Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
Ayam broiler adalah ayam jantan atau betina yang umumnya dipanen pada umur 5-6
minggu dengan tujuan sebagi penghasil daging (Kartasudjana dan Suprijatna, 2006). Ayam
broiler telah dikenal masyarakat dengan berbagai kelebihannya, antara lain hanya 5-6 minggu
sudah siap dipanen. Ayam yang dipelihara adalah ayam broiler yakni ayam yang berwarna putih
dan cepat tumbuh (Rasyaf, 2008). Ayam broiler memiliki kelebihan dan kelemahan,
kelebihannya adalah dagingnya empuk, ukuran badan besar, bentuk dada lebar, padat dan berisi,
efisiensi terhadap pakan cukup tinggi, sebagian besar dari pakan diubah menjadi daging dan
pertambahan bobot badan sangat cepat sedangkan kelemahannya adalah memerlukan
pemeliharaan secara intensif dan cermat, relatif lebih peka terhadap suatu infeksi penyakit dan
sulit beradaptasi (Murtidjo, 1987). Pertumbuhan yang paling cepat terjadi sejak menetas sampai
umur 4-6 minggu, kemudian mengalami penurunan dan terhenti sampai mencapai dewasa
(Kartasudjana dan Suprijatna, 2006).
Ayam broiler adalah salah satu klasifikasi sebagai ayam pedaging atau ayam yang arah
kemampuan utamanya menghasilkan daging. Anatomi ayam hampir sama pada semua strain.
Perbedaan secara anatomi biasanya hanya ukuran tubuh. Ayam broiler yang masih kecil yang
baru dibeli sangat di identik dengan pengawasan dan ketelitian. Pada ayam broiler yang baru
datang sangat membutuhkan perlakuan yang baik dan pemanasan.
Periode pemanasan ( broading periode ) atau disebut juga dengan period starter.
Pada prinsipnya, pemeliharaan ayam broiler breeder dan komersial pada periode pemanasan
dimulai sejak DOC diterima. Sampai umur 3-4 minggu periode pemanasan sangat penting karena
pada periode ini terjadi perkembangan fisiologi yang menentukan fisiologi yang menentukan
keberhasilan usaha pemeliharaan ayam, yaitu periode pembentukkan sistem kekebalan tubuh,
sistim kardiovaskuler, pembentukan tubuh, dan awal pembentukan kerangka putih.
Ayam broiler sangat dominan diternakkan di indonesia karena selain
pertumbuhannya yang sangat cepat. Bobot badannya yang semakin hari semakin bertambah dan
juga dapat menghasilkan keuntungan apabila diternakkan dalam jumlah yag banyak.Ayam
broiler sangat mudah sekali mengalami stress. Oleh sebab itu diperlukan pemeliharaan yang baik
dan efesien, karena stress dapat menyebabkan pertumbuhannya terhambat dan dapat
1

menyebaban kematian.Kandang ayam broiler ini dibuat dengan perlakuan yang dilaksanakan
dengan memakai liret/serbuk kayu.
1.2 Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.

Bagaimana tindakan promotif pada peternakan ayam broiler?


Bagaimana tindakan preventif pada peternakan ayam broiler?
Bagaimana tindakan curratif pada peternakan ayam broiler?
Bagaimana tindakan rahabilitasi pada peternakan ayam broiler?

