Anda di halaman 1dari 36

DIARE AKUT

Fadly Carnady Lase


102009161

PENGERTIAN DIARE
Diare adalah buang air besar dengan tinja

berbentuk cair atau setengah cair,


kandungan air tinja lebih banyak dari
biasanya lebih dari 200 gram atau 200
ml/24 jam
Buang air besar encer lebih dari 3 kali per
hari. Buang besar encer tersebut
dapat/tanpa disertai lendir dan darah.

ANAMNESIS
Identitas
Keluhan utama
Riwayat penyakit sekarang: masukan oral,

frekuensi dan volume tinja, konsistensi, adanya


lendir, darah, mual, muntah, nyeri perut
Riwayat penyakit dahulu
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat sosial: keadaan lingkungan tempat
tinggal, pola makan, bepergian keluar kota
Riwayat obat-obatan

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum
Kesadaran
Tanda-tanda vital
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan darah lengkap
Ureum dan kreatinin
Pemeriksaan tinja
Endoskopi

EPIDEMIOLOGI
Penyebab utama disentri di Indonesia adalah

Shigella, Salmonela, Campylobacter jejuni,


Escherichia coli, dan Entamoeba histolytica.
Disentri berat umumnya disebabkan oleh
Shigella disentriae, kadang-kadang dapat juga
disebabkan oleh Shigella flexneri, Salmonella
dan Enteroinvasive E.coli (EIEC).
Makanan atau minuman terkontaminasi,
berpergian, penggunaan antibiotik, HIV positif
atau AIDS, merupakan petunjuk penting dalam
mengidentifikasi pasien beresiko tinggi untuk
diare infeksi

ETIOLOGI
Penyebab diare: infeksi dan non infeksi
INFEKSI
Non inflamasi disebabkan enterotoksin yang

dihasilkan beberapa bakteri, destruksi sel-sel


vilus (permukaan) oleh virus, dan translokasi
bakteri.
Inflamasi yaitu terjadi invasi langsung pada
saluran cerna atau produksi sitotoksin oleh
bakteri

Infeksi enteral meliputi:


Infeksi bakteri: Toksin yang dihasilkan bakteri

(enterotoksigenik E.Coli [ETEC], S. aureus,


Bacillus cereus, C. perfringens) merusak
absorpsi normal dan proses sekresi pada
usus halus, menyebabkan diare yang encer
dan tanpa darah
Infeksi virus: Enterovirus menghancurkan
enterosit sel villus yang menyebabkan diare.
Agen virus utamanya yaitu Rotavirus, Enterik
Adenovirus dan Norwalk agent.

Infeksi parasit: Enteropatogen parasit utama

yaitu Giardia lamblia, Cryptosporidium


parvum dan Entamoeba histiolytica. Selain
itu jamur (Candida albicans) juga dapat
menyebabkan diare.
Infeksi parenteral: Infeksi di bagian tubuh

lain diluar alat pencernaan

ETIOLOGI
BAKTERI
Shigella, Salmonella, E. Coli, Gol. Vibrio,

Bacillus cereus, Clostridium perfringens,


Stafilokokus aureus, Campylobacter
aeromonas
VIRUS
Rotavirus, Adenovirus, Norwalk virus,

Coronavirus, Astrovirus

PARASIT
Protozoa, Entamoeba histolytica, Giardia

lamblia, Balantidium coli, Trichuris trichiura,


Cryptosporidium parvum, Strongyloides
stercoralis
NON INFEKSI
malabsorpsi, keracunan makanan, alergi,

gangguan motilitas, imunodefisiensi,


kesulitan makan

FAKTOR RESIKO
Baru saja berpergian / melancong
Makanan atau keadaan makan yang tidak

biasa
Homoseksual, pekerja seks, pengguna obat
intravena, resiko infeksi HIV, sindrom usus
homoseks (gay bowel syndrome) sindrom
defisiensi kekebalan didapat (AIDS).
Baru saja menggunakan obat animikroba
pada institusi : institusi kejiwaan/mental,
rumah rumah perawatan, rumah sakit.

NON INFEKSI dapat berupa:


Kelainan anatomi: penyakit Hirsprung, atropi

mikrovilus, short bowel syndrome


Malabsorpsi: disakarida, monosakarida,
lemak, dan protein
Keracunan makanan
Neoplasma: Zollinger-Ellison syndrome
Lainnya: alergi susu, penyakit Crohn

DIAGNOSA BANDING
AMEBIASIS: Infeksi usus besar yang

disebabkan oleh Entamoeba histolytica.


2 (dua) bentuk dalam siklus hidupnya,
yaitu bentuk aktif (trofozoit) dan bentuk
pasif (kista).
Trofozoit hidup di dalam dinding usus atau
hidup diantara isi usus dan memakan
bakteri.

Penularan langsung terjadi melalui kontak

dengan tinja yang terinfeksi


Buah-buahan dan sayuran bisa
terkontaminasi jika tumbuh di dalam tanah
yang diberi pupuk kotoran manusia, atau
dicuci dengan air yang terkontaminasi atau
diolah/disajikan oleh seseorang yang
terinfeksi

PATOGENESIS
GANGGUAN SEKRETORIK: peningkatan

sekresi ion dan air secara aktif.


Yang khas pada diare ini yaitu secara klinis
ditemukan diare dengan volume tinja yang
banyak sekali.
Diare tipe ini akan tetap berlangsung
walaupun dilakukan puasa makan/minum

GANGGUAN OSMOTIK: meningkatnya

tekanan osmotik intralumen dari usus halus


yang disebabkan oleh obat-obat/zat kimia
yang hiperosmotik sehingga terjadi
pergeseran air dan elektrolit kedalam
rongga usus.
Isi rongga usus yang berlebihan ini akan
merangsang usus untuk mengeluarkannya
sehingga timbul diare

GANGGUAN MOTILITAS USUS:

Hiperperistaltik akan mengakibatkan


berkurangnya kesempatan usus untuk
menyerap makanan sehingga timbul diare.
Sebaliknya bila peristaltik usus menurun
akan mengakibatkan bakteri tumbuh
berlebihan yang selanjutnya dapat
menimbulkan diare.

PATOGENESIS DIARE AKUT


Masuknya mikroorganisme patogen yang

masih hidup kedalam usus halus setelah


berhasil melewati asam lambung.
Mikroorganisme tersebut berkembang di
dalam usus halus dan akan mengeluarkan
toksin dan akibat toksin tersebut terjadi
hipersekresi yang selanjutnya akan
menimbulkan diare
Kehilangan cairan dan elektrolit, dehidrasi.

MANIFESTASI KLINIS
Tinja cair dan mungkin disertai lendir dan

atau darah
Warna tinja makin lama berubah menjadi
kehijau-hijauan karena tercampur dengan
empedu
Anus dan daerah sekitarnya lecet karena
seringnya defekasi, terutama pada anak
kecil
Tinja makin lama makin asam sebagai
akibat makin banyaknya asam laktat, yang
berasal dari laktosa yang tidak dapat
diabsorbsi usus selama diare

Gejala muntah dapat terjadi sebelum atau

sesudah diare dan dapat disebabkan oleh


lambung yang turut meradang atau akibat
gangguan keseimbangan asam-basa dan
elektrolit
Gejala dehidrasi mulai tampak

Tanda & gejala

Rotavirus

E.coli entero

E.coli

Salmo-

Shigela

V.cholerae

toksigenik

Entero

nela
+

Jarang

Jarang

Mual & muntah

Dari awal

invasive
-

Panas

Sakit

Tenesmus

Kadang-kadang

Tenesmus

Tenesmus

Tenesmus

kolik

Kolik

Kolik

kolik

Pusing
Bakteriemi

pusing
Dapat ada kejang

Gejala lain

Sering

distensi Hipotensi

abdomen

Toksemia
Berdarah

Berair

Sifat tinja

Berair

Berair

Berdarah

Sistemik
Berair & berdarah

Volume

Sedang

Banyak

Sedikit

Sedikit

Sedikit

Sangat banyak

Frekuen-si

Sedang

Sering

Sering

Sering

Sedang

Sering

Konsis-tensi

Cair

Cair

Kental

Berlendir

Kental

Cair

Mukus

Jarang

Sering

Flacks

Darah

Kadang2

Sering

Bau

Tinja

Tidak spesifik

Telur busuk

Tidak bau

Warna

Hijau

Tidak berwarna

Hijau

Hijau

Hijau

Lekosit

Kuning
-

Sifat lain

Hanyir

Tinja seperti air


beras

DERAJAT DIARE
DIARE DENGAN DEHIDRASI RINGAN
Frekuensi buang air besar 3 kali atau lebih

dalam sehari
Keadaan umum baik dan sadar
Mata normal dan air mata ada
Mulut dan lidah basah
Tidak merasa haus dan bisa minum

DIARE DENGAN DEHIDRASI SEDANG


Frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali

sehari dan sering


Kadang-kadang muntah, terasa haus
Kencing sedikit, nafsu makan kurang
Aktivitas menurun
Mata cekung, mulut dan lidah kering
Gelisah dan mengantuk
Nadi lebih cepat dari normal, ubun-ubun
cekung

DIARE DENGAN DEHIDRASI BERAT


Frekuensi buang air besar terus-menerus
Muntah lebih sering, malas minum
Tidak kencing, tidak ada nafsu makan
Sangat lemah sampai tidak sadar
Mata sangat cekung, mulut sangat kering
Nafas sangat cepat dan dalam
Nadi sangat cepat, lemah atau tidak teraba
Ubun-ubun sangat cekung

PENATALAKSANAAN
REHIDRASI SEBAGAI PRIORITAS UTAMA

TERAPI
Jenis cairan yang akan digunakan
Jumlah cairan yang hendak diberikan sesuai

dengan jumlah cairan yang keluar dari badan


Cara pemberian dapat melalui oral atau
intravena
Jadwal pemberian cairan

Pemberian cairan:
Tahap I : rehidrasi inisial (2 jam) sebanyak

total kebutuhan cairan berdasarkan skor


Daldiyono
Tahap II : (1jam) tergantung kehilangan
cairan dalam tahap pertama.
Tahap III : berdasarkan kehilangan cairan
melalui tinja berikutnya dan IWL (Insensible
water loss)

KEBUTUHAN CAIRAN
Skor x 10% x KgBB x 1 liter

15
DIET
Tidak puasa
Hindari minuman yang mengandung gas
Hindari kafein dan alcohol (meningkatkan

motilitas)
Pilih makanan yang mudah dicerna
Hindari susu sapi karena dapat terjadi
defisiensi laktase transien pada diare

Klinis

Skor

Rasa haus/muntah

Tekanan darah sistolik 60-90 mmHg

Tekanan darah sistolik <60>

Frekuensi nadi >120 x/mnt

Kesadaran apati

Kesadaran somnolen, spoor atau koma

Frekuensi napas >30 x/mnt

Facies cholerica

Vox cholerica

Turgor kulit menurun

Washer womens hand

Ekstremitas dingin

Sianosis

Umur 50 60 tahun

-1

Umur >60 tahun

-2

TATA KERJA TERARAH UNTUK

MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB DIARE


Untuk mengetahui penyebab infeksi

biasanya dihubungkan dengan dengan


keadaan klinis tetapi penyebab pasti dapat
diketahui melalui pemeriksaan biakan tinja
Gangguan keseimbangan cairan, elektrolit
dan asam basa diperjelas melalui
pemeriksaan darah lengkap, analisa gas
darah, elektrolit, ureum, kreatinin dan BJ
plasma

MEMBERIKAN TERAPI SIMPTOMATIK


Antimotilitas usus seperti Loperamid akan

memperburuk diare yang diakibatkan oleh


bakteri entero-invasif karena memperpanjang
waktu kontak bakteri dengan epitel usus
yang seharusnya cepat dieliminasi.

MEMBERIKAN TERAPI DEFINITIF


Terapi kausal dapat diberikan pada infeksi

Kolera eltor diberikan tetrasiklin atau


kotrimoksasol atau kloramfenikol, shigellosis
diberikan ampisilin atau kloramfenikol
Probiotik
Menghambat pertumbuhan dan aktivitas metabolic

dari bakteri enteropathogen seperti Salmonella,


Shigella, ETEC, Vibrio cholera di sel usus halus.
Mengurangi keluhan dan memperpendek masa sakit
pada diare akibat rotavirus.
Mencegah diare akibat antibiotic
Mengatasi intoleransi laktosa

KOMPLIKASI
Kehilangan cairan dan kelainan elektrolit

merupakan komplikasi utama, terutama


pada usia lanjut dan anak-anak. Kehilangan
elektrolit melalui feses potensial mengarah
ke hipokalemia dan asidosis metabolik.
Pada kasus-kasus yang terlambat meminta
pertolongan medis, sehingga syok
hipovolemik yang terjadi sudah tidak dapat
diatasi lagi maka dapat timbul Tubular
Nekrosis Akut pada ginjal yang selanjutnya
terjadi gagal multi organ.

PROGNOSIS
Di negara berkembang, dengan

manajemen yang lebih baik, prognosisnya


sangat baik. Kematian sebagian besar
disebabkan karena dehidrasi dan malnutrisi
sekunder. Dehidrasi berat harus ditangani
dengan cairan parenteral. Sekali malnutrisi
dari malabsorpsi sekunder terjadi,
prognosis menjadi jelek kecuali penderta
dirawatinapkan di rumah sakit dan
diberikan suplemen nutrisi parenteral.

KESIMPULAN
Diare akut merupakan masalah yang sering

terjadi baik di negara berkembang maupun


negara maju. Diare akut pada orang
dewasa banyak ditemukan di klinik dalam
praktek sehari-hari. Pemahaman tentang
patofisiologi diare akut dapat mengarahkan
mencari etiologi dan memberikan terapi
yang sesuai. Sebagian besar bersifat self
limiting dan dengan higiene dan sanitasi
yang baik merupakan pencegahan untuk
penularan diare infeksi bakteri.

Terimakasih