Anda di halaman 1dari 16

Cooling Tower

Pada sistem refrigerasi berkapasitas sedang dan besar biasanya menggunakan air
sebagai media pendingin Kondenser. Hal ini dikarenakan air memiliki
kemampuan memindahkan kalor yang lebih baik daripada udara, sehingga dengan

menggunakan air sebagai pendinginnya ukuran Kondenser dengan kapasitas yang


sama bisa menjadi lebih kecil dibandingkan dengan yang berpendingin udara .
Kondenser berpendingin air berdasarkan cara kerjanya diklasifikasikan menjadi 2
bagian,yaitu:
1. Sistem air buang (Waste Water System)
Air dingin masuk ke Kondenser kemudian keluar dan langsung dibuang.
Cara ini diperbolehkan untuk sistem yang berkapasitas kecil atau apabila terdapat
sumber air yang banyak. Hal yang harus diperhatikan adalah ketentuan yang
berlaku dimana sistem ini bekerja (boleh/tidaknya memakai air dengan kapasitas
besar).
2. Sistem air sirkulasi (Recirculation)
Dalam sistem ini air yang keluar dari Kondenser didinginkan kembali di Menara
Pendingin (Cooling Tower) kemudian disirkulasikan kembali ke Kondenser.
Cara Kerja Cooling Tower:
Setelah melalui kondenser, temperatur air akan naik karena menyerap sejumlah
kalor dari refrigerant di kondenser tersebut. Air panas ini kemudian masuk melalui
hot water inlet port pada cooling tower untuk seterusnya naik kebagian atas
cooling tower tersebut. Air kemudian keluar melalui lubang2 yang ada pada
sprinkler. Sprinkler akan berputar sambil melepaskan air dan mendistribusikannya
secara merata di bagian atas cooling tower. Air yang keluar dari sprinkler ini
kemudian masuk ke water column dan bersinggungan dengan aliran udara yang
arahnya berlawanan (air panas turun ke bagian bawah cooling tower, sementara
udara masuk dari bagian bawah untuk seterusnya keluar dari bagian atas). Pada
saat persinggungan antara air dan udara ini, sejumlah kalor akan dilepaskan dari
air yang bertemperatur lebih tinggi ke udara yang bertemperatur lebih rendah.
Akibatnya temperatur air akan turun. Temperatur air yang sudah dingin ini
kemudian ditampung di bagian bawah cooling tower (basin) untuk kemudian
disirkulasikan lagi menuju ke kondenser agar bisa menyerap kalor lagi.
Pada saat persinggungan antara air dan udara, sejumlah air akan ikut terbuang ke
udara, sehingga volume air akan berkurang, dan untuk mengatasinya, maka makeup water yang dihubungkan dengan jalur air domestik (PAM) dengan dilengkapi
pelampung akan tetap menjaga agar level air di penampung tidak berkurang.

WHAT ARE COOLING TOWERS?


Ditulis pada November 20, 2013

A. Latar Belakang
Cooling towers yang biasa dikenal dengan menara pendingin merupakan
instrumen yang sangat penting dalam dunia Industri. Cooling towers ini berperan
dalam menurunkan temperatur dari suatu fluida atau melakukan pembuangan
panas limbah panas ke atmosfer. Namun, seringkali kita tidak tahu tentang
cooling towers tersebut sehingga pada kesempatan ini akan dijelaskan beberapa
hal mengenai cooling towers.
B. Pembahasan
1.