BAB II
PEMBAHASAN
Konsep umum tindakan medis veteriner :
1

Tindakan Promotif
Langkah langkah :
Persiapan kandang
a. Pembersihan dan desinfeksi terhadap kandang dan alat
b. Penaburan litter dengan skam
c. Pemasangan tirai dalam dan luar
d. Pembuatan chick, guard
e. Memasang perlengkapan seperti tempat pakan, tempat minum, pemanas,
lampu dll.
Kandang merupakan unsur penting dalam menentukan keberhasilan suatu
usaha peternakan ayam karena merupakan tempat hidup ayam sejak usiaawal sampai
dengan dipanen. Dengan demikian kandang harus memenuhi segala persyaratan yang
dapat menjamin kesehatan serta pertumbuhan yang baik bagi ayam yang dipelihara.
Faktor konstruksi yang dituntut untuk kandang ayam yang baik meliputi ventilasi,
dinding kandang, lantai, atap kandang, dan bahan bangunan kandang (Priyatno,
2001).
Sedangkan menurut Suwarti dan Yuwono (1997) pengadaan kandang ayam
pedaging dimaksudkan untuk menciptakan kenyamanan dan perlindungan bagi
ternak, kemudahan dalam pemeliharaan dan kelancaran proses produksi. Kandang
memiliki dua fungsi yaitu sebagai tempat tinggal ternak ayam pedaging dan sebagai
tempat bekerja bagi peternak dalam melayani kebutuhan hidup ternak. Syarat lokasi
untuk kandang ayam pedaging adalah lahan yang akan dipakai memang dialokasikan
untuk peternakan, lahan yang tersedia dengan harga yang terjangkau dan sesuai
dengan perhitungan keuntungan modal yang tersedia, jauh dari keramaian tetapi
masih terjangkau oleh jalur transportasi dan jauh dari permukiman penduduk.
Kandang pada peternakan bapak Desak Ketut Taman dan bapak Wayan Burat
merupakan tipe kandang postal. Kandang postal, kandang dengan tipe litter adalah
suatu tipe pemeliharaan unggas dengan lantai kandangnya ditutup oleh bahan penutup
seperti sekam padi (Sudjarwo dan Indarto, 1989). Litter yang baik harus memenuhi
beberapa kriteria yakni : memiliki daya serap yang tinggi, lembut sehingga tidak
3

menyebabkan kerusakan dada, mempertahankan kehangatan, menyerap panas, dan


menyeragamkan temperature dalam kandang (Sudjarwo, 1989).
Kelebihan kandang litter yaitu : pertama dapat memberikan hasil yang
memuaskan, baik kuantitas (bobot badan) maupun kualitas daging, kedua dapat
menghindarkan ternak ayam menderita lepuh dada atau pembengkakan tulang dada
(Breast Blister), memudahkan di dalam pengelolaan yakni seperti pembersihan dan
pembuangan kotoran, serta dapat menghemat tenaga kerja.
Pada persiapan kandang, pada peternakan bapak Desak Ketut Taman dan
bapak Wayan Burat sudah sesuai dengan toeri di atas. Langkah awal persiapan
kandang sebelum DOC masuk adalah membersihkan kandang. Pertama bekas sekam
yang telah digunakan tersebut dibuang, setelah itu kandang di bersihkan dengan
menggunakan rinso dan dikeringkan. Setelah kering kandang diberi formalin dan
dikeringkan.

Setelah itu, tabur skam dalam kandang, pemasangan tirai luar,

pembuatan chick guard dan memasang perlengkapan (tempat pakan, tempat minum,
pemanas dll).

Gambar 1 : Kandang ayam Broiler tipe litter (tampak dalam)

Gambar 2 : Kandang ayam Broiler tipe litter (tampak depan)


Perlakuan periode brooding
a. Manajeman peneriman DOC
DOC yang dipesan harus pasti waktunya/hari penerimaannya.
Hidupkan pemanas 1-2 jam sebelum DOC diterima
Sediakan pakan dan air minum electrolit air gula 2%
Peternakan bapak Desak Ketut Taman dan bapak Wayan Burat
sudah sesuai dengan toeri di atas, karena 1-2 jam sebelum DOC masuk
pemanas sudah dihidupkan dan pada saat DOC baru masuk diberi air
gula.
Manajeman pakan dan minum (pakan starter, pakan finhiser)
Pakan dikelompokkan menjadi 2 tahap, yaitu :
Umur 1 21 diberikan pakan starter/pembesaran, kadar protein

minimal 23 %
Diatas 21 hari diberikan pakan grower/penggemukan, kadar
protein 20%
Pakan adalah campuran dari berbagai macam bahan organik

