Anda di halaman 1dari 26

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu ciri organisme adalah tumbuh dan berkembang. Hewan tumbuh dari sel zigot
menjadi embrio, kemudian berkembang menjadi satu individu yang mempunyai tangan, kaki,
kepala dan organ tubuh yang lain.
Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah atau ukuran yang bersifat kuantitatif, karena
mudah di amati dan bersifat irreversible atau tidak dapat kembali seperti semula. Serta dapat
dinyatakan dengan angka, grafik, dsb. Perkembangan adalah semua perubahan dalam menuju
kedewasaan yang terjadi pada makhluk hidup yang sedang tumbuh dan bersifat kualitatif.
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses yang berjalan secara bersamaan
( Simultan ).
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi antara faktor dalam dan
faktor luar. Faktor dalam adalah faktor yang terdapat dalam tubuh organisme antara lain
gentik yang ada di dalam gen, dan hormon yang merangsang pertumbuhan. Faktor luar
adalah faktor lingkungan misalnya nutrien, air, cahaya, suhu, kelembapan / pH dan oksigen.
Potensi genetik hanya akan berkembang jika ditunjang oleh lingkungan yang cocok. Dengan
demikian, karakteristik yangmpilkan oleh hewan di tentukan oleh faktor genetik dan
lingkungan secara bersama-sama.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, ada beberapa permasalahan yang akan di bahas, yaitu :
1. Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan pada hewan katak ?
2. Bagaimana metamorfosis hewan katak dan kupu-kupu ?
3. Bagaimana faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan ?
4. Apa saja jenis hewan tidak bertulang belakang? Jelaskan!
5. Jelaskan jenis hewan bertulang belakang beserta contohnya!

1.3 Tujuan dan Manfaat


1

a) Diharapkan mahasiswa mampu menjelasakan pertumbuhan dan perkembangan hewan katak.


b) Mahasiswa atau kalangan luas mampu menjelaskan tentang metamorfosis hewan katak dan
kupu-kupu
c) Mahasiswa mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan hewan.
d) mahasiswa mampu menjelaskan jenis hewan bertulang belakang dan penjelasannya
e) mahasiswa mampu menjelaskan hewan bertulang belakang beserta contohnya.
Manfaat :
a) Mahasiswa mampu memahami tentang makhluk hidup dan proses kehidupan.
b) Mahasiswa mengetahui metamorfosis hewan katak dan kupu-kupu.
c) Mahasiswa mampu mengetahui perbedaan anatomi hewan.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan


1. Fase Embrionik
Yaitu pertumbuhan mulai dari zigot hingga terbentuknya embrio.
Terdiri beberapa tahap:
1. Morula
Morula yaitu pembelahan zigot membelah (mitosis) menjadi banyak blastomer.
Blastomer berkumpul membentuk seperti buah arbei.
2. Blastulasi
Blastulasi sel-sel morula membelah dan arbei morula membentuk rongga (blastocoel)
yang berisi air, disebut dengan blastula.

3. Gastrulasi
Gastrulasi merupakan hasil pertumbuhan dan
perkembangan blastula yang ditandai dengan
terbentuknya 3 lapisan embrionik, yaitu lapisan bagian
luar (ektoderm), lapisan bagian tengah (mesoderm),
dan lapisan bagian dalam (endoderm). Ketiga lapisan
ini nantinya akan berkembang menjadi berbagai organ.
Proses pembentukan gastrula ini disebut gastrulasi.

Pada fase ini :

- blastocoel mengempis atau bahkan menghilang


3

- terbentuk lubang blastopole akan berkembang menjadi anus


- terbentuk ruang, yaitu gastrocoel (Archenteron) akan berkembang menjadi saluran
pencernaan
- terbentuk 3 lapisan embrionik : ektoderm, mesoderm dan endoderm
4. Morfogenesis
Yaitu proses pertumbuhan, perkembangan dan diferensiasi menjadi organ, sistem organ dan
organisme.
5. Diferensiasi dan Spesialisasi Jaringan
Diferensiasi jaringan/lapisan embrionik akan berkembang menjadi berbagai organ dan sistem
organ.
Spesialisasi setiap jaringan akan mempunyai bentuk, struktur dan fungsinya masing-masing.
6. Imbas Embrionik
Diferensiasi dari suatu lapisan embrionik mempengaruhi dan dipengaruhi oleh diferensiasi
lapisan embrionik lain.
2. Fase pasca embrionik
Yaitu pertumbuhan setelah fase embrio meliputi:
a. Metamorfosis
adalah suatu proses biologi di mana hewan secara fisik mengalami perkembangan biologis
setelah dilahirkan atau menetas, melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui pertumbuhan
sel dan differensiasi sel.
b. Regenerasi adalah kemampuan untuk memperbaiki sel, jaringan atau bagian tubuh yang rusak,
hilang atau mati.
4
- hewan tingkat tinggi terbatas pada jaringan
- hewan tingkat rendah dapat sampai pada tingkat organ
Setiap organisme mampu menerima rangsang yang disebut IRITABILITAS, dan mampu pula
menanggapi rangsang tersebut. Salah satu bentuk tanggapan yang umum adalah berupa gerak.
Gerak berupa perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari
tubuh.acicotropic (PTIH).

