Anda di halaman 1dari 22

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA

MIKROHIDRO
( PLTMH)

Oleh :
Muhammad Udai
0805106010055

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN


FAKULTAS PETANIAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM BANDA ACEH
2010

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Globalisasidunia ditandai oleh derasnya arus komunikasi yang mampu menerobos dan
melintasi dinding pemisah antar daerah, pulau, dan bahkan antar negara. Pada era ini, jarak yang
membatasi posisi antar negara di belahan dunia bukan lagi merupakan kendala atau hambatan
yang sulit untuk ditembus dalam proses komunikasi. Dunia yang begitu luas ini dapat
ditransformasikan seolah-olah menjadi sebuah desa atau perkampungan kecil yang dapat
dijangkau dengan cepat dari segala arah, sehingga setiap peristiwa yang terjadi pada suatu daerah
atau negara dapat didengar atau dilihat dengan mudah oleh negara lain seketika itu juga. Jagat
raya ibarat sebuah globe yang berupa peta dunia berbentuk seperti bola yang berada diatas
sebuah meja, sehingga dengan hanya memutar posisi bola tersebut suatu daerah atau negaranegara lain dapat dilihat berkali-kali dengan mudah. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya
perkembangan teknologi komunikasi yang cukup pesat dan cenderung spektakuler.

Implikasi dari era globalisasi ini adalah terjadinya era perdagangan bebas antar negara atau
kawasan. Perdagangan bebas antar kawasan asia (Asia Free Trade Area) akan diberlakukan pada
tahun 2003, sedangkan NAFTA (North Afrika Free Trade Area) akan diberlakukan sekitar tahun
2020. Pada sistem perdagangan bebas tersebut, suatu negara dapat menunjukkan dan sekaligus
mempromosikan segala kehebatannya kepada negara lain secara leluasa. Produk-produk dari
pengembangan ilmu, pengetahuan, teknologi, dan seni masing-masing negara akan saling
berkompetisi demi merebut dan menguasai pangsa pasar lokal maupun global. Dengan demikian,
akan terjadi persaingan produk dari segi fisik maupun finansial. Hal yang paling dibutuhkan oleh
suatu negara dalam menghadapi pasar bebas tersebut adalah menyiapkan sumber daya manusia
yang
cukup,
baik
dari
aspek
kuantitas
maupun
kualitas.
Indonesiayang merupakan salah satu dari negara yang terlibat dalam sistem
perdagangan bebasharus memiliki strategi yang jitu untuk menghadapi era yang sarat
dengan kompetisi tersebut. Strategi tersebut tentunya disusun dan dibuat berdasarkan pada
kemampuan bangsa Indonesia dengan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki, baik
sumber daya alam maupun sumberdaya manusianya. Mengingat republik ini merupakan negara
agraris, maka hal utama yang perlu dipikirkan dalam menyusun dan menentukan strategi tersebut
adalah memperkuat sektor pertanian sebagai unsur industri primer (pertanian, kehutanan, dan
perikanan). Hal ini disebabkan dengan tangguhnya sektor pertanian akan menghasilkan
ketahanan pangan yang mengakibatkan bangsa ini mempunyai modal dasar yang kokoh untuk

menangkal segala gangguan, tantangan, dan ancaman baik yang bersifat lokal maupun global. Di
samping itu, tentunya juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya
manusianya. Selanjutnya dapat dikemukakan bahwa berdasarkan pengalaman di Inggris, Jepang,
dan Korea Selatan penurunan jumlah tenaga kerja pada industri primer tergantung pada
peningkatan jumlah tenaga kerja pada industri sekunder ( pertambangan, konstruksi, dan
manufaktur) serta industri tersier yang meliputi listrik, gas, air dan uap, transportasi, komunikasi,
perdagangan besar dan eceran, keuangan, ansuransi, perumahan, jasa, pemerintah, dan lainlainnya. Berdasarkan hal tersebut jika sektor pertanian sudah tangguh, efisien, dan modern maka
secara
otomatis
akan
memberikan
dukungan bagi pengembangan seluruh sektor industri lainnya, yakni dengan cara mengalihkan
sumber daya tanaga kerja yang tadinya pada sektor pertanian (industri primer) untuk bekerja di
sektor
industri
sekunder
dan
tersier.

Relevansinya dengan uraian di atas,pengembangan teknologi berbasis pertanian yang


dapat dicirikan melalui inovasidan introduksi alat atau mesin, Pembuatan Irigasi pertanian untuk
proses produksi mulai dari prapanen hingga pascapanen merupakan masalah yang urgen. Hal ini
disebabkan bahwa modernisasi pertanian yang dilandasi sistem agribisnis atau agroindustri
sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional demi mewujudkan kesejahteraan rakyat
dan swasembada pangan, haruslah dikelola secara efektif dan efisien dalam setiap penggunaan
sarana produksi (bibit, pupuk, obat, dan peralatan) untuk mencapai produktifitas, kualitas, dan
keuntungan yang maksimal. Kondisi ini dapat terwujud apabila pengembangan teknologi
pertanian beserta perangkat pendukungnya benar-benar diperhatikan secara serius.

B. Rumusan Masalah
Namun pada makalah ini kami ingin memperjelaskan bagaimana prinsip
kerja Pembangkit Tenaga Listrik Mikrohidro, Kenapa saya tertarik dengan judul makalah
ini ?, Karena PLTMH ini bermanfaat untuk masyarakat pendesaan khususnya dan juga untuk
kebutuhan pertanian, Ekonomi, Sosial dan sebagainya.