maupun anorganik untuk ternak yang berfungsi sebagai pemenuhan


kebutuhan zat zat makanan dalam proses pertumbuhan (Suprijatna et
all., 2005). Pada peternak bapak Desak Ketut Taman dan bapak Wayan
Burat tidak menggunakan pakan BR I sebagai pakan starter dan BR II
sebagai pakan grower karena pemberian pakan yang dianjurkan oleh
perusahaan kepada peternak mitra menggunakan

tiga jenis pakan

yaitu : pakan S10 untuk fase starter, pakan S11 untuk fase grower, dan
5

pakan S12 untuk fase finisher. Dari ketiga pakan tersebut memiliki
ketentuan khusus dalam pemberiannya pada ayam, pada fase starter
(protein 23%) diberikan pakan yang mengandung protein tinggi itu
bertujuan untuk merangsang pertumbuhan sel-sel yang ada dalam
tubuh ayam, pada fase grower dan fase finisher mengandung protein
20% (NRC.,1994). Pakan yang diberikan adalah pakan yang
mengandung lebih banyak karbohidrat supaya bisa menghasilkan
daging lebih banyak pada tubuh ayam. Pada fase starter diberikan pada
umur 0-14 hari (S10), selanjutnya diberikan pakan fase grower pada
umur 15 22 hari (S11) dan selanjutnya diberikan pakan fase finisher
pada umur 23 sampai panen (S12). Pergantian pakan tidak bisa
langsung diganti, tetapi dengan cara mencampur pakan lama dengan
pakan baru sedikit demi sedikit. Perbandingan antara pakan baru
dengan pakan lama 1 :3, selanjutnya 2 : 3 dan seterusnya sampai
mencapai perbandingan 4 : 4. Pakan mulain umur 1 hari sudah
dicampur dengan susu massa mix dengan perbandingan 1 sak pakan
(25 kg) dicampur dengan 25 gram massa mix. Pemberian susu massa
mib tersebut bertujuan untuk merangsang pertumbuhan ayam broiler.
Air merupakan senyawa penting dalam kehidupan. Dua per tiga
bagian tubuh hewan adalah air dengan berbagai peranan untuk
kehidupan (Parakkasi, 1999). Menurut Scott et all., (1982), air
mempunyai fungsi sebagai berikut : (1) zat dasar dari darah, cairan
intraseluler yang berperan aktif dalam transformasi zat zat makanan,
(2) penting dalam mengatur suhu tubuh karena air mempunyai sifat
menguap

dan

specific

heat,

(3)

membantu

mempertahankan

homeostatis dengan ikut dalam reaksi dan perubahan fisiologis yang


mengontrol Ph, tekanan osmotis, konsentrsasi elektrolit. Pada
peternakan ayam broiler milik bapak Wayan Burat, ayam broiler umur
1 4 hari diberikan oktasin dengan cara dicampurkan dengan air
minum ayam broiler tersebut. Pemberian oktasin tersebut bertujuan
untuk mencegah radang tali pusar. Pemberian oktasin dilakukan pada
6

pagi hari, sedangkan pada siang hari diberikan vitamin oktres yg juga
dicampurkan pada air minum ayam broiler. Dosis yang digunakan
pada pemberian oktasin pada air minum ayam broiler adalah 5 ml
oktasin dicampur dengan 100 ml air. Hal tersebut juga dilakukan di
peternakan ayam broiler milik bapak Desak Ketut Taman.
Manajemen litter (jaga kelembapan)
Umur (Hari)

Suhu ( )

01 -07
08 - 14
15 21
21 - 28
29 - 35

34 - 32
29 - 27
26 - 25
24 - 23
23 - 21

Bahan litter yang efektif adalah bersifat daya serap air (absorben) tinggi,
bebas debu, sukar untuk dimakan ayam, tidak beracun, murah, mudah diangkut dan
diganti, serta tersedia melimpah. Sainsburry (1995) menyatakan bahwa litter harus
menimbulkan kenyamanan bagi unggas dan terbebas dari parasit dan bakteri yang
dapat menyebabkan infeksi bagi unggas. Litter yang digunakan pada peternakan bapak
Desak Ketut Taman dan bapak Wayan Burat yaitu liter dari sekam padi dalam keadaan kering
. Liter hanya menggunakan sekam padi tanpa ada tambahan lainnya. Sebelum pemasangan
litter pada kandang terlebih dahulu lantai dialasi dengan Koran. Ketebalan litter pada
pemeliharaan anak ayam (DOC) awalnya hanya sekitar 5 - 8 cm. Secara bertahap litter
ditambah sampai mencapai maksimal10 13 cm.

