13.3.1. Graf Bipartite ( V(G) = V1(G1) U V2(G2) )

Suatu graf G disebut Bipartite apabila V(G) merupakan gabungan dari


2 himpunan yang tak kosong V1 dan V2 , dan setiap garis dalam G
menghubungkan suatu titik dalam V1 dengan Titik dalam V2.

Apabila dalam graf Bipartite, setiap titik dalam V1 berhubungan


dengan setiap titik dalam V2, maka graf-nya disebut Graf Bipartite
Lengkap.

Jika V1 terdiri dari m titik dan V2 terdiri dari n titik, maka Graf
Bipartite Lengkapnya sering diberi symbol Km,n .

Sebelum membicarakan Graf Bipartite, terlebih dulu tentang:


a).

Graf Sederhana (Simple Graph) yaitu graf yang tak mempunyai


loop ataupun garis parallel.

201
3

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Contoh Soal:
Gambarlah semua graf sederhana yang mungkin dapat dibuat dari
3 titik (a, b, c ) dan dua garis !

Jawab:
Karena sebuah garis memerlukan dua titik, maka banyaknya
Garis yang bisa dibuat ada = 3C2 = 3! /(2! 1!) = 3 buah garis, yaitu:
(a,b), (a,c), dan (b,c).
Dan karena satu graf tersebut memuat 2 garis, maka banyaknya
graf ada = 3C2 = 3! /(2! 1!) = 3 buah graf: yaitu:
a

b). Graf Lengkap (Complete Graph) dengan n buah titik (simbol Kn)
yaitu graf sederhana dengan n buah titik, di mana setiap pasang titik
yang berbeda harus dihubungkan dengan suatu garis.

Banyaknya garis dalam suatu graf lengkap dengan n buah titik


adalah = n(n-1)/2 buah garis.

201
3

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Contoh-contoh Graf Lengkap:

Contoh Soal Graf Bipartite:

Jawab:

(a). Jelas bahwa titik-titik graf-nya terbagi menjadi 2 bagian yaitu


V1= { v1, v2, v3 } dan V2= { v4, v5 }. Setiap titik dalam V1 dihubungkan dengan setiap titik dalam V2, jadi graf-nya adalah
graf bipartite lengkap ( K3,2 ).

(b). Titik-titik graf-nya terbagi menjadi 2 bagian yaitu V1= { v1, v3 }

201
3

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

dan V2= { v2, v4 }. Akan tetapi, tidak semua titik dalam V1 dihubungkan dengan setiap titik dalam V2 (v1 tidak dihubungkan
dengan v4), jadi graf-nya adalah bukan graf bipartite lengkap,
yaitu graf bipartite saja.

(c).

Dengan pengaturan letak titik-titiknya, maka graf (c) di atas menjadi:


v1

v2

Tampak bahwa titik-titiknya terbagi menjadi


2 bagian, yaitu:

v3

v4

V1= { v1, v3, v5} dan


V2= { v2, v4, v6}

Tidak ada garis v5 v2. Jadi graf-nya tidak


v5

v6

lengkap (Graf Bipartite tidak lengkap).

(d). Graf (a) dan (d) tampak berbeda, tapi titik v1 ditarik ke bawah,
maka graf (d) akan menjadi bentuk graf (a), yaitu terbagi
V1= { v2, v1, v3} dan V2 = { v4, v5}.
Jadi graf-nya adalah graf bipartite lengkap( K3,2 ).

13.3.2. Komplemen Graf


Komplemen suatu graf G (simbol Gc) dengan n titik adalah suatu graf dengan:
1. Titik-titik Gc sama dengan titik-titik G. Jadi V(Gc) = V(G).
2. Garis-garis Gc adalah komplemen garis-garis G terhadap graf
lengkap (Kn). Jadi:
E(Gc) = E(Kn) E(G)

201
3

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Titik-titik yang dihubungkan dengan garis dalam G tidak terhubung


dalam Gc. Sebaliknya, titik-titik yang tidak terhubung dalam G
menjadi terhubung dalam Gc.

Contoh Soal:
Gambarlah graf lengkap dan komplemen dari graf G di bawah ini !

Jawab:

Setelah ditambah garis putus-putus merah menjadi graf lengkap dan


yang berwarna merah (garis putus-putus) adalah
graf komplemen. Dalam graf lengkap (Kn), maka setiap titiknya
harus mempunyai n - 1 garis. Misalnya: (a). titik v1 mempunyai 3 garis.

201
3

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

13.3.3. Sub Graf ( Upa Graf )


Konsep sub graf sama dengan konsep himpunan bagian.
Karena graf merupakan himpunan titik-titik dan himpunan garis-garis,
Maka H dikatakan subgraf dari G jika semua titik dan garis dalam H
juga merupakan titik dan garis dalam G.

Definisi:
Misalkan G adalah suatu graf. Graf H dikatakan subgraf dari G

a. V(H)

V(G)

b. E(H)

E(G)

c. Setiap garis dalam H mempunyai Titik ujung yang sama


dengan garis tersebut dalam G.

