Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE


PADA KELUARGA PASIEN DI RAWAT INAP LANTAI II
Satuan Acara Pendidikan Kesehatan
Hari/Tanggal

: Sabtu, 8 Agustus 2015

Waktu

: 25 menit

Tempat Pelaksanaan

: Ruang Rawat Inap Lantai II RS Bhakti Rahayu

Sasaran

: Pasien dan Keluarga Pasien

Topik Kegiatan

: Pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue

Sub Topik

: 1. Definisi penyakit demam berdarah dengue


2. Penyebab demam berdarah dengue
3. Gejala-gejala yang dialami penderita demam berdarah
dengue
4. Penanganan dan pencegahan demam berdarah dengue

A. LATAR BELAKANG
B. TUJUAN
1) Tujuan Umum
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 25 menit diharapakan sasaran dapat
mengerti dan memahami mengenai pencegahan demam berdarah dengue.
2) Tujuan Khusus
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan sasaran dapat:
1. Memahami dan mampu menyebutkan kembali definisi demam berdarah
dengue.
2. Memahami dan mampu menyebutkan kembali penyebab terjadinya demam
berdarah dengue.
3. Memahami dan mampu menyebutkan kembali tanda dan gejala demam
berdarah dengue.
4. Memahami dan mampu menyebutkan carapenanganan dan pencegahan
demam berdarah dengue

C. PESERTA PENYULUHAN
Keluarga pasien dengan DHF.
D. PENYELENGGARA PENYULUHAN
Penyelenggara penyuluhan pencegahan demam berdarah adalah TIM PPK RS Bhakti
Rahayu.
E. METODE PELAKSANAAN
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
F. STRATEGI PELAKSANAAN
Tahap
Pembukaa
n

Kegiatan
1. Mengucapkan

Waktu
5 menit

salam
2. Melakukan
perkenalan
diri
3. Menyampaika
n maksud dan
tujuan
4. Mengadakan

Kerja

kontrak waktu
Penyuluh
menjelaskan
mengenai:
1. Definisi
penyakit
demam
berdarah
dengue
2. Penyebab
mengalami

10 menit

demam
berdarah
dengue
3. Gejala-gejala
yang

dialami

penderita
demam
berdarah
dengue
4. Cara
penanganan
dan
pencegahan
demam
berdarah

Penutup

dengue
1. Tanya jawab
1. Menyimpulka
n

5 menit
5 menit

seluruh

materi

yang

diberikan dan
mengevaluasi
jalannya
ceramah.
2. Mengakhiri
kontrak
3. Melakukan
evaluasi
kegiatan
4. Salam
penutup
Jumlah
G. MEDIA DAN ALAT

25 menit

1. Leaflet
2. Laptop
3. LCD proyektor
H. SETTING TEMPAT
1

Keterangan gambar:
1. Penyuluh
2. Peserta
I. KRITERIA EVALUASI
1.

Evaluasi Struktur
Rencana kegiatan dipersiapkan 2 hari sebelum kegiatan.

2.

Evaluasi Proses
Penyuluhan berjalan lancar sesuai dengan yang telah disusun. Peserta
penyuluhan dapat aktif dalam mengikuti penyuluhan.

3.

Evaluasi Hasil
a. Peserta paham dan dapat menjelaskan kembali mengenai definisi penyakit
demam berdarah dengue.
b. Peserta dapat menyebutkan kembali mengenai penyebab demam berdarah
dengue.
c. Peserta paham dan dapat menyebutkan kembali mengenai gejalagejalademam berdarah.
d. Peserta mampu menyebutkan cara penanganan dan pencegahan demam
berdarah dengue.

J. LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Materi

Lampiran Materi
MATERI PENYULUHAN
PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE
A. Pengertian Demam Berdarah

Demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang
ditularkan oleh nyamuk. Demam berdarah dengue adalah penyakit akut dengan
onset mendadak yang biasanya dengan gejala seperti sakit kepala, demam,
kelelahan, otot parah dan nyeri sendi, pembengkakan kelenjar (limfadenopati), dan

ruam (Cunha, 2012).


Demam berdarah dengue adalah infeksi yang ditularkan nyamuk ditemukan di
daerah tropis dan sub-tropis di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun terakhir,
transmisi telah meningkat terutama di daerah perkotaan dan semi perkotaan dan

telah menjadi masalah kesehatan utama masyarakat internasional (WHO, 2012).