Pemanas yang digunakan pada Peternakan bapak Desak Ketut Taman dan
bapak Wayan Burat menggunakan pemanas dari lampu listrik 60 Watt, dengan jarak
lampu listrik 2 meter. Lampu listrik digunakan mulai dari 1 - 3 hari. Pemanas pada
umur 1 3 hari tidak dimatikan dan pada umur 4 hari sampai dengan panen pemanas
hanya digunakan pada malam hari saja. Pemanas kandang ini juga tergantung dengan
cuaca karena jika lingkungan dalam kandang terlalu panas maka DOC akan
mengalami shock temperature (stress, panthing, lemah, tidak mau makan, lama
kelamaan kaki kapalan sehingga kuman mudah berkembang).

Pemanas pada Peternakan bapak Desak Ketut Taman dan bapak Wayan Burat
telah sesuai yang dikemukakan oleh Sugandi (1978) bahwa temperatur udara disekitar
alat pemanas yang baik untuk pertumbuhan anak ayam adalah 35oC. Pemanas
dihidupkan selama 3 hari tanpa dimatikan. Hari ke-4 dan seterusnya pemanas
dihidupkan sesuai dengan keadaan cuaca. Pencahayaan menggunakan lampu neon 60
Watt.
2

Tindakan Preventif
a. Biosekuritas
Biosekuritas adalah suatu langkah yang dilakukan untuk mencegah masuknya
bibit penyakit ke unggas / hewan peliharaan. Biosekuritas harus dilakukan karena
bibit penyakit sebagai penyebab utama infeksi dan ukuran bibit penyakit yang kecil
dan tidak dapat terlihat oleh mata. Cara penyebaran penyakit bermacam macam
seperti melali serangga (Salmonella, Pasteurella), pakan (Salmonella, MD), burung
liar (mycoplasma, ND, AI, bakteri, cacing), udara (mycoplasma, IB, ND), air (E.coli,
salmonella, Campylobacter), dan feses/kotoran (AI, Gumboro, Salmonella). Di dalam
biosekurity terdapat lima elemen biosekurity, yaitu :
1. Isolasi/pemisahan
Menciptakan lingkungan diman unggas terlindung dari pembawa penyakit

(carrier) seperti : manusia, formites, hewan hewan liar, unggas liar dll.
Memisahkan unggas berdasarkan kelompok umur dan area
Sistem manajemen all in all out
Memisahkan unggas berdasarkan spesies (pisahkan ayam dengan itik)
Tindakan isolasi yang di lakukan di peternakan bapak Desak Ketut
Taman dan bapak Wayan Burat meliputi; menjaga jarak minimum antara
peternakan unggas sekitar 500 meter, di pinggir kandang terdapat kasa
pemisah bertujuan untuk menjaga agar ayam tetap di dalam kandang dan
hewan yang lain tetap di luar (unggas liar, anjing, kucing, rubah, tikus dll).

2. Sanitasi dan Desinfeksi


Pembersihan dan desinfeksi secara teratur terkadap kandang, peralatan,

dan kendaraan di peternakan.


Memelihara kebersihan pekerja (cuci tangan, kaki, sepatu, dll)
Pembersihan adalah pembuangan secara fisik materi materi asing
seperti : debu, tanah, materi organik misalnya : kotoran, darah, sekret, dan
8

mikroorganisme. Kegiatan pembersihan yang baik akan mengurangi


jumlah mikroorganisme sebanyak 80%. Bersihkan terlebih dahulu
kandang sebelum dilakukan desinfeksi, karena materi organic seperti
kotoran

menyerap

Pembersihan

dan

desinfeksi
desinfeksi

sehingga

menjadi

(dekontaminasi)

kurang

efektif.