Gambar : Aliran PLTMH


Agar lebih mudah di pahami isi makalah ini adalah :
1. Apa itu pembangkit listrik tenaga mikro hidro ( PLTMH) ?
2. Bagaimana teknologi mikro hidro?
3. Cara kerja mikro hidro
4. komponen utama atau bagian-bagian PLTMH
5. keuntungan PLTMH
6. Keterbatasan PLTMH
7. Perhitungan teknis dan ekonomis PLTMH
8. Persyaratan fisik dan langkah langkah dalam membangun PLTMH
9. Pemanfaatan PLTMH di pedesaan.
C. Tujuan Penulisan
Dengan di buatnya karya tulis ini, kami mempunyai tujuan pokok yang ingin di capai
adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui dan mengenal PLTMH yang ramah lingkungan
2. Mengkaji lebih jauh tentang PLTMH
3. Memberikan solusi kepada pemerintah atas masalah listrik yang terjadi pada saat ini.
4. Solusi pemerataan listrik di seluruh tanah air.
5. Membantu Petani di seluruh tanah air

BAB II
ISI
A. Pengertian PLTMH

Definisi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Mikrohidro adalah istilah


yang
digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan energi air. Kondisi air yang bisa
dimanfaatkan sebagai sumber daya (resources) penghasil listrik adalah yang memiliki kapasitas
aliran dan ketinggian tertentu serta instalasi. Pembangkit listrik kecil yang dapat menggunakan
tenaga air pada saluran irigasi dan sungai atau air terjun alam, dengan cara memanfaatkan tinggi
terjunan (head, dalam m) dan jumlah debit airnya (m3/detik). Semakin besar kapasitas aliran
maupun ketinggiannya dari istalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk
menghasilkan
energi
listrik.

Gambar. Jalur Irigasi Untuk Mikro Hidro


PLTMH umumnya merupakan pembangkit listrik jenis run of river dimana head
diperoleh tidak dengan cara membangun bendungan besar, melainkan dengan mengalihkan aliran
air sungai ke satu sisi dari sungai tersebut selanjutnya mengalirkannya lagi ke sungai pada suatu
tempat dimana beda tinggi yang diperlukan sudah diperoleh. Air dialirkan ke power house
(rumah pembangkit) yang biasanya dibangun dipinggir sungai. Air akan memutar sudu turbin
(runner), kemudian air tersebut dikembalikan ke sungai asalnya. Energi mekanik dari putaran
poros turbin akan diubah menjadi energi listrik oleh sebuah generator. Pembangkit listrik tenaga
air dibawah 200 kW digolongkan sebagai PLTMH.
Biasanya Mikrohidro dibangun berdasarkan adanya air yang mengalir di suatu daerah
dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai. Istilah kapasitas mengacu kepada jumlah
volume aliran air persatuan waktu (flow capacity) sedangan beda ketingglan daerah aliran
sampai ke instalasi dikenal dengan istilah head. Mikrohidro juga dikenal sebagai white resources
dengan terjemahan bebasnya yaitu energi putih. Sebab instalasi pembangkit listrik seperti ini
mengunakan sumber daya yang disediakan oleh alam dan ramah lingkungan. Suatu kenyataan
bahwa alam memiliki air terjun atau jenis lainnya yang menjadi tempat air mengalir. Dengan
perkembangan teknologi sekarang maka energi aliran air beserta energi dari pengaruh perbedaan
ketinggian dengan daerah tertentu (tempat instalasi yang akan dibangun) akan dapat diubah
menjadi
energi
listrik.

Mikrohidro hanyalah sebuah istilah. Mikro artinya kecil sedangkan hidro artinya air.
Dalam prakteknya istilah ini tidak merupakan sesuatu yang baku namun Mikrohidro, pasti
mengunakan air sebagai sumber energinya. Yang membedakan antara istilah Mikrohidro dengan
Minihidro adalah output daya yang dihasilkan.
Mikrohidro dapat menghasilkan daya lebih rendah dari 100 W, sedangkan minihidro daya
keluarannya berkisar antara 100 sampai 5000 W. Secara teknis, Mikrohidro memiliki tiga
komponen utama yaitu air (sumber energi), turbin dan generator. Air yang mengalir dengan
kapasitas tertentu disalurkan dengan ketinggian tertentu menuju rumah instalasi (rumah turbin).
Di rumah instalasi, air tersebut akan menumbuk turbin dimana turbin akan menerima energi air
tersebut dan mengubahnya menjadi energi mekanik berupa berputarnya poros turbin. Poros yang
berputar tersebut kemudian ditransmisikan ke generator dengan mengunakan kopling. Dari
generator akan dihasilkan energi listrik yang akan masuk ke sistem kontrol arus listrik, sebelum
dialirkan ke rumah-rumah atau keperluan lainnya (beban). Begitulah secara ringkas proses
Mikrohidro merubah energi aliran dan ketinggian air menjadi energi listrik. Peningkatan
kebutuhan suplai daya ke daerah-daerah pedesaan di sejumlah negara, sebagian untuk
mendukung industri-industri dan sebagian untuk menyediakan penerangan di malam hari.
Kemampuan pemerintah yang terhalang oleh biaya yang tinggi untuk perluasan jaringan listrik,
dapat membuat Mikrohidro memberikan sebuah sebuah alternatif ekonomi ke dalam jaringan.
Hal ini dikarenakan Skema Mikrohidro yang mandiri dapat menghemat dari jaringan transmisi,
karena skema perluasan jaringan tersebut biasanya memerlukan biaya peralatan dan pegawai
yang mahal. Dalam kontrak, Skema Mikro Hidro dapat didisain dan dibangun oleh pegawai
lokal, dan organisasi yang lebih kecil, dengan mengikuti peraturan yang lebih longgar dan
menggunakan teknologi lokal, seperti untuk pekerjaan irigasi tradisional atau mesin-mesin
buatan lokal. Pendekatan ini dikenal sebagai Pendekatan Lokal.
Potensi sumber daya air yang melimpah di Indonesia karena banyak terdapatnya hutan
hujan tropis, membuat kita harus bisa mengembangkan potensi ini, karena air adalah sebagai
sumber energy yang dapat terbarukan dan alami. Bila hal ini dapat terus dieksplorasi, konversi
air menjadi energy listrik sanat menguntungkan bagi negeri ini. Di Indonesia telah terdapat
banyak sekali PLTMHdan waduk untuk menampung air, tinggal bagaimana kita dapat
mengembangkan
PLTMH
menjadi
lebih
baik
lagi
dan
lebih
efisien.

