Anda di halaman 1dari 24

KELOMPOK 4

HAFIZ RAMADHANI
ALFRETS MARADE SIANIPAR
PRESNO SENDI
HABIBULHUDA
TOMY SINAGA

A. PENGERTIAN NILAI
NILAI DIPAKAI UNTUK MENUNJUK KATA BENDA ABSTRAK
YANG ARTINYA KEBERHARGAAN atau KEBAIKAN. NILAI
PADA HAKIKATNYA DIPAKAI ADALAH SIFAT ATAU KUALITAS
YANG MELEKAT PADA SUATU OBJEK DENGAN KATA LAIN
NILAI ITU SEBENARNYA SUATU KENYATAAN YANG
TERSEMBUNYI DIBALIK KENYATAAN-KENYATAAN LAINNYA.

B. MACAM-MACAM NILAI
IMPLIKASI NILAI ADALAH BAHWA SEBENARNYA SEGALA
SESUATU ITU BERNILAI ATAU MENGANDUNG NILAI HANYA
SAJA DERAJAD NILAI ITU POSITIF ATAU NEGATIF. BERIKUT
BEBERAPA PENGKLASIFIKASIAN NILAI MENURU BEBERAPA
TOKOH :

MENURUT WALTER G.EVERET NILAI ITU TERBAGI ATAS 8 GOLONGAN :


1. NILAI-NILAI EKONOMIS DITUNJUKKAN OLEH HARGA PASAR DAN MELIPUTI
SEMUA BENDA
YANG DAPAT DIBELI
2. NILAI- NILAI KEJASMANIAN MENGACU PADA KESEHATAN, EFISIENSI DAN
KEINDAHAN BADAN
3. NILAI-NILAI HIBURAN YAITU NILAI-NILAI PERMAINAN DAN WAKTU
SENGGANG YANG DAPAT MENYUMBANG PADA PENGAYAAN HIDUP
4. NILAI-NILAI SOSIAL BERASAL DARI BERBAGAI BENTUK PERSERIKATAN
MANUSIA
5. NILAI-NILAI WATAK KESELURUHAN DARI KEUTUHAN KEPRIBADIAN DAN
SOSIAL YANG DIINGINKAN
6. NILAI-NILAI ESTENSIS IALAH NILAI-NILAI KEINDAHAN DALAM ALAM DAN
KARYA SENI
7. NILAI-NILAI INTELEKTUAL IALAH NILAI-NILAI PENGETAHUAN DAN
PENGEJARAN KEBENARAN
8. NILAI-NILAI KEAGAMAAN IALAH NILAI-NILAI YANG ADA DALAM AGAMA

SEDANGKAN NOTONOGORO MEMBAGI


NILAI MENJADI 3, YAITU :
1. NILAI MATERIAL
= SEGALA SESUATU YANG BERGUNA BAGI
JASMANI MANUSIA
2. NILAI VITAL
= SEGALA SESUATU YANG BERGUNA BAGI
MANUSIA UNTUK DAPAT
MENGADAKAN KEGIATAN
ATAUPUN AKTIFITAS
3. NILAI KEROHANIAN = SEGALA SESUATU YANG BERGUNA BAGI ROHANI
MANUSIA

SISTEM NILAI DALAM


PANCASILA
jika kita berbicara tentang sistem nilai brarti
ada beberapa nilai yang menjadi satu yang
bersama-sama menuju pada suatu tujuan
tertentu.
sistem nilai adalah konsep atau suatu
gagasan
yang
mana
keseluruhannya
tentang apa yang hidup dalam pemikiran
seseorang atau sebagian besar masyarakat
tentang apa yang di pandang baik,
berharga, dan penting dalam hidup ini.

Pancasila sebagai nilai juga mengandung


serangkaian
nilai
yaitu
ketuhanan,
kemanusian, persatuan, kerakyatan, dan
keadilan. Kelima nilai ini merupakan satu
kesatuan yang utuh yang tak terpisahkan
yang mana mengacu pada satu tujuan.
Pancasila sebagai sistem nilai juga mengakui
nilai-nilainya secara lengkap dan harmonis,
yaitu nilai kebenaran (epistemologis), estetis,
etis, maupun nilai religios.

Kaelan (2001) mengatakan bahwa nilainilai pancasila bersifat objektif yang dapat di
jelaskan sebagai berikut:
1.
rumusan
dari
sila-sila
pancasila
itu
sebenarnya hakikat, maknanya yang terdalam
menunjukkan adanya sifat-sifat yang umum
universal & abstrak, karena pada hakikatnya
pancasila adalah nilai.
2. inti nilai pancasila berlaku tidak terikat oleh
ruang, artinya keberlakuan sejak jaman dulu,
masa kini, dan masa yang akan datang.
3. pancasila yang terkandung dalam pembukaan
uud 45, yang memenuhi syarat sebagai pokok
kaidah negara yang fundamental, sehingga
merupakan suatu sumber hukum yang positif.

Arti dan makna sila


ketuhanan yang maha esa :

Pengakuan adanya kuasa prima yaitu tuhan yang

maha esa.