B. Metamorfosis Hewan
Metamorphosis berasal dari bahasa Yunani yaitu Greek = meta (diantara, sekitar, setelah),
morphe` ( bentuk), osis (bagian dari), jadi metamorphosis merupakan perubahan bentuk selama
perkembangan post-embrionik. Hewan yang mengalami metamorfosis cukup banyak, di
antaranya adalah katak, kupu-kupu dan serangga.
Jenis - jenis Metamorphosis
Jenis-jenis metamorphosis adalah sebagai berikut :
1. Metamorphosis tidak sempurna merupakan metamorphosis yang melewati 2 tahapan yaitu dari
telur menjadi nimfa kemudian menjadi hewan dewasa. Biasanya metamorfosis ini terjadi pada
serangga seperti capung, belalang, jangkrik dan lainnya.
2.Metamorphosis sempurna merupakan metamorphosis yang melewati tahapan-tahapan mulai
dari telur-larva-pupa-imago (dewasa). Contoh metamorphosis sempurna terjadi pada katak dan
kupu-kupu.
Berikut adalah proses metamorfosis sempurna :

Pada awalnya, katak betina dewasa akan


bertelur, kemudian telur tersebut akan menetas
setelah 10 hari. Setelah menetas, telur katak tersebut menetas menjadi Berudu. Setelah berumur 2
hari, Berudu mempunyai insang luar yang berbulu untuk bernapas. Setelah berumur 3 minggu
insang berudu akan tertutup oleh kulit. Menjelang umur 8 minggu, kaki belakang berudu akan
terbentuk kemudian membesar ketika kaki depan mulai muncul. Umur 12 minggu, kaki
depannya mulai berbentuk, ekornya menjadi pendek serta bernapas dengan paru-paru. Setelah

pertumbuhan anggota badannya sempurna, katak tersebut akan berubah menjadi katak dewasa.
Selain pada katak, metamorphosis sempurna juga terjadi pada kupu-kupu.
Hewan katak mengalami pertumbuhan embrio yg sama, setelah mengalami
perkembangan embrio dari fase morula, blastula, gastrula, dan specialisasi dan defferensiasi,
maka akan dilanjutkan masa metamorfosis. adapun metamorfosis pada katak meliputi :
a. Telur
b. Berudu berinsang luar
c. Berudu berinsang dalam
d. berudu bertungkai belakang
e. berudu bertungkai depan
f. katak dengan ekor mulai mereduksi
g. katak muda usia 3 bulan
h. katak dewasa usia 6 bulan

Metamorfosis Katak
Pada metamorfosis amphibi banyak sekali mengalami perubahan baik secara morfologi
maupun fisiologi.
a. Proses Morfologi
Pada amphibi, metamorfosis umumnya digabungkan dengan perubahan persiapan yang
mana dari organisme aquatik untuk menjadi organisme daratan. Perubaan ini meliputi
hilangnya gigi dan insang internal pada anak katak, seperti hilangnya ekor, kemudian
akan terjadi proses pembentukan seperti berkembangnya anggota tubuh dan morfogenesis

kelenjar dermoid. Perubahan lokomosi terjadi dari pergerakan ekor menjadi terbentuknya
lengan depan dan lengan belakang. Gigi yang digunakan untuk mencabik tanaman hilang dan
digantikan dengan
b. perubahan bentuk baru dari mulut dan rahangnya, otot dari lidah juga berkembang,
insang mengalami degenerasi, paru-paru membesar, otot dan tulang rawan berkembang
untuk memompa udara masuk dan keluar pada paru-paru. Mata dan telinga

berdiferensiasi. Telinga bangian tengah berkembang dan membran timfani terletak pada
bagian telinga luar.
b. Proses Biokimia
Penambahan secara nyata pada perubahan morfologi, yang terpenting adalah terjadinya
transformasi biokimia selama metamorfosis. Pada berudu, fotopigmen ratina yang utama adalah
porphyropsin. Selama metamorfosis, pigmen ini merubah karakterisik fotopigmen dari darat dan
vertebrata perairan. Pengikatan hemoglobin (Hb) dengan O2 juga mengalami perubahan. Enzim
yang terdapat pada hati juga mengalami perubahan, hal ini disebabkan adanya perubahan habitat.
Kecebong bersifat ammonotelik yaitu mensekresikan amonia, sedangkan katak dewasa bersifat
ureotelic yaitu mensekresikan urea. Selama metamorfosis, hati mensintesis enzim untuk siklus
urea agar dapat membentuk atau menghasilkan urea dari CO2 dan amonia.
c. Perubahan spesifik
organ tubuh yang berbeda juga akan merespon beda pada stimulasi hormon. Stimulus yang sama
menyebabkan beberapa jaringan degenerasi dan menyebabkan diferensiasi dan perkembangan
yang berbeda. Respon hormon thyroid lebih spesifik pada bagian-bagian tubuh tertentu. Pada
ekor, T3 menyebabkan kematian dari sel-sel epidermal. Meskipun terjadi kematian dari sel-sel
epidermal pada ekor, kepala dan epidermis tubuh tetap melanjutkan fungsinya.

