Anda di halaman 1dari 3

Pengujian Benih Aren

1 Pengujian Laboratorium
Tujuan pengujian laboratorium adalah untuk mengetahui mutu fisik,
fisiologis dan genetis kelompok calon benih dilakukan uji laboratorium. Uji
laboratorium harus mewakili kelompok calon benih yang telah lulus pada
tahap

sertifikasi

seragam

sebelumnya,

mutunya

jelas

(Homogen).

pembentukan

Pengujian

kelompoknya

laboratorium

hanya

dan
dapat

dilakukan setelah pengolahan calon benih. Pedoman pengujian contoh


benih di laboratorium mengacu pada peraturan Internasional Seed Testing
Association (ISTA).
Pengujian terbagi menjadi 3 yaitu :
1. Pengujian laboratoris mutu fisik bertujuan untuk mengetahui kondisi
penampilan

fisik

benih

seerti

Kadar

Air,

Warna,

Kesegaran,

Kebersihan, Ukuran/Berat dan Keseragaman Benih.


2. Pengujian laboratoris mutu fisiologi bertujuan untuk mengetahui
Daya Hidup (Viabilitas), Daya Kecambah, Kekuatan Tumbuh/Daya
Simpan (Vigor), dan Kesehatan Benih.
3. Pengujian laboratoris mutu genetis bertujuan untuk mengetahui
kemurnian varietas. Pengujian laboratoris mutu genetis hanya dapat
dilakukan terhadap varietas tertentu, dan dilaksanakan secara
manual

berdasarkan

ciri-ciri

morfologis

benih,

secara

kimia,

biokimia, dan atau penyinaran.


Macam-macam pengujian mutu benih yang dapat dilakukan di
laboratorium benih dibedakan atas 2 golongan,yaitu :
a) Pengujian Standar
Pengujian standar adalah pengujian-pengujian untuk keperluan
pengisian/pengecekan data label yang umumnya terdiri dari :
1) Penetapan Kadar Air
2) Pengujian Kemurnian Fisik
3) Penetapan Varietas Lain
4) Pengujian Daya Tumbuh.

b) Pengujian Khusus/Spesifik
Pengujian khusus/spesifik adalah pengujian tentang sifat-sifat
benih yang mencirikan mutu spesifik dari benih atau kelompok benih
dan hanya dilakukan atas permintaan khusus dari pengirim/pemilik
benih.
Pengujian khusus terdiri dari:
1) Pengujian viabilitas benih secara biokemis
2) Penetapan berat 1000 butir
3) Pengujian heterogenitas kelompok benih
4) Pengujian kesehatan benih
5) Pengujian kebenaran/verifikasi jenis/kultivar
6) Pengujian vigor.
a. Penetapan Kadar Air
1. Tujuan
Untuk mengetahui kadar air benih dengan menggunakan metode
yang sesuai bagi keperluan rutin.
2. Definisi
Kadar air benih adalah berat air yang hilang karena pemanasan atau
air yang dapat dikumpulkan karena destilasi (dengan cara yang
ditetapkan) yang dinyatakan dalam % terhadap berat asli contoh
benih.
Sertifikasi Benih Aren
Sertifikasi berarti penetapan standar mutu dan legalitas pada suatu produk, produk
bermutu berarti kepuasan bagi konsumen, dan produk legal berarti diakui. Maka,
produk benih yang berkualitas berarti menghasilkan profit yang menguntungkan
bagi petani maupun penangkar benih dan sudah memiliki legalitas hukum maupun
hak paten. Dengan mutu benih yang memiliki kualitas unggul, maka penyeragaman
daya tumbuh tanaman akan menghasilkan panen yang lebih banyak dan
menguntungkan. Sertifikasi Benih Tanaman Aren meliputi
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pemeriksaan lapangan;
Pengawasan panen dan pasca panen;
Pemeriksaan alat panen dan pengolahan data;
Pengambilan contoh benih untuk uji laboratoris;
Penetapan lulus / tidak lulus suatu benih dalam rangka sertifikasi;
Pengawasan pemasangan label dan segel sertifikasi;

7. Pengumpulan

dan

penilaian

data

pelaksanaan

sertifikasi

untuk

penyempurnaan penerapan sistem sertifikasi benih;


8. Pengadaan label sertifikasi benih;
9. Pengembangan metode sertifikasi;
10.Petak Pembanding / Check Plot;
11.Pencatatan dan penyimpanan data yang berhubungan dengan kegiatan
tersebut.

Kemasan