B. Teknologi Mikrohidro
Tenaga listrik dari Air. Sebuah skema hidro memerlukan dua hal yaitu debit air dan
ketinggian jatuh (biasa disebut Head) untuk menghasilkan tenaga yang bermanfaat. Ini adalah
sebuah sistem konversi tenaga, menyerap tenaga dari bentuk ketinggian dan aliran, dan
menyalurkan tenaga tersebut dalam bentuk daya listrik. Sebenarnya tidak ada sistem konversi

daya
yang
dapat
mengirim
daya
yang
diserap
dikurangi
sebagian
daya hilang oleh sistem itu sendiri dalam bentuk gesekan, panas, suara dan sebagainya.
Persamaan konversinya adalah :
Daya yang masuk = Daya yang keluar + Kehilangan (Loss) atau
Daya
yang
keluar
=
Daya
yang
masuk

Efisiensi

konversi

Persamaan di atas biasanya digunakan untuk menggambarkan perbedaan yang kecil.


Daya yang masuk, atau total daya yang diserap oleh skema hidro adalah daya kotor atau Pgross.
Daya yang manfaatnya dikirim adalah daya bersih, atau Pnet. Semua efisiensi dari skema Pnet =
Pgross H Eo kW Daya kotor adalah head kotor (Hgross) yang dikalikan dengan debit air (Q) dan
juga dikalikan dengan sebuah faktor (g = 9.8), sehingga persamaan dasar dari pembangkit listrik
adalah
:
Pnet = g HH gross H Q HEo kW , dimana (g=9.8) dimana head dalam meter, dan debit air dalam
meter kubik per detik (second (s)). dan Eo terbagi sebagai berikut. Eo = Ekonstruksi sipil H
Epenstock H Eturbin H Egenerator H Esistem kontrol H Ejaringan H Etrafo Biasanya E
konstruksi sipil : 1.0 - (panjang saluran H 0.002 ~ 0.005)/ Hgross E penstock : 0.90 ~ 0.95
(tergantung pada panjangnya) E turbin : 0.70 ~ 0.85 (tergantung pada tipe turbin) E generator :
0.80 ~ 0.95 (tergantung pada kapasistas generator)
E sistem control : 0.97 E jaringan : 0.90 ~ 0.98 (tergantung pada panjang jaringan) E trafo :
0.98 E konstruksi sipil dan E penstock adalah yang biasa diperhitungkan sebagai Head Loss
(Hloss)/kehilangan ketinggian. Dalam kasus ini, persamaan diatas dirubah ke persamaan
berikut.
Pnet = g H(Hgross-Hloss) HQ H(Eo E konstruksi sipil E penstock) kW Persamaan sederhana ini
harus diingat karena ini adalah inti dari semua disain pekerjaan pembangkit listrik. Ini juga
penting
ketka
menggunakan
unit-unit
yang
benar.

C. Prinsip Kerja PLTMH


PLTMH pada prinsipnya memanfaatkan beda ketinggian dan jumlah air yang jatuh ( debit
) perdetik yang ada pada saluran air/air terjun. Energi ini selanjutnya menggerakkan turbin,
kemudian turbin kita hubungkan dengan generator untuk menghasilkan listrik. Hubungan antara
turbin dengan generator dapat menggunakan jenis sambungan sabuk (belt ) ataupun sistem gear
box. Jenis sabuk yang biasa digunakan untuk PLTMH skala besar adalah jenis flat
belt sedangkan V-belt digunakan untuk skala di bawah 20 kW. Selanjutnya listrik yang dihasilkan
oleh generator ini dialirkan ke rumah-rumah dengan memasang pengaman ( sekring ). Yang perlu
diperhatikan dalam merancang sebuah PLTMH adalah menyesuaikan antara debit air yang
tersedia dengan besarnya generator yang digunakan. Jangan sampai generator yang dipakai
terlalu besar atau terlalu kecil dari debit air yang ada. Potensi daya mikrohidro dapat dihitung
dengan
persamaan
:
Daya
(
P
)
=
9,8
x
Q
x
Hn
x
h
;
dimana
:

