Anda di halaman 1dari 41

Teknologi

Teknologi Underwater
Underwater Welding
Welding Wet
Wet SMAW
SMAW
Dipresentasikan Oleh :
Surasno
BALAI BESAR BAHAN DAN BARANG TEKNIK
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBAGAN INDUSTRI
DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN

Disampaikan dalam Seminar Teknologi Pengelasan Bawah Air


Bandung 8 Desember 2005

Pendahuluan
Pendahuluan
Indonesia terdiri dari lautan dan daratan memiliki
sumber kekayaan alam yang ada dilautan jumlahnya
sangat banyak. Umumnya sumber natural carbon
hydrate berada di bawah laut. Dari aspek ekonomis
sumber daya alam ini harus dimanfaatkan pada
situasi sekarang dan yang akan datang
Minyak dan gas bumi dikedalaman laut merupakan
sumber kekayaan alam jumlahnya sangat melimpah
harus diekplorasi dan diolah supaya menjadi bahan
yang bermanfaat untuk kepentingan kehidupan umat
manusia.

Pendahuluan
Pendahuluan
Lanjutan

Lanjutan
Penambangan, pengolahan
dan pendistribusian minyak dan gas
bumi di dalam laut perlu penanganan yang baik menggunakan
peralatan engineering dan teknologi yang memadahi. Seperti
suatu sarana
bangunan kontruksi lepas pantai flatform dan
penyaluran produksi dari flatform ketujuan menggunakan pipa
saluran dalam laut harus aman tanpa hambatan.
Pada kondisi yang tidak memungkinkan dikerjakan didarat
maka solusi kondisi yang sangat terpaksa harus dikerjakan
dibawah air yang sangat berbeda dari lingkungan atmosfir.
Pekerjaan kontruksi yang terendam di dalam air adalah
teknologi under water welding

Kegiatan Teknologi
Teknologi Underwater
Underwater
Kegiatan
Welding
Welding
1. Pipe line minyak dan gas offshore
yang
menghubungkan dari
platform ke platform,
platform
ke tangki penimbun. Dari bagian
sambungan pipa yang tidak mungkin dikerjakan
diatas bus kapal, maka kontruksi maupun
perbaikan di dalam laut.
2. Bagian-bagian platform yang kontak dengan air
laut memerlukan cara-cara pengelasan di dalam
air ketika pemeliharaan dan perbaikan.

Kegiatan Teknologi
Teknologi Underwater
Underwater
Kegiatan
Welding
Lanjutan
Welding
Lanjutan
3. Transportasi antar pulau mengunakan kapal-kapal
laut, tangker bermuatan minyak dan gas sewaktuwaktu
mengalami kebocoran keadaan darurat
memerlukan perbaikan di dalam air
4. Dermaga (jeti) bagian kontruksi baja yang
terendam dalam air ketika mengalami kerusakan
memerlukan pemeliharaan dan perbaikan di dalam
air.
5. Tangki-tangki penimbun dan system perpipaan di
dalam laut sewaktu-waktu mengalami kebocoran
keadaan darurat memerlukan perbaikan di dalam
air

Kegiatan Teknologi
Teknologi Underwater
Underwater
Kegiatan
Welding
Lanjutan
Welding
Lanjutan
Secara umum teknologi offshore
(lepas
pantai)
pengelasan
dipermukaan
air
adalah
prioritas utama,
sedangkan
pengelasan di dalam air adalah
bagian kecil dan demikian itu
bilamana tidak memungkinkan
untuk dikerjakan dipermukaan
air.