Hormon yang berperan dalam metamorfosis katak


Metamorfosis ini dikontrol hormon thyroid. Perubahan metamorfosis dari
perkembangan katak dengan mensekresikan hormon thyroxin (T4) dan
triiodothronine (T3) dari thyroid selama metamorfosis. Peranan hormon T3 lebih
penting, hal ini disebabkan perubahan metamorfosis pada thyroidectomized
7
berudu memiliki konsentrasi yang lebih rendah bila dibandingkan dengan hormon
T4.
Koordinasi dari perubahan perkembangan dan respon molekul hormon thyroid.
Salah satu masalah utama dari metamorfosis adalah koordinasi saat
perkembangan. Pada dasarnya, ekor tidak mengalami degenerasi sampai terbentuk
7

dan berkembangnya organ-organ lokomosi. Seperti berkembangnya kaki dan


tangan untuk pergerakan dan insang tidak akan mengalami perubahan fungsi
sampai berkembang otot paru-paru. Hal ini menunjukkan bahwa koordinasi
metamorfosis yang berbeda pada jaringan dan organ akan memberikan respon
yang berbeda pada hormon. Untuk menjamin sistem kerja ini, 2 organ yang sensitif
terhadap thyroksin yaitu thyroid dan kelenjar pituitary, akan meregulasi produksi
hormon thyroid. Hormon thyroid berfungsi untuk membentuk hubungan timbal balik
dengan kelenjar pituitary yang menyebabkan interior pituitary menginduksi thyroid
untuk menghasilkan T3 dan T4 lebih banyak. Selain itu, hormon thyroid juga
berfungsi untuk transkripsi dan mengaktivasi transkripsi pada beberapa gen.
Seperti transkripsi gen untuk albumin, globin dewasa, keratin kulit dewasa
diaktivasi oleh hormon thyroid. Respon T3 adalah aktivasi transkripsi gen reseptor
hormon thyroid (TR). TR berikatan dengan sisi yang spesifik pada kromatin sebelum
hormon thyroid dibentuk. Ketika T3 dan T4 masuk kedalam sel, dan berikatan
dengan ikatan reseptor kromatin, hormon reseptor kompleks dirubah dari aktivator
transkripsi. Belum diketahui mekanisme dari hormon thyroid dengan respon yang
berbeda pada jaringan yang berbeda (proliferasi, diferensiasi, kematian sel).
Pembentukan anggota tubuh tidak tergantung hormon thyroid, hal ini terjadi pada
pembelahan holoblastic dimana gastrulasi diawali pada posisi subequatorial,
pembentukan neural dibagian permukaan dan kuncup anggota tubuh juga
terbentuk dibagian permukaan. Pembentukan anggota tubuh tidak tergantung pada
hormon thyroid.

3. Metagenesis pada hewan pada dasarnya sama dengan metagenesis pada tumbuhan.
Hewan mengalami pergiliran generasi, yaitu fase generatif (seksual) dan fase vegetatif

(aseksual) secara bergantian. Contoh metagenesis pada ubur-ubur

7
Siklus hidup katak
1.

Tahap telur
Telur kodok ditutupi dengan kapsul mirip agar-agar yang mengembang saat menyentuh air.
Pengembangan ini membuat volumenya membesar dan janin terlindungi. Telur-telur ini
bertumpuk dalam satu tumpukan agar kelangsungan hidup lebih terjaga dan panas juga lebih
dapat bertahan. Akibatnya kecebong dapat menetas dalam waktu singkat. Banyak katak dan
kodok memakai danau atau sungai yang mengering di masa tertentu, karena hal ini mencegah
hewan datang memakan telur dan kecebong mereka.
2. Tahap kecebong (3 hari)
Kecebong memiliki kepala besar dan tegak. Ada insangnya dan mulut yang terbuka untuk
makan. Insang luar muncul tiga hari setelah kecebong keluar dari telur
3. Tahap kecebong lanjutan (4 minggu)
Insang luarnya tertutup kulit tubuh dan digantikan oleh insang dalam. Mereka memakan
ganggang. Kaki belakang muncul.
4. Perubahan kedua (6 minggu)
Kecebong mulai terlihat seperti kodok kecil dengan ekor panjang. Mereka berenang di tepi
sungai secara berkelompok. Ekor ini kemudian memendek dan mulai berbentuk seperti
bumerang.
5. Perubahan lanjutan kedua (9 minggu)
9

Sejenis jaringan terbentuk dan membagi atrium jantung. Akibatnya jantungnya kini memiliki tiga
ruangan, yang membantu aliran darah antara jantung dan paru-paru.
6. Perubahan lanjutan ketiga (16 minggu)
Kecebong telah memiliki kaki belakang yang kuat. Matanya juga telah menonjol. Ekornya sangat
pendek.
7. Perubahan kodok terakhir
kodok dewasa berkumpul di tepian sungai sebelum meninggalkan air untuk pertama kalinya.
Mereka melakukan ini secara berkelompok.