Q
Hn
air
h

debit
=

aliran
Head

m
=

);

9,8=
efisiensi

m3/s

net/
tinggi
konstanta
gravitasi
keseluruhan.

diketahui
data
di
suatu
lokasi
adalah
Q
=
100
Hn
=
2
m
dan
Maka besarnya potensi daya ( P ) adalah : P = 9,8 x Q x Hn x h
P = 9,8 x 100 x 2 x 0,5 = 980 watt

sebagai

),
jatuh
bumi,
Misalnya
berikut

:
m /s,
0,5.
3

D. Bagian-Bagian Pltmh
PLTMH mempunyai beberapa bagian penting yang mendukung kemampuan kerajanya. Peralatan
penting
yang
ada
antara
lain
:
1.
2.

1.

Saluran Pengambilan (Intake)


Bendung/weir. Biasanya berada dibibir sungai kearah hulu sungai. Pada pintu air air
biasanya terdapat perangkap sampah. Saluran Pembawa/ headrace. Membawa air dari
saluran Pemasukan (Intake) ke`arah Bak Pengendap. Bak Pengendap/ Bak Penenang
(Forebay). Mengendapkan tanah yang terbawa dalam air sehingga tidak masuk ke pipa
pesat

Bak pengendap sama dengan Bak penenang pada PLTMH kecil.

Pipa pesat (Penstock). Adalah pipa yang membawa air jatuh kearah mesin Turbin. Di samping
itu, pipa pesat juga mempertahankan tekanan air jatuh sehingga energi Di dalam gerakan air
tidak terbuang.Air di dalam pipa pesat tidak boleh bocor karena mengakibatkan hilangnya
tekanan air.
1.

Rumah Pembangkit/ Power House.

Adalah rumah tempat semua peralatan mekanik dan elektrik PLTMH.


Peralatan Mekanik seperti Turbin dan Generator berada dalam Rumah
Pembangkit, demikian pula peralatan elektrik seperti kontroler.
1.

Mesin PLTMH

atau Turbin.
Berada
rumah
pembangkit.

Mesin

ini

mengubah

tenaga

(tenaga putar/gerak). Turbin termasuk alat mekanik.


7. Turbin
dengan bantuan sabuk pemutar memutar Generator
listrik).
untuk
mengubah

tenaga

putar/

gerak

mekanik.
8. Panel
Peralatan Pengontrol Listrik.
Biasanya
berbentuk kotak yang ditempel

menjadi

listrik.

air

menjadi

dalam
Mekanik

besar

penghasil

(dinamo

Generator

termasuk

alat

atau

di

dinding.

Berisi

peralatan

mengatur listrik yang dihasilkan Generator. Panel termasuk alat elektrik.


9. Jaringan
Kabel Listrik.
Biasanya
kabel
yang
menyalurkan
listrik
dari
rumah
pembangkit

elektronik

ke

untuk

pelanggan.

E. Keuntunga PLTMH
Bagi
kebanyakan pihak, PLTMH masih dianggap sesuatu yang jauh dari kata
"untung". PLTMH hanya berbicara dalam ruang lingkup lokal dan tak ada
yang berbicara dengan kepentingan lain. Namun penulis mempunyai pemikiran lain,
PLTMH merupakan salah satupembangkit listrik yang cukup unik karena meskipun
dalam skala kecil tetapi memiliki banyakkelebihan, yakni :

1. Energi
yang
tersedia
tidak
akan
habis
selagi
siklus
dapat
kita
jaga
dengan
baik,
sepertidaerah tangkapan atau catchment area, vegetasi sungai dansebagainya.
2. Proses
yang
dilakukan mudah dan murah, harga turbin, generator, panel kontrol, hingga
pembangunan sipilnya kira-kira Rp 5 juta per KW (kondisional).
3. Tidak
menimbulkan polutan yang berbahaya.
4. Dapat
diproduksi di Indonesia, sehingga jika terjadi kerusakan tidak akan sulit untuk
mendapatkan sparepart-nya.
5. Jika
menerapkan mikrohidro sebagai pembangkit listrik secara tidak langsung kita
ditutuntut untuk mengelola dan menata lingkungan agar tetap seimbang, sehingga
sudah barang tentu tidak akan menimbulkan kerusakan lingkungan seperti banjir,
tanah longsor atau erosi. Dan pada gilirannya ekosistem sungai atau daerah
tangkapan akan tetap terjaga, dengan cara ini pula pemanasan global dapat lebih
teredam.
6. Mengurangi
tingkat konsumsi energi fosil, langkah ini akan berperan dalam mengendalikan
laju harga minyak di pasar internasional. Dengan kata lain, jika akan membangun
PLTMH dengan daya 100 KW (100.000 Watt) dibutuhkan biaya Rp 500 juta. Biaya
tersebut relatif murah dibandingkan dengan menggunakan sumber listrikdari
berbahan bakar fosil (BBM). Keuntungan lain yang didapat dengan mengembangkan
PLTMH,salah satunya adalah karena teknologi PLTMH andal dan kokoh hingga mampu
beroperasi lebih dari 15 tahun.
F. Keterbatasan PLTMH
Dengan
peralatanperalatan
yang
disebut diatas, pengoperasian PLTMH dapat dilakukan. Namun PLTMH tetap memiliki
keterbatasan yang disebabkan oleh :
1.
A i r.
Besarnya
tinggi

listrik
jatuh

yang

dihasilkan
air

PLTMH
dan

tergantung
jumlah

pd
air.