Definisi Cooling Towers

Cooling towers merupakan instrumen pembuangan panas dengan


mentranfer proses limbah panas ke atmosfer. Cooling towers ini
dikategorikan sebagai perangkat pendingin evaporatif yang digunakan
untuk mendinginkan air hingga mendekati temperatur bola basah udara
sekitarnya dengan cara dikontakkan langsung dengan udara secara konveksi
paksa menggunakan fan/kipas.Temperatur Bola basah adalah
Cooling Towers memiliki peranan penting dalam dunia industri. Aplikasi
cooling towers yang umum digunakan seperti di industri pabrik kimia,
petrokimia, perusahaan oil dan gas, pembangkit listrik termal , pabrik
makanan, pabrik semikonduktor dan industri lainnya .
2. Jenis-Jenis Cooling Towers
Dalam dunia industri cooling towers dapat dibedakan menjadi beberapa
jenis berdasarkan:
1. Metode perpindahan panas
a. Wet cooling tower (cooling towers basah) : Pada cooling towers jenis
ini, air panas didinginkan hingga temperatur lebih rendah dari temperatur
bola basah udara sekitar. Seperti ketika udara jenuh melewati aliran air
maka kedua aliran dari air dan udara akan relatif sama. Sedangkan jika
udara tidak jenuh maka udara akan menyerap uap air lebih banyak.
b. Dry cooler (pendingin kering) : Pada cooling towers ini pemindahan
panas melewati permukaan yang memisahkan fluida kerja dengan udara
ambient (temperatur terendah yang bisa dicapai dalam penguapan air).

Sehingga akan terjadi perpindahan panas konveksi dari fluida kerja dengan
panas yang dipindahkan lebih besar daripada proses penguapan.
c. Fluid cooler (pendingin fluida) : Pada cooling towers ini saluran fluida
kerja dilewatkan melalui pipa, dimana air hangat dipercikkan dan kipas
dihidupkan untuk membuang panas dari air. Perpindahan panas yang
dihasilkan lebih mendekati ke cooling tower basah, dengan keuntungan
seperti pada pendingin kering yakni melindungi fluida kerja dari
lingkungan terbuka.
2. Menurut metode pembangkitan aliran udara
a. Natural draft (penggerak udara alami) : Udara dialirkan melewati
cerobong yang tinggi dengan gaya buoyancy. Udara campuran secara
alami meningkat hingga terjadi perbedaan densitas antar udara kering dan
pendingin udara luar. Udara campuran panas memiliki densitas yang lebih
kecil daripada udara yang lebih kering pada temperatur dan tekanan yang
sama. Buoyancy udara campuran tersebut menghasilkan arus udara
melewati menara.
b. Mechanical draft (penggerak udara mekanik), : Menara draft
mekanik memiliki fan yang besar untuk mendorong atau mengalirkan
udara melalui air yang disirkulasi. Air jatuh turun diatas permukaan bahan
pengisi, yang membantu untuk meningkatkan waktu kontak antara air dan
udara.
3. Menurut arah aliran udara terhadap aliran air
a. Aliran crossflow
Pada tipe ini, aliran udara bergerak memotong secara tegak lurus terhadap
aliran air pada bahan pengisi.

b. Aliran counterflow:Pada tipe ini, aliran udara pada saat melewati bahan
pengisi (fill material) sejajar dengan aliran air dengan arah yang

berlawanan.

3. Komponen Cooling Towers

Komponen dari cooling tower


adalah :
1.
o Wadah dan rangka.
o Bahan Pengisi. Hampir seluruh Cooling tower menggunakan
bahan pengisi untuk memfasilitasi perpindahan panas dengan
memaksimalkan kontak udara dan air.
o Drift eliminators. Menangkap tetes-tetes air yang terjebak dalam
aliran udara supaya tidak hilang ke atmosfir.
o Saluran udara masuk. Merupakan titik masuk bagi udara menuju
Cooling tower.
o Saluran udara keluar. Merupakan titik keluar bagi udara dari
Cooling tower.

o Sprinkler
o Kolam air dingin. Kolam air dingin terletak pada atau dekat
bagian bawah Cooling tower, dan menerima air dingin yang
mengalir turun melalui Cooling tower dan bahan pengisi. Kolam
biasanya memiliki sebuah lubang atau titik terendah untuk
pengeluaran air dingin.
o Nosel. Alat ini menyemprotkan air untuk membasahi bahan
pengisi. Distribusi air yang seragam pada puncak bahan pengisi
penting untuk mendapatkan pembasahan yang benar dari seluruh
permukaan bahan pengisi.
o Fan.
o Louvers. Kegunaan louvers adalah untuk menyamakan aliran
udara ke bahan pengisi dan menahan air dalam Cooling tower.
Pada umumnya, Cooling tower dengan aliran silang memiliki
saluran masuk louvers.Sedangkan beberapa desain Cooling tower
aliran berlawanan arah tidak memerlukan louver.
o Pompa.
4. Cara Kerja Cooling Towers
Berikut diagram kerja dari cooling tower :

