P. 1
Sejarah Apollo Adalah Sejarah Umat Manusia

Sejarah Apollo Adalah Sejarah Umat Manusia

|Views: 95|Likes:
Dipublikasikan oleh Arival

More info:

Published by: Arival on Apr 19, 2010
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2012

pdf

text

original

Sejarah Apollo adalah sejarah umat manusia. Terutama bangsa Amerika.

Namun, ketika ada yang meragukan keotentikan pendaratan Apollo-11 di Bulan pada bulan Juli 1969, hebohlah seluruh Negeri Paman Sam. Apalagi, keberhasilan misi Apollo-11, yang diawaki Neil Amstrong dan Edwin 'Buzz' Aldrin, selama bertahun-tahun dijadikan simbol kemenangan bangsa Amerika atas Uni Soviet dalam persaingan menaklukkan angkasa luar. Soviet sendiri sebelumnya berhasil meluncurkan Soyus -pesawat berawak pertama ke luar orbit Bumi. Tapi Soyus tak pernah mendarat di Bulan. Salah satu figur yang paling sering bersuara keras meragukan keberhasilan misi Apollo11 adalah Bart Sibrel-sutradara lokal yang dikenal cerdas dan cermat dalam membuat film. Setidaknya, ada lima kejanggalan yang selalu dipertanyakan Sibrel:

Pertama, dalam foto-foto pendaratan Amstrong dan 'Buzz' Aldrin di Bulan, bendera AS Stars and Stripes tampak berkibar-kibar. Padahal, Bulan adalah kawasan hampa udara. Kedua, beberapa foto menunjukkan adanya huruf C di batu dan pasir Bulan. Sejumlah studio Hollywood juga kerap menandai propertinya dengan huruf yang sama, sehingga ada pertanyaan, jangan-jangan pendaratan Apollo-11 di Bulan sebenarnya dilakukan di sebuah studio raksasa Hollywood, di lokasi yang dirahasiakan. Ketiga, bayangan Amstrong dalam foto-foto lain saling bertabrakan dengan bayangan objek lain. Padahal, bayangan yang muncul karena sinar Matahari selalu jatuh sejajar. Jadi, mungkinkah ini terjadi karena adanya beberapa sumber sinar sekaligus, seperti yang biasa terjadi dalam sebuah studio film? Keempat, Apollo-11 mengangkut kendaraan Bulan, Lunar Roving Vehicle, yang berukuran 3,1 m x 1,3 m. Sementara, ukuran Apollo-11 sendiri hanya 1,5 m x 1,3 m. Dan yang terakhir, dari seluruh foto publikasi pendaratan Apollo-11 di Bulan, tak ada satu pun yang menampakkan bintang berkilauan. Padahal, di kawasan hampa udara seperti di Bulan, bintang mestinya tampak jauh lebih terang ketimbang di Bumi yang udaranya pekat oleh polusi. Berbekal argumentasi di atas, Sibrel pernah meminta 'Buzz' Aldrin bersumpah di atas alkitab bahwa ia memang pernah berjalan-jalan di Bulan. Akibatnya, 'Buzz' naik pitam, dan memukul Sibrel di sebuah hotel di Los Angeles. Untuk meredam silang pendapat tersebut, NASA mencoba mereaksinya dengan membuat semacam buku putih soal misi Apollo 11. Mereka meminta James Oberg, kolumnis antariksa kenamaan, untuk menulis buku tersebut. Konon, Oberg dibayar Rp150 juta (kala itu) untuk merealisasikan buku putih tersebut. Tapi anehnya, proyek 'buku putih' NASA tadi tiba-tiba dibatalkan, hanya sehari setelah pengumuman jadwal terbitnya.

Dalam situasi seperti itu sangat wajar bila pihak yang terpojok tiba-tiba menjadi terkejut, panik, lalu lepas kontrol karena tak siap mental. Inilah yang terjadi pada 'Buzz' Aldrin, sampai ia menonjok Sibrel. Ini sungguh sebuah sikap yang tak layak dilakukan oleh seorang 'pahlawan bangsa'. NASA juga tampak over reaktif dengan proyek buku putihnya, meski kemudian dibatalkan tanpa penjelasan apa pun. Pesan moral: Di dunia yang fana ini semua bisa terjadi, karena tiap diri kita memerankan satu karakter tokoh yang kita pilih sendiri.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->