Menjamin penduduk untuk memeluk agama masingmasing dan beribadah menurut agamanya.

Tidak memaksa warga negara untuk beragama, tetapi


di wajibkan memeluk agama sesuai dengan hukum
yang berlaku.

Atheisme dilarang hidup dan berkembang di indonesia

Menjamin berkembang dan tumbuh suburnya


kehidupan beragama, toleransi antar umat dan dalam
beragama.

Negara memberi fasilitator bagi tumbuh kembangnya


agama dan menjadi mediator ketika terjadi konflik
antar agama.

manusia sebagai makhluk yang ada di dunia ini seperti


halnya makhluk lain di ciptakan oleh penciptanya.
Pencipta itu adalah causa prima yang mempunyai
hubungan
dengan
yang
di
ciptakannya.
Dengan payung ketuhanan yang maha esa itu maka
bangsa indonesia mempunyai satu asas yang di pegang
teguh yaitu bebas untuk memeluk agama dan beribadah
menurut agama masing-masing. Jika di teliti secara
historis , memang pemahaman kekeuatan yang ada di
luar diri manusia dan di luar alam yang ada ini atau
adanya sesuatu yang bersifat adikodrati (di atas/di luar
yang kodrat) dan yang transenden (yang mengatasi
sgala sesuatu ) sudah di pahami sejak dahulu .

Sejak zaman nenek moyang sudah di


kenal paham
animisme, dinamisme,
sampai paham politheisme. Kekuatan ini
terus saja berkembang di dunia sampai
masuknya agama-agama hindu, budha,
islam, dan nasrani ke indonesia, sehingga
kesadaran
akan
monotheisme
di
masyarakat indonesia semakin kuat. Oleh
karena itu tepatla jika rumusan sila
pertama pancasila adalah ketuhanan yang
maha esa.

2. Sila kedua, Kemanusiaan yang adil


dan beradab
Arti dan makna sila kemanusiaan yang adil dan beradab :
Menempatkan manusia sesuai dengan hakikatnya sebagai
makhluk tuhan.
Menjunjung tingggi kemerdekaan segala bangsa hal ini juga
bersifat universal dan bila diterapkan dalam masyarakat
Indonesia sudah barang tentu bangsa Indonesia menghargai
hak dari setiap warga Negara dalam masyarakat Indonesia.
Mewujudkan keadilan dan peradaban yang tidak lemah, hal
ini berarti bahwa yang dituju masyarakat Indonesia adalah
keadilan dan peradaban yang tidak pasif yaitu perlunya
penegakan hokum yang kuat jika terjadi penyimpangan.

Norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku :


Prinsip kemanusiaan adalah nilai-nilai yang telah terpelihara

dalam masyarakat Indonesia sejak dulu


Nilai-nilai itu diperkuat dengan datangnya agama besar di
Indonesia dan dianut bangsa Indonesia
Suasana demikian itu menumbuhkan suasana keakraban
(senasib sepenanggungan), walaupun pada masa reformasi hal
ini mulai kendor karena fenomena disintegrasi
Landasan kehidupan masyarakat Indonesia berajak dari senasib
sepenanggungan dan kemanusiaan dalam arti luas

3. Sila ketiga (Persatuaan Indonesia)


Arti dan makna sila persatuan Indonesia
Nasionalisme
Cinta bangsa dan tanah air
Menggalang persatuan dan kesatuan bangsa
Menghilangkan penonjolan kekuatan atau

kekuasaan, keturunan dan perbedaan kulit


Menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan

Perlu diketahui bahwa ikatan kekeluargaan, kebersamaan


Indonesia sejak dulu sampai sekarang lebih dihormati daripada
kepentingan pribadi. Namun, tentunya semangat ini bagi bangsa
Indonesia mengalami dinamikanya sendiri kadang menjadi kuat,
tetapi pada suatu saat akan melemah. Pada saat itu justru
nasionalisme bangsa Indonesia, ditentang dan dalam kondisi
yang agak rapuh, karena banyak dari elemen bangsa yang lebih
mementingkan kepentingan pribadi atau golongan dari pada
kepentingan bangsa dan Negara.

PERTANYAAN
1. INDAH PERMATA SARI
BAGAIMANA KEHIDUPAN KITA
DIMASA SEKARANG DAN
DIMASA YANG AKAN DATANG
JIKA NILAI-NILAI DALAM
PANCASILA TIDAK
DILAKSANAKAN SECARA
OPTIMAL

2.SUGIMAN
SISTEM NILAI SECARA TERPERINCI
3. ASHARI
ATHEIS TIDAK DITERIMA DI INDONESIA, ALASAN ?
4. LOTHAR
APAKAH NEGARA TETAP BISA MENJADI FASILITATOR
BAGI AGAMA BARU
5. HAROYAN
SKEMA ENTITAS ?
6. SAHAT
KAIDAH YANG FUNDAMENTAL ?
7. RONI
APA YANG TERJADI JIKA PEDOMAN NILAI DALAM
KEHIDUPAN DIABAIKAN