Katak Dewasa
Walaupun naluri bertahan hidup anura tidak berkembang baik, katak dan kodok juga merawat
anak mereka. Mereka bertelur dalam jumlah besar untuk memastikan ada banyak kecebong yang
dapat lolos dari predator yang memakan telur. Lapisan gelatin juga melindungi telur dari predator
lain. Beberapa jenis kodok bahkan memelihara anak mereka dengan menjadikan punggung
mereka sendiri sebagai sarang. Contoh kodok demikian adalah katak suriname.
Selain katak terdapat juga kupu-kupu yang mengalami metamorfosis sempurna:

10

Metamorfosis sempurna ditandai dengan adanya fase yang disebut pupa atau kepompong.
Bentuk larva dengan serangga dewasa jauh berbeda. Tahapan dalam metamorfosis sempurna
adalah sebagai berikut. telur larva pupa (kepompong) dewasa (imago) Telur menetas menjadi
larva. Larva tidak memiliki sayap dan tanda-tanda sayap juga belum ada. Ketika berupa larva,
serangga sangat aktif makan. Larva kemudian mengalami perubahan bentuk menjadi
kepompong. Larva ada yang langsung membuat pupa, tetapi ada juga yang lebih dulu membuat
pelindung dari daun yang dilipat, tanah atau pasir yang halus, sayatan kayu yang halus, dan
bahan lainnya. Tempat perlindungan di sekeliling pupa disebut kepompong atau kokon. Pada
tahap pupa, serangga tidak aktif makan, walaupun proses metabolisme tetap berlangsung. Setelah
melewati tahap pupa, serangga akan menjadi dewasa (imago).

Berikut ini adalah metamorphosis tidak sempurna:


Serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, bentuk serangga yang baru menetas
(nimfa) tidak jauh berbeda dengan bentuk serangga dewasa (imago). Perbedaan yang mencolok
adalah nimfa tidak memiliki sayap. Sayap akan tumbuh secara bertahap sehingga menyerupai
bentuk dewasa. Secara umum nimfa dan serangga dewasa memiliki sifat yang sama. Contohnya
pada jangkrik dan belalang. Urutan daur hidup serangga yang mengalami metamorfosis tidak
sempurna adalah sebagai berikut.

11

C. Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan


1. Faktor luar (ekstern)
a.Makanan
Zat makanan yang diperlukan oleh tubuh hewan termasuk manusia adalah karbohidrat, lemak,
protein,vitamin dan mineral. Zat makanan yang paling penting dalam pertumbuhan hewan dan
manusia adalah protein. Protein selain berfungsi sebagai zat pembangun tubuh juga berfungsi
sebagai pembentuk hormon yang nantinya juga berperan dalam pertumbuhan
b. Air
Air merupakan medium paling baik untuk proses-proses kimia di dalam tubuh. Dari proses"
kimia tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan dihasilkan energi. Energi tersebut
kemudian untuk membantu pembentukan sel-sel baru atau perbaikan jaringan tubuh.
c. Aktifitas tubuh
Aktifitas tubuh dapat mempengaruhi pertumbuhan apabila dilakukan dalam jangka waktu yang
lama.
d.Cahaya Matahari
Peranan cahaya matahari terhadap pertumbuhan adalah dalam proses pembentukkkan tulang.
kamu pasti ingat kalo untuk ngubah provitamin D menjadi vitamin D diperlukan cahaya
matahari. kemudian vitamin D yg terbentuk digunakan untuk membantu pembentukan tulang.
2. Faktor dalam (Intern)
a. Genetis atau Gen
b. Hormon
Hormon berasal dari kata Yunani hormon yang berarti menggerakan. hormon pertama kali
ditemukan pada tahun 1902 oleh William Baylis dan Ernest Starling. ada beberapa hormon yang
hanya bekerja pada jaringan tertentu, ada juga yang bekerja di seluruh tubuh. pengendali utama
seluruh kelenjar tsb adalah hipotalamus yang terletak pada salah satu bagian otak. pengendali
kedua adalah kelenjar hipofisis. khusus mengenai kelenjar hipofisis, bukan hanya langsung

12

mempengaruhi pertumbuhan tetapi juga meningkatkan kegiatan kelenjar-kelenjar lainnya.

D. KELOMPOK HEWAN TIDAK BERTULANG BELAKANG


(INVERTEBRATA)
Kelompok hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) merupakan kelompok hewan yang
paling banyak di muka bumi, hampir 2 juta jenis yang telah dikenali saat ini. Hidup pada
lingkungan yang beragam, dari lingkungan hutan, gua, sampai lumpur dasar laut.
Hewan tidak bertulang belakang dikelompokkan menjadi hewan bersel satu, hewan berpori,
hewan berongga, cacing, hewan lunak, hewan berkulit duri, dan hewan berkaki beruas-ruas.