Cara kerja dari cooling towernya


adalah :
Air panas masuk melalui hot water inlet port pada cooling tower dengan dibantu
oleh pompa kemudian naik kebagian atas cooling tower tersebut.
Air kemudian keluar melalui lubang2 yang ada pada sprinkler. Sprinkler akan

berputar sambil melepaskan air dan mendistribusikannya secara merata di bagian


atas cooling tower.
Air yang keluar dari sprinkler ini kemudian masuk ke water column dan
bersinggungan dengan aliran udara yang arahnya berlawanan (air panas turun ke
bagian bawah cooling tower, sementara udara masuk dari bagian bawah untuk
seterusnya keluar dari bagian atas).
Pada saat persinggungan antara air dan udara ini, sejumlah kalor akan dilepaskan
dari air yang bertemperatur lebih tinggi ke udara yang bertemperatur lebih rendah.
Akibatnya temperatur air akan turun. Temperatur air yang sudah dingin ini
kemudian ditampung di bagian bawah cooling tower (basin) untuk kemudian
disirkulasikan lagi menuju ke kondenser agar bisa menyerap kalor lagi.
Pada saat persinggungan antara air dan udara, sejumlah air akan ikut terbuang ke
udara, sehingga volume air akan berkurang, dan untuk mengatasinya, maka makeup water yang dihubungkan dengan jalur air domestik (PAM) dengan dilengkapi
pelampung akan tetap menjaga agar level air di penampung tidak berkurang.
Pada video berikut diperlihatkan cara kerja dari cooling tower secara lebih detail
http://www.youtube.com/watch?v=z9-cVGrR9OE
C. Penutup
Demikianlah pembahasan mengenai cooling tower semoga memberikan manfaat
bagi pembaca. Mohon maaf atas semua kesalahan pada penulisan ini.
Cooling Water Treatment
Cooling Tower adalah suatu menara atau bangunan sirkulasi udara secara
langsung atau tidak langsung kontak dengat air panas dan kemudian diubah
menjadi air dingin yang diharapkan atau memindahkan sejumlah panas dari
suatu fluida ke fluida lain.

Prinsip Kerja
Cooling Tower ini beroperasi menurut prinsip difusi, dimana adanya perubahan
temperatur dapat mengakibatkan perbedaan besarnya laju perpindahan massa
yang terjadi. Besarnya laju perpindahan massa dipengaruhi oleh luas daerah
kontak antara fluida panas dan fluida dingin.

Peranan Cooling Tower banyak digunakaan untuk mendinginkan air, dimana


proses pendinginan dapat terjadi dengan bantuan udara luar serta kipas untuk
mempercepat pendinginan tersebut.

Proses heat transfer melibatkan; transfer latent heat yang disebabkan oleh
penguapan air dalam porsi kecil, dan juga transfer sensible heat yang
disebabkan oleh perbedaan temperatur antara air dan udara. Diperkirakan 80%
dari transfer heat itu adalah kalor latent dan 20% sisanya adalah kalor sensible.
Sebuah cooling tower bisa digunakan sebagai penghilang panas dalam proses
thermodynamics konvensional seperti pendinginan atau generasi tenaga steam
ataubiasa digunakan dalam berbagai proses dimana air digunakan untuk
penukar panasdan ini baik atau diinginkan untuk membuat penolak panas pada
udara atmospherics. Air bekerja sebagai sebagai fluida penukar panas,
menghilangkan panas ke udaraatmospherics kemudian didinginkan dan
disirkulasi pada system untuk menghasilkanoperasi yang
ekonomis.Kemungkinan teoritis dari perpindahan panas per pound dari sirkulasi
udara dalam suatu cooling tower bergantung pada temperatur dan uap air dari
udara(moisture content of the air). Suatu indikasi uap air dari udara adalah
temperatur wet-bulbnya. Idealnya, temperatur wet-bulb harus lebih rendah dari
temperatur teoritis dimana air dapat didinginkan.