dapat

dengan

deterjen/pembersih, desinfektan, sinar matahari (sinar UV), panas (api,


uap).
Pada peternakan bapak Desak Ketut Taman peralatan kandang,
temapat minum ayam broiler dibersihkan dengan menggunakan sabun
secara rutin yaitu sehari sekali, sedangkan tempat pakannya tidak
dibersihkan sampai dengan panen. Setelah panen barulah tempat pakan
dibersihkan dengan menggunakan sabun. Dan kebersihan pekerja juga
sudah mulai diterapkan yaitu dengan mencuci kaki dan tangan sebelum
memasuki kandang. Pada peternakan bapak Wayan Burat tempat pakan
dan tempat minum dibersihkan secara rutin yaitu sehari sekali dengan
menggunakan sabun, tetapi pada peternakan bapak Wayan Burat
kebersihan pekerja belumlah diterapkan. Pekerja maupun pada saat kita
berkunjung, dapat memasuki kandang walaupun belum mencuci tangan
dan kaki.
3. Pengendalian Lalulintas
Biosekuritas ini secara umum memberlakukan kontrol tehadap lalu
lintas orang, seperti mengunci pintu dan melarang semua pengunjung, atau
mengizinkan masuk orang tertentu dan personil yang dibutuhkan
(profesional) setelah mereka didesinfeksi, mandi semprot, lalu memakai
sepatu khusus, baju penutup, dan topi khusus yang telah didesinfeksi.
Tangan orang bisa juga menyebabkan infeksi dan harus didesinfeksi
sebelum masuk bangunan kandang atau meninggalkannya. Pada
peternakan yang harus menjalankan biosekuritas dengan ketat (Grand
parent stock) akan menerapkan prosedur dengan sangat ketat misalnya
tamu yang akan masuk sebelumnya tidak boleh mengunjungi farm pada

level dibawahnya (Parent stock, komersial, prosesing dll) paling sedikit


tiga hari setelah kunjungan tersebut.
Kontrol lalu lintas tidak hanya berlaku untuk orang tetapi juga untuk
hewan seperti burung-burung liar , tikus, kumbang predator, serangga dan
lainnya. Kucing dan anjing seringkali dianggap sebagai pembawa penyakit
yang potensial, tetapi bukti-bukti kurang mendukung, dan manfaatnya
dalam mengendalikan tikus cukup nyata dibandingkan kerugian yang
ditimbulkannya. Konstruksi bangunan yang terbuka sebaiknya diberi
kawat pelindung untuk mencegah masuknya serangga terbang atau
predator, meskipun tidak efektif paling tidak dapat mengurangi resiko.
Pada peternakan bapak Desak Ketut Taman sudah mulai diterapkan
kontrol lalu lintas, hal ini terlihat pada saat kita berkunjung ke tempat
peternakan bapak Desak Ketut Taman. Sebelum kita memasuki kandang,
kita diminta agar mencuci kaki dan tangan kita terlebih dahulu. Kontrol
lalu lintas belum diterapkan pada peternakan bapak Wayan Burat. Hal ini
terlihat pada saat kita berkunjung ke tempat peternakan bapak wayan
Burat. Salah seorang teman kita dapat masuk tanpa mencuci kaki dan
tangan terlebih dahulu. Pada peternakan bapak Desak Ketut Taman dan
bapak Wayan Burat sama sama tidak menggunakan pakaian khusus jika
berada di kandang. Untuk menghindari unggas dari hewan seperti burungburung liar , tikus, kumbang predator, serangga dan lainnya, maka di
pinggir kandang ayam broiler bapak Desak Ketut Taman dan bapak Wayan
Burat diberi kasa.