12
Kelompok hewan bersel satu (Protozoa) berukuran sangat kecil sehingga tidak tampak dilihat
dengan mata biasa. Hewan bersel satu umumnya hidup di tempat basah, misalnya di laut atau air
tawar bahkan di dalam darah. Makanannya berupa tumbuhan dan organisme bersel satu lainnya.
Hewan bersel satu berkembang biak dengan cara membelah diri. Contoh hewan bersel satu
diantaranya paramecium, mempunyai ukuran sekitar 0,3 mm.
Kelompok hewan berpori (Porifera) seluruh tubuhnya berlubang-lubang halus, rangkanya
tersusun dari zat kapur, kersik, atau zat tanduk. Hidup di laut yang dangkal dan berair jernih,
karena hidup menempel maka tidak bisa bergerak bebas. Contoh hewan berpori adalah spon
karang (bunga karang). Spon karang tidak mempunyai syarat atau organ sensor. Makanan dan air
didapatkannya melalui lubang pori-pori dan diproses oleh sel khusus yang disebut sel
pengembara. Sel pengembara ini yang mendistribusikan makanan ke seluruh tubuh spon
karang.

13

Kelompok cacing (Vermes) Kelompok hewan berongga (Coelenterata) mempunyai bentuk


tubuh seperti tabung. Bentuk tubuhnya bisa beragam tetapi mempunyai rongga dengan mulut
yang dikelilingi oleh alat peraba yang disebut tentakel. Dalam keadaan berenang, mulutnya
menghadap ke dasar laut. Tubuh hewan berongga terdiri dari jaringan luar (eksoderm), jaringan
dalam (endoderm) dan sistem otot yang membujur dan menyilang. Contoh hewan berongga
antara lain ubur-ubur, hidra, dan anemon laut.

13
bertubuh lunak, tidak mempunyai kaki dan rangka. Hidup di tanah dan di air tawar maupun air
laut. Ada pula yang hidup sebagai parasit pada manusia dan hewan.

Tubuh cacing dibedakan dibedakan menjadi tiga, yaitu:


cacing beruas-ruas, contohnya cacing tanah, lintah, dan pacet.
cacing pipih, contohnya cacing pita, cacing hati, dan planaria.
cacing gilik, contohnya cacing perut, cacing tambang, dan cacing kremi.

14

Kelompok hewan lunak (Mollusca) mempunyai tubuh yang lunak, tidak mempunyai tulang
ataupun rangka dan dilindungi oleh cangkang keras yang terbuat dari zat kapur. Tubuh hewan
lunak mempunyai kelenjar yang menghasilkan lendir. Ada sekitar 100.000 jenis dalam kelompok
hewan lunak, dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kupang, sotong, dan keong.

Kelompok hewan berkulit duri ( Echinodermata) seluruh tubuhnya


tertutup oleh duri, tidak berkepala, dan mempunyai rangka yang tersusun dari zat kapur di luar
14
tubuhnya (eksoskeleton). Hewan berkulit duri mempunyai mulut yang dikelilingi oleh kaki
berbentuk tabung yang mempunyai alat pengisap di bagian ujungnya. Mempunyai pencernaan
yang baik, tetapi sistem saraf dan sistem peredaran darahnya masih sederhana. Contoh hewan
berkulit duri adalah bintang laut, bulu babi, teripang, dan landak laut.
Kelompok hewan berkaki beruas-ruas (Arthropoda) memiliki tubuh yang dilapisi oleh kulit
luar yang tersusun dari zat kitin, protein dan zat kapur, membentuk rangka luar. Beberapa jenis
tertentu seperti lalat dan ngengat hanya mempunyai kulit luar yang lunak, sedangkan yang lain
seperti ketam dan udang laut mempunyai kulit luar yang keras.
Tubuh hewan Arthropoda terdiri dari beberapa bagian dan masing-masing bagian mempunyai
kaki sendiri-sendiri. Kakinya beruas-ruas dan digunakan untuk berenang atau berjalan. Pada
15

beberapa jenis tertentu juga berfungsi untuk penghisap bahan makanan bahkan untuk pertahanan.
Hewan arthropoda dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu lipan, labah-labah, udangudangan, dan serangga.

Kelompok lipan hanya mempunyai kepala dan tubuh yang beruas-ruas


dan dilapisi oleh kulit luar yang tersusun oleh zat kitin. Pada kepalanya terdapat sepasang antena
yang berfungsi sebagai alat peraba dan mata sederhana untuk melihat. Pada tiap-tiap bagian
tubuh lipan terdapat dua pasang kaki. Tubuh lipan bisa mempunyai 9 sampai 100 bagian
tergantung pada jenisnya, dengan demikian kaki lipan sangat banyak akibatnya lipan berjalan
pelan dengan gerakan kaki seperti gelombang pada sepanjang badannya.