Sistem operasi cooling tower berdasarkan pada penguapan dan perubahan


panas sensible, dimana campuran dua aliran fluida pada temperatur yang
berbeda (air dan udara) akan melepaskan panas latent penguapan yang
menyebabkan efek pendinginan ke fluida yang lebih panas dalam masalah ini air.

Efek pendinginan inidicapai dengan merubah sebagian cairan ke keadaan uap


dengan melepaskan panas latent penguapan. Selain itu, panas sensible juga
berperan ketika air panas yang dilewatkan kontak dengan aliran udara dingin
yang masuk, sehingga udara akanmendinginkan air dan temperatur akan
meningkat sesuai dengan jumlah panas sensible yang diperolehnya. Jika udara
kering pada temperatur konstant dijenuhkan dengan air pada temperatur yang
sama dalam suatu peralatan kontak langsung. Uap air akan masuk ke udara
dengan membawa panas latentnya. Humiditas campuran udara-uap air akan
meningkat selama penjenuhan, karena tekanan uap dari air yang berpindah dari
lingkungan air lebih besar dari tekanan uapnya dalam udara tak jenuh sehingga
penguapan dapat terjadi. Dan bila tekanan uap dari air di udara sama dengan
cairannya, maka penguapan akan terhenti. Perpindahan material oleh perbedaan
tekanan uap (beda konsentrasi) disebut difusi.

Mendesain Cooling Tower biasanya menggunakan metode Chart / Grafik yang


data dan preliminary desain dalam hal estimasi size tower, cost, mechanical.

Tipe - tipe dasar Cooling Tower secara garis besar dibagi menjadi tiga bagian
besar yaitu :

1. Evaporasi Cooling Tower atau Wet Cooling Tower Transfer panas dari hot
water menjadi cold water menggunakan proses transfer panas lewat evaporasi.
Tiga perbedaan mendasar pada desain evaporative cooling tower yaitu :

Atmospheric Cooling Tower

Natural Draft Cooling Tower

Mechanical Draft Cooling Tower ;


- Forced Draft
- Counter Current Induced Draft
- Cross Flow Induced Draft
- Hyperbolic Tower

2. Non Evaporative Cooling Tower atau Dry Cooling Tower Transfer panas dari
hot water menjadi cold water menggunakan transfer panas sensible. Terdapat
tiga jenis desain untuk tipe non evaporative cooling tower :

Air Cooled Condenser

Air Cooled Heat Exchanger

Cooling Air flow

3. Wet Dry Cooling Tower

Gabungan dari dua tipe dasar diatas dengan dua proses pendinginan
yangdigunakan secara pararel atau terpisah

Pembagian cooling tower secara garis besar diatas dibagi berdasarkan :

1. Berdasarkan arah aliran udara masuk

Cross flow, udara mengalir secara horizontal, melewati jatuhnya air

Counter current flow, udara mengalir secara vertikal, melawan jatuhnya


air

2. Berdasarkan cara pemakaian alat bantu seperti fan atau blower

Induced draft, alat bantu berada di bagian puncak tower

Force draft, alat bantu berada di bagian bawah tower

3. Berdasarkan kondisi aliran udara bebas tanpa alat bantu

Atmospheric ; Cooling tower atmospheric tidak dilengkapi dengan


mechanical fan untuk mengalirkan udara ke tower, udara diperoleh dari
aliran induksi alami oleh tekanan.Udara pada kondisi ini mengalir bebas
tanpa memakai penutup tower.

Natural draft ; Udara mengalir dalam udara pendingin dari tower namun
kondisiudara belum tentu atmospheric.

4. Berdasarkan bentuknya

Rectilinier

Round Mechanical Draft

5. Berdasarkan perpindahan panas

Evaporatif

Dry Tower

Plumeabatement

Water Conservation

Prinsip Kerja Cooling Tower


Published on: 9:12 PM by admin - No comments

Cooling Tower atau menara pendingin sering atau banyak kita jumpai di
Pabrik-pabrik, mall atau sejenisnya. Cooling Tower Salah satu komponen utama
pada AC sentral selain chiller, AHU, dan ducting adalah cooling tower atau
menara pendingin.Apakah fungsi cooling tower, cara kerja, dan jenis-jenisnya?
Di uraian singkat berikut dijelaskan mengenai cooling tower.