Power Sources
Sources Underwater
Underwater Welding
Welding
Power
Nyala busur pengelasan dapat dikorelasikan dengan besar
atau kecilnya karakteristik sumber
tenaga listrik
yang
dilewatkan pada Elektroda. Under water welding memerlukan
unjuk kerja power sources yang sesuai kebutuhan nyala busur.
Kegagalan hasil pengelasan dapat terjadi oleh unjuk kerja
nyala busur las yang tidak stabil.
Pemakaian power source pengelasan merupakan hal yang
sangat penting untuk menjamin bahwa proses las dan power
sources
yang
digunakan
dalam
kondisi
baik
untuk
merekomendasikan tujuan pengelasan.
Faktor-faktor pertimbangan dalam memilih
desain power
source, supply listrik, pengemasan, kemampuan pemeliharaan
dan persyaratan keamanan termasuk juga spesifikasi static dan
karakteristik hasil daya penggerak

Persyaratan Proses
Proses Underwater
Underwater
Persyaratan
Welding
Welding
Pengaruh tekanan pada unjuk kerja dan persyaratan parameter
las berkembang sesuai perubahan sifat-sifat nyala busur.

Pada proses las nyala busur diperoleh dari suatu sumber listrik
yang menghasilkan nyala plasma. Untuk tujuan pengelasan nyala
busur harus seragam dan stabil.
Struktur bentuk nyala busur harus dikontrol oleh sifat nyala
plasma, kondisi lingkungan dan parameter las yang mendukung
busur nyala.
Sebagai contoh pada tekanan normal yang dinaikan
satu
atmosphere sifat-sifat pisik dari plasma mengubah kerapatan
density dan akan meningkat pada tekanan absulut.
Meningkatnya konduktivitas panas menyebabkan membesarnya
energy bebas dari bagian luar nyala busur didalam meneruskan
sumber tegangan busur.

Proses Underwater
Underwater Welding
Welding SMAW
SMAW
Proses
Proses pengelasan melalui peleburan logam yang
dihasilkan oleh panas dari nyala busur antara ujung
tip elektroda
yang dilapisi pembungkus dan
permukaan logam induk yang dilas.
Proses las SMAW umumnya digunakan pada kondisi
atmosphere, dan selanjutnya pengelasan SMAW
digunakan
juga
pada
underwater
welding.
Merupakan proses yang paling awal pada teknologi
pengelasan
didalam
air.
Gambar
berikut
memperlihatkan perbedaan underwater welding wet
dan under water welding dry SMAW.

Proses Underwater
Underwater Welding
Welding SMAW
SMAW
Proses
Lanjutan
Lanjutan

(a)

(b)

Underwater welding wet (a) underwater welding dry (b)

Proses Underwater
Underwater Welding
Welding SMAW
SMAW
Proses
Lanjutan
Lanjutan

Teknologi Underwater Welding Wet SMAW (UWWSMAW) adalah proses las pada logam-logam yang
kontak langsung dengan air. Proses ini umumnya
memiliki kesamaan proses las didarat, yang menjadi
perbedaan pada UWW- SMAW mengalami tekanan di
kedalaman air dan lingkungan basah.
Dengan sedikit modifikasi peralatan akan memenuhi
persyaratan sebagaimana pengelasan di darat.
Proses las yang paling awal digunakan didalam air
adalah proses SMAW
Teknologi UWW-SMAW
adalah proses las yang
spesifik digunakan untuk pekerjaan ringan pada
pemeliharaan, perbaikan dan kontruksi lapangan.

Proses Underwater
Underwater Welding
Welding SMAW
SMAW
Proses
Lanjutan
Lanjutan

Hal khusus dari proses UWW-SMAW adalah modifikasi


dari beberapa bahan
tambahan yang diperlukan
untuk
melindungi nyala busur efektif
pada
lingkungan basah. Seperti mencegah kebocoran busur
nyala melindungi elektroda dari lingkungan air.
Lapisan elektroda lebih effective untuk mencegah
kebocoran arus dan kedap air pada elektroda.

Keuntungan Underwater
Underwater Welding
Welding
Keuntungan
Wet SMAW
SMAW
Wet

Keuntungan teknologi UWW-SMAW terhadap pengelasan yang


lain adalah:

1. Peralatan relatif sederhana, murah dan portable


2. Logam inti, fluk pembungkus dan logam las relatif terlindungi
dari pengaruh oksidasi selama pengelasan
3. Perlengkapan gas pelindung atau flux butiran (SAW) tidak
diperlukan
4. Proses sedikit sensitif terhadap gerakan gelombang air dari
pada proses GMAW
5. Dapat digunakan pada daerah akses yang terbatas
6. Proses paling sesuai digunakan pada logam-logam paduan