15
Kelompok labah-labah mempunyai dua bagian utama tubuh, abdomen dan cephalothorax, yaitu
kepala dan rongga dada bekerja sama. Labah-labah mempunyai empat pasang kaki tetapi tidak
mempunyai antena peraba. Anggota kelompok labah-labah yang terkenal adalah kalajengking.
Panjang kalajengking sekitar 2,5 8 cm.Tubuhnya kecil, mempunyai delapan kaki, dua sumpit
besar, dan satu ekor beruas-ruas. Pada ekornya terdapat alat penyengat berbisa yang disediakan
oleh sepasang kelenjar racun. Ekornya biasanya dibengkokkan menaik dan maju di atas
pungungnya.

16

Kelompok udang-udangan mempunyai tubuh yang tersusun dari tiga


bagian, yaitu kepala, rongga dada, dan abdomen. Pada beberapa jenis, kepala dan rongga dada
jadi satu membentuk cephalothorax. Kulit luarnya keras tersusun dari zat chitin dan zat kapur.
Kelompok udang-udangan mempunyai lima pasang antena, dua pasang di atas kepala, dua
pasang di rahang bawah, dua pasang di rahang atas dan satu di badan yang berfungsi bila
bernapas, berenang, berjalan dan lain-lain. Contoh kelompok udang-udangan adalah udang,
kepiting, dan kutu air.

Kelompok serangga mempunyai tubuh yang tersusun dari tiga bagian,


yaitu kepala, rongga dada, dan abdomen. Hampir semua serangga mempunyai sayap, sehingga
menjadikan serangga satu-satunya hewan tidak bertulang belakang yang bisa terbang. Bentuk
tubuhnya beragam, ada yang panjang, pipih, dan bulat. Ukurannyapun beragam mulai dari 0,2
mm 35 cm. Pada bagian depan kepalanya, serangga mempunyai dua antena yang berfungsi
sebagai alat peraba. Serangga mempunyai mata campuran yang terdiri dari ribuan mata
tunggal. Pada beberapa jenis serangga seperti lebah, kupu-kupu, dan lalat, alat perabanya
terletak di kaki. Contoh serangga adalah lebah, kupu-kupu, lalat, capung, dan nyamuk.

E. KELOMPOK HEWAN BERTULANG BELAKANG (VERTEBRATA)


Ada sekitar 50.000 jenis hewan bertulang belakang (vertebrata) yang diketahui sampai saat ini.
Mereka hidup pada semua lingkungan biologi baik di daratan, air laut, air tawar, maupun udara.
Walaupun bentuk dan ukuran tubuhnya beragam tetapi mempunyai struktur dasar tubuh yang
17

sama. Hewan bertulang belakang umumnya terdiri dari kepala dan tubuh. Tubuh terdiri dari
rongga dada dan abdomen. Hewan bertulang belakang yang hidup di darat biasanya mempunyai
leher.
Kelompok ikan adalah binatang bertulang belakang yang hidup di air, bernapas dengan insang.
Ikan mempunyai sirip yang berfungsi untuk berenang dan tubuh yang ramping untuk
memudahkan bergerak di dalam air Secara umum ikan dibedakan berdasarkan penyusun rangka
tubuhnya menjadi dua, yaitu ikan berkerangka tulang rawan dan ikan berkerangka tulang sejati.

Kelompok ikan berkerangka tulang rawan kerangkanya tersusun dari


tulang rawan yang elastis. Terdapat sekitar 1.000 jenis meliputi hiu, ikan pari, ikan cucut.

Kelompok ikan berkerangka tulang sejati mempunyai tulang tengkorak dan tulang rangka serta
ruas-ruas tulang belakang. Ikan bergerak dengan bantuan sirip yang diperkuat oleh tulang rusuk.
Sirip ikan dibedakan atas sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang, dan sirip ekor.

18

Kelompok hewan amfibi adalah binatang bertulang belakang berkulit lembab tanpa bulu yang
hidup di dua alam. Kebanyakan hewan amfibi pada waktu berupa berudu hidup di air dan
bernapas dengan insang. Selanjutnya setelah dewasa hidup di darat dan bernapas dengan paruparu dan kulit. Hewan amfibi termasuk kelompok hewan berdarah dingin, artinya hewan yang
memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya.
Kelompok hewan melata (reptil) adalah binatang bertulang belakang berkulit berkulit kering,
bersisik, dan bernapas dengan paru-paru. Hewan melata termasuk kelompok hewan berdarah
dingin, artinya hewan yang memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya.

Kura-kura dan penyu mempunyai tubuh yang lebar dan dibungkus oleh
kulit cangkang yang tersusun dari zat tanduk yang keras dan kasar. Kulit bagian atas berbentuk
cembung dan bundar disebut karapaks dan kulit bagian bawah datar disebut plastron yang
berfungsi menyokong dan melindungi tubuh kura-kura.