Fungsi Cooling Tower adalah sebagai alat untuk mendinginkan air panas dari
kondensor dengan cara dikontakkan langsung dengan udara secara konveksi
paksa menggunakan fan/kipas. Berikut gambar Cooling tower dengan sistem
kerjanya:

Proses pendinginan air dengan cooling tower

Jenis-jenis Cooling Tower

1. Menara Pendingin Forced Draft

Prinsip kerjanya adalah udara dihembuskan ke menara oleh sebuah fan yang
terletak pada saluran udara masuk sehingga terjadi kontak langsung dengan air
yang jatuh, berikut gambarnya:

Cooling Tower Forced Draft


2. Cooling tower induced draft dengan aliran berlawanan

Prinsip kerjanya :

Air masuk pada puncak dan melewati bahan pengisi (filler)

Udara masuk dari salah satu sisi (menara aliran tunggal) atau pada sisi
yang berlawanan (menara aliran ganda)

Fan mengalirkan udara melintasi bahan pengisi menuju saluran keluar


pada puncak menara

berikut gambarnya:

Cooling Tower induced draft dengan aliran berlawanan


3. Cooling Tower induced draft dengan aliran melintang

Prinsip kerjanya :

Air panas masuk pada puncak menara, melalui bahan pengisi (filler)

Udara masuk dari samping menara melewati filler, sehingga terjadi


kontak langsung dengan air (pendinginan) dan keluar menuju puncak

Berikut gambarnya :

Cooling Tower induced draft dengan aliran melintang

Mengapa Perlu ada Cooling tower ?

Proses yang terjadi pada chiller atau unit pendingin untuk system AC sentral
dengan system kompresi uap terdiri dari proses kompresi, kondensasi,
ekspansi(perubahan tekanan) dan evaporasi. Proses ini terjadi dalam satu siklus
tertutup yang menggunakan media berupa refrigerant yang mengalir dalam
system pemipaan yang terhubung dari satu komponen ke komponen
lainnya. Untuk mendinginkan refrigran, Kondensor menggunakan air sebagai
media untuk proses pendinginannya. Uap refrigeran panas mengalir dalam pipa
yang berada di dalam tabung sehingga terjadi proses pertukaran kalor. Uap
refrigeran panas berubah fase dari fase gas menjadi cair, yang memiliki tekanan
tinggi mengalir menuju alat ekspansi (perubah tekanan) , sementara air yang
keluar dari kondensor memiliki temperatur yang lebih tinggi. Karena air ini akan
digunakan lagi untuk proses pendinginan kondensor maka temperaturnya harus
diturunkan kembali atau didinginkan pada cooling tower.

Langkah kerja Cooling Tower

Berikut adalah step by step kerj Cooling Tower:

Langkah pertama adalah memompa air panas dari kondensor menuju menara
cooling tower melalui system pemipaan yang pada ujungnya memiliki banyak
nozzle untuk tahap spraying atau semburan.
Air panas yang keluar dari nozzle (spray) secara langsung melakukan kontak
dengan udara sekitar yang bergerak secara paksa karena pengaruh.fan/blower
yang terpasang pada cooling tower.
Kemudaian air yang sudah mengalami penurunan temperature ditampung
dalam bak/basin untuk kemudian dipompa kembali menuju kondensor yang
berada di dalam chiller.
Pada cooling tower juga dipasang katup make up water yang dihubungkan ke
sumber air terdekat untuk menambah kapasitas air jika terjadi kehilangan air
ketika proses evaporative dan blowdown.
Prestasi menara pendingin biasanya dinyatakan dalam range dan approach,
dimana range adalah penurunan suhu air yang melewati cooling tower dan
approach adalah selisih antara suhu udara wet-bulb dan suhu air yang keluar.
Perpindahan kalor yang terjadi pada cooling tower berlangsung dari air ke
udara tak jenuh. Ada dua penyebab terjadinya perpindahan kalor yaitu
perbedaan suhu dan perbedaan tekanan parsial antara air dan udara. Suhu
pengembunan yang rendah pada cooling tower membuat sistem ini lebih hemat
energi jika digunakan untuk system refrigerasi pada skala besar seperti chiller.

Semoga bermanfaat ...