Pada musim kemarau kemampuan PLTMH akan menurun karena jumlah air biasanya
Berkurang.
2.
Ukuran Generator.
Ukuran
Generator
listriknya

tidak

menunjukkan
karena

kemampuan

produksi
semuanya

tergantung
bukan

pada

jumlah

air

dan

ketinggian

jatuh

air

sehingga

ukuran

generator

penentu utama kapasitas PLTMH.


3.
Jumlah Pelanggan.
Jika
pelanggan
listrik

melebihi
akan

kemampuan

PLTMH,
menurun.

maka

kualitas
Jika

pelanggan sudah berlebih, maka penggunaan listrik harus diatur. Aturan umum
adalah 1 pelanggan paling sedikit mengkonsumsi 50 Watt listrik (3 buah lampu
neon/ 3 buahlampu bohlam 10-15 Watt).
4.
Jarak.
Semakin dekat jarak Pelanggan ke Pembangkit, maka kualitas listrik juga lebih
baik.Semakin jauh jarak pelanggan, maka listrik yang hilang juga semakin
banyak. Jarakpelanggan terjauh yang dianjurkan adalah antara 1-2 km. dari
PLTMH.
5.
Penggunaan Listrik Oleh Pelanggan.
Jika
pelanggan
menggunakan
listrik
maka
kualitas
listrik
menurun
danmembahayakan
melanggar, maka yang rugi adalah seluruh pelanggan.

secara
peralatan.Satu

berlebih,
pelanggan

G. Perhitungan Teknis Dan Ekonomis PLTMH


1. Perhitungan
teknis
Potensi
mikrohidro dapat dihitung dengan persamaan: daya (P) = 9.8 x Q x Hn x h;
di mana:
P
=
(kW)
Q
=
aliran (m3/s)
Hn
=
net (m)
9.8 =
grav itasi
h
=
isiensi keseluruhan.

daya

Daya
debit
Head
konstanta
ef

Misalny
diketahui data di suatu lokasi adalah sebagai berikut:
Q
=
Hn = 12 m dan h = 0.5. Maka,
besarny
potensi day a (P) adalah:
P
=
9.8
x Hn x h
=
9.8
x 12 x 0.5
= 17 640 W
= 17.64 Kw
Rumus
mendasari perhitungan potensi daya hidrolik adalah :
Ph
=
Qd
xg
Dengan :
Ph
=
daya hidrolik, kW
Qd
=
rencana, (m3 )
Hg
=
head, (m)
g
Konstanta gravitasi bumi, (9,81 m/dtk2 )

a,
300

m3/s2,
a
x
x

Q
300

yang
x

Hg

Potensi
Debit
Gross
=

Net
head
Hnet
ditentukan
dari
pengurangan rugi-rugi gesekan dan turbulensi dalam penstok (Hloss) terhadap gross
head (Hg). Estimasi efisiensi turbin, estimasi efisiensi generator dan estimasi
efisiensi transmisi mekanik di atas masing-masing merupakan efisiensi untuk
turbin Crossflow yang diproduksi, generator sinkron dan flat belt pada umumnya.
Sedangkan rugi-rugi pada jalur transmisi diperkirakan sekitar 5% dari daya
listrik yang dibangkitkan pada rumah pembangkit (Pe11).
Besarnya
listrik
yang
dihasilkan
PLTMH/ PLTA tergantung dua factor sebagai berikut: :
a.
Berapa
besar
air
yang
jatuh.
Semakin
tinggi
air
jatuh,
maka semakin besar tenaga yang dihasilkan. Biasanya, tinggi air jatuh
tergantung tinggi dari suatu bendungan. Semakin tinggi suatu bendungan, semakin
tinggi air jatuh maka semakin besar tanaga yang dihasilkan. Ilmuwan mengatakan
bahwa tinggi jatuh air berbanding lurus dengan jarak jatuh. Dengan kata lain,
air jatuh dengan jarak dua satuan maka akan menghasilkan dua satuan energi
lebih banyak.

