Anda di halaman 1dari 3

Tugas Praktikum

TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN

Disusun Oleh :
Ulfa Ullinuha
Yusuf Mufti B
Hanifah Evi Maulida
Ahmad Zaki Idris

145040200111007
145040201111061
145040201111288
145040207111075

Kelas : R
Kelompok: Padi (S1)

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2015
Daur Fosfor

Gambar Skema Daur Fosfor


Penjelasan :
Fosfor akan berada di alam menggunakan bentuk ion fosfat. Sebagian
besar ketersediaan fosfor dalam tanah berasal dari pelapukan batuan fosfat,
tanaman, tanah dan bahan organik. Batuan tersebut lapuk oleh perubahan cuaca
dan terkikis air. Pelapukan batuan mineral (endapan batuan fosfat, fosil tulang)
yang hanyut di perairan. Fosfat yang terlarut di lautan dalam akan membentuk
endapan fosfor. Endapan ini tidak dapat dimanfaatkan lagi karena tidak ada arus
air di perairan dalam. Fosfat yang terlarut di perairan dangkal teraduk oleh arus air
sehingga menyuburkan ekosistem. Fosfat dari pelapukan batuan fosfat meresap ke
dalam tanah dan menyuburkan tanaman sekitarnya.
Tumbuhan dan hewan yang mati, kotoran ternak, dan urinnya akan terurai
menjadi fosfat organik. Proses penguraian dibantu oleh bakteri (Bacillus atau
Pseudomonas) menguraikan fosfat organik ini menjadi fosfat anorganik, karena
tanaman menyerap unsur p dalam bentuk ion ortofosfat (H 2PO4-) dan ion
ortofosfat sekunder (HPO4). Selain itu, unsur P masih dapat diserap dalam bentuk

lain, yaitu bentuk pirofosfat dan metafosfat, bahkan ada kemungkinan unsur P
diserap dalam bentuk senyawa organik yang larut dalam air, misalnya asam
nukleat dan phitin.. Fosfat ini akan tersimpan ke dalam tanah kembali dan diserap
oleh tumbuhan. Di lahan pertanian tidak semua unsur P yang terserap oleh
tanaman, karena ada juga yang tercuci, erosi dan menguap ke udara.
(Rosmarkam, 2002)
Daftar Pustaka
Rosmarkam, Afandhie. 2002. ILMU KESUBURAN TANAH. Yogyakarta: Penerbit
Kanisius.