Dari definisi di atas, ada beberapa hal yang dapat diturunkan:


1. Sebuah titik dalam G merupakan subgraf dari G.
2. Sebuah garis dalam G bersama-sama dengan titik - titik
ujungnya merupakan subgraf dari G.

201
3

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

3. Setiap graf merupakan subgraf dari dirinya sendiri.


4. Dalam subgraf berlaku sifat transitif:
Jika H subgraf dari G dan G subgraf dari K H subgraf dari K.

13.3.4. Derajat
Misalkan v adalah suatu titik dalam suatu graf G.
Derajat titik v ( simbol d(v) ) adalah jumlah garis yang berhubungan dengan titik v
( dan garis suatu loop dihitung dua kali. )
Derajat total G ( d(G) ) adalah jumlah gerajat semua titik dalam G.

Contoh Soal:
Tentukan derajat tiap-tiap titik dalam graf di bawah ini !
Dan berapa derajat totalnya?

Jawab:
Derajat tiap-yiap titik :
d(v1) = 4, ( karena garis yang berhubungan dengan v1 ada dua
dan satu loop yang dua kali.)
d(v2) = 2,

d(v3) = d(v5) = 1,

d(v4) = 2,

d(v6) = 0,

Derajat total seluruh titik = d(G) = 4 + 2 + 1 + 1 + 2 + 0 = 10


201
3

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

13.3.5. Walk, Path dan Sirkuit


Definisi:
Misalkan G adalah suatu graf, dan misal v dan w adalah dua titik
dalam G. Suatu WALK dari v ke w adalah barisan titik-titik
berhubungan dan garis secara berselang-seling, diawali dari titik v
dan diakhiri pada titik w.

Walk dengan panjang n dari titik v ke w dituliskan sebagai berikut:


v0 e1 v1 e2 vn-1 en vn dengan v0 = v, vn = w.
vi-1 dan vi adalah titik-titik ujung garis ei .

Path dengan panjang n dari titik v ke w adalah Walk dari v ke w


yang semua garisnya berbeda. Path dari v ke w dituliskan:
v = v0 e1 v1 e2 vn-1 en vn = w dengan ei ej, i j.

Path Sederhana dengan panjang n dari titik v ke w adalah Path


dari v ke w yang semua titiknya berbeda.

Path dari v ke w dituliskan:


v = v0 e1 v1 e2 vn-1 en vn = w dengan ei ej, i j; vk vm, k m.

Sirkuit dengan panjang n adalah Path yang diawali dan diakhiri

201
3

10

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

pada titik yang sama.

Sirkuit adalah Path dari v ke w dituliskan: v0 e1 v1 e2 vn-1 en vn


dengan v0 = vn .

Sirkuit Sederhana dengan panjang n adalah Sirkuit yang semua


titiknya berbeda.
Sirkuit Sederhana berbentuk : v0 e1 v1 e2 vn-1 en vn
dengan ei ej, i j; vk vm, k m, kecuali v0 dan vn .

13.3.6 Sirkuit Euler


Definisi:
Misalkan G adalah suatu Graf. Sirkuit Euler G adalah sirkuit di mana
setiap titik dalam G muncul paling sedikit sekali dan setiap garis
dalam G muncul tepat satu kali.
Definisi di atas dibuat untuk mengenang ahli matematika Leonhard Euler yang
berhasil memperkenalkan graf untuk memecahkan masalah tujuh jembatan Konigsberg
pada tahun 1736. Tujuh garis dalam graf di bawah ini adalah jalan yang semuanya melalui
sebuah jembatan.

201
3

11

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

dapat dibuktikan bahwa sirkuit pada graf di atas bukan


Sirkuit Euler, yaitu ada garis(jembatan) yang tidak dilewati, jadi masalah
di atas tidak mungkin dilaksanakan.
Teorema: G adalah Sirkuit Euler bhb setiap titik (vertex) dalam G berderajat genap.

Contoh Walk, Path, Sirkuit, Trail :


Ingat: Walk = barisan titik dan garis berselang-seling dari graf terhubung G.
Path = Walk yang semua titik beda.
Path Sederhana = Walk yang semua titik dan garisnya beda.
= Path yang semua garisnya beda.
Sirkuit = Path yang titik awal sama dengan titik akhir.
Sirkuit Sederhana= Path seferhana yang titik awal sama dengan titik akhir.
Trail : Walk dengan semua garis beda.

Contoh: lihat graf berikut ini:

1) A, B, C, D, E, F, C, A, B, D, C Walk

201
3

12

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

2) A, B, C, D, E, F, C, A Trail
3) A, B, C, A Cycle
4) A, B, D, C, B, D, E Walk
5) A, B, C, D, E, C, F Trail
6) A, B, D, C, E, D Trail
7) A, B, D, E, F, C, A Cycle
8) A, B, C, E, F Path
9) B, D, C, B Cycle
10) C, A, B, C, D, E, C, F, E Trail
11) A, B, C, E, F, C, A Trail
Soal

Tentukan mana di antara barisan titik dan garis pada gambar di bawah ini
Yang merupakan Walk, Path, Path Sederhana, Sirkuit dan Sirkuit Sederhana ?