b.
Jumlah
air
yang
jatuh.
Semakin
banyak
air
yang
jatuh
menyebabkan turbin akan menghasilkan tenaga yang lebih banyak. Jumlah air yang
tersedia tergantung kepada jumlah air yang mengalir di sungai. Semakin besar
sungai akan mempunyai aliran yang lebih besar dan dapat menghasilkan energi
yang banyak. Tenaga juga berbanding lurus dengan aliran sungai. Dua kali sungai
lebih besar dalam mengalirkan air akan menghasilkan dua kali lebih banyak
energi.
2. Perhitungan
Ekonomis
Pembangunan
PLT
Mikrohidro
memerlukan investasi yang relatif besar. Nilai investasi per kW terpasangn a
(menurut perhitungan Yayasan Mandiri) berkisar antara Rp. 4 juta sampai Rp. 8
juta. Adapun, biay a (harga) listrik per kWH-ny a dihitung berdasarkan biaya
awal (initial cost) dan biay a operasional (operational cost). Komponen biaya
awal terdiri dari: biaya bangunan sipil, biaya fasilitas elektrik dan mekanik
serta biay a sistem pendukung lain. Komponen biaya operasional y aitu: biaya
perawatan, biaya penggantian suku cadang, biaya tenaga kerja (operator) serta
biaya lain y ang digunakan selama pemakaian. Contoh perhitungan harga listrik
per kWh dari PLT Mikrohidro adalah sebagai berikut.
Misalkan,
untukmembangun
suatu
PLTMH
dengan kapasitas terpasang 1kW, dibutuhkan biay a awal Rp 4 juta. Umur
pakaimikrohidro yang dirancang adalah 10 tahun dengan biaya operasional Rp. 1
Jut/tahun. Sehingga total biayanya menjadi Rp. 10 Juta. Maka, biaya rata-rata
(Rp) per hari adalah:
Rp/hari
=
biaya awal + biaya operasional .umur pakai(tahun) x jumlah hari/tahun
= Rp 4 juta + Rp 10 juta .10 tahun x 365 hari/tahun
=
Rp
3836/
hari
Biaya
(harga)
per
kWh
ditentukan
oleh biay a rata-rata perhari dan besarny a energi listrik y ang dihasilkan per
hari (kWh/hari). Energi per hari ini ditentukan oleh besarnya daya terpasang
serta f aktor daya1 . Jika diasumsikanfaktor daya besarnya 12, maka harga energi
listrik per kWh2 adalah:
Harga/kWh
=
Biaya/hari
.Energi
listrik
yang
dihasilkan
(kWh/hari)
=
Biaya/hari
.Daya terpasang (kW) x f aktor day a

=
3836/hari .1 kW x 12 (jam/hari)
= Rp 320/kWh

Rp

Perbandingan
biaya pembangunan PLTMH dengan PLTD.
a.
Biaya
Pokok
Persediaan
(Pembangkitan),
atau
Biaya
Kapasitas (Fix Cost). Merupakan biaya investasi awal yang diperlukan untuk
membangun pembangkit listrik dengan kapasitas tertentu.
Data yang dibutuhkan :
1)
Besar
kapasitas
terpasang
untuk
setiap
jenis
pembangkit (kW)
2)
Biaya
investasi
untuk
setiap
jenis
pembangkit
(Rp/kW)
3)
Estimasi
masa
manfaat
(umur)
untuk
setiap
jenis
pembangkit
(Tahun)
4) Kurs Rupiah pada saat investasi
5) Estimasi biaya modal (ROI)
6) Estimasi Biaya Operasi dan Pemeliharaan Fix (%)
b.
Biaya
Bahan
Bakar
(Variable
Cost).
Merupakan
biaya
yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi 1 kW dari setiap jenis pembangkit,
dinyatakan dalam rupiah. Biaya ini terdiri dari biaya bahan bakar dan biaya
Operasional/Pemeliharaan.
Data yang dibutuhkan :
1) Fuel Price untuk setiap jenis pembangkit
2) Nilai SFC untuk setiap jenis pembangkit
3) Estimasi Biaya Operasional dan Pemeliharaan
4) Fuel Cost

Fuel Cost = SFC x Fuel Price


Biaya Energi/kWh = Fuel Cost + Biaya O/M var
Biaya
Energi
per
Tahun
=
Produksi kWh Setahun)

(Biaya

Energi/kWh)x

(Jumlah

H. Persyaratan
PLTMH

1.

2.

3.
4.

1.
2.

3.
4.

5.

6.

Fisik

Dan

Langkah

Langkah

Dalam

Membangun

persyaratan
fisik
diperlukan
dalam
membangun
PLTMH,
antara lain:
Ketersediaan
aliran air yang konstan atau tetap dalam ukuran debit tertentu. Ukuran debit
air akan menentukan besarnya energi yang mampu dihasilkan. Setiap ukuran turbin
membutuhkan debit air tertentu.
Adanya
turbin untuk memutar kumparan dinamo listrik. Ada berbagai macam jenis turbin
yang sekarang dikembangkan oleh beberapa lembaga di Indonesia guna menyesuaikan
dengan kebutuhan dan potensi alam yang beragam.
Dinamo,
untuk mengubah energi yang dihasilkan oleh putaran turbin menjadi listrik.
Jaringan
listrik dari rumah turbin ke pengguna.
Langkah-langkah
membangun PLTMH:
Masyarakat
berunding untuk membuat kesepakatan dan rencanabersama.
Mengajak
ahli untuk melakukan survey lapangan tentang potensi aliran air untuk PLTMH,
termasuk mengukur debit dan ketinggian air (sering disebut head).
Menilai
dampak lingkungan yang akan diakibatkan oleh pembangunan PLTMH.
Menghitung
kebutuhan listrik masyarakat yang akan memanfaatkan. Hal ini penting dilakukan
karena kapasitas PLTMH tak terlalu besar, sehingga perlu perhitungan yang
cermat untuk menghindari konflik masyarakat.
Menghitung
biaya
yang
diperlukan
(pembelian
seperangkat
turbin,pembangunan
sipil,
jaringan, dan sebagainya).
Berunding
untuk memikirkan dari mana biaya akan didapat, apakah swadaya, bantuan, atau
semi-swadaya.