Kadal mempunyai tubuh panjang dan langsing yang meruncing ke


belakang dan berakhir berupa ekor. Leher kadal panjang, pada badannya terdapat empat kaki
dengan lima jari pada masing-masing kaki. Kadal adalah hewan yang sangat tangkas, dapat lari
dan merayap dengan cepat. Ekor kadal yang panjang bisa membantu pergerakannya. Beberapa
jenis memutuskan ekornya bila dalam keadaan bahaya. Ekornya yang diputus akan bergerakgerak dan menarik perhatian musuh sehingga kadal dapat lari dan selamat dari bahaya.

19

Ular mempunyai tubuh yang panjang tanpa kaki, seluruh tubuhnya


ditutupi sisik yang tumpang tindih, berfungsi untuk meluncur di atas tanah. Ular mempunyai
lidah bercabang dua yang sering dijulurkan ke luar mulutnya, lidah ini berfungsi sebagai alat
pembau yang membantu organ perasa yang terletak di dalam mulutnya. Mata ular selalu terbuka
karena tidak mempunyai kelopak tetapi ditutupi oleh suatu lapisan bening.

Buaya mempunyai tubuh yang panjang, berkulit tebal, berkaki pendek,


dan ekor panjang yang kuat, biasanya lebih panjang dibanding badannya. Buaya mempunyai
moncong yang panjang dilengkapi gigi yang kuat dan tajam untuk menangkap mangsa. Gigi
buaya berjumlah 30 40 buah pada setiap rahang dan akan tampak tersambung ketika mulutnya
tertutup. Dan gigi keempat pada kedua rahangnya tampak menonjol ketika mulutnya tertutup.
Tuatara adalah satu-satunya sisa keturunan hewan melata purba yang hidup lebih dari 200 juta
tahun yang lalu. Pertumbuhan dan perkembangan tuatara sangat lambat. Panjang tubuhnya
berkisar 46 24 cm. Pertumbuhannya berlangsung sampai umur 25 35 tahun, sedangkan
usianya bisa mencapai 100 tahun. Tuatara hanya bisa ditemukan di beberapa kepulauan di
panatai Selandia Baru. Pada malam hari tuatara mencari serangga, burung-burung, atau kadal,
sedangkan pada siang hari tidur.

20

Burung adalah hewan berbulu yang mempunyai sayap sehingga bisa


terbang. Kecepatan burung terbang bisa mencapai 160 km/jam. Namun tidak semua jenis burung
bisa terbang, misalnya penguin dan burung unta. Penguin berenang dan burung unta berjalan
dengan kakinya, sedangkan sayapnya digunakan untuk menjaga keseimbangan. Mempunyai
kelenjer ludah, kelenjer pancreas, dan hati yang menghasilkan empedu, Bernafas dengan paruparu yang dihubungkan dengan kantong-kantong udara yang berhubungan pula dengan tulangtulang pipa, Jantung di bungkus oleh selaput pericardium, beruang 4 yaitu 2 atrium, 2 vertikal,
dengan sekat bilik sempurna. Lengkuk aorta satu di sebelah kanan. Hanya memiliki 1 sistem
porta, Ginjal bertipe metanefron. Tidak memiliki kanding kemih. Vena porta ginjal tidak terbagibagi menjadi kapilar-kapilar ginjal, System saraf pusat otak dengan 12 pasang saraf cranial,
Hewan jantan belum memiliki penis, hewan betina hanya mempunyai satu ovarium
Hewan menyusui (mamalia) mempunyai tubuh yang tertutup oleh rambut dan memiliki alat
gerak yang berupa dua pasang tungkai, sepasang tungkai belakang dan sepasang tangan, atau
sepasang tungkai depan yang menyerupai sirip, atau alat gerak yang menyerupai sayap. Hewan
menyusui berkembang biak dengan melahirkan anak, tetapi ada juga yang bertelur. Hewan betina
memiliki kelenjar susu yang berfungsi untuk memberi makanan kepada anaknya pada awal
pertumbuhan.
Hewan menyusui (mamalia) mempunyai sistem peredaran darah yang efisien dan tertutup,
mempunyai satu jantung dengan dua bilik jantung. Hewan menyusui bernapas dengan paru-paru
dan mempunyai sistem saraf. Tengkoraknya terpisah dari tulang belakang dan dihubungkan oleh
tulang leher. Hewan menyusui (mamalia) merupakan bagian dari hewan bertulang belakang.
Berdasarkan ciri-ciri dasarnya hewan menyusui dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: mamalia
monotrema, mamalia marsupialia, dan mamalia plasenta.

21

Mamalia monotrema adalah hewan menyusui yang mengerami telurnya.


Merupakan kelompok hewan menyusui yang jumlahnya paling sedikit, hanya dua jenis yang
masih hidup saat ini, yaitu platipus dan echidna. Cara berkembang biak platipus dengan bertelur.
Telurnya dibuahi di dalam saluran telur, ketika telurnya terus berkembang, maka kelenjar akan
mengeluarkan cairan untuk menambah putih telur dan cangkang.

Mamalia marsupialia adalah hewan menyusui yang berkantong.