Keunggulan Underwater
Underwater Welding
Welding
Keunggulan
Wet SMAW
SMAW
Wet
Keunggulan Technology UWW-SMAW
Proses lain :

dibandingkan dengan

1. Diver/welder mampu mengelas pada struktur lokasi yang


sempit. Dengan proses SMAW welder bekerja penuh, bebas
bergerak untuk mengelas perbaikan (welding repair) yang
biasanya diperlukan waktu cepat dan biaya rendah.
2. Mesin las standar dan perlengkapannya dapat lebih mudah
digunakan dan dimobilisasi pada lokasi kerja.
3. Pemakaian lebih banyak pada pemasangan dan perbaikan
kontruksi
4. Mengurangi
waktu kerja akan
gangguan operasi pada struktur

menurunkan

waktu

Karakteristik Gambaran
Gambaran yang
yang
Karakteristik
Merugikan
Merugikan

1. Busur yang tidak stabil menghasilkan bentuk manik tidak


rata, inklusi dan porosity
2. Fluk pembungkus kurang menyatu selama pengelasan
3. Sambungan cepat dingin, mengarah pada HAZ kekerasan
tinggi. Ketangguhan dan kekenyalan rendah pada logam las
dan HAZ.
4. Terjadi kandungan hidrogen tinggi pada sambungan las
5. Kandungan oxygen tinggi dalam logam las, oksidasi element
paduan, ketangguhan buruk dan membuat suatu perubahan
komposisi kimia pada logam las
6. Gas-gas yang dihasilkan dari pembungkus elektroda dalam air
dapat mengganggu kemampuan diver/juru las
7. Laju deposit logam las relatip rendah dibandingkan proses
lain.

Pengaruh Tekanan
Tekanan pada
pada Proses
Proses
Pengaruh
Underwater Welding
Welding SMAW
SMAW
Underwater
Karakteristik Proses Hyperbaric
Suatu kecenderungan kenaikan tekanan akan memberikan kenaikan
density energi dan penurunan daerah katoda. Maka busur nyala las
harus tetap pendek untuk menjaga kestabilan hasil pengelasan, hal ini
merupakan kebutuhan dalam menempatkan ujung elektroda yang tepat
pada tekanan dynamic sumber tenaga (power source)
Peningkatan tekanan pada kedalaman permukaan air parameter las
menjadi lebih terbatas untuk mempertahankan busur nyala pengelasan.
Peningkatan kedalaman spesifik
menaikan tegangan (voltage),
menurunkan amper (current) dan secara alami merubah masukan
panas (Heat input).
Diameter kawat inti yang dikecilkan direkomendasikan untuk merespon
penyesuaian relatif pada kesetabilan busur nyala.
Kenaikan density energi pada tekanan juga menumbuhkan kedalaman
fusion plate yang merupakan kesulitan dalam pengelasan akar las sisi
tunggal pada pengelasan system perpipaan.

Pengaruh Tekanan
Tekanan pada
pada Proses
Proses
Pengaruh
Underwater Welding
Welding SMAW
SMAW
Underwater
Aspek Metalurgi dan Sifat Mekanik
Karakteristik proses SMAW pada las produksi adalah tingginya kekerasan dan
rendahnya ketangguhan pada HAZ dan tumbuhnya porosity pada logam las,
manik las (bead)
yang tidak rata akan menaikan
konsentrasi tegangan
merupakan kekosongan pada bagian-bagian yang dikenai
effect tekanan.
Demikian itu mudah terjadi bilamana dibandingkan dengan pengelasan yang
sama dikerjakan didarat.
Pemakaian baja-baja tegangan tinggi. Kenaikan tegangan dari kandungan karbon
yang tinggi dapat merupakan masalah kerentanan sambungan las
yang
berhubungan dengan keretakan oleh hydrogen spesifik pada sambungan las yang
dikerjakan didalam air.
Penggunaan formula karbon keseimbangan ( Carbon Equivalent ) sebagai
petunjuk untuk kekuatan dan kemampuan las pada baja-baja karbon mangan
CE = C + Mn/6 + (Cr + Mo + V)/5 + (Ni + Cu)15
Nilai CE dinyatakan dalam prosen berat, dalam hal ini untuk mengukur tingkat
kekerasan dan tegangan tarik baja yang berhubungan dengan penurunan
kekenyalan baja.

Pengaruh Tekanan
Tekanan pada
pada Proses
Proses
Pengaruh
Underwater Welding
Welding SMAW
SMAW
Underwater
Hydrogen Induced Cold Cracking (HICC)
Kerentanan HICC adalah suatu persoalan pada pengelasan baja diatas
350 Mpa. Permasalahan ini dapat dikontrol dengan pemilihan prosedur
pengelasan yang tepat
Diketahui bahwa prosentase kelembaban
secara significant
meningkatkan keberadaan hydrogen. Sehingga UWW pada baja tegangan
tinggi sangat rentan terhadap kecenderungan HICC khususnya pada
struktur HAZ juga pada logam las. Seperti retakan dapat dialami oleh
tiga faktor kejadian pada waktu yang bersamaan:
1.

Kejadian difusi atomic hydrogen pada logam las cair

2.

Struktur yang rapuh terbentuk di HAZ dan Logam las

3.

Sambungan las yang dikenai tegangan tekanan (dari luar atau


tegangan sisa)
Maka ditekankan mencegah pertumbuhan retakan oleh pengaruh 3
faktor ini harus dikurangi.

Pengaruh Tekanan
Tekanan pada
pada Proses
Proses
Pengaruh
Underwater Welding
Welding SMAW
SMAW
Underwater

Ilustrasi kombinasi dari kondisi persyartan terbentuknya HICC

Air disekitar sambungan las mempercepat pemadatan pada logam las


cair dan mempercepat pendinginan pada HAZ sehingga menumbuhkan
perubahan struktur mikro pada logam las dan HAZ yang memilki sifat
rapuh dan menurunkan sifat mekanis logam las.
Nilai keras untuk membantu mengidentifikasi keadaan struktur mikro
pada HAZ pada kemunculan martensit.

Pengaruh Tekanan
Tekanan pada
pada Proses
Proses
Pengaruh
Underwater
Welding SMAW
SMAW
Logam Las
Secara Kimiawi
Underwater
Welding

1. Kandungan karbon dan oksigen meningkat


sebanding dengan penurunan kedalaman tertentu
dan seterusnya relatif konstan pada peningkatan
kedalaman air.
2. Kandungan mangan dan silikon menurun
sebanding dengan penurunan kedalaman tertentu
dan seterusnya relatif konstan pada peningkatan
kedalaman air.
3. Reaksi
dekomposisi
karbon
mengontrol
kandungan oksigen turun sampai pada kedalaman
50 meter, dan kandungan oxygen ini mengontrol
logam las pada konsetrasi unsur mangan dan
silicon
pada kedalaman tertentu sampai reaksi
oksidasi terjadi.

Pengaruh Tekanan
Tekanan pada
pada Proses
Proses
Pengaruh
Underwater Welding
Welding SMAW
SMAW
Underwater
Dilusi Logam Induk
Selama pengelasan logam cair
dari kandungan
elektroda dan logam induk secara proposional akan
menentukan hasil pengelasan juga ditentukan oleh
heat input.
Pengaturan dilusi logam ditentukan oleh kecepatan
melelehnya elektroda dan penembusan/penetrasi.
Dilusi
merupakan hasil dari pengendapan logam
induk yang meleleh dan pencairan elektroda.
Dilusi secara konvensional ditunjukan sebagai
presentasi pelelehan logam induk dalam pengelasan
dan dapat digunakan untuk memperkirakan tingkat
prosentasi dari logam las

Pengaruh Tekanan
Tekanan pada
pada Proses
Proses
Pengaruh
Underwater Welding
Welding Wet
Wet SMAW
SMAW
Underwater
Proses Laju Pendinginan UWW-SMAW

Konduktivitas panas tinggi pada air yang berada


disekeliling
pengelasan
akan
mempercepat
pendinginan. Penomena pendinginan
permukaan
lebih cepat kehilangan panas di daerah pengelasan
di bawah nyala busur.
Panas dialirkan ke air disekitarnya dibawa oleh gaya
yang memotong sepanjang interface antara air dan
peningkatan kolum udara.
Sebagai konsekuensi menaiknya laju pendinginan
pada UWW-SMAW terak dan gas-gas yang terbentuk
dapat terkurung pada pemadatan logam yang meleleh.

Pengaruh Tekanan
Tekanan pada
pada Proses
Proses
Pengaruh
Underwater
Welding SMAW
SMAW
Welding
PorosityUnderwater
Logam Las
Porosity pada logam las dilaporkan sebagai kerusakan yang paling
umum dari semua proses las. Secara spesifik menjadi perhatian utama
pada UWW-SMAW. Pembentukan pori-pori hasil reaksi kimia yang
memproduksi udara jenuh dari udara terlarut atau udara terjebak.
Secara alami kuantitas
penyerapan udara pada logam las
akibat
pengaruh tiga
proses yang saling bekaitan dimulai dari inti,
pertumbuhan dan penjalaran porus.
Telah diamati
bahwa peningkatan porositas pada logam las
berhubungan dengan peningkatan kedalaman. Dua metoda
telah
digunakan untuk mengurangi penyerapan udara pada logam las UWWSMAW.
1.

Penambahan komponen/elemen pada logam las cair dengan tujuan


mengurangi penyerapan hydrogen.

2.

Perubahan parameter las untuk mengurangi pembentukan porus.


Pengaruh kecepatan las pada pembentukan porus telah dipelajari
oleh sejumlah penyelidik

Pengaruh Tekanan
Tekanan pada
pada Proses
Proses
Pengaruh
Underwater Welding
Welding SMAW
SMAW
Underwater
Parameter Pengelasan untuk UWW-SMAW
Penyelidikan saat ini menunjukan adanya hubungan kuat
antara kandungan hydrogen logam las dan parameter las yang
digunakan. Difusi kandungan hydrogen logam las
naik
berhubungan dengan meningkatnya tegangan (voltage). Difusi
kandungan hydrogen logam las menurun berhubungan dengan
meningkatnya arus pengelasan.
Pada suatu proses las
kebanyakan seluruh energy listrik
dikonversikan kedalam panas dan sebagian kecil diradiasikan
kesekeliling air.
Sebagai contoh untuk pembentukan nyala busur digunakan
energi 4kW, welder harus mampu memelihara nyala busur yang
akan menghasilkan heat input pada laju 4Kj/s. Didalam praktek
bagaimanapun juga welder akan menggerakan elektroda
sepanjang sambungan las. Masukan panas sepanjang garis
sambungan las akan tergantung pada kecepatan pengelasan.

Pengaruh Tekanan
Tekanan pada
pada Proses
Proses
Pengaruh
Underwater Welding
Welding SMAW
SMAW
Underwater

Parameter Pengelasan untuk Underwater Welding Wet.

Secara umum dapat dikatakan bahwa semakin


tinggi panjang busur nyala akan memberikan
tegangan semakin tinggi, manik las lebar dan
kemungkinan nyala busur tidak stabil.
Sementara
semakin
rendah
tegangan
menghasilkan nyala busur pendek, profil manik
las tinggi dan kemungkinan cacat pada fusi (lack
of fusion) pada kaki las.

Bahan pengisi
pengisi pada
pada Proses
Proses Underwater
Underwater
Bahan
Welding Wet
Wet SMAW
SMAW
Welding
1.

Kawat inti adalah jenis baja karbon rendah ukuran diameter


2,6 atau 3,2 mm

2.

Bahan pembungkus dari tipe cellulose tidak digunakan


kecenderungan menimbulkan tingkat porosity tinggi

3.

Bahan pembungkus Basic cukup banyak digunakan dapat


meningkatkan kekuatan tetapi kecenderungan membentuk
struktur keras dan rapuh

4.