Setelah
pembangunan
fisik
PLTMH,
maka pengelolaan dan perawatan merupakan hal yang sangat penting. Perangkat
PLTMH (turbin, dinamo) dan bangunan fisik pendukungnya (bendungan, saluran air,
bak penampung, jaringan listrik dan rumah turbin) memerlukan perawatan. Di
samping
maanfaatnya
yang
besar,
listrik
juga
berbahaya
sehingga
perlu
kehati-hatian menggunakannya. Perlu dipertimbangkan bagaimana cara merawatnya
dan jika ada kerusakan, mekanisme mendapatkan biaya perawatan, siapa yang
bertanggung jawab, dan sebagainya. Di Sungai Pelaik, misalnya, masyarakat
sepakat untuk iuran masing-masing pintu (rumah) sebesar Rp. 10.000 setiap
bulannya. Disepakati pula dua orang sebagai operator. Intinya membangun PLTMH
bukan pekerjaansulit, namun pengelolaan dan perawatan ke depannya merupakan
tantangan
bagi
masyarakat.
Perancangan sistem PLT Mikrohidro.
Tahap
pertama
perancangan
PLT
Mikrohidro
adalah studi awal. Studi ini diawali dengan survey lapangan untukmemperoleh
data primer mengenai debit aliran dan head (beda ketinggian). Debit aliran
dapat diukur dengan metode konduktivitas atau metode Weir. Berdasarkan data
tersebut dapat dihitung perkiraan potensi daya awal.Data lapangan sebaikny a
diambil beberapa kali padamusim y ang berbeda untuk memperoleh gambaran yang
tepat mengenai potensi day a dari aliran air tersebut.Selain itu, perlu dicari
data pendukung, y aitu: kondisi air (keasaman, kekeruhan, serta kandungan pasir
atau lumpur), keadaan dan kestabilan tanah di lokasi bangunan sipil, serta
ketersediaan bahan, transportasi dan tenaga trampil (operator). Setelah surv ey
lapangan, tahap perancangan selanjutnya adalah pemilihan lokasi dan penentuan
dimensi utama, pembuatan analisis keunggulan dan kelemahan setiap alternatif
pilihan, pembuatan sketsa elemen utama, penentuan tipe serta kapasitas turbin
dan generator y ang akan digunakan, penentuan sistem kontrol sistem
(manual/otomatis),
perancangan
jaringan
transmisi
dan
distribusi
serta
perancangan sistem penyambungan ke rumah-rumah. Sebelum membangun PLT
Mikrohidro di suatu tempat perlu diketahui dahulu rencana PLN untuk daerah y
ang bersangkutan, kebutuhan listriknya, rencana penggunaan daya listrik dan
faktor bebannya, studi kelayakan ekonomi serta kesiapan lembaga pengelola.
Setelah semua studi yang diperlukan siap dan layak, dilakukan proses disain
yang lebih lebih rinci, yaitu: pembuatan detail gambar teknik, penentuan spesif
ikasi teknis secara jelas, penyusunan jadwal kegiatan, penghitungan biay a
setiap komponen serta penyiapan pengurus yang akanmengelola PLTMH. Jika seluruh
disain ini telah siap maka pembangunan PLTMikrohidro dapat dimulai.
1.
Faktor
daya
adalah
jumlah
waktu
(jam)
efektif
di
mana
PLTMikrohidro menghasilkan energi listrik dalam satu hari(satuannya: jam/hari).
Nilai faktor daya dipengaruhi olehkarakteristik (fluktuasi) aliran air di mana
PLTM dibangun.

2.
Bandingkan
dengan
harga
listrik
PLN
(skala
rumah
tangga)yang berlaku saat ini, yaitu: Rp 96.5/kWh sampai Rp147.0/kWh untuk rumah
tangga skala menengah.

I.

Pemanfaatan Pltmh Di Pedesaan/Untuk Pertanian


Listrik,
sebuah kata yang hampir tidak bisa dihilangkan dalam kehidupan masyarakat saat
ini. Hampir semua aktivitas manusia zaman sekarang membutuhkan listrik. Hal ini
terbukti dengan banyaknya komplain kepada pihak PLN jika terjadinya pemadaman
listrik. Namun hal ini terlihat ironis dengan kenyataan bahwa ternyata di
jaman listrik saat ini masih banyak masyarakat yang belum menikmati listrik,
terutama mereka yang bertempat tinggal di daerah pedesaan. Kalaupun bisa
memperoleh listrik mereka harus membayar dengan harga yang mahal. Kenyataan
yang ada saat ini masyarakat pedesaan lebih memilih menggunakan genset (
generator set ) untuk memenuhi kebutuhan mereka akan listrik. Padahal
sebenarnya disekitar mereka ada sumber daya alam yang potensial untuk dijadikan
sebagai sumber pembangkit listrik yaitu AIR.
Sumber-sumber
air yang melimpah di daerah pedesaan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi
listrik. Penggunaan air sebagai sumber energi listrik lebih menguntungkan
daripada menggunakan genset. Bayangkan saja, jika setiap malam genset
menghabiskan 2 liter bensin ( Rp. 9.000;) maka dalam sebulan mereka harus
merogoh kocek sekurang-kurangnya Rp. 270.000; itupun listrik yang diperoleh
hanya untuk beberapa jama saja. Belum lagi biaya modal untuk membeli genset dan
biaya perawatannya. Nah dengan menggunakan PLTMH, kita hanya memerlukan modal
untuk investasi awal saja, selanjutnya kita akan mendapatkan listrik secara
gratis selama 24 jam non-stop. Selain itu penggunaan PLTMH di wilayah pedesaan
secara tidak langsung juga akan membuat masyarakat aktif untuk menjaga hutan,
karena jika hutan tidak terjaga maka sumber air akan mengering sehingga mereka
tidak bisa memperoleh listrik.
Pembangunan
mikrohidro ditujukan untuk daerah-daerah terpencil yang belum dilalui oleh
jaringan listrik PLN. Masalah yang berkembang saat ini yaitu ditinjau dari
faktor ekonominya. Pemakaian energi listrik oleh masyarakat pedesaan umumnya
hanya berkisar antara 4 - 5 jam perhari atau 14 - 16 % dari daya yang
terpasang. Rendahnya pemakaian energi (faktor beban) tersebut disebabkan oleh
pemakaian yang hanya sebagai lampu penerangan semata.
Nilai
ekonomis dari pembangkit listrik tenaga mikrohidro dapat dicapai dengan suatu

rencana yang matang dengan melibatkan peran serta masyarakat setempat secara
aktif mulai sejak awal pembangunan dan terintegrasi dari aparat dengan warga
desanya. Selain itu pembangkit listrik tenaga mikrohidro memiliki jaringan
transmisi dan distribusi sendiri yang pengoperasian dan pengelolaannya dapat
diserahkan langsung kepada pengurus Desa setempat melalui badan tertentu.
Sebagai
contoh Pengembangan Pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)
Sebagai Sumber Energi Listrik Mandiri di daerah terpencil dapat diuraikan
sebagai berikuT :
a.
Pembuatan
Pembangkit
Listrik
Tenaga
Mikrohidro
(PLTMH)
sebagai Sumber Energi Listrik Mandiri di daerah terpencil yaitu Desa Karangsewu
Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut Jawa Barat telah berhasil dengan baik. Untuk
mebangkitkan Potensi Daya Listrik, Rencana PLTMH Karangsewu akan menggunakan
penstock sepanjang 140 m. Intake saluran ini terletak pada sisi kanan Sungai
Ciawi dilihat dari arah aliran Sungai.
b.
Daya
listrik
yang
dapat
dibangkitkan
PLTMH
Karangsewu
dengan debit 150 l/dtk dan head 14 m yaitu sebesar 12 kW, menggunakan turbin
jenis Cross flow
c.
Jaringan
listrik
listrik yaitu sebanyak
yang diukur dengan GPS.

Desa
40 buah

Karangsewu
yang
terpasang
dengan jangkauan wilayah radius "

tiang
250 m

d.
Pemasangan
instalasi
listrik
desa yang menjangkau "100 bangunan
warga, fasilitas Umum dan fasilitas Sosial.

diutamakan
pada
terdiri dari Instalasi listrik

pusat
rumah

e.
Pemasangan
Jaringan
dan
fasilitas Umum dan fasilitas sosial
Cipongpok, Pasirhuni dan Cisalada.

instalasi
listrik
baru dipasang pada

rumah
Kampung

warga,
Cibadak,

f.
Untuk
menjadikan
PLTMH
perlu diperhatikan faktor-faktor berikut :

ekonomis

dan

berkelanjutan

Perencanaan
yang
menyangkut
pemilihan
didukung oleh data yang kongkrit, cukup dan dapat diandalkan.
Peningkatan
faktor
beban
dengan
untuk kegiatan produktif pada siang dan malam hari.

teknologi

harus

memanfaatkan

listrik

beserta

aparat

Pemberdayaan

masyarakat

setempat

terkait sejak awal


dari institusiterkait.

pembangunan

dalam

bentuk

transfer

teknologi

dan

pelatihan

Dengan
memberikan
pengelolaan
aparat desa yang ditunjuk, diharapkan
kepedulian yang tinggi terhadap PLTMH.

dan
masyarakat

perawatan
melalui
setempat memiliki rasa

BAB III
PENUTUP
A.
Simpulan
Sungai-sungai
kecil
di
pedesaan adalah sumber hidup. Selain untuk irigasi persawahan, kalau sungai itu
meliuk turun pada kontur tanah yang curam, ia berpotensi menjadi sumber energi.
Airnya ditampung di bendungan kecil, lalu disalurkan melalui pipa besar ke
bawah, sehingga menghasilkan kekuatan seperti air terjun yang kemudian
menggerakkan turbin listrik.
Banyak
sumber
daya
alam
yang
ada
di
negara kita belum dimanfaat secara optimal tidak seperti di negara maju yang
sudah memanfaatkan sumber daya alamnya dengan baik seperti pembangkit listrik
tenaga air. Padahal, letak negara kita yang banyak sekali pegunungan yang
tentunya banyak sekali air terjun yang melimpah, dan banyak daerah yang
letaknya di dataran tinggi belum dijangkau aliaran listrik, dengan pembangkit
listrk tenaga mikro hidro daerah tersebut akan mendapatkan aliran listrik yang
tentunya dengan perawatan yang relatif mudah dan murah.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010. http://www.kdei-taipei.org/banner/irigasi.htm
Anonim,
2010.
http://www.sumantry.com/artikel/pengetahuan-dasar/65-proses-pembuatanPLTHM
Anonim,
2010. http://id.wikipedia.org/wiki/PLTHM

http://udai08.blogspot.co.id/2011/01/pembangkit-listrik-tenaga-mikrohidro.html