10

Gambar 3 : Pinggiran Kandang


4. Pengendalian Hama
Pengendalian hama yang kita ambil adalah pengendalian lalat. Karena
lalat dapat menyebarkan kuman dan virus yang menempel pada kaki lalat
dimana lalat hinggap sebelumnya pada tempat yang kurang bersih atau
tempat yang kotor. Cara yang dilakukan pada peternakan bapan Desak
Ketut Taman dan bapak Wayan Burat untuk mengendalikan lalat yaitu
dengan cara menambahkan batu kapur maupun abu pada litter.
5. Pembuangan Bangkai Ayam
Cara pembuangan bangkai pada peternakan bapak Desak Ketut taman
ialah dengan cara dibakar atau dikubur agar tidak menular kepada unggas
yang sehat, sedangkan pada peternakan bapak Wayan Burat bangkai ayam
diberikan kepada babi.
b. Vaksinasi
Aspek lain dari biosekuritas adalah mencegah penyakit melalui vaksinasi.
Antibiotika digunakan untuk memberantas infeksi bakteri. Karena tidak ada obat
yang dapat melawan infeksi virus, maka vaksinasi sebelum infeksi terjadi di dalam
flok ayam menjadi pilihan utama untuk melindungi ayam .
Vaksin virus yang ideal terbuat dari suatu virus yang tidak menimbulkan
penyakit, tetapi virus yang sangat tinggi imunogenesitasnya. Kombinasi ini agak
jarang oleh karena itu virus-virus terpilih harus memberikan reaksi yang kecil sekali
dan menyebabkan kekebalan yang tinggi. Perusahaan vaksin mempunyai kombinasi
faktor-faktor yang terbaik terhadap virus yang ada sesuai dengan yang diharapkan.
Tidak semua vaksin efektifitasnya sama. Beberapa vaksin memberikan
kekebalan yang baik tetapi menimbulkan reaksi setelah diberikan yang lebih
11

berbahaya dari penyakit itu sendiri. Vaksin yang lain, reaksinya tidak terlihat tetapi
tingkat perlindungannya sangat rendah. Tetapi, kehebatan reaksi biasanya tidak
berhubungan dengan tingkat kekebalan. Virus yang ideal untuk vaksin adalah yang
tidak memberikan reaksi dan mempunyai kekebalan yang tinggi. Beberapa vaksin
untuk infeksi bakteri tertentu biasanya kurang efektif dari pada kebanyakan vaksin
virus, karena vaksin virus dapat merangsang bagian-bagian kunci dari sistem
kekebalan dengan lebih baik.
Vaksin bisa dalam bentuk hidup atau mati. Keduanya memberikan reaksi.
Vaksin hidup terdiri atas mikroorganisme hidup. Vaksin ini dapat diberikan pada
umur lebih muda daripada vaksin mati, dan diberikan melalui injeksi, air minum,
inhalasi, atau tetes mata. Kontaminasi vaksin harus dicegah karena dapat
menimbulkan gangguan yang serius.
Mikroagen yang terdapat dalam vaksin hidup akan berkembang di dalam
tubuh unggas, dan bila terdapat infeksi sekunder pada saat itu, dapat terjadi reaksi
yang hebat. Ketika menggunakan vaksin hidup, peternak harus menyadari bahwa
peternakannya mengandung agen penyakit yang berasal dari vaksin.
Semua vaksin mati, yang pemberiannya harus disuntikkan, dapat juga
menimbulkan reaksi yang berasal dari zat pembawanya. Reaksi yang paling umum
adalah terjadinya pembentukan jendolan pada tempat penyuntikan (granuloma).
Usia unggas pada saat vaksinasi terhadap penyakit tertentu dan kapan perlu
diulang merupakan faktor penting yang mempengaruhi tingkat, kualitas dan lamanya
kekebalan. Program-program vaksinasi bervariasi pada ayam broiler, ayam petelur
komersial, ayam bibit, ayam nenek, ayam kalkun, dan burung. Yang penting diingat
adalah vaksinlah sesuai dengan keperluan.
Berikut adalah table pemberian vaksin pada peternakan bapak Desak Ketut
Taman dan bapak Wayan Burat :
Umur ayam

vaksinasi

Cara Pemberian

4 hari

ND Live

Melalui tetes mata

12 hari

Gumboro

Melalui air minum

21 hari

ND Live

Melalui air minum

12

c. Medikasi
Pada peternakan ayam broiler milik bapak Wayan Burat dan bapak Wayan
Burat, ayam broiler umur 1 4 hari diberikan oktasin dengan cara dicampurkan
dengan air minum ayam broiler tersebut. Pemberian oktasin tersebut bertujuan untuk
mencegah radang tali pusar. Pemberian oktasin dilakukan pada pagi hari, sedangkan
pada siang hari diberikan vitamin oktres yg juga dicampurkan pada air minum ayam
broiler. Dosis yang digunakan pada pemberian oktasin pada air minum ayam broiler
3

adalah 5 ml oktasin dicampur dengan 10 ml air..