Demam berdarah dengue adalah infeksi berat yang berpotensi mematikan yang
disebarkan oleh spesies nyamuk tertentu (Aedes aegypti) (ADAM, 2010).
Kesimpulan :
Dengue Haemorhagic Fever adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue
yang ditularkan oleh nyamuk ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis di seluruh
dunia dengan gejala seperti sakit kepala, demam, kelelahan, otot parah dan nyeri
sendi, pembengkakan kelenjar (limfadenopati), dan ruam.

B. PENYEBAB DEMAM BERDARAH DENGUE :


Demam dengue dan demam berdarah dengue disebabkan oleh virus dengue yang
tergolong dalam genus Flavivirus, keluarga Flaviviridae. Flavivirus merupakan
virus dengan diameter 30 nm terdiri dari asam ribonukleat rantai tunggal dengan
berat molekul 4 x 106. Virus dengue berbentuk batang, bersifat termolabil, sensitif
terhadap inaktivasi oleh dietileter dan natrium dioksikolat, stabil pada suhu 70 0 C.
Dalam laboratorium virus dengue dapat bereplikasi dalam tubuh mamalia seperti
tikus, kelinci, anjing, kelelawar, dan primate. Penelitian pada arthropoda
menunjukkan virus dengue dapat bereplikasi pada nyamuk genus Aedes dan
Toxorhynchites. Terdapat 4 serotipe virus yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4
yang semuanya dapat mengakibatkan demam berdarah dengue. Keempat DEN
ditemukan di Indonesia dengan DEN-3 dengan jumlah terbanyak. Dengue 1 dan 2

ditemukan di Irian ketika berlangsungnya perang dunia ke-III, sedangkan dengue 3


dan 4 ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun 1953 1954. Virus dengue
jenisnya dapat dibagi 2 :
1. Virus dengue sejenis arbovirus.
2. Virus dengue tergolong dalam family Flavividae dan dikenal ada 4 serotif,
Dengue 1 dan 2 ditemukan di Irian ketika berlangsungnya perang dunia ke
II, sedangkan dengue 3 dan 4 ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun
1953-1954. Virus dengue berbentuk batang, bersifat termoragil, sensitif
terhadap in aktivitas oleh diatiter dan natrium diaksikolat, stabil pada suhu
70oC. Keempat serotif tersebut telah di temukan pula di Indonesia dengan
serotif ke 3 merupakan serotif yang paling banyak.
Vektor utama dengue di Indonesia adalah nyamuk Aedes aegypti, di samping pula
Aedes albopictus. Vektor ini mepunyai ciri-ciri:
a) Berwarna hitam, berbintik-bintik putih pada kaki dan badannya.
b) Menggigit pada siang hari
c) Hidup di tempat-tempat yang agak gelap dan lembab serta kurang sinar
matahari
d) Jarak terbang <100 meter dan senang mengigit manusia.
e) Bertelur dan berkembang biak di air jernih yang tidak kontak langsung
dengan tanah.
f) Pertumbuhan dari telur menjadi nyamuk sekitar 10 hari.
C. GEJALA-GEJALA DEMAM BERDARAH DENGUE :
Tanda-tanda dan gejala penyakit DBD adalah :
1. Demam
Penyakit DBD didahului oleh demam tinggi yang mendadak terus-menerus
berlangsung 2 - 7 hari, kemudian turun secara cepat. Demam secara mendadak
disertai gejala klinis yang tidak spesifik seperti: anorexia, lemas, nyeri pada
tulang, sendi, punggung dan kepala.
2. Manifestasi Pendarahan.