Bahan pembungkus rutile banyak digunakan tetapi


tegangan tarik rendah pada kondisi normal akan kehilangan
unsur silicon dan mangan ketika proses las dikedalaman air,
untuk menstabilkan ditambahkan unsur mangan berupa
ferro-mangan dan silica oksida dan besi untuk kestabilan
komposisi bahan.

Spesifikasi untuk
untuk
Spesifikasi
underwater welding
welding
underwater
AWS D3.6M:1999 Specification for underwater welding.
Klasifikasi :
1.

Class A Underwater welding untuk beban desain paling tinggi


(Suitable design strees)

2.

Class B Underwater welding untuk beban desain menengah,


batasan toleransi terhadap ketidak mulusan (less critical
applications)

3.

Class C Underwater welding untuk persyaratan paling bawah

4.

Class O Underwater welding untuk persyaratan sesuai


spesifikasi, persyaratan tambahan lingkungan dan kondisi
kerja

Studi Kasus
Kasus
Studi
Masalah
Perbaikan struktur Platform-offshore underwater wet
welding
1. Hasil pemeriksaan pada platform sambungan 3B1 + 36 feet
dibawah air rusak berupa retakan, yang disebabkan oleh
tumbukan kapal.
2. Kerusakan ini tidak berpengaruh terhadap pergeseran
beban platform
3. Tetapi untuk menjaga kerusakan lebih lanjut dilakukan
perbaikan dengan cara pengelasan
4. Analisa metalurgi adalah kerusakan oleh beban impact yang
terjadi pada brace 3B1 dekat kaki jaket 3E

Studi Kasus
Kasus
Studi

Studi Kasus
Kasus
Studi

Studi Kasus
Kasus
Studi
Tindakan Perbaikan

1. Bagian yang retak dihilangkan sekeliling tube untuk menjamin


tidak terjadi gerakan geser dan retakan merambat.
2. Membuat welding procedure perbaikan pada brace baru
UWW-SMAW yang memenuhi persyaratan, tanpa retakan
akibat hydrogen. Procedure ini memenuhi standar AWS D3.699 untuk Groove dan Fillet kelas B
3. Mengelas diaphram
perpindahan air laut

bagian

dalam

untuk

menghindari

4. Pengelasan Kerangan landai direkomendasikan untuk


perbaikan brace

Studi Kasus
Kasus
Studi

Studi Kasus
Kasus
Studi

Studi Kasus
Kasus
Studi

Peralatan persyaratan
persyaratan Underwater
Underwater
Peralatan
Welding
Welding
1.

Diving technology

2.

Copper Diving helmets dari carbon fibre


helmets atau compact glass, safety shoes

Peralatan persyaratan
persyaratan Underwater
Underwater
Peralatan
Welding
Welding
Gas storage tank
Driving chamber
trollley
Helium recovery

Control panel

Deck transfer lock


1deck compression
chamber

Hot water supply for


driver

Diving chamber

Waterbsupply and
sewage
compressor
Umbilical cord
Under-water television

winches

Supply lock

Under-water
Diving chamber
tool

Diving gear

Air-conditioning unit

Peralatan persyaratan
persyaratan Underwater
Underwater
Peralatan
Welding
Welding

Peralatan persyaratan
persyaratan Underwater
Underwater
Peralatan
Welding
Welding

helmet

Mask
communications

diver
shoes
helmet

Peralatan persyaratan
persyaratan Underwater
Underwater
Peralatan
Welding
Welding

Kesimpulan
Kesimpulan
1. Underwater welding wet SMAW dirancang untuk kegiatan
perbaikan, pemeliharaan dan kontruksi ringan.
2. Underwater welding wet SMAW lebih mudah dilakukan
dibandingkan dengan proses las yang lain, welder lebih cepat
bergerak bebas.
3. Pertimbangan porositas oleh udara jenuh dan oxidasi.
Retakan oleh HICC. Pada proses las harus disiapkan welding
procedure spesifikasi (WPS) dan welding procedure
qualification record (WPQR) yang memenuhi standar AWS
D3.6:1999 specification for Underwater welding.
4. Pertimbangan pemilihan elektroda berdasarkan pada
kandungan silicon dan mangan karena unsur ini cenderung
menurun sampai kedalaman 50 meter.