Tindakan Curratif
Usaha ini dilakukan bila ternak sudah terserang penyakit. Dalam usaha ini,
ternak yang sakit diberi pengobatan yang sesuai dengan penyakit yang dideritanya.
Pada tindakan kuratif ini perlu diusahakan agar penyakit yang berjangkit tidak meluas
menulari ternak lain. Pada peternakan bapak Desak Ketut Taman dan bapak Wayan
Burat bila terjadi suatu kasus penyakit, ayam yang sakit dipisahkan dengan ayam
yang sehat selanjutnya mereeka memanggil dokter hewan agar segera ditentukan
diagnosanya, sehingga agen penyakitnya dapat tentukan pula dan pengobatannya juga
segera ditentukan, demikian pula penanganan pencegahan penularan penyakit.

Tindakan Rehabilitasi
Pada peternakan bapak Desak Ketut Taman dan bapak Wayan Burat tidak
diberikan perlakuan khusus jika hewan tersebut setelah mengalami sakit.

13

BAB III
KESIMPULAN
Kandang pada peternakan bapak Desak Ketut Taman dan bapak Wayan Burat merupakan
tipe kandang postal. Kandang postal, kandang dengan tipe litter adalah suatu tipe pemeliharaan
unggas dengan lantai kandangnya ditutup oleh bahan penutup seperti sekam padi.
Langkah awal persiapan kandang sebelum DOC masuk adalah membersihkan kandang.
Pertama bekas sekam yang telah digunakan tersebut dibuang, setelah itu kandang di bersihkan
dengan menggunakan rinso dan dikeringkan. Setelah kering kandang diberi formalin dan
dikeringkan. Setelah itu, tabur skam dalam kandang, pemasangan tirai luar, pembuatan chick
guard dan memasang perlengkapan (tempat pakan, tempat minum, pemanas dll). Pada saat DOC
baru masuk, DOC diberikan air gula.
Pada fase starter diberikan pada umur 0-14 hari (S10), selanjutnya diberikan pakan fase
grower pada umur 15 22 hari (S11) dan selanjutnya diberikan pakan fase finisher pada umur 23
sampai panen (S12). Litter yang digunakan adalah sekam padi. Pemanas yang digunakan pada
Peternakan bapak Desak Ketut Taman dan bapak Wayan Burat menggunakan pemanas dari
lampu listrik 60 Watt, dengan jarak lampu listrik 2 meter.
Tindakan isolasi yang di lakukan di peternakan bapak Desak Ketut Taman dan bapak
Wayan Burat meliputi; menjaga jarak minimum antara peternakan unggas sekitar 500 meter, di
pinggir kandang terdapat kasa Pada peternakan bapak Desak Ketut Taman dan bapak Wayan
Burat peralatan kandang, tempat minum ayam broiler dibersihkan dengan menggunakan sabun
secara rutin yaitu sehari sekali. Untuk kebersihan pekerja, peternakan bapak Desak Ketut Taman
telah diterapkan sedangkan pada peternakan Wayan Burat belum diterapkan. Cara yang
dilakukan pada peternakan bapan Desak Ketut Taman dan bapak Wayan Burat untuk
mengendalikan lalat yaitu dengan cara menambahkan batu kapur maupun abu pada litter. Cara
pembuangan bangkai pada peternakan bapak Desak Ketut taman ialah dengan cara dibakar atau
dikubur agar tidak menular kepada unggas yang sehat, sedangkan pada peternakan bapak Wayan
Burat bangkai ayam diberikan kepada babi. Vaksin yang diberikan pada peternakan bapak Desak
Ketut dan Wayan Burat yaitu ND live dan Gumboro. Untuk air minumnya dicampur dengan
oktasin dan oktres.

14