Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS PENGUKURAN KERJA WAKTU PELAYANAN TELLER

DI BANK NEGARA INDONESIA (BNI)


CABANG INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS)
MUHAMMAD ALIFIAN NURIMAN1 , DEDI SETIAWAN2
1,2, Jurusan

Statistika FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember-Surabaya


NRP: 11314100041, 21314100071

ABSTRAK
Pengukuran Kerja sangat perlu dalam dunia kerja, karena dengan analisis pengukuran kerja maka,
dapat diketahui apakah semua hal yang berkaitan proses kerja sudah optimal dan sudah benar. Dalam
kasus ini penulis melakukan analisis teknik pengukuran kerja mengenai waktu pelayanan seorang teller
kepada seorang pelanggan (nasabah) di Bank Negara Indonessia (BNI) cabang Institut Teknologi Sepuluh
Nopember-Surabaya (ITS). Di sini penulis menggunakan 3 metode yaitu, peta kerja, pengukuran waktu
secara langsung dengan stopwatch sampling, dan jumlah operator yang optimal. Disini penulis melakukan
survei langsung ke BNI cabang ITS. BNI cabang ITS ini memiliki 4 teller yang bekerja namun penulis pada
laporan ini menganalisis menggunakan waktu pelayanan dari teller 2.
Peta kerja adalah merupakan alat komunikasi yang sistematis dan logis guna menganalisa proses
kerja dari tahap awal sampai akhir. Peta kerja yang cocok untuk proses pelayanan teller(operator) kepada
nasabah BNI adalah Peta Diagram Aliran Proses (Flow chart), dengan menggunakan peta ini maka dapat
melihat bagaimana proses atau alur untuk seorang pelanggan (produk) untuk mendapatkan pelayanan dari
seorang teller (operator) . Pengukuran Waktu dengan metode Stopwatch Sampling pengukuran waktu
proses operasi menggunakan data primer dengan memperhatikan lamanya waktu operasi. Hasil dari
analisis menggunakan stopwatch sampling diperoleh waktu pelayanan standar sebesar 3,646 menit per
pelanggan atau 16,45 pelanggan tiap jamnya per hari di asumsikan allowance sebesar 30 menit dan
performance ratting sebesar 110%, atau jika setiap hari ada 7 jam kerja dan setiap bulan ada 25 hari kerja
maka dalam sebulan seorang teller dapat melayani nasabah sekitar 2880 nasabah artinya setiap bulan
BNI cabang ITS mampu melayani nasabah sebanya 11520 pelanggan. Sedangkan, jika dalam sehari
terdapat 225 pelanggan yang datang untuk meminta pelayanan maka jumlah teller yang optimal sebanyak
3 teller (waktu pelayanan didapat dari waktu standar).
Kata Kunci: BNI, Optimal, Peta Kerja, Stopwatch Sampling, Teller

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini, dalam kehidupan seharihari kita tidak terlepas dari antrian. Antrian
dapat berupa antrian untuk mendapatkan
parkiran, antrian untuk mendapatkan
pelayanan
di
atm,
antrian
untuk
mendapatkan layanan di bank, antrian untuk
mendapatkan layanan cuci motor, dan masih
banyak lagi masalah antrian-antrian yang
ada dalam kehidupan sehari-hari. Antrian
tentunya tidak terlepas dari server antrian,
dan orang-orang yang terlibat dalam antrian
tersebut.
Antrian bisa terjadi karena

beberapa faktor, diantaranya kurang nya


server antrian tersebut, pelayanan yang
kurang cepat dan tanggap, dan masih banyak
lagi faktor-faktor yang mempengaruhi
antrian.
Selain itu, peluang server
melakukan aktivitas, peluang server tidak
melakukan aktivitas, rata-rata waktu
kedatangan, rata-rata waktu pelayanan, serta
rata-rata
jumlah
pelanggan
juga
mempengaruhi antrean di suatu sistem.
Sebagai seorang statistisi, penulis
dituntut untuk menyelesaikan masalah ini
yang sering terjadi di suatu sitstem yang
ramai pengunjungnya. Pada kesempatan ini
penulis mengambil sistem antrian pada teller

BNI ITS. Penulis melakukan perhitungan


yang meliputi waktu normal pelayanan,
waktu standard pelayanan, output standard
pelayanan, serta jumlah operator optimum
yang diperlukan oleh sistem ini. Diharapkan
dari perhitungan ini, pihak terkait dapat
melakukan
evaluasi-evaluasi
guna
meningkatkan pelayanan kepada nasabah
khususnya pada masalah antrian ini.
1.2 Permasalahan
Permasalahan yang dibahas adalah
sebagai berikut:
1. Apa Peta kerja yang cocok untuk
menggambarkan stasiun kerja pada
sistem teller BNI Cabang ITS?
2. Bagaimana Analisis Waktu Pelayanan
sistem teller BNI cabang ITS
menggunakan Stopwatch Time Study?
3. Berapa jumlah opertor optimum yang
diperlukan pada sistem teller BNI
cabang ITS?

diperlukan pada sistem teller BNI


cabang ITS
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Peta Diagram Aliran
Diagram aliran pada dasarnya persis
sama dengan peta aliran proses, hanya saja
disini penggambarannya dilakukan di atas
layout dari fasilitas kerja. Simbol-simbol
ASME dan nomor-nomor aktivitas masingmasing digambarkan. Tujuan pokok dalam
pembuatan diagram aliran adalah untuk
mengevaluasi
langkah-langkah
proses
dalam situasi yang lebih jelas, disamping
tentunya
bisa
dimanfaatkan
untuk
melakukan perbaikan-perbaikan di dalam
desain layout fasilitas produksi yang ada.
Akan tetapi, peta ini masih belum dianggap
mampu menunjukkan suatu gambaran yang
jelas mengenai aliran proses yang
sebenarnya dalam suatu pabrik.

1.3 Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah di
atas, maka diperoleh tujuan dari penulisan
laporan ini
1. Menggambar dan mengetahui peta
kerja apa yang cocok untuk stasiun
kerja pada sistem teller BNI cabang ITS
2. Menghitung waktu pelayanan sistem
teller BNI cabang ITS menggunakan
Stopwatch Time Study.
3. Mengetahui dan menghitung jumlah
operator optimum yang diperlukan
pada sistem teller BNI cabang ITS
1.4 Manfaat
Manfaat dari penulisan laporan ini
adalah:
1.

2.
3.

Mampu
menggambarkan
dan
mengetahui peta kerja apa yang cocok
untuk stasiun kerja pada sistem teller
BNI cabang ITS
Mampu menghitung waktu pelayanan
sistem teller BNI cabang ITS
menggunakan Stopwatch Time Study.
Mampu Mengetahui dan menghitung
jumlah operator optimum yang

Gambar 2.1 Diagram Alir Proses

2.2 Stopwatch Time Study


Pengukuran waktu ini pertama kali
diperkenalkan oleh Frederick W.Taylor
sekitar abad ke 19. Metode ini baik sekali
diaplikasikan untuk pekerjaan-pekerjaan
yang berlangsung singkat dan berulangulang. Dari hasil pengukuran maka akan
diperoleh waktu baku untuk menyelesaikan
siklus pekerjaan, yang mana waktu ini akan
dipergnunakan
sebagai
standard
penyelesaian pekerjaan bagi semua pekerja
yang akan melaksanakan pekerjaan yang

sama seperti itu.


sebagai berikut :
1.
2.
3.

4.
5.
6.
7.

8.

Prosedur nya adalah

Menentukan jenis pekerjaan yang akan


diukur/diamati
Mengumpulkan informasi
Membagi pekerjaan menjadi beberapa
elemen kerja yang lebih sederhana,
sampai pekerjaan tersebut tidak bisa
duraikan lagi.
Memilih operator/karyawan
Menentukan banyak siklus kerja
Mengumpulkan data
Mengecek asumsi kecukupan data
2

2 2

Menentukan keseragaman data


BKA = + 3
BKB = - 3
9. Menentukan performance rating
10. Menentukan waktu normal

11. Menentukan allowance


%


100%

12. Menentukan waktu standar


100%
100% %

13. Menentukan Output standar


2.3 Penentuan
Optimum

Jumlah

Operator

Untuk menentukan jumlah tenaga


kerja/operator optimum maka ada beberapa
hal yang perlu diketahui sebelumnya yaitu :
1.
2.
3.

Volume produksi yang dicapai


Estimasi scrap (produk yang cacat)
Waktu kerja standar untuk proses
operasi yang berlangsung
Secara umum rumus untuk menetukan
jumlah operator yang diperlukan adalah


60

III METODOLOGI PENELITIAN


3.1 Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam
laporan ini adalah data primer yang
didapatkan dari waktu pelayanan pelanggan
oleh teller 2 yang dilakukan pada :
hari
: Jumat dan Senin
tanggal : 13 dan 16 Nopember 2015
tempat : BNI Cabang ITS
3.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan untuk
melakukan survei laporan pada pengukuran
waktu standar secara kuantitatif adalah
sebagai berikut :
1.
Alat tulis
2.
Buku tulis
3.
Stopwatch (Handphone)
3.3 Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan hanya ada
satu yaitu, waktu pelayanan pelanggan oleh
teller BNI cabang ITS.
3.4 Langkah Analisis
Dalam proses pembuatan laporan ini,
beberapa langkah yang dilakukan sebagai
berikut :
1. Merumuskan masalah
2. Menentukan tujuan penelitian
3. Menentukan variabel yang akan
digunakan
4. Melakukan survei
5. Menganalisis data
6. Menentukan kesimpulan dan saran
3.5 Diagram Alir
Diagram alir adalah diagram yang
menggambarkan alur penelitian dalam
pembuatan laporan ini dari proses awal yaitu
perumusan masalah hingga penarikan
kesimpulan
dan
saran.
Dengan
menggunakan diagram alir maka akan lebih
mudah untuk mengetahui langkah-langkah
dalam pembuatan laporan ini. Diagram alir
yang digunakan dalam laporan ini adalah
sebagai berikut.

Mulai

Merumuskan masalah

Menentukan tujuan penelitian


Menentukan variabel yang digunakan
Melakukan survei

Menganalisis data

Kesimpulan dan saran

Selesai
Gambar 3.1 Flow chart Pelaksanaan Penelitian
tentang Teknik Pengukuran Kerja Pada Teller 2 BNI
Cabang ITS

IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN


4.1 Peta Kerja untuk Mendapatkan
Pelayanan
Pada Analisis BNI cabang ITS ini akan
di buat peta kerja, peta kerja yang digunakan
adalah diagram aliran proses (Flow Chart).
Dalam peta kerja ini yang di petakan adalah
proses seorang pelanggan (produk) mulai
masuk sistem sampai selesai mendapatkan
pelayan dari seorang teller (operator).
Dalam BNI terdapat 4 teller (operator) yang
melayani nasabah. Dengan menggunakan
peta kerja, dapat diketahui apakah
penempatan stasiun kerja sudah efektif atau
belum, dan juga dapat mengetahui alur dari
proses pekerjaan ini. Berikut ini adalah
gambar dari peta diagram alir proses
pelayanan pelanggan BNI cabang ITS

Gambar 3.1 Peta Kerja Diagram Alir Proses


Pelayanan Pelanggan BNI Cabang ITS

Penjelasan
Seorang pelanggan datang ke dalam
sistem (BNI) selanjutnya akan ngalami
proses transportasi menuju ke stasiun 1 yaitu
Stasiun Pengambilan Nomor Antrean di
dalam stasiun ini juga ada proses operasi
yaitu pengambilan nomor antrean. Untuk
selanjutnya
pelanggan
bertransportasi
menuju stasiun 2 yaitu pelanggan akan
mengalami proses delay menunggu untuk
mendapatkan pelayanan dari seorang teller.
Tahap selanjutnya pelanggan mengalami
proses transportasi menuju ke stasiun 3 yaitu
stasiun pelayanan, di stasiun pelayanan ini
terjadi dua proses sekaligus yaitu proses
inspeksi dan proses operasi. Proses inspeksi
yang dimaksud adalah teller akan mengecek
nomor antrean pelanggan dan juga
mengecek berkas-berkas pelanggan (buku
tabungan, ATM, dll), jika lolos inspeksi
maka pelanggan akan dilakukan proses
operasi pelayanan. Saat, pelanggan sudah
selesai dilayani maka sudah selesai, maka
sudah selesai juga semua proses untuk
pelanggan (atau teller sudah menghasilkan
sebuah produk). Selanjutnya, pelanggan
akan keluar dari sistem yang ditandai dengan
proses transportasi.
4.2 Analisis
Waktu
Pelayanan
Menggunakan Stopwatch Time Study
Dalam pembahasan ini juga akan di
analisis waktu kerja dari teller (operator)
dari BNI cabang ITS menggunakan
Stopwatch Time Study. Berikut ini

merupakan diagram proses pelaksanaan


kegitan pengukuran kerja dengan Stopwatch
Time Study
Memilih pekerjaan yang akan ditetapkan output
standarnya (yang di amati)
Mencari segala informasi
mengenai pekerjaan ini
Memilih operator yang akan diamati
Membagi pekerjaan menjadi elemenelemen pekerjaan
Membuat kerangka sampling

Melakukan pengamatan dan


pengumpulan data

Menentukan performance rating,


allowance, Tingkat Kepercayaan, dan
Ketelitian
Mengecek Kecukupan data

n n

Tidak

Ya
Mengecek Keseragaman data
Membuang data outlier

a. Memilih Pekerjaan yang akan di


Hitung Output Standarnya
Pekerjaan
yang
dipilih
adalah
pelayanan di oleh Teller BNI cabang Institut
Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kepada
Pelanggan
b. Mencari Informasi Berkitan dengan
Pekerjaan
Bertanya mengenai waktu jam kerja
seorang teller tiap harinya, selain itu juga
mencari tahu allowance dari seorang teller
berapa lama, dan informasi lain yang
menunjang pengamatan ini
c. Memilih Operator yang akan di
Amati
Untuk analisis waktu kerja teller pada
BNI cabang ITS ini diamati teller 2.
d. Membagi
Pekerjaan
Menjadi
Beberapa Elemen Kerja
Waktu pelayanan untuk seorang
pelanggan hanya ada satu elemen kerja,
yaitu pelayanan oleh teller di stasiun kerja
ketiga.
e.

Membuat Kerangka Sampling


Menentukan berapa banyak data yang
harus dicatat karena, yang digunakan
Stopwatch Time Study maka tidak perlu
membuat rancangan sampling untuk setiap
pengamatan. Di sini hanya menentukan hari
pengamatan (Jumat dan Senin).

f.

Melakukan Pengamatan
Selanjutnya, melakukan pengamatan
secara langsung ke BNI cabang ITS berikut
ini penulis lampiran bukti pengamatan yang
telah dilakukan.

Menghitung Waktu Normal

Menghitung Waktu Standar

Menghitung Output Standart


Gambar 3.2 Langkah-langkah Dalam Perhitungan
Output Standart

(a)

(b)

Gambar 3.2 a) dan b) Dokumentasi saat melakukan


pengambilan data di BNI cabang ITSPengamatan

Berikut merupakan tabel dari data hasil


pengamatan yang telah dilakukan
Tabel 3.1 Hasil Pengamatan Waktu Pelayanan
Pelanggan di BNI ITS

Pengamatan
ke-

Jam Masuk

J am
Keluar

Lama
(menit)

Jumat, 13 Nopember 2015


1

11:14:46

11:17:30

2,733

11:18:58

11:23:30

4,533

11:26:23

11:27:50

1,450

11:31:15

11:33:41

2,433

11:34:29

11:37:22

2,883

12:53:33

12:56:34

3,017

12:56:44

12:57:58

1,233

13:06:31

13:10:06

3,583

13:13:46

13:15:59

2,217

10

13:23:11

13:25:22

2,183

11

13:27:22

13:30:28

3,100

12

13:30:35

13:31:52

1,283

13

13:41:50

13:50:09

8,317

14

13:50:33

13:53:29

2,933

15

13:53:37

13:58:05

4,467

Senin, 16 Nopember 2015


16

13:02:47

13:06:50

4,050

17

13:19:45

13:23:19

3,567

18

13:25:45

13:30:53

5,133

19

13:41:16

13:42:53

1,617

20

13:57:00

13:59:01

2,017

21

13:59:08

14:00:10

1,033

22

14:08:23

14:16:49

8,433

23

14:16:55

14:18:19

1,400

24

14:20:39

14:25:41

5,033

25

14:34:14

14:36:25

2,183

26

14:37:07

14:38:07

1,000

27

14:38:45

14:40:30

1,750

28

14:51:03

14:53:00

1,950

29

14:53:02

14:55:27

2,417

30

15:00:15

15:05:14

4,983

Selanjutnya data yang diperoleh pada


tabel 3.1 di atas akan dihitung waktu normal.
Waktu standar dan juga output standar

g. Performance Rating, Allowance,


Tingkat Kepercayaan, dan Ketelitian
Performance rating untuk analisis
pengukuran kerja BNI cabang ITS ini
diasumsikan nilainya sebesar 110% artinya
operator ini (yang dimaksud teller 2)
mempunyai performa kerja 10% di atas ratarata, sehingga dapat diartikan bahwa teller
ini mempunya kerja yang bagus.
Allowance adalah waktu kelonggaran
maksudnya waktu yang digunakan seorang
teller untuk keperluan pribadinya (misal: ke
toilet, dll). Waktu kerja untuk teller dimulai
pukul 08.00 WIB s.d 16.00 WIB di mana
terdapat waktu istirahat selama 1 jam
sehingga waktu kerja selama 7 jam dalam
satu hari, sedangkan waktu longgar
diperkirakan selama 30 menit per hari
sehingga allowance dapat dihitung dengan
formula

100%

30
%
100 %
7 60
% 7,14 %

jadi, didapat allowance sebesar 7,14% dari


total jam produktif kerja artinya sekitar
7,14% dari jam kerja produktif seorang teller
BNI tersebut menganggur atau longgar.
Pada analisis ini digunakan tingkat
kepercayaan ) sebesar 10% sehingga
didapat nilai k = 1,645 nilai tersebut didapat
tabel untuk Distribusi Normal Standar yaitu
nilai dari 0,12 , sedangkan untuk ketelitian
digunakan angka 20% sehingga 0,20.
h.

Pengecekan Kecukupan Data


Sebelum menghitung waktu normal
perlu di adakannya pengecekan kecukupan
data, jika data yang diambil kurang maka
perlu
melakukan
pengamatan
lagi.
Minimum data yang harus di ambil
disimbolkan dengan n, jadi dalam
pengamatan harus mengambil data minimal
sebesar n. Berikut ini perhitungan untuk
pengecekan data dari lama waktu pelayanan
teller BNI Cabang ITS

di mana, untuk adalah lama waktu


pelayanan teller, adalah Tingkat
Kepercayaan dan adalah Ketelitian
1,645 30391,426 92,9332 2
0,2

92,933

8,22511742,78 8636,542

92,933

(4,932)2 24,33

jadi banyak data minimal yang harus di


amati adalah sejumlah 25 pengamatan,
artinya data yang telah ambil (sejumlah 30
pengamatan) sudah memenuhi kecukupan
data, selanjutnya dapat dilanjutkan ke
langkah selanjutnya, yaitu cek keseragaman
data.
Pengecekan Keseragaman Data
Setelah pengecekan kecukupan data
maka
selanjutnya
akan
dilakukan
pengecekan
keseragaman
data,
uj i
keseragaman data ini berguna untuk
mengetahui apakah ada data yang outlier
atau tidaknya, berikut perhitungannya

2,589 menit maka data akan dikatakan


outlier sehingga harus di lakukan tindakan,
jika tahu penyebabnya maka data harus
dibuang tetapi jika tidak tahu penyebab
terjadinya outlier maka data outlier tetap
digunakan.
Untuk mempermudah mengetahui
adanya outlier ditampilkan scaterplot, hasil
dari scatterplot untuk data waktu pelayanan
teller di tunjukan dalam gambar 3.3 di
bawah ini,
Scatterplot dari Waktu Pelayanan
10

92,933

3,078
30

rata-rata dari waktu pelayanan teller selama


3,078 menit / pelanggan.
untuk mengetahui adanya outlier atau tidak
digunakan Batas Kelas Atas (BKA) dan
Batas Kelas Bawah (BKB). Di sini,
menggunakan 3, sehingga
BKA = + 3
BKB = - 3
diperoleh sebesar,
2
1
3,0782

1,889
29

dari rumus di atas nilai BKA didapat sebesar


8,745 menit, sedangkan untuk BKB didapat
sebesar -2,589 menit. Jadi, jika ada data
pengamatan waktu pelayanan yang lebih
besar dari 8,745 menit atau kurang dari -

6
4
2
0
-2
-4

i.

Varaiabel
Wak tu Pelay anan
Rata-rata
Batas Kelas A tas (BKA )
Batas Kelas Bawah (BKB)

8
Waktu Pelayanan (Menit)

2 2

11 13 15 17 19 21 23 25 27 29

Pengamatan ke-

Gambar 3.3 Output Minitab Scatterplot untuk Waktu


Pelayanan Teller

Berdasarkan gambar 3.3 di atas dapat


diketahui bahwa tidak ada data yang outlier
sehingga data hasil pengamatan tidak ada
yang harus di buang.
Sehingga, dari perhitungan di atas data
tersebut sudah dapat dihitung output
standart-nya untuk pelayanan Teller BNI
cabang ITS karena sudah memenuhi
kecukupan data dan keseragaman data
j.

Menghitung Waktu Normal


Waktu normal diperoleh dari
perhitungan rata-rata waktu pelayanan
(operasi) dikalikan dengan performance
ratting (110% di atas rata-rata), waktu
normal adalah waktu yang digunakan oleh
seorang teller (operator) untuk melayani
seorang pelanggan tanpa memperhatikan
waktu longgarnya. Pada kasus ini Waktu
Normal diperoleh

3,078 110%
3,3858

Jadi seorang teller membutuhkan waktu


untuk melayani seorang pelanggan sekitar

3,3858 menit, hal ini tanpa memperhatikan


waktu longgarnya.
k.

Menghitung Waktu Standar


Waktu standar adalah waktu yang
digunakan oleh seorang operator untuk
melakukan
proses
operasi
dengan
memperhatikan allowance (digunakan
sebesar 7,14%) atau kelonggaran artinya
waktu standar adalah waktu bersih. Pada
kasus ini nilai diperoleh sebesar

100%
100% %

3,3858

100 %
100% 7,14%

3,3858

100 %
92,86%

3,646

Jadi dapat disimpulkan bahwa seorang


teller BNI ini membutuhkan waktu sekitar
3,646 menit untuk melayani seorang
pelanggan saja. Waktu sebesar 3,646 menit
ini sudah termasuk waktu bersih (sudah
memperhatikan allowance)
l.

Menