Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PRAKTIKUM RISET OPERASI

I.

PENDAHULUAN

A. Linear Programming
Morse dan Kimball menyatakan bahwa riset operasi adalah metode ilmiah yang
memungkinkan para manajer untuk mengambil keputusan mengenai kegiatan yang ditangani
secara kuantitatif. Churchman, Arkoff, dan Arnoff mendefinisikan bahwa riset operasi merupakan
aplikasi metode-metode, teknik-teknik, dan peralatan ilmiah dalam menghadapi masalahmasalah yang timbul dalam operasi perusahaan dengan tujuan menemukan pemecahan yang
optimal. Kemudian Miller dan M.K. Star menyatakan bahwa riset operasi adalah peralatan
manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan, matematika, dan logika dalam rangka
memecahkan masalah yang dihadapi sehari-hari sehingga dapat terpecahkan secara optimal.
Linier Programing (LP) merupakan suatu model umum yang dapat digunakan dalam
pemecahan masalah pengalokasian sumber-sumber yang terbatas secara optimal. Sumber-sumber
yang dimaksud dapat brupa bahan baku, peralatan dan mesin, ruang, waktu, dana dan orang.
Semua ini dapat dipergunakan untuk menghasilkan komoditi tertentu. Dengan kata lain Linier
Programing adalah metode atau teknik matematis yang digunakan untuk membantu manajer
dalam pengambilan keputusan. Menurut George B.Dantzing (Seorang ahli matematik dari
Amerika serikat), Dalam bukunya yang berjudul Linier Programming and Extension,
menyebutkan bahwa ide Linier Programming ini berasal dari ahli matematik Rusia yang
bernama L.V Kantorivich yang pada tahun 1939 menerbitkan sebuah karangan dengan judul
Mathematical Methods in the Organization and Planing of Production. Dalam karangan itu,
telah dirumuskan mengenai persoalan linier programming untuk pertama kalinya. Akan tetapi ide
ini tidak dapat berkembang di Rusia. Ternyata dunia barat yang memanfaatkan ide ini
selanjutnya. Kemudian pada tahun 1947 B. Dantzing menemukan suatu cara untuk memecahkan
persoalan linier programming tersebut dengan metode yang disebut Simplex method. Setelah itu
linier programming berkembang pesat dalam bidang kemiliteran dan bisnis ( maksimum profit,
minimum cost).

Persoalan linier programming adalah suatu persoalan untuk menentukan besarnya masingmasing nilai variable sedemikian rupa sehingga nilai fungsi tujuan (objective function) yang
linier menjadi optimum (maximum atau minimum) dengan memperhatikan pembatasanpembatasan yang ada yaitu pembatasan mengenai inputnya. Suatu persoalan dapat disebut
sebagai linier programming apabila:

Tujuan (objective) yang akan dicapai harus dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi linier. Fungsi

ini disebut fungsi tujuan (objective fungsion)


Harus ada alternative pemecahan. Pemecahan yang membuat fungsi tujuan optimum (laba yang

maximum, biaya yang minimum) yang harus dipilih


Sumber-sumber tersedia dalam jumlah yang terbatas (bahan mentah terbatas, modal terbatas,
ruang penyimpangan terbatas). Pembatasan-pembatasan tersebut harus dinyatakan dalam ketidak
samaan linier ( linier inequality).

1) Karakteristik Pemrograman Linier


Sifat linearitas suatu kasus dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa cara. Secara
statistik, kita dapat memeriksa kelinearan menggunakan grafik (diagram pencar) ataupun
menggunakan uji hipotesa. Secara teknis, linearitas ditunjukkan oleh adanya sifat
proporsionalitas, additivitas, divisibilitas dan kepastian fungsi tujuan dan pembatas.
Sifat proporsional dipenuhi jika kontribusi setiap variabel pada fungsi tujuan atau
penggunaan sumber daya yang membatasi proporsional terhadap level nilai variabel. Jika harga
per unit produk misalnya adalah sama berapapun jumlah yang dibeli, maka sifat proporsional
dipenuhi. Atau dengan kata lain, jika pembelian dalam jumlah besar mendapatkan diskon, maka
sifat proporsional tidak dipenuhi. Jika penggunaan sumber daya per unitnya tergantung dari
jumlah yang diproduksi, maka sifat proporsionalitas tidak dipenuhi.
Sifat additivitas mengasumsikan bahwa tidak ada bentuk perkalian silang diantara berbagai
aktivitas, sehingga tidak akan ditemukan bentuk perkalian silang pada model. Sifat additivitas
berlaku baik bagi fungsi tujuan maupun pembatas (kendala). Sifat additivitas dipenuhi jika
fungsi tujuan merupakan penambahan langsung kontribusi masing-masing variabel keputusan.
Untuk fungsi kendala, sifat additivitas dipenuhi jika nilai kanan merupakan total penggunaaan
masing-masing variabel keputusan. Jika dua variabel keputusan misalnya merepresentasikan dua
produk substitusi, dimana peningkatan volume penjualan salah satu produk akan mengurangi
volume penjualan produk lainnya dalam pasar yang sama, maka sifat additivitas tidak terpenuhi.

Sifat divisibilitas berarti unit aktivitas dapat dibagi ke dalam sembarang level fraksional,
sehingga nilai variabel keputusan non integer dimungkinkan.
Sifat kepastian menunjukkan bahwa semua parameter model berupa konstanta. Artinya
koefisien fungsi tujuan maupun fungsi pembatas merupakan suatu nilai pasti, bukan merupakan
nilai dengan peluang tertentu.
Keempat asumsi (sifat) ini dalam dunia nyata tidak selalu dapat dipenuhi. Untuk
meyakinkan dipenuhinya keempat asumsi ini, dalam pemrograman linier diperlukan analisis
sensitivitas terhadap solusi optimal yang diperoleh.
2) Formulasi Permasalahan
Urutan

pertama

dalam

penyelesaian

adalah

mempelajari

sistem

relevan

dan

mengembangkan pernyataan permasalahan yang dipertimbangakan dengan jelas. Penggambaran


sistem dalam pernyataan ini termasuk pernyataan tujuan, sumber daya yang membatasi, alternatif
keputusan yang mungkin (kegiatan atau aktivitas), batasan waktu pengambilan keputusan,
hubungan antara bagian yang dipelajari dan bagian lain dalam perusahaan, dan lain-lain.
Penetapan tujuan yang tepat merupakan aspek yang sangat penting dalam formulasi
masalah. Untuk membentuk tujuan optimalisasi, diperlukan identifikasi anggota manajemen
yang benar-benar akan melakukan pengambilan keputusan dan mendiskusikan pemikiran mereka
tentang tujuan yang ingin dicapai.
3) Pembentukan model matematik
Tahap berikutnya yang harus dilakukan setelah memahami permasalahan optimasi adalah
membuat model yang sesuai untuk analisis. Pendekatan konvensional riset operasional untuk
pemodelan adalah membangun model matematik yang menggambarkan inti permasalahan.
Kasus dari bentuk cerita diterjemahkan ke model matematik. Model matematik merupakan
representasi kuantitatif tujuan dan sumber daya yang membatasi sebagai fungsi variabel
keputusan. Model matematika permasalahan optimal terdiri dari dua bagian. Bagian pertama
memodelkan tujuan optimasi. Model matematik tujuan selalu menggunakan bentuk persamaan.
Bentuk persamaan digunakan karena kita ingin mendapatkan solusi optimum pada satu titik.
Fungsi tujuan yang akan dioptimalkan hanya satu. Bukan berarti bahwa permasalahan optimasi

hanya dihadapkan pada satu tujuan. Tujuan dari suatu usaha bisa lebih dari satu. Tetapi pada
bagian ini kita hanya akan tertarik dengan permasalahan optimal dengan satu tujuan.
Bagian kedua merupakan model matematik yang merepresentasikan sumber daya yang
membatasi. Fungsi pembatas bisa berbentuk persamaan (=) atau pertidaksamaan (< atau >).
Fungsi pembatas disebut juga sebagai konstrain. Konstanta (baik sebagai koefisien maupun nilai
kanan) dalam fungsi pembatas maupun pada tujuan dikatakan sebagai parameter model. Model
matematika mempunyai beberapa keuntungan dibandingakan pendeskripsian permasalahan
secara verbal. Salah satu keuntungan yang paling jelas adala model matematik menggambarkan
permasalahan secara lebih ringkas. Hal ini cenderung membuat struktur keseluruhan
permasalahan lebih mudah dipahami, dan membantu mengungkapkan relasi sebab akibat
penting. Model matematik juga memfasilitasi yang berhubungan dengan permasalahan dan
keseluruhannya dan mempertimbangkan semua keterhubungannya secara simultan. Terakhir,
model matematik membentuk jembatan ke penggunaan teknik matematik dan komputer
kemampuan tinggi untuk menganalisis permasalahan.
Di sisi lain, model matematik mempunyai kelemahan. Tidak semua karakteristik sistem
dapat dengan mudah dimodelkan menggunakan fungsi matematik. Meskipun dapat dimodelkan
dengan fungsi matematik, kadang-kadang penyelesaiannya sulit diperoleh karena kompleksitas
fungsi dan teknik yang dibutuhkan.
Bentuk umum pemrograman linier adalah sebagai berikut :
Fungsi tujuan :
Maksimumkan atau minimumkan z = c1x1 + c2x2 + ... + cnxn
Sumberdaya yang membatasi :
a11x1 + a12x2 + ... + a1nxn = / / b1
a21x1 + a22x2 + + a2nxn = / / b2

am1x1 + am2x2 + + amnxn = / / bm


x1, x2, , xn 0
Simbol x1, x2, ..., xn (xi) menunjukkan variabel keputusan. Jumlah variabel keputusan (xi)
oleh karenanya tergantung dari jumlah kegiatan atau aktivitas yang dilakukan untuk mencapai
tujuan. Simbol c1,c2,...,cn merupakan kontribusi masing-masing variabel keputusan terhadap
tujuan, disebut juga koefisien fungsi tujuan pada model matematiknya.Simbol a 11, ...,a1n,...,amn

merupakan penggunaan per unit variabel keputusan akan sumber daya yang membatasi, atau
disebut juga sebagai koefisien fungsi kendala pada model matematiknya. Simbol b 1,b2,...,bm
menunjukkan jumlah masing-masing sumber daya yang ada. Jumlah fungsi kendala akan
tergantung dari banyaknya sumber daya yang terbatas.
Pertidaksamaan terakhir (x1, x2, , xn 0) menunjukkan batasan non negatif. Membuat
model matematik dari suatu permasalahan bukan hanya menuntut kemampuan matematik tapi
juga menuntut seni permodelan. Menggunakan seni akan membuat permodelan lebih mudah dan
menarik.
Kasus pemrograman linier sangat beragam. Dalam setiap kasus, hal yang penting adalah
memahami setiap kasus dan memahami konsep permodelannya. Meskipun fungsi tujuan
misalnya hanya mempunyai kemungkinan bentuk maksimisasi atau minimisasi, keputusan untuk
memilih salah satunya bukan pekerjaan mudah. Tujuan pada suatu kasus bisa menjadi batasan
pada kasus yang lain. Harus hati-hati dalam menentukan tujuan, koefisien fungsi tujuan, batasan
dan koefisien pada fungsi pembatas.
B. Transportation
Masalah transportasi berhubungan dengan distribusi suatu produk tunggal dari beberapa
sumber, dengan penawaran terbatas, menuju beberapa tujuan, dengan permintaan tertentu, pada
biaya transport minimum. Karena hanya ada satu macam barang, suatu tempat tujuan dapat
memenuhi permintaanya dari satu atau lebih sumber. Asumsi dasar model ini adalah bahwa biaya
transport pada suatu rute tertentu proporsional dengan banyaknya unit yang dikirimkan. Unit
yang dikirimkan sangat tergantung pada jenis produk yang diangkut. Yang penting, satuan
penawaran dan permintaan akan barang yang diangkut harus konsisten.
Persoalan transportasi merupakan persoalan linear programming. Bahkan aplikas dari
teknik linear programming pertama kali ialah dalam merumuskan persoalan transportasi dan
memecahkannya. Persoalan transportasi yang dasar pada mulannya dikembangkan oleh F.L
Hitch cock pada tahun 1941 dalam studinya. Ini merupakan ciri dari persoalan transportasi
yaitu mengangkut ejenis produk tertentu katakan beras, minyak, daging, telur,tekstil, pupuk dan
jenis produk linnya dari beberapa daerah asal ( pusat produksi, depot minyak, gudang garam) ke
beberapa daerah tujuan (pasar, tempat proyek, tempat pemukiman, daerah transmigrasi),

pengaturan harus dilakukan sedemikian rupa agar jumlah biaya transportasi minimum. Misalnya
suatu jenis brang diangkut dari ke beberapa daerah tujuan. Misalnya ada m daerah asal : A1,
A2......,Am dan n daerah tujuan : T1,T2,.......,Tj......,Tn. Didaerah asal Ai, tersedia barang yang
akan diangkut (supply) sebanyak Si dan di tempat tujuan barang tersebut diminta sebanyak dj
(demand). Xij = jumlah barang yang diangkut (dalam satuan) dari Ai ke Tj. Dengan demikian
untuk mengangkut Xij unit diperlukan biaya cij xi. Jumlah permintaann ( total demand) = jumlah
penawaran (total supply).
Transportasi merupakan metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumbersumber yang menyediakan produk yang sama, ke tempat-tempat yang membutuhkan secara
optimal.Metode transportasi digunakan untuk memecahkan masalah bisnis, pembelanjaan modal,
alokasi dana untuk investasi, analisis lokasi, keseimbangan lini perakitan dan perencanaan serta
scheduling produksi. Tujuannya model transportasi suatu proses pengaturan distribusi barang
dari tempat yang memiliki atau menghasilkan barang tersebut dengan kapasitas tertentu ke
tempat yang membutuhkan barang tersebut dengan jumlah kebutuhan tertentu agar biaya
distribusi dapat ditekan seminimal mungkin. Berguna untuk memecahkan permasalahan
distribusi (alokasi). Memecahkan permasalahan bisnis lainnya, seperti masalah-masalah yang
meliputi pengiklanan, pembelanjaan modal (capital financing) dan alokasi dana untuk investasi,
analisis lokasi, keseimbangan lini perakitan dan perencanaan scheduling produksi.
Merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber-sumber
yang menyediakan produk yang sama, ke tempat-tempat yang membutuhkan secara optimal.
Metode transportasi berhubungan dengan distribusi suatu produk tunggal dari beberapa sumber,
dengan penawaran terbatas, menuju ke beberapa tujuan dengan permintaan tertentu. Asumsi
dasar model ini adalah biaya transport pada suatu rute tertentu proporsional dengan banyaknya
unit yang dikirimkan. Pada model transportasi, yang harus diperhatikan adalah bahwa total
kuantitas pada seluruh baris harus sama dengan total kuantitas pada seluruh kolom, jika tidak,
maka perlu ditambahkan kuantitas dummy.
Metode Transportasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi
dari sumber-sumber yang menyediakan produk yang sama ke tempat-tempat yang membutuhkan
secara optimal dengan biaya yang termurah . Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa
karena terdapat perbedaan biaya-biaya alokasi dari satu sumber atau beberapa sumber ke tempat
tujuan yang berbeda. Tabel awal dapat dibuat dengan dua metode, yaitu:

1. Metode North West Corner (NWC) => dari pojok kiri atas ke pojok kanan bawah Kelemahan :
tidak memperhitungkan besarnya biaya sehingga kurang
efisien.
2. Metode biaya terkecil => mencari dan memenuhi yang biayanya terkecil
dulu. Lebih efisien dibanding metode NWC.
Metode transportasi adalah suatu metode dalam Riset Operasi yang digunakan utuk mengatur
distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan produk yg sama, ke tempat-tempat yg
membutuhkan secara optimal. Alokasi produk harus diatur sedemikian rupa, karena terdapat
perbedaan biaya-biaya aloka-si dari sumber ke tempat tujuan yg berbeda. Disamping itu juga
metode transportasi juga dapat digunakan utk memecahkan masalah dunia usaha (bisnis) lainnya
seperti masalah
yg meliputi periklanan, pembelanjaan modal (capital financing) dan alokasi dana untuk investasi, analisis lokasi, keseimbangan lini pe-rakitan dan perencanaan serta scheduling produksi.
Asumsi dasar model transportasi adalah biaya transportasi pada suatu rute tertentu proporsi-onal
dengan banyaknya unit yg dikirim. Difinisi unit yg dikirim sangat tergantung pada jenis produk
yg diangkut. Yang penting satu-an penawaran dan permintaan akan barang yg diangkut harus
konsisten.

C. Integer & Mixed integer Programming


Linear Programming (LP) merupakan teknik riset operasional (operation research
technique) yang telah dipergunakan secara luas dalam berbagai jenis masalah manajemen
(Gaspersz, 2004). Pemrograman linier memakai suatu model matematis untuk menggambarkan
masalah yang dihadapi. Kata sifat linier berarti bahwa semua fungsi matematis dalam model ini
harus merupakan fungsi fungsi linier. Kata pemrograman di sini merupakan sinonim untuk
kata perencanaan. Maka, membuat pemrograman linier adalah membuat rencana kegiatan
kegiatan untuk memperoleh hasil yang optimal, ialah suatu hasil yang mencapai tujuan yang
ditentukan dengan cara yang paling baik (sesuai model matematis) di antara semua alternatif
yang mungkin.

1. Komponen Model Integer Linear Programming


Integer linear programming memiliki tiga komponen utama, yaitu:
a.

Fungsi Tujuan (Objective Function)


Fungsi tujuan adalah fungsi yang menggambarkan tujuan/sasaran dari dalam permasalahan
integer linear programming yang berkaitan dengan pengaturan secara optimal sumber dayasumber daya untuk mencapai hasil yang optimal.

b. Fungsi Pembatas (Constraint Function)


Fungsi pembatas merupakan bentuk penyajian secara matematis batasan-batasan kapasitas
yang tersedia yang akan dialokasikan secara optimal ke berbagai kegiatan.
c.

Variabel Keputusan (Decision Variables)


Variabel keputusan merupakan aspek dalam model yang dapat dikendalikan. Nilai variabel
keputusan merupakan alternatif yang mungkin dari fungsi linier.

2. Bentuk Baku Model Pemrograman Linier


Secara matematis, model umum dari integer linear programming yang terdiri dari
sekumpulan variabel keputusan X1, X2, , Xn, dirumuskan sebagai berikut:
Maksimumkan atau minimumkan z = c1x1 + c2x2 + ... + cnxn
Sumberdaya yang membatasi :
a11x1 + a12x2 + ... + a1nxn = / / b1
a21x1 + a22x2 + + a2nxn = / / b2

am1x1 + am2x2 + + amnxn = / / bm


x1, x2, , xn 0
Simbol x1, x2, ..., xn (xi) menunjukkan variabel keputusan. Jumlah variabel keputusan (xi)
oleh karenanya tergantung dari jumlah kegiatan atau aktivitas yang dilakukan untuk mencapai
tujuan. Simbol c1,c2,...,cn merupakan kontribusi masing-masing variabel keputusan terhadap
tujuan, disebut juga koefisien fungsi tujuan pada model matematiknya.Simbol a 11, ...,a1n,...,amn
merupakan penggunaan per unit variabel keputusan akan sumber daya yang membatasi, atau
disebut juga sebagai koefisien fungsi kendala pada model matematiknya. Simbol b 1,b2,...,bm
menunjukkan jumlah masing-masing sumber daya yang ada. Jumlah fungsi kendala akan
tergantung dari banyaknya sumber daya yang terbatas.

Pertidaksamaan terakhir (x1, x2, , xn 0) menunjukkan batasan non negatif. Membuat


model matematik dari suatu permasalahan bukan hanya menuntut kemampuan matematik tapi
juga menuntut seni permodelan. Menggunakan seni akan membuat permodelan lebih mudah dan
menarik.

Asumsi Asumsi Pemrograman Linier :


a.

Proporsionalitas
Naik turunnya nilai fungsi tujuan (Z) dan penggunaan sumber daya berubah sebanding
(proporsional) dengan perubahan tingkat aktivitas.

b. Additivitas
Aktivitas (variabel keputusan) tidak saling mempengaruhi dalam menentukan nilai fungsi
tujuan sehingga nilai fungsi tujuan merupakan penjumlahan kontribusi setiap variabel keputusan
atau dengan kata lain kenaikan fungsi tujuan yang diakibatkan oleh suatu aktivitas dapat
ditambahkan tanpa mempengaruhi bagian nilai fungsi tujuan yang diperoleh dari aktivitas lain.
c.

Deterministik
Semua parameter yang terdapat dalam model matematis (Aij, Cj, bi) dapat ditentukan dengan
pasti, meskipun jarang dapat ditentukan dengan tepat.

d. Accountability
Sumber-sumber yang tersedia harus dapat dihitung sehingga dapat dipastikan berapa bagian
yang terpakai dan berapa bagian yang masih tersisa.
e.

Linearity of Objectives
Fungsi tujuan dan kendala-kendala harus dapat dinyatakan sebagai suatu fungsi linear.

3. Solusi Model Integer Linear Programming


Solusi model integer linear programming adalah jawaban akhir dari suatu pemecahan
masalah. Pada suatu model matematis, solusi dikatakan layak (feasible solution) jika
penyelesaiannya tidak melanggar batasan-batasan yang ada. Namun jika penyelesaiannya tidak
memungkinkan pada alternatif-alternatif yang layak (feasible), maka solusi itu dikatakan tidak

layak (no feasible solution). Integer Linear Programming (ILP) dapat diselesaikan dengan
banyak cara, antara lain menggunakan grafik, metode eliminasi dan substitusi maupun
menggunakan perangkat lunak. Perangkat lunak yang digunakan untuk memperoleh solusi model
integer linear programming, antara lain Excel Solver, TORA, LINDO, AMPL dan LINGO.
D. Assignment
Assignment termasuk dalam model transportasi, yakni metode analisis mengenai masalah
pendistribusian sejumlah produk atau komoditas dari beberapa sumber distribusi (supply) kepada
beberapa daerah tujuan (demand) dengan berpegang pada prinsip biaya distribusi minimal,
ataupun juga untuk mencari pendapatan maksimal dari strategi distribusi komoditi yang
mempunyai keuntungan tertentu. Salah satu metode yang digunakan untuk Assignment adalah
Metode Hungarian. Pada Metode Hungarian, jumlah sumber-sumber yang ditugaskan harus sama
persis dengan jumlah tugas yang akan diselesaikan. Setiap sumber harus ditugaskan hanya untuk
satu tugas. Jadi masalah penugasan akan mencakup sejumlah n sumber yang mempunyai n tugas,
sehingga ada n! ( n faktorial ) kemungkinan.
Tujuan dari model Assignment ini adalah untuk mendapatkan total biaya minimum dalam
pembebanan pekerjaan kepada mesin-mesin yang tersedia. Secara matematis dapat dinyatakan
sebagai berikut :
Pembebanan m pekerjaan atau pekerja (i = 1, 2, 3 , m) kepada n mesin (j = 1, 2, 3, , n)
dengan biaya sebesar cij.
Model Matematis Dari Assignment Problem

Obyektif
Pembatas

1.

Masalah minimisasi
Bagaimana menugaskan karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan agar total biaya
pekerjaan minimum. Langkah-langkah :
a. Menyusun tabel biaya
b. Melakukan pengurangan baris, dengan cara :
1) Memilih biaya terkecil setiap baris.
2) Kurangkan semua biaya dengan biaya terkecil setiap baris.
c. Melakukan pengurangan kolom.
d. Membentuk penugasan optimum.
e. Melakukan revisi tabel.

2.

Jumlah pekerjaan tidak sama dengan jumlah karyawan.


Bila jumlah pekerjaan lebih besar dari jumlah karyawan, maka harus ditambahkan
karyawan semu (dummy worker).

3.

Masalah maksimisasi
Dalam masalah maksimisasi, elemen-elemen matriks menunjukkan tingkat keuntungan.
Efektivitas pelaksaan tugas oleh karyawan diukur dengan jumlah kontribusi keuntungan.
Langkah-langkah :
a.

Seluruh elemen dalam setiap baris dikurangi dengan nilai maksimum dalam baris yang sama.
Prosedur ini menghasilkan Matriks Opportunity Loss. Matriks ini sebenarnya bernilai negatif.

b. Meminimumkan Opportunity-loss dengan cara mengurangi seluruh elemen dalam setiap kolom (
yang belum ada nolnya ) dengan elemen terkecil dari kolom tesebut.
c.

Merevisi matriks.

II.

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Linier Programming
1. Maksimisasi
a. Soal
Sebuah perusahaan roti rumahan dengan nama Hidays Cook akan membuat dua jenis
produk yaitu Roti Bolu dan Martabak. Setiap pembuatan Bolu membutuhkan mentega 70 gr,
tepung terigu 85gr dan gula pasir 25gr dan untuk membuat Martabak membutuhkan mentega 80
gr tepung terigu 70gr dan gula pasir 50gr. Total mentega yang tersedia adalah 10.000 gr, tepung
terigu yang tersedia adalah 10.000 gr serta kapasitas gula pasir yang tersedia 10.000 gr. Jika Bolu
akan dijual dengan harga Rp5.000 perbuah sementara Martabak Rp7.000. Maka barapa banyak
masing masing produk yang harus dibuat sehingga keuntungan dapat mencapai maksimal dengan
kapasitas bahan baku yang tersedia. Data perusahaan Hidays Cook:

Bahan
Mentega
Terigu
Gula Pasir

Bahan yang di butuhkan


Bolu (gr)
Martabak (gr)
70
80
85
75
25
50

Max Z = 5000X1 + 7000X2


Dengan batasan: +

Bahan yang tersedia (gr)


10.000
10.000
10.000

b. Langkah-Langkah :
1) Buka POM-QM pada desktop
2) Klik Module- Linier Programming
3) Klik menu File- New
4) Pada kotak title diisi judul kasus yang akan diselesaikan ( Hidays Cook)
5) Number of Constrain ( jumlah fungsi batasan diisi dengan 3) sesui kasus
6) Number of Variables ( jumlah variabel diisi 2) sesui kebutuhan kasus
7) Pada Objective pilih Maximize
8) Klik Ok
9) Masukan angka-angka pada soal ke dalam tabel yang muncul kemudian klik Solve
10) Klik Tile untuk mengeluarkan semua output yang dibutuhkan atau klik Window kemudian klik
satu-persatu untuk mengeluarkan output tertentu( Linier programming result, Ranging, Solution
list, Iteration, Dual, Graph).
c. Output dan Interpretasi
1) Output Linear Programming Results
Interpretasi:
Pada liniear programing result, terlihat bahwa solusi untuk kasus ini adalaha X1 sebesar 0 untuk
pembuatan Bolu, dan X2 sebesar 125 buah untuk pembuatan Martabak yang dapat diproduksi
oleh Hidays cook untuk memperoleh keuntungan maksimal sebesar Rp875000.
2) Output Ranging
Interpretasi:
Pada tabel ranging dapat terlihat bahwa :
1. Value
Keuntungan maksimal dapat dicapai ketika produksi X1= 0 buah dan X2=125 buah.
2. Dual value
Jika dilakukan penambahan 1 gr mentega akan menambah keuntungan sebesar Rp 87,5 rupiah
sedangkan terigu dan gula pasir walaupun masing-masing dilakukan penambahan 1gr tidak akan
memberikan keuntungan karena nilainya Rp 0. Hal ini disebabkan karena terdapat terigu dan
gula pasir yang terbuang atau tidak optimal dalam pemakaiannya dalam produksi sehingga ada
sisa masing-masing sebesar 625 gr dan 3750 gr.
3. Lower bound dan Upper Bound adalah batas atas dan batas bawah.
3) Output Solution List
Interpretasi :
Pada tabel solusion list terlihat bahwa :
1) Value

Produksi optimal untuk profit maksimal yaitu Bolu (x1) = 0 dan Martabak (x2) = 125.
Menghasilkan keuntungan (Z sebesar 87500 )
2) Status
Basic adalah variabel yang masuk ke dalam iterasi. Pada kasus diatas yang menjadi variabel
basic yaitu Martabak (x2), slack 2 dan slek 3.
4) Output Iterations
Interpretasi :
Pada tabel iterasi terlihat bahwa terjadi 2 kali iterasi. Hal tersebut berarti untuk dapat
mencapai kombinasi angka optimum diperlukan dua kali langkah komputasi.
5) Output Dual
Interpretasi :
Pada tabel dual terlihat bahwa :
1. Original problem adalah fungsi tujuan dan kendala pada soal.
2. Dual problem adalah bentuk lain dari fungsi tujuan dan kendala pada soal.
Maximize
Minimize
Min Z = 10.000 Y1 + 10.000Y2 + 10.000Y3
d.b
70Y1 + 85Y2 + 25Y3 >= 5000
80Y1 + 75Y2 + 50Y 3 >= 7000
6) Output Graph
Interpretasi :
Pada graph terlihat bahwa :
1. Corner point adalah kombinasi yang dapat dilakukan perusahaan. Dapat dilihat kombinasi
yang berwarna biru dapat menghasilkan profit maksimal yaitu X1 =
2. Isoprofit line adalah garis dimana tercapainya profit maksimal
3. Daerah yang diarsir disebut feasible area yaitu batas yang mungkin untuk pengalokasian
sumberdaya produksi yang ada dengan waktu yang tersedia.
2. Minimisasi
a. Soal
PT DPoor Link Farm merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertanian yang
berdomisili di Semarang ingin merencanakan pengiriman pupuk A dan pupuk B kedaerah
Purbalingga dan Banyumas. Untuk pengiriman daerah Purbalingga sedikitnya harus terpenuhi 10
ton pupuk A dan 8 ton pupuk B serta 10 orang tenaga kerja.Dan untuk pengiriman daerah
banyumas sedikitna harus terpenuhi minimal 8ton pupuk A, 10ton pupuk B dan 10 orang tenaga
kerja. Biaya pengiriman tiap ton daerah purbalingga Rp 150.000 dan Banyumas tiap tonnya Rp
160.000. Data PT DPoor Linkz Farm:

Purbalingga
Pupuk A
Pupuk B
Tenaga kerja

10
8
10

Banjarnegara
8
10
10

Minimum
kebutuhan( ton)
80
100
120

Minimumkan Z = 150.000
Dengan batasan :
0
0
+0

b. Langkah-Langkah :
1) Buka POM-QM pada desktop
2) Klik Module- Linier Programming
3) Klik menu File- New
4) Pada kotak title diisi judul kasus yang akan diselesaikan ( PT DPoor Linkz Farm)
5) Number of Constrain ( jumlah fungsi batasan diisi dengan 3) sesui kasus
6) Number of Variables ( jumlah variabel diisi 2) sesui kebutuhan kasus
7) Pada Objective pilih Minimize
8) Klik Ok
9) Masukan angka-angka pada soal ke dalam tabel yang muncul kemudian klik Solve
10) Klik Tile untuk mengeluarkan semua output yang dibutuhkan atau klik Window kemudian klik
satu-persatu untuk mengeluarkan output tertentu ( Linier programming result, Ranging, Solution
list, Iteration, Dual,Graph).
c. Output dan Interpretasi
1) Output Linear Programming Results
Interpretasi:
Pada liniear programing result, terlihat bahwa solusi untuk kasus ini adalaha X1 sebesar 10
untuk purabalingga, dan X2 sebesar 2 untuk daerah Banyumas sehingga dapat diperoleh biaya
minimum untuk tujuan pengiriman sebesar Rp1820.000.
2) Output Ranging
Interpretasi:
Pada tabel ranging dapat terlihat bahwa :
1. Value
Biaya minimal dapat dicapai ketika kapasitas X1= 10 unit dan kapasitas X2=2 unit
2. Dual value

Jika dilakukan penambahan 1ton pupuk A, tidak meminimalkan biaya atau sebesar 0. Ini
disebabkan karena pupuk A memiliki nilai sisa sebesar 36. Sedangakn penambahan satu ton
pupuk B serta penambahan 1 tenaga kerja menyebabkan biaya minimal sebesar Rp -5000,002
dan -11000. Lower bound dan Upper Bound adalah batas atas dan batas bawah.
3) Output Solution List
Interpretasi :
Pada tabel solusion list terlihat bahwa :
1. Value
Biaya yang optimal untuk biaya minimal yaitu X1 = 10 dan X2 = 2. Menghasilkan tingkat
biaya minimal (Z sebesar 1820.000).
2. Status
Basic adalah variabel yang masuk ke dalam iterasi. Pada kasus diatas yang menjadi variabel
basic yaitu X1, X2 dan surplus 1.

4) Output Iterations
Interpretasi :
Pada tabel iterasi terlihat bahwa terjadi 8 iterasi. Hal tersebut berarti untuk mencapai
kombinasi angka optimum diperlukan 8 kali langkah komputasi.
5) Output Dual
Interpretasi :
Pada tabel dual terlihat bahwa :
1. Original problem adalah fungsi tujuan dan kendala pada soal.
2. Dual problem adalah bentuk lain dari fungsi tujuan dan kendala pada soal.
Minimize
Maximize
Max Z = 80 Y1 + 100 Y2 + 120 Y3
d.b
10 Y1 + 8 Y2 + 10Y3 >= 150000
8 Y1 + 10 Y2 + 10Y 3 >= 160000
6) Output Graph
Interpretasi :
Pada graph terlihat bahwa :
1. Corner point adalah kombinasi yang dapat dilakukan perusahaan. Pada minimilasi Dapat
dilihat kombinasi yang dapat mengoptimalkan biaya paling minimal yaitu X1 = 10 X2 = 2 , dan
Z = 1820.000.
2. Isoprofit line adalah garis dimana tercapainya biaya paling minimal

3. Daerah yang diarsir disebut feasible area yaitu batas yang mungkin untuk pengalokasian
sumberdaya yang tersedia dengan waktu yang ada.

B. Transportation
1. Supply = Demand
a. Soal
Pabrik DPoor Link Farm yang beroprasi pada bidang produksi pupuk memiliki tiga daerah
pemrosesan, yaitu A, B, C dan memiliki tiga gudang yang berlokasi di 1, 2, 3 sebagai tempat
tujuan distribusi hasil produksi. Kapasitas produksi per bulan pabrik A = 100 ton, B = 70 ton,
dan C = 60 ton. Permintaan masing-masing gudang 1 = 110 ton, 2 = 60 ton, dan 3 = 60 ton per
bulan. Berikut biaya transportasi dari pabrik ke gudang ($): Data perusahaan DPoor Linkz
Farm:
Gudang

21

12

18

19

25

10

15

Pabrik

Tentukan dari pabrik mana dikirim ke gudang mana dan berapa jumlah serta total biaya
transportasi.
b. Langkah-Langkah :
1) Buka POM-QM pada desktop
2) Klik Module- Transportation
3) Klik menu File- New
4) Pada kotak title diisi judul kasus yang akan diselesaikan (Soal 1 transportasi )
5) Number of Sources ( jumlah sumber diisi dengan 3) sesui kasus
6) Number of Destination ( jumlah kejadian diisi 3) sesui kebutuhan kasus
7) Pada Objective pilih Minimize karena menghitung biaya
8) Klik Ok
9) Masukan angka-angka pada soal ke dalam tabel yang muncul kemudian klik Solve
10) Klik Tile untuk mengeluarkan semua output yang dibutuhkan atau klik Window kemudian klik
satu-persatu untuk mengeluarkan output tertentu ( Transportation shipments, Final solution
table, Marginal cost, Iterations, Shipment with costs, Shipping list ).

c. Output dan Interpretasi


1) Output Transportation Shipments
Interpretasi:
1. Perusahaan akan mencapai biaya angkut total minimum apabila Pabrik A mengirim barang ke
gudang 2 sebanyak 40 ton dan ke gudang 3 sebanyak 60 ton.
2. Perusahaan akan mencapai biaya angkut total minimum apabila Pabrik B mengirim barang ke
gudang 1 sebanyak 70 ton.
3. Perusahaan akan mencapai biaya angkut total minimum apabila Pabrik C mengirim barang ke
gudang 1 sebanyak 40 ton dan ke gudang 2 sebanyak 20 ton
4. Optimal cost adalah biaya minimal yang dapat digunakan untuk dapat menekan biaya ongkos
pengiriman sebesar $2700.
2) Output Final Solution Table
Interpretasi:
1. Bila pabrik A memaksakan untuk mengirim ke gudang 1 maka tidak menambah biaya karena
nilai marjinnya 0. Namun paling tepat pabrik A mengirimkan ke gudang 2 dan 3 yang jelas tidak
menghasilkan margin cost.
2. Bila pabrik B memaksakan untuk mengirim ke gudang 2 dan 3 maka akan menambah biaya
masing-masing sebesar 21. Sehingga paling tepat pabrik B disarankan untuk mengirim ke
gudang yang tidak menghasilkan margin cost yaitu gudang 1.
3. Bila pabrik C memaksakan untuk mengirim ke gudang 3 maka akan menambah biaya sebesar
4. Sehingga paling tepat pabrik C harus mengirim ke gudang 1 dan 2 yang tidak memiliki margin
cost.
3) Output Marginal Cost
Interpretasi :
1. Marginal cost pada gudang 1 dari pabrik A adalah 0, berarti apabila dilakukan penjualan satu
unit barang hasil produksi dari pabrik A ke gudang 1 maka biaya transportasi tetap.
2. Marginal cost pada gudang 2 dari pabrik B adalah $21, berarti apabila dilakukan penjualan
satu unit barang hasil produksi dari pabrik B ke gudang 2 maka biaya transportasi akan
bertambah sebanyak $21.
3. Marginal cost pada gudang 3 dari pabrik B adalah $21, berarti apabila dilakukan penjualan
satu unit barang hasil produksi dari pabrik B ke gudang 3 maka biaya transportasi akan
bertambah sebanyak $21.
4. Marginal cost pada gudang 3 dari pabrik C adalah 4, berarti apabila dilakukan penjualan satu
unit barang hasil produksi dari pabrik C ke gudang 3 maka biaya transportasi akan bertambah
sebanyak $4.

4) Output Iterations
Interpretasi :
1. Pada tabel iterasi tampak bahwa iterasi terjadi sebanyak 1 kali. Hal tersebut berarti untuk
mencapai kombinasi angka optimum yaitu kapasitas maximum dengan biaya paling minimum
diperlukan satu kali langkah komputasi.
5) Output Shipments With Costs
Interpretasi :
1. Shipment with cost adalah jumlah muatan atau besarnya alokasi barang dibandingkan dengan
biaya angkut.
2. Pabrik A mengirim ke gudang 2 dan gudang 3 sebanyak 40ton dan 60 ton dengan biaya
masing-masing $240 gudang 2 dan $420 gudang 3.
3. Pabrik B mengirim ke gudang 1 dengan kapasitas 70 ton dan biaya $840.
4. Pabrik C mengirim ke gudang 1 dan gudang 2 sebanyak 40 ton dan 20 ton dengan biaya
masing-masing $1000 untuk gudang 1 dan $200 untuk gudang 2.
6) Output Shipping List
Interpretasi :
1. Jumlah muatan dari pabrik A ke gudang 2 sebesar 40 ton dengan biaya per unit $6, maka total
biaya yang dikeluarkan sebanyak $240
2. Jumlah muatan dari pabrik A ke gudang 3 sebesar 60 ton dengan biaya per unit $7, maka total
biaya yang dikeluarkan sebanyak $420
3. Jumlah muatan dari pabrik B ke gudang 1 sebesar 70 ton dengan biaya per unit $12, maka
total biaya yang dikeluarkan sebesar $840
4. Jumlah muatan dari pabrik C ke gudang 1 sebesar 40 ton dengan biaya per unit $25, maka
total biaya yang dikeluarkan sebesar $1000
5. Jumlah muatan dari pabrik C ke gudang 2 sebesar 20 ton dengan biaya per unit $10, maka
total biaya yang dikeluarkan sebesar $200.

2. Supply > Demand


a. Soal
Pabrik DPoor Link Farm yang beroprasi pada bidang produksi pupuk memiliki tiga daerah
pemrosesan, yaitu A, B, C dan memiliki tiga gudang yang berlokasi di 1, 2, 3 sebagai tempat
tujuan distribusi hasil produksi. Kapasitas produksi per bulan pabrik A = 100 ton, B = 100 ton,
dan C = 60 ton. Permintaan masing-masing gudang 1 = 110 ton, 2 = 60 ton, dan 3 = 60 ton per
bulan. Berikut biaya transportasi dari pabrik ke gudang ($):

Gudang

21

12

18

19

25

10

15

Pabrik

Tentukan dari pabrik mana dikirim ke gudang mana dan berapa jumlah serta total biaya
transportasi.
b. Langkah-Langkah :
1) Buka POM-QM pada desktop
2) Klik Module- Transportation
3) Klik menu File- New
4) Pada kotak title diisi judul kasus yang akan diselesaikan (Soal 1 transportasi )
5) Number of Sources ( jumlah sumber diisi dengan 3) sesui kasus
6) Number of Destination ( jumlah kejadian diisi 3) sesui kebutuhan kasus
7) Pada Objective pilih Minimize karena menghitung biaya
8) Klik Ok
9) Masukan angka-angka pada soal ke dalam tabel yang muncul kemudian klik Solve
10) Klik Tile untuk mengeluarkan semua output yang dibutuhkan atau klik Window kemudian klik
satu-persatu untuk mengeluarkan output tertentu ( Transportation shipments, Final solution
table, Marginal cost, Iterations, Shipment with costs, Shipping list ).
c. Output dan Interpretasi
1) Output Transportation Shipments
Interpretasi:
1. Perusahaan akan mencapai biaya angkut total minimum apabila Pabrik A mengirim barang ke
gudang 2 sebanyak 40 ton dan ke gudang 3 sebanyak 60 ton.
2. Perusahaan akan mencapai biaya angkut total minimum apabila Pabrik B mengirim barang ke
gudang 1 sebanyak 100 ton.
3. Perusahaan akan mencapai biaya angkut total minimum apabila Pabrik C mengirim barang ke
gudang 1 sebanyak 10 ton dan ke gudang 2 sebanyak 20 ton. Total penawaran sebanyak 260 ton
sedangkan total permintaan 230 ton sehingga terjadi Dummy gudang sebanyak 30 ton.
4. Nilai Optimal cost sebesar $2310 merupakan penjumlahan hasil kali dari biaya pengiriman
per unit dan jumlah produk.
2) Output Final Solution Table
Interpretasi:

1. Bila pabrik A memaksakan mengirim ke gudang 1 maka biayanya masih 0 dan bila
memaksakan mengirim ke gudang dummy maka akan menambah biaya sebesar $4. Sehingga
paling tepat pabrik A mengirimkan kegudang 2 dan 3 yang tidak menghasilkan margin cost.
2. Pabrik B disarankan untuk mengirim ke gudang 1 yang tidak menghasilkan margin cost.
Ketika ingin memaksakan untuk mengirim ke gudang 2, 3, dan dummy maka akan dikenakan
biaya masing-masing sebesar $21 untuk gudang 2, $21untuk gudang 3 dan $13 untuk Dummy.
3. Pabrik C disarankan untuk mengirim ke gudang 1,2 dan Dummy yang tidak menghasilkan
margin cost, namun ketika memaksakan untuk mengirim ke gudang 3 maka akan dikenai biaya
sebesar $4.
3) Output Marginal Cost
Interpretasi :
1. Marginal cost pada gudang 1 dari pabrik A adalah 0, berarti apabila dilakukan penjualan satu
unit barang hasil produksi dari pabrik A ke gudang 1 maka biaya transportasi tetap.
2. Marginal cost pada dummy dari pabrik A adalah $4, berarti apabila dilakukan penjualan satu
unit barang hasil produksi dari pabrik A ke gudang 1 maka biaya transportasi akan bertambah
sebanyak $4.
3. Marginal cost pada gudang 2 dari pabrik B adalah $21, berarti apabila dilakukan penjualan
satu unit barang hasil produksi dari pabrik B ke gudang 2 maka biaya transportasi akan
bertambah sebanyak $21.
4. Marginal cost pada gudang 3 dari pabrik B adalah $21, berarti apabila dilakukan penjualan
satu unit barang hasil produksi dari pabrik B ke gudang 3 maka biaya transportasi akan
bertambah sebanyak $21.
5. Marginal cost pada dummy dari pabrik B adalah $13, berarti apabila dilakukan penjualan
satu unit barang hasil produksi dari pabrik B ke dummy maka biaya transportasi akan bertambah
sebanyak $13.
6. Marginal cost pada gudang 3 dari pabrik C adalah $4, berarti apabila dilakukan penjualan
satu unit barang hasil produksi dari pabrik C ke gudang 3 maka biaya transportasi akan
bertambah sebanyak $4.
4) Output Iterations
Interpretasi :
1. Pada tabel iterasi tampak bahwa iterasi terjadi sebanyak 2 kali. Hal tersebut berarti untuk
mencapai kombinasi angka optimum yaitu kapasitas maximum dengan biaya paling minimum
diperlukan 2 (dua) kali langkah komputasi. Iterasi berhenti sampai tabel kedua karena nilai biaya
tambahannya sudah menunjukan positif semua.

5) Output Shipments With Costs


Interpretasi :
1. Pabrik A mengirim kegudang 2 dan gudang 3 dengan kapasitas masing-masing 40 ton serta biaya
$240 dan 60 ton dengan biaya $420.
2. Pabrik B mengirim ke gudang 1dengan kapasitas 100 ton serta biaya sebesar $1200.
3. Pabrik C mengirim ke gudang 1 dan gudang dua dengan kapasitas masing-masing sebesar 10 ton
dengan biaya $250 dan 20 ton dengan biaya 200. Selanjutnya ke gudang dummy dengan
kapasitas 30 dan biaya $0.
6) Output Shipping List
Interpretasi :
1. Jumlah muatan dari pabrik A ke gudang 2 sebanyak 40 ton dengan biaya per unit sebesar $6
maka total biaya yang dikeluarkan sebanyak $240.
2. Jumlah muatan dari pabrik A ke gudang 3 sebanyak 60 ton dengan biaya per unit sebesar $7
maka total biaya yang dikeluarkan sebanyak $420.
3. Jumlah muatan dari pabrik B ke gudang 1 sebanyak 100 ton dengan biaya per unit sebesar $12
maka total biaya yang dikeluarkan sebanyak $1200.
4. Jumlah muatan dari pabrik C ke gudang 1 sebanyak 10 ton dengan biaya per unit sebesar $25
maka total biaya yang dikeluarkan sebanyak $250.
5. Jumlah muatan dari pabrik C ke gudang 2 sebanyak 20 ton dengan biaya per unit sebesar $10
maka total biaya yang dikeluarkan sebanyak $200.
6. Jumlah muatan dari pabrik C ke Dummy sebanyak 30 ton dengan biaya per unit sebesar $0 maka
total biaya yang dikeluarkan sebanyak $0.
3. Supply < Demand
a. Soal
Pabrik DPoor Link Farm yang beroprasi pada bidang produksi pupuk memiliki tiga daerah
pemrosesan yaitu A, B, C dan memiliki tiga gudang yang berlokasi di 1, 2, 3 sebagai tempat
tujuan distribusi hasil produksi. Kapasitas produksi per bulan pabrik A = 70 ton, B = 70 ton, dan
C = 60 ton. Permintaan masing-masing gudang 1 = 110 ton, 2 = 60 ton, dan 3 = 60 ton per bulan.
Berikut biaya transportasi dari pabrik ke gudang ($): Data perusahaan DPoor Link Farm:
Gudang
Pabrik
A

21

12

18

19

25

10

15

Tentukan dari pabrik mana dikirim ke gudang mana dan berapa jumlah serta total biaya
transportasi.
b.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Langkah-Langkah :
Buka POM-QM pada desktop
Klik Module- Transportation
Klik menu File- New
Pada kotak title diisi judul kasus yang akan diselesaikan (Soal 1 transportasi )
Number of Sources ( jumlah sumber diisi dengan 3) sesui kasus
Number of Destination ( jumlah kejadian diisi 3) sesui kebutuhan kasus
Pada Objective pilih Minimize karena menghitung biaya
Klik Ok
Masukan angka-angka pada soal ke dalam tabel yang muncul kemudian klik Solve
Klik Tile untuk mengeluarkan semua output yang dibutuhkan atau klik Window kemudian klik
satu-persatu untuk mengeluarkan output tertentu ( Transportation shipments, Final solution
table, Marginal cost, Iterations, Shipment with costs, Shipping list ).

c. Output dan Interpretasi


1) Output Transportation Shipments
Interpretasi:
1. Perusahaan akan mencapai biaya angkut total minimum apabila Pabrik A mengirim barang ke
gudang 2 sebanyak 10 ton dan ke gudang 3 sebanyak 60 ton.
2. Perusahaan akan mencapai biaya angkut total minimum apabila Pabrik B mengirim barang ke
gudang 1 sebanyak 70 ton.
3. Perusahaan akan mencapai biaya angkut total minimum apabila Pabrik C mengirim barang ke
gudang 1 sebanyak 10 ton dan ke gudang 2 sebanyak 50 ton.
4. Total penawaran sebesar 200 ton, sedangakan total permintaan sebesar 230 ton sehingga
terjadi kelebihan permintaan sebesar 30 ton yang sekaligus sebagai dummy pabrik.
5. Dari output dijelaskan bahwa nilai optimal cost sebesar $2070 merupakan penjumlahan hasil
kali dari biaya pengiriman per unit dan jumlah produk.

2) Output Final Solution Table


Interpretasi:

1. Pabrik A disolusikan untuk mengirim ke gudang 2 dan gudang 3 walaupun jika memaksakan
untuk mengirim ke gudang 1 nilai tambahan biaya sebesar $0.
2. Pabrik B disolusikan untuk mengirim ke gudang 1 karena tidak ada biaya tambahan. Namun
jika ingin memaksakan untuk mengirim ke gudang 2 dan 3 maka akan menambah biaya masingmasing sebesar $21 untuk gudang 2 dan $21 untuk gudang 3.
3. Pabrik C disolusikan untuk mengirim kegudang 1 dan 2 karena tidak memiliki biaya
tambahan. Sedangkan jika memaksakan untuk mengirim ke gudang 3 maka akan dikenakan
biaya tambahan sebesar $4.
4. Jika Dummy pabrik memaksakan mengirim ke gudang 2 maka akan menambah biaya sebesar
$15 dan jika memaksakan untuk mengirim ke gudang 3 maka akan menambah biaya sebesar
$14. Sehingga paling tepat dummy pabrik hanya mengirim ke gudang 1 yang tidak memerlukan
biaya tambahan.

3) Output Marginal Cost


Interpretasi :
1. Marginal cost pada gudang 1 dari pabrik A adalah 0, berarti apabila dilakukan penjualan satu
unit barang hasil produksi dari pabrik A ke gudang 1 maka biaya transportasi tetap.
2. Marginal cost pada dummy dari pabrik A adalah $4, berarti apabila dilakukan penjualan satu
unit barang hasil produksi dari pabrik A ke gudang 1 maka biaya transportasi akan bertambah
sebanyak $4.
3. Marginal cost pada gudang 2 dari pabrik B adalah $21, berarti apabila dilakukan penjualan
satu unit barang hasil produksi dari pabrik B ke gudang 2 maka biaya transportasi akan
bertambah sebanyak $21.
4. Marginal cost pada gudang 3 dari pabrik B adalah $21, berarti apabila dilakukan penjualan
satu unit barang hasil produksi dari pabrik B ke gudang 3 maka biaya transportasi akan
bertambah sebanyak $21.
5. Marginal cost pada dummy dari pabrik B adalah $13, berarti apabila dilakukan penjualan
satu unit barang hasil produksi dari pabrik B ke dummy maka biaya transportasi akan bertambah
sebanyak $13.
6. Marginal cost pada gudang 3 dari pabrik C adalah $4, berarti apabila dilakukan penjualan
satu unit barang hasil produksi dari pabrik C ke gudang 3 maka biaya transportasi akan
bertambah sebanyak $4.

4) Output Iterations
Interpretasi :
1. Pada tabel iterasi tampak bahwa iterasi terjadi sebanyak 1 kali. Hal tersebut berarti untuk
mencapai kombinasi angka optimum yaitu kapasitas maximum dengan biaya paling minimum
diperlukan satu kali langkah komputasi.
5) Output Shipments With Costs
Interpretasi :
1. Pabrik A mengirim ke gudang 2 dengan kapasitas 10 ton serta biaya $60 dan ke gudang 3
dengan kapasitas 60 ton dengan biaya $420.
2. Pabrik B mengirim ke gudang 1 dengan kapasitas 70 ton serta biaya $840.
3. Pabrik C mengirim ke gudang 1 sebesar 10 ton dengan biaya $250 dan ke gudang 3 sebesar
50 ton dengan biaya $500.
4. Pabrik Dummy mengirim ke gudang 1 dengan kapasitas 30 ton dan biaya $0.
6) Output Shipping List
Interpretasi :
1. Jumlah muatan dari pabrik A ke gudang 2 sebanyak 10 ton dengan biaya per unit $6, maka
total biaya yang dikeluarkan sebesar $60.
2. Jumlah muatan dari pabrik A ke gudang 3 sebanyak 60 ton dengan biaya per unit $7, maka
total biaya yang dikeluarkan sebesar $420.
3. Jumlah muatan dari pabrik B ke gudang 1 sebanyak 70 ton dengan biaya per unit $12, maka
total biaya yang dikeluarkan sebesar $840.
4. Jumlah muatan dari pabrik C ke gudang 1 sebanyak 10 ton dengan biaya per unit $25, maka
total biaya yang dikeluarkan sebesar $250.
5. Jumlah muatan dari pabrik C ke gudang 2 sebanyak 50 ton dengan biaya per unit $10, maka
total biaya yang dikeluarkan sebesar $500.
6. Jumlah muatan dari pabrik dummy ke gudang 1 sebanyak 30 ton dengan biaya per unit $0,
maka total biaya yang dikeluarkan sebesar $0.

C. Integer & Mixed Integer Programming


1. Soal
Perusahaan DPoor Linkz Shop merupakan perusahaan yang memproduksi Sepatu dan
Tas, untuk membuat 1 pasang sepatu diperlukan proses pemotongan selama 15 menit dan proses
perakitan selama 12 menit serta penjahitan 15 menit, sedangkan untuk membuat 1 unit tas
diperlukan proses pemotongan selama 10 menit dan proses perakitan 10 selama 10 menit, serta
penjahitan selama 12 menit. Dalam satu hari kerja tersedia 360 menit untuk proses pemotongan,
dan 300 menit untuk proses perakitan serta 320 menit penjahitan. Jika dijual, setiap produk
menghasilkan keuntungan sebesar 5.000 untuk sepatu dan 7000 untuk tas. Ringkasan data
perusahaan ada pada tabel berikut:
Pekerjaan
Pemotonga
n
Perakitan
Penjahitan

Waktu yang diperlukan (menit)


Sepatu
Tas

Waktu tersedia (menit)


Per hari

15
12
15

360
300
320

10
10
12

Berapa jumlah kombinasi antara sepatu dan tas yang harus di produksi oleh perusahaan untuk
memperoleh keuntungan yang paling maksimal?
Max Z 5000X1 + 7000X2
Dengan batasan: 15X1 + 10X2 <= 360
12X1 + 10X2 <= 300
15X1 + 12 X2<= 320
X1,X2 >= 0
2.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Langkah-Langkah :
Buka POM-QM pada desktop
Klik Module- Integer & Mixed integer Programming
Klik menu File- New
Pada kotak title diisi judul kasus yang akan diselesaikan (DPoor Linkz Shop )
Number of Constraint ( batasan diisi dengan 3) sesui kasus
Number of Variable ( variabel diisi 2) sesui kebutuhan kasus
Pada Objective pilih Maximize
Klik Ok
Masukan angka-angka pada soal ke dalam tabel yang muncul kemudian klik Solve

j.

Klik Tile untuk mengeluarkan semua output yang dibutuhkan atau klik Window kemudian klik
satu-persatu untuk mengeluarkan output tertentu (Integer & mixed integer Programming,
Iteration results, Original problem W/Answer dan Graph).

3. Output dan Interpretasi


a. Output Integer & Mixed Integer Programming
Interpretasi:
1) Tampilan integer dan mixed integer programming result menunjukan bahwa hasil perhitungan
atau solusi untuk kasus ini adalah X1 sebesar 0 untuk Sepatu dan X2 sebesar 26 untuk tas yang
dapat diproduksi oleh DPoor Linkz Shop sehingga memperoleh keuntungan maksimal sebesar
$182000.
b. Output Iteration Results
Interpretasi:
1) Dari tabel iteration result menunjukan bahwa hasil perhitungan tahap demi tahap. Dimana
tahapan penyelesaian untuk kasus DPoor Linkz Shop terjadi sebanyak 7 kali perhitungan untuk
2)

mencapai solusi optimal.


Nilai integer yang paling optimal ada pada tahap ke 3 dimana x1 = 0 dan x2 = 26 dan

menghasilkan nilai solusi sebesar $ 182000.


3) Untuk tahap 1, 2 dan 4 memiliki solution value yang lebih besar dari pada solution value tahap 3
yaitu 186666.7 dan 184666.7 serta 182916.7 namun tidak dijadikan sebagai solusi optimal
karena pada solution type tertulis Noninteger yang artinya kombinasi x1 dan x2 masih memiliki
nilai yang tidak bulat (noninteger) sehingga tidak bisa dipakai sebagai solusi optimal.
4) Pada tahap 5 merupakan kombinasi yang suboptimal yaitu berarti merupakan kombinasi yang
5)

paling mendekati optimal namun belum optimal.


Pada tahap 6 dan 7 merupakan kombinasi yang infeasible yaitu tidak pada daerah kombinasi
yang rasional. Sehingga tidak diterangkan secara jelas pada tabel.

c.

Output Original Problem W/answer


Interpretasi :
1) Menunjukkan hasil perhitungan beserta persoalan yang diselesaikannya.
2) Solution merupakan jawaban optimal yang diperoleh dari persoalan serta batasan-batasan yang
diterangkan. Yaitu x1 = 0 dan x2 = 26 dengan nilai optimal sebesar $182000.
d. Output Graph
Interpretasi :
Tampilan graph, menunjukkan secara grafik, bahwa hasil perhitungan integer programming
pada graph adalah :

1) Corner point, merupakan kombinasi yang dapat dilakukan perusahaan. Kombinasi yang dapat
menghasilkan profit maksimal yaitu x1 = 0 dan x2 = 26 dan z = 182000
2) Isoprofit line adalah garis dimana tercapainya profit maksimal terliahat pada garis putus-putus
yang berwarna merah muda
3) Daerah yang diarsir feasible area yaitu batas yang mungkin atau rasional untuk pengalokasian
sumber daya yang ada dengan waktu yang tersedia.
D. Assignment
1. Soal
Bapak Waryadi Seorang kepala sekolah di SMA MIN-THOL memiliki 4 anak didik yang
sangat berprestasi ingin mendelegasikan 4 muridnya untuk ikut olimpiade Fisika, Kimia,
Matematika, dan Biologi. Semua murid tersebut telah mempunyai nilai-nilai pelajaran yang
diperoleh dari guru-gurunya dapat dilihat pada tabel dibawah ini (data penugasan pak Waryadi):
Nama murid
Ariel
Pasha
Gisel
Dayat

Fisika
85
90
90
86

Mata Pelajaran
Kimia
Matematika
88
77
87
79
85
80
80
90

Biologi
95
90
94
98

Buatlah pendelegasian yang tepat untuk masing masing murid tersebut ?


2.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Langkah-Langkah :
Buka POM-QM pada desktop
Klik Module- Assignment
Klik menu File- New
Pada kotak title diisi judul kasus yang akan diselesaikan (waryadis Assignment)
Number of Job ( pekerjaan diisi dengan 4) sesui kasus
Number of Machines ( vmesin diisi 4) sesui kebutuhan kasus
Pada Objective pilih Maximize
Klik Ok
Masukan angka-angka pada soal ke dalam tabel yang muncul kemudian klik Solve
Klik Tile untuk mengeluarkan semua output yang dibutuhkan atau klik Window kemudian klik
satu-persatu untuk mengeluarkan output tertentu (Assignments, Marginal costs dan Assignment
List).

3. Output dan Interpretasi


a. Output Assignments
Interpretasi:
1) Pendelegasian olimpiade fisika tepat di tugaskan kepada Gisel dengan nilai 90
2) Pendelegasian olimpiade Kimia tepat ditugaskan kepada Pasha dengan nilai 87
3) Pendelegasian olimpiade Matematika tepat ditugaskan kepada Dayat dengan nilai sebesar 90
4) Pendelegasian olimpiade Biologi tepat ditugaskan kepada Ariel dengan nilai sebesar 95
5) Optimal keuntungan untuk penugasan pendelegasian olimpiade adalah sebesar 362.
b. Output Marginal Costs
Interpretasi:
1) Marginal cost merupakan tambahan atau penurunan keuntungan yang terjadi jika penugasan
yang diinginkan tidak sesui dengan tabel solution.
2) Margin cost untuk penugasan olimpiade Fisika jika dipaksakan untuk dilakukan oleh Aril dan
dayat maka akan mengurangi keuntungan sebesar 6 dan 14
3) Margin cost untuk penugasan Kimia jika dipaksakan ditugaskan kepada Gisal dan Dayat maka
akan mengurangi keuntungan sebesar 2 dan 17.
4) Margin cost untuk penugasan Matematika jika dipaksakan ditugaskan kepada Ariel dan Pasha
maka akan mengurangi keuntungan sebesar 4 dan 1
5) Marginal cost untuk penugasan Olimpiade biologi jika dipaksakan untuk ditugaskan kepada
Pasha, Gisel dan Dayat maka akan mengurangi keuntungan sebesar masing-masing 4,0 dan 6.

c.
1)
2)
3)
4)
5)

Output Assignment List


Interpretasi :
Assignment list menunjukan penugasan serta efek keuntungannya yaitu:
Olimpiade Fisika yang didelegasikan kepada Gisel dengan keuntungan 90
Olimpiade Kimia yang didelegasikan kepada Pasha dengan keuntungan 87
Olimpiade Matematika yang didelegasikan kepada Dayat dengan keuntungan 90
Olimpiade Biologi yang didelegasikan kepada Ariel dengan keuntungan 95
Total keuntungan yang didapatkan sebesar 362.

Anda mungkin juga menyukai