13.4.

Graf Berarah ( Digraph )

Grag berarah adalah graf yang setiap garisnya mempunyai arah atau tanda panah.
Definisi:
Jumlah garis yang keluar dari suatu titik v disebut derajat keluar
201
3

13

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

(out degree) titik v ( simbol d+(v) ), sedangkan jumlah garis yang masuk
( in degree ) titik v ( simbol d(v) ).
Titik terasing v adalah titik dalam G yang d+(v) = d(v) = 0
Titik pendan v adalah titik dalam G yang d+(v) = d(v) = 1
Dua garis berarah dikatakan paralel jika keduanya mempunyai titik
awal dan titik akhir yang sama.

13.5.

Representasi Graf dalam Matriks


Dengan merepresentasikan graf ke dalam suatu matriks, maka
perhitungan-perhitungan yang diperlukan dapat dilakukan dengan
mudah. Kesulitannya adalah tidak semua informasi dalam graf dapat
direpresentasikan dalam matriks.

13.5.1 Matriks Hubung

Matriks Hubung ( Adjacency Matrix ) adalah matriks yang digunakan


untuk menyatakan graf dengan elemen-elemen matriks berupa jumlah
garis yang menghubungkan antara dua titik, termasuk garis loop yang
menghubungkan dengan dirinya sendiri.
Karena jumlah garis yang menghubungkan titik vi dengan vj selalu sama
dengan jumlah garis yang menghubungkan titik vj dengan vi , maka jelas
bahwa matriks hubung selalu merupakan matriks simetris (aij) = (aji).
Dan matriks (aij) adalah matriks bujur sangkar.

201
3

14

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Ada beberapa hal yang bisa dicatat merepresentasikan graf dengan matriks hubung:
1. Graf tidak mempunyai loop semua elemen diagonal = 0
2. Derajat ( degree ) titik vi adalah jumlah semua komponen matriks
baris / kolom ke-i
d(vi) = j aij = i aij
Derajat graf G adalah jumlah semua elemen matriks = i j aij
3. Graf G adalah graf lengkap semua elemen diagonal = 0, dan
semua elemen di luar diagonal = 1.

13.6.

Pohon Graf
Struktur pohon banyak dipakai dalam struktur data, struktur kalimat,
struktur susunan organisasi.

13.6.1 Pohon dan hutan


Definisi:
Misalkan G adalah suatu graf sederhana yaitu tidak memiliki garis
paralel dan loop.
G disebut Pohon G tidak memuat sirkuit dan terhubung.
Pohon Semu (Trivial Tree) adalah Pohon yang hanya terdiri dari sebuah titik.
201
3

15

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Pohon Kosong (Empty Tree) adalah Pohon yang tidak mempunyai titik.
G disebut Hutan (Forest) G tidak memuat sirkuit.

13.7.

Graf Berlabel

Graf yang berupa peta, maka graf berlabel adalah graf yang garis- garisnya berlabel angkaangka panjang jalan.
Graf yang berupa jaringan listrik, maka graf berlabel adalah graf yang
garis-garisnya berlabel angka-angka bobot biaya pengadaan jaringan.
Graf yang berupa rencana pelaksanaan proyek, maka graf berlabel
adalah graf yang garis-garisnya berlabel angka-angka lama waktu pelaksanaan
pekerjaan.
Contoh : d(A,H) = jarak terpendek (A-B-D-E-G-F-H) = 3 + 3 + 2 + 3 + 3 + 8 = 22

SOAL-SOAL
1. Berapa banyak graf sederhana dapat dibuat dari 10 titik dan 8 garis ?
2. Diketahui graf berarah tanpa loop dan tanpa garis parallel G.
Pada kondisi apakah relasi d(v1,v2) + d(v2,v3) = d(v1,v3) terpenuhi ?
3. Dalam sebuah graf G yang terdiri dari n titik, hanya satu titik yang berajat ganjil.
berapa banyak titik berderajat ganjil yang ada pada komplemen G ?
4. Graf G yang terdiri dari 21 garis memiliki 7 titik berderajat 1, 3 titik berderajat 2, 7 titik berderajat 3, dan sisanya berderajat 4.Berapa banyak titik dalam G ?

201
3

16

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

Daftar Pustaka
Bahri, S., 2006, Logika dan Himpunan, Universitas Mataram, Mataram.
Simangunsong Wilson, Matematika dasar, ( Jakarta: Erlangga, 2005)
http://perpustakaancyber.blogspot.com

201
3

17

Matematika Diskrit
Harni Kusniyati, ST.,MKom

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id