Perdarahan terjadi pada semua organ umumnya timbul pada hari 2-3 setelah
demam. Sebab perdarahan adalah trombositopenia. Bentuk perdarahan dapat
berupa :
- Ptechiae
- Purpura
- Echymosis
- Perdarahan conjunctiva
- Perdarahan dari hidung (mimisan atau epestaxis)
- Perdarahan gusi
- Muntah darah (Hematemesis)
- Buang air besar berdarah (melena)
- Kencing berdarah (Hematuri)
Gejala ini tidak semua harus muncul pada setiap penderita, untuk itu diperlukan
torniquet test dan biasanya positif pada sebagian besar penderita Demam
Berdarah Dengue.
3. Pembesaran hati (Hepatomegali).
Pembesaran hati dapat diraba pada penularan demam. Derajat pembesaran hati
tidak sejajar dengan berapa penyakit pembesaran hati mungkin berkaitan dengan
strain serotype virus dengue.
4. Renjatan (Shock).
Renjatan dapat terjadi pada saat demam tinggi yaitu antara hari 3-7 mulai sakit.
Renjatan terjadi karena perdarahan atau kebocoran plasma ke daerah ekstra
vaskuler melalui kapiler yang rusak. Adapun tanda-tanda perdarahan:
a) Kulit teraba dingin pada ujung hidung, jari dan kaki.
b) Penderita menjadi gelisah.
c) Nadi cepat, lemah, kecil sampai tak teraba.
d) Tekanan nadi menurun (menjadi 20 mmHg atau kurang)
e) Tekanan darah menurun (tekanan sistolik menurun sampai 80 mmHg atau
kurang). Renjatan yang terjadi pada saat demam, biasanya mempunyai
kemungkinan yang lebih buruk.
5. Gejala Klinis Lain.
Gejala lainnya yang dapat menyertai ialah : anoreksia, mual, muntah, lemah,
sakit perut, diare atau konstipasi dan kejang.

(WHO mengklasifikasikan DHF menurut derajat penyakitnya menjadi 4 golongan,


yaitu :

Derajat I
Demam disertai gejala klinis lain, tanpa perdarahan spontan. Panas 2-7 hari,
uji tourniquet positif, trombositipenia, dan hemokonsentrasi.

Derajat II
Sama dengan derajat I, ditambah dengan gejala-gejala perdarahan spontan
seperti petekie, ekimosis, hematemesis, melena, perdarahan gusi.

Derajat III
Ditandai oleh gejala kegagalan peredaran darah seperti nadi lemah dan
cepat (>120x/mnt ) tekanan nadi sempit ( 120 mmHg ), tekanan darah
menurun, (120/80 120/100 120/110 90/70 80/70 80/0
0/0).

Derajat IV
Nadi tidak teraba, tekanan darah tidak teatur (denyut jantung 140x/mnt)
anggota gerak teraba dingin, berkeringat dan kulit tampak biru.Dinda, 2010)

D. CARA PENANGANAN DAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE :


Penanganan pertama pada penderita demam berdarah dengue sebelum di rujuk ke
rumah sakit, menurut Dinas Kesehatan adalah :
1. Memberi minum sebanyak-banyaknya, dapat berupa :

Air Masak

Teh manis

Air Kelapa

Oralit

2. Kompres hangat untuk mengatasi demam


3. Berikan Obat Penurun Panas
4. Rujuk ke Rumah Sakit terdekat
Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi
vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang

tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol
penyakit yang disebabkan nyamuk.
Hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit
demam berdarah, sebagai berikut:
1. Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, rutin olahraga,
dan istirahat yang cukup
2. Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat
tinggal dan melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup wadah
yang dapat menampung air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat
menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk, meski pun dalam hal
mengubur barang-barang bekas tidak baik, karena dapat menyebabkan
polusi tanah. Akan lebih baik bila barang-barang bekas tersebut didaurulang
3. Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa,
sedangkan bubuk abate akan mematikan jentik pada air. Keduanya harus
dilakukan untuk memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk
4. Rumah selalu terang
5. Tidak menggantung pakaian kotor
6. Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita
mengalami demam atau panas tinggi

DAFTAR PUSTAKA
ADAM.
2010.
Dengue
Hemmoragic
Fever,
(http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0002349/, diakses
2014)
Cunha.

(online)
Januari

2012.
Dengue
Hemmoragic
Fever,
(online)
(http://www.medicinenet.com/dengue_fever/article.htm#what_is_dengue_fever,
diakses 7 Januari 2014)

Dinda. 2010. Konsep penyakit DHF, (online) (http://www.itokindo.org, diakses 7 Januari


2014)
Mansjoer, Arif. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3 Jilid II. Jakarta : EGC.
WHO.

2012.
Dengue
Hemmoragic
Fever
Facts,
(online)
(http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs117/en/, diakses 7 Januari 2014)