Anda di halaman 1dari 21

ORAL EXAM

KATARAK SENILIS MATUR DISERTAI


GLAUKOMA SUDUT TERRBUKA ODS
DOKTER PEMBIMBING :
dr. Djoko Heru Santoso,
Sp.M

Disusun Oleh :
Alfian Kusuma Saputa
01226317
KEPANITERAAN ILMU PENYAKIT MATA RSUD KUDUS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN
AGUNG SEMARANG
Periode 15 Juni 2015 11 Juli 2015
1

I. IDENTITAS PASIEN

Nama lengkap
: Tn. S
Umur
: 79 tahun
Agama
: Islam
Alamat
: Dalangan Barongan
Pekerjaan
: Wiraswasta
No. RM
: 337.241
Tanggal Pemeriksaan : 27 Juni 2015
2

II. ANAMNESIS
Autoanamnesis pada tanggal 27 Juni
2015 jam 09.00 di Poli Mata.
A. Keluhan Utama

Pandangan kabur berkabut

II. ANAMNESIS
B. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke poli mata RSUD Kudus
dengan keluhan pandangan kabur seperti
melihat kabut disertai ceokt-cekot pada mata
kanan dan kiri sejak lima tahun lalu.
Pandangan berkabut dirasa semakin
mengganggu. Rasa cekot-cekot semakin
menjadi saat malam hari. Sejak muncul
keluhan, pasien berobat ke dokter mata dan
didiagnosa adanya katarak dan glaukoma
pada mata kanan dan kiri.
4

II. ANAMNESIS
Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat
:
Penyakit
Keluarga :

Riwayat Sosial
Ekonomi :

Riwayat operasi mata (-)


Riwayat pemakaian
kacamata (-)
Riwayat Hipertensi (-)
Riwayat Diabetes Mellitus
(+)

Pasien sudah tidak


bekerja
Pasien tinggal dengan
keluarganya dengan
kondisi ekonomi
menengah

Tidak ada
keluhan serupa
sebelumnya di
keluarga

III. PEMERIKSAAN FISIK


A. STATUS PRESENT
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran
: Compos mentis
Vital Sign

Tekanan Darah
: 130/90 mmHg
Nadi
: 85 kali/ menit
Suhu
: 36,5 0C
Respiration Rate (RR) : 20 x / menit

Status Gizi

: Cukup
6

III. PEMERIKSAAN FISIK


B. STATUS OFTALMOLOGI

III. PEMERIKSAAN FISIK


B. STATUS OFTALMOLOGI
OCULI DEXTRA (OD)
PEMERIKSAAN
OCULI SINISTRA (OS)

1/300
Visus
1/300
-

Koreksi

Gerak bola mata normal,


enoftalmus (-), eksoftalmus (-),

Gerak bola mata normal, enoftalmus (-),

Bulbus okuli

eksoftalmus (-),

strabismus (-)

strabismus (-)

Edema (-), hiperemis(-),

Edema (-), hiperemis(-),

nyeri tekan (-),

Palpebra

nyeri tekan (-),

blefarospasme (-), lagoftalmus (-)

blefarospasme (-), lagoftalmus (-)

ektropion (-), entropion (-)

ektropion (-), entropion (-)

III. PEMERIKSAAN FISIK

OCULI DEXTRA (OD)

PEMERIKSAAN

OCULI SINISTRA (OS)

Edema (-),
injeksi silier (-),

Edema (-),
Konjungtiva

injeksi cilier (-),

injeksi konjungtiva (-),

injeksi konjungtiva (-),

infiltrat (-),

infiltrat (-),

hiperemis (-)

hiperemis (-)

Putih
Bulat, jernih,

Sklera

Putih
Bulat, jernih

edema (-),

Kornea

edema (-),

arkus senilis (-)

arkus senilis (-)

keratik presipitat (-), infiltrat (-),

keratik presipitat (-), infiltrat (-),

sikatriks (-)

sikatriks (-)

Jernih, dangkal, hipopion (-),

Camera Oculi Anterior

Jernih, dangkal,

hifema (-)

(COA)

hipopion (-), hifema (-),

III. PEMERIKSAAN FISIK


OCULI DEXTRA (OD)

PEMERIKSAAN

Kripta(+), atrofi (-) coklat,


edema(-), synekia (-)

OCULI SINISTRA (OS)

Kripta(+), atrofi (-) coklat,


Iris

Bulat, Diameter 3mm

edema(-), synekia (-)


Bulat, Diameter 3mm

refleks pupil L/TL: +/+

Pupil

refleks pupil L/TL: +/+

Kekeruhan diseluruh bagian

Lensa

Kekeruhan diseluruh bagian

Tidak dapat dinilai

Vitreus

Tidak dapat dinilai

Tidak dapat dinilai

Retina

Tidak dapat dinilai

(-)

Fundus Refleks

(-)

N+

TIO

N+

10

IV. RESUME
Subjektif :
Pandangan kabur berkabut ODS
Cekot-cekot pada kedua mata semakin
parah saat malam hari
Tidak ada keluhan mata merah atau
gatal

11

IV. RESUME

Objektif :

OCULI DEXTRA(OD)

PEMERIKSAAN

OCULI SINISTRA(OS)

1/300

Visus

1/300

Koreksi

Jernih, dangkal, hipopion (-),

Camera Oculi Anterior

Jernih, dangkal, hipopion (-),

hifema (-)
Kekeruhan diseluruh bagian

(COA)
Lensa

hifema (-),
Kekeruhan diseluruh bagian

Tidak dapat dinilai

Vitreus

Tidak dapat dinilai

Tidak dapat dinilai

Retina

Tidak dapat dinilai

(-)

Fundus Refleks

(-)

N+

TIO

N+

12

V. DIAGNOSA DIFFERENSIAL
OD

OS

Mata tenang visus turun perlahan

Mata tenang visus turun perlahan

Katarak senilis imatur

Katarak senilis imatur

Katarak senilis matur

Katarak senilis matur

Miopia

Miopia

Hipermetropi

Hipermetropi

Presbiopi

Presbiopi

Glaukoma Sudut terbuka

Glaukoma Sudut terbuka

Glaukoma Sudut tertutup

Glaukoma Sudut tertutup

13

VI. DIAGNOSA KERJA


1. Katarak senilis stadium matur ODS
2. Glaukomaa Sudut terbuka

14

VII. DASAR DIAGNOSIS


1. Katarak ODS
Subjektif
Pandangan kabur berkabut ODS
Tidak ada mata gatal atau kemerahan

15

Objektif
OCULI DEXTRA(OD)

PEMERIKSAAN

OCULI SINISTRA(OS)

1/300
Kekeruhan diseluruh

Visus
Lensa

1/300
Kekeruhan diseluruh

bagian
Tidak dapat dinilai
Tidak dapat dinilai
(-)

bagian
Vitreus
Retina
Fundus Refleks

Tidak dapat dinilai


Tidak dapat dinilai
(-)

16

VII. DASAR DIAGNOSIS


2. Glaukoma Sudut terbuka ODS
Subjektif
Cekot-cekot pada kedua mata
Cekot-cekot semakin dirasa saat malam
hari

17

Objektif
OCULI DEXTRA(OD)

PEMERIKSAAN

OCULI SINISTRA(OS)

1/300

Visus

1/300

Koreksi

Jernih, dangkal, hipopion

Camera Oculi Anterior

Jernih, dangkal,

(-), hifema (-)

(COA)

hipopion (-), hifema (-),

N+

TIO

N+

18

VIII. TERAPI
1. Katarak Senilis stadium imatur ODS
Intra Capsuler Cataract Ekstraksi (ICCE)
Extra Capsular Cataract Extraction
(ECCE)
Phakoemulsifikasi
SICS

2. Glaukoma Sudut terbuka


Timolol 0,5 % 2 gtt 1 ODS
Acetazolamide 250 mg 3 gtt 1 ODS
19


IX. PROGNOSIS
OKULI DEKSTRA (OD)

OKULI SINISTRA (OS)

Quo Ad Visam

Dubia ad bonam

Dubia ad bonam

Quo Ad Vitam

ad bonam

ad bonam

Quo Ad Kosmetikam

ad bonam

ad bonam

Quo Ad Sanam

ad bonam

ad bonam

20

X. USUL DAN SARAN


USUL
Operasi katarak untuk
mendapatkan visus yang lebih
baik

SARAN
Evaluasi tekan intra okuler
untuk mencegah terjadinya
kompresi n.II yang dapat
memperburuk visus.

Periksa Tekanan Intra Okuler


dengan tonometer untuk
mengetahui angka pasti
tekanan intra okuler

21