Anda di halaman 1dari 7

Penyiaran

Proses penyiaran terjadi sejak ide itu diciptakan sampai dengan ide itu
disebarluaskan. Langkah-langkahnya meliputi penggagas ide yang dalam hal
ini adalah komunikator, kemudian ide itu diubah menjadi suatu bentuk pesan
yang dapat dikirimkan baik verbal maupun nonverbal melalui saluran dan atau
sarana komunikasi yang memungkinkan pesan itu mampu menjangkau
khalayak luas (komunikan).
Terselenggaranya penyiaran ditentukan oleh tiga unsur yaitu :
1. Studio
2.

Transmitter

3. Pesawat penerima.
Ketiga unsur ini kemudia disebut sebagai trilogi penyiaran. Paduan ketiganya
ini yang kemudian akan menghasilkan siaran yang dapat diterima oleh
pesawat penerima radio maupun televisi.

Studio merupakan sistem yang cukup berperan dalam sebuah stasiun


penyiaran, sebagai sub sistem yang terintegrasi secara total, bagian studio
memberikan andil untuk penyedia program-program reguler yang bersifat
berkesinambungan. Sistem studio pada umumnya terintegrasi dari berbagai
unit sistem seperti bagian audio, video sistem, dan pencahayaan serta
dilengkapi prasarana seni atau gambar sebagai pendukung produksi
khususnya untuk produksi audio visual. Studio merupakan tempat produksi
informasi sekaligus menyiarkan, yakni mengubah ide dan gagasan menjadi
bentuk pesan baik gambar maupun suara.
Studio sebagai penyuplai program acara dibagi dalam dua kategori besar :

Siaran Langsung, seperti program berita yang memiliki kekuatan informasi


untuk segera disiarkan.

Siaran Rekam, program acara yang direkam terlebih dahulu baik program
acara nondrama seperti musik, olah raga dan program acara drama.

Transmitter merupakan salah satu unsur dalam proses penyiaran yang


berfungsi mengantarkan gambar dan suara dari studio berupa gelombang
elektromagnetik yang membawa muatan informasi untuk dipancarkan atau
disalurkan melalui kabel atau serat optik.

Ada tiga cara sistem satelit komunikasi.


1. Sistem DBS (Panduan Satelit Penyiaran)
2.

Sistem Semi DBS

3. Sistem gabungan (penyaluran dan satelit)

Pesawat Penerima merupakan alat yang berfungsi mengubah


gelombang elektromagnetik yang membawa muatan informasi berupa signal
suara dan atau signal suara dan signal gambar proyeksi menjadi bentuk pesan
yang dapat dinikmati.
Pancaran gelombang elektromagnetik yang membawa muatan signal suara
yang terbentuk melalui microphone, kemudian pancaran ini diterima oleh
sistem antena untuk diteruskan ke pesawat penerima, dan signal suara itu
diubah kembali menjadi suara di dalam audio loudspeaker.Proses ini
menghasilkan siaran radio, sedangkan gelombang elektromagnetik yang
masih membawa signal suara, yang dihasilkan oleh michrophone dan signal
gambar proyeksi, yang dihasilkan oleh sisten lensa dan kemudian diubah
menjadi signal gambar di dalam tabung pengambil gambar maka proses ini
menghasilkan siaran televisi.

Produk Penyiaran Penyiaran merupakan kegiatan penyelenggaraan siaran,


yaitu rangkaian mata acara dalam bentuk audio, suara atau visual gambar
yang dtransmisikan dalam bentuk signal suara atau gambar, baik melalui
udara maupun melalui kabel dan atau serat optik yang dapat diterima oleh
pesawat penerima dirumah-rumah. Output penyiaran adalah siaran. Siaran
adalah benda abstrak yang sangat potensial untuk dipergunakan mencapai
tujuan yang bersifat idiil maupun material. Siaran merupakan hasil kerja
kolektif yang memerlukan dana yang besar banyak tenaga yang kreatif dan
profesional serta sarana elektris canggih yang harganya relatif mahal. Karena
itu produksi Siaran sebenarnya merupakan produksi massal yang memiliki
tujuan untuk menyampaikan informasi, hiburan dan pendidikan kepada
sebagian besar khalayaknya, dengan biaya yang cukup besar. Didalam
penyelenggaraan siaran, para pengelola siaran selalu berupaya untuk
mendekatkan diri kepada khalayak, sehingga ada usaha mengarahkan
kepentingan khalayak yang diawali dengan menarik perhatian khalayak.

Rujukan
^ Wahyudi, JB 1986. Media Massa Televisi, Bandung
^ Domminick, Joseph R 1983,The Dynamic Of Mass Communication, Random
House, New York
^ Effendy, Uchjana Onong, 1990. Radio Siaran Teori dan Praktik.
^ Effendy, Uchjana Onong, 1984. Televisi Siaran Teori dan Praktik.Bandung.
^ Tommy Suprapto 2006, Berkarier dibidang Broadcasting Media
Pressindo,Yogyakarta.
^ Setyobudi, Ciptomo.2005. Pengantar Teknik Broadcasting Televisi,
Yogyakarta.
^ Domminick, Joseph R 1983,The Dynamic Of Mass Communication, Random
House, New York.
Referensi
Tommy Suprapto 2006, Berkarier dibidang Broadcasting Media
Pressindo,Yogyakarta.
Domminick, Joseph R 1983,The Dynamic Of Mass Communication, Random
House, New York.
Effendy, Uchjana Onong, 1984. Televisi Siaran Teori dan Praktik. Bandung.
Effendy, Uchjana Onong, 1990. Radio Siaran Teori dan Praktik. Bandung
Wahyudi, JB 1986. Media Massa Televisi, Bandung
Setyobudi, Ciptomo.2005. Pengantar Teknik Broadcasting Televisi, Yogyakarta.

Latar Belakang Masalah


Kompetensi guru dalam teknik broadcasting adalah kemampuan
dalammeningkatkan pemahaman dan meningkatkan keterampilan dalam
penerapanteknologi dan rekayasa dalam bidang elektronika. Perkembangan
teknologi broadcasting yang semakin berkembang dewasa ini, menjadi salah
satu keahlian yangsangat diminati oleh masyarakat terutama generasi muda
kita. Dengan
adanya perkembangan teknologi elektronika ke arah multimedia tentunya kea
hlian teknik broadcasting menjadi sangat kompleks.Hal ini, tidaklah mudah
dapat dipelajari secara mandiri. Untuk dapatmemahami dan menerapkan

teknologi rekayasa elektronika ke dalam teknik broadcasting


diperlukan pemahaman konsep, teknik, dan sistem broadcasting. Maka,untuk
menyalurkan minat masyarakat terutama kaum muda kita pada
bidang broadcasting, pemerintah melalui Depdikbud telah membuka program
keahlian teknik broadacasting dan menjadikan salah satu program keahlian
pada pendidikan kejuruandi SMK dan di tingkat perguruan tinggi.Modul ini
disusun dalam rangka meningkatan pemahaman dalam konsepdasar sistem
broadcasting, teknik produksi siaran dan penyiaran sesuai
perkembanganteknologi broadcasting radio, televisi, dan multimedia dalam
peralatan,
komponen, prosedur, mekanisme rekomendasi sistem tekomunikasi nasional d
an internasional.Modul ini juga akan menjelaskan dasar-dasar sinyal audio dan
video
yangmerupakan input kompoen yang di ubah menjadi sinyal listrik yang diolah
agardapat ditransmisikan dan diterima sesuai tujuan melalui pesawat
penerima
audio,televisi dan multimedia. Modul ini juga akan menjelasan tahapan
produksisiaran radio dan televisi, Bagaimana prinsip kerja, dan konsep dasar
untukdapat memahami sistem pembentukan suara, gambar pada sistem
radio broadcasting, televisi broadcasting, multimedia dan komputer. Bagaiman
a proses pengolahan sinyal audio dan video analog dan digital dalam terbentu
knya kapasitas bandwidth, jumlah piksel dan kualitas audio
(Stereo,MIDI), resolusi gambar
bagian- bagian sinyal video komposit dan fungsinya, Sistem (PAL ,
NTSC, dan SECAM),sistem pembentukan gambar, pengujian sinyal video,
tabung gambar, LCD,
LED,dan perkembangan teknologi audio dan video. Yang dapat di jadikan baha
n ajar untukkompetensi keahlian siswa SMK bidang keahlian teknik
Broadcasting.

Dimensi Kompetensi
Dimensi kompetensi yang diharapkan dapat menguasai dan
menerapkankonsep dasar teknik dan prosedur sistem transmisi dan receiver
broadcasting radio,televisi, dan multimedia serta meningkatkan kemampuan,
pemahaman danmenerapkan teknologi rekayasa elektronika dalam teknik
broadcasting yang sesuaidengan, adat budaya, agama dan karakteristik
bangsa Indonesia.
Kompetensi yang hendak dicapai
Setelah mempelajari modul ini diharapkan para guru dapat
mengembangkanstandar kompetensi untuk siswa SMK dalam

mengembangkan keahliannya, terutamadalam teknik broadcasting sebagai


tenaga teknis baik pada pra produksi, produksisiaran dan transmisi sinyal
dalam bidang keahlian teknik broadcasting.
Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator pencapaiain diklat ini apabila peserta diklat, setelah
mempelajarimodul ini diharapkan dapat :
1. Memahami Dasar-Dasar Produksi Penyiaran (Broadcasting).

2. Mengetahui Teknik transmisi sinyal audio dan video analog dan digital
pada sistem broadcasting.

3. Memahami Dasar-Dasar Sistem Peralatan Penerima


Penyiaran(Broadcasting).

4. Memahami Standarisasi sistem Radio dan Televisi


Broadcasting Analog danDigital sesuai aturan International
Telecommunication Union (ITU).
5.

Memahami Produksi Penyiaran (Broadcasting).

Alokasi Waktu

No
.

Materi

1.

Memahami Dasar-Dasar Produksi Penyiaran (Broadcasti


ng)

2 jam

2.

Mengetahui Teknik transmisi sinyal audio dan video ana


log dandigital pada sistem broadcasting

2 jam

Alokasi
Waktu

3.

Memahami Dasar-Dasar Sistem Peralatan


PenerimaPenyiaran (Broadcasting)

2 jam

4.

Memahami Standarisasi sistem Radio dan TelevisiBroad


casting Analog dan Digital sesuai aturan
InternationalTelecommunication Union (ITU)

2 Jam

5.

Memahami Produksi Penyiaran (Broadcasting)

2 jam

Jumlah 10 ja
m

1. Perkenalan.
2. Penjelasan dimensi kompetensi, indicator,alokasi waktu, dan
scenario pendidikan dan pelatihan (diklat) dan strategi pembelajaran.
3. Ekplorasi pemahaman peserta tentang perkembangan teknologi
elektronikadalam teknik broadcasting.
4. Pre test.

Penyampaian materi :

A. Menggunakan pendekatan pengetahuan dan pemahaman


perkembangan peralatan teknik broadcasting radio, televisi, multimedia
, dan multimediadan komputer. Peranan instruktur sebagai fasilitator.

B. Menjelaskan dan mendiskusi teknik, dan prosedur pada sistem instalasi


dan mengidentifikasi peralatan dan manajemen program penyiarann
pada stasiun broadcasting.

C. Mendesain sistem transmisi dan penerima pesawat elektronika untuk


dipergunakan dalam broadcasting. ( Diberikan pada tingkat lanjut ).

D. Membuat perencanaan program siaran untuk stasiun


broadcastin,televisi, mulitimedia dan computer.

Post test.

Refleksi antara siswa dan instruktur mengenai kesimpulan


implementasi teknologi dan rekayasa peralatan teknik broadacasting dan pen
gembangan program penyiaran dalam dimensi adat, budaya, dan
agama sesuai keyakinannya masing-masing.