Kelompok hewan ini melahirkan anaknya yang masih lemah, kemudian dibesarkan di dalam
kantongnya. Terdapat sekitar 266 anggota kelompok ini diantaranya kanguru, koala, dan oposum.
Mamalia plasenta adalah hewan menyusui yang mengandung dan melahirkan anaknya.
Mempunyai bentuk dan ukuran tubuh beragam. Ciri kelompok hewan ini adalah memiliki
rambut di seluruh tubuhnya . Selain itu betinanya memiliki kelenjar susu. Kelompok hewan
menyusui banyak ragamnya, diantaranya:

Kelinci mempunyai telinga yang panjang dengan ekor yang pendek.


Tubuhnya ditutupi oleh bulu yang tebal. Kaki belakangnya lebih panjang dan lebih kuat
dibandingkan dengan kaki depan. Kelinci tidak berjalan tetapi meloncat.

22

Simpanse bisa mencapai tinggi 1,75 m dan mempunyai tubuh pendek


gemuk dan kuat. Lengannya lebih panjang dibandingkan dengan kakinya dan mempunyai ibu
jari. Warna bulunya coklat ke hitam-hitaman, wajahnya lebih terang dengan bibir yang tebal.
Simpanse menghabiskan waktunya dengan berjalan atau merangkak. Walau demikian simpanse
juga pemanjat yang baik untuk mencari buah-buahan dan daun-daunan sebagai makanannya.

Lumba-lumba termasuk dari sub ordo ikan paus, terdiri dari 32 jenis.
Merupakan hewan menyusui yang hidup di air dan bernapas dengan paru-paru. Lumba-lumba
bisa berenang dengan sangat cepat untuk mencari makanannya berupa ikan kecil yang ada di
permukaan air.

BAB III
PENUTUP

a. KESIMPULAN
1. Pertumbuhan hewan katak diawali dengan proses Telur, Berudu berinsang luar,
Berudu berinsang dalam , berudu bertungkai belakang, berudu bertungkai depan,
katak dengan ekor mulai mereduksi, katak muda usia 3 bulan, katak dewasa usia 6
bulan.
23

2. Katak: Pada awalnya, katak betina dewasa akan bertelur, kemudian telur tersebut
akan menetas setelah 10 hari. Setelah menetas, telur katak tersebut menetas
menjadi Berudu. Setelah berumur 2 hari, Berudu mempunyai insang luar yang
berbulu untuk bernapas. Setelah berumur 3 minggu insang berudu akan tertutup
oleh kulit. Menjelang umur 8 minggu, kaki belakang berudu akan terbentuk
kemudian membesar ketika kaki depan mulai muncul. Umur 12 minggu, kaki
depannya mulai berbentuk, ekornya menjadi pendek serta bernapas dengan paruparu. Setelah pertumbuhan anggota badannya sempurna, katak tersebut akan
berubah menjadi katak dewasa.
Kupu-kupu: telur larva pupa (kepompong) dewasa (imago) Telur menetas
menjadi larva. Larva tidak memiliki sayap dan tanda-tanda sayap juga belum ada.
Ketika berupa larva, serangga sangat aktif makan. Larva kemudian mengalami
perubahan bentuk menjadi kepompong. Larva ada yang langsung membuat pupa,
tetapi ada juga yang lebih dulu membuat pelindung dari daun yang dilipat, tanah
atau pasir yang halus, sayatan kayu yang halus, dan bahan lainnya. Tempat
perlindungan di sekeliling pupa disebut kepompong atau kokon. Pada tahap pupa,
serangga tidak aktif makan, walaupun proses metabolisme tetap berlangsung.
Setelah melewati tahap pupa, serangga akan menjadi dewasa (imago).
3. Factor dalam: makanan, air, aktifitas tubuh, cahaya matahari
Factor luar: hormone dan gen
4. Hewan bertulang belakang dibagi menjadi hewan bersel satu, hewan berpori,
hewan berongga, cacing, hewan lunak, hewan berkulit duri, dan hewan
berkaki beruas-ruas

5.

Mamalia: kangguru
Amfibi: katak
Pisces: ikan koi
Reptile: buaya
Aves: burung merpati
b. SARAN
Beberapa saran dan rekomendasi kepada:
1. Penulis
Makalah ini diharapkan untuk diperbaiki lagi agar lebih berguna dan
bermanfaat bagi pembaca.
2. Mahasiswa dan Siswa
24

Makalah ini dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran bagi mahasiswa


dan siswa, sumber infromasi, dan dapat digunakan sebagai referensi.

REFRENSI
http://sitimunawarohcr7.wordpress.com/ipa-1/pertumbuhan-dan-perkembanganpada-hewan/
http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0056%20Bio
%202-3c.htm
http://sarwoedi.wordpress.com/sebar-ide/anatomi-tubuh-hewan/

25

http://biologirendy.blogspot.com/2012/04/ciri-ciri-morfologi-dananatomi.html#ixzz3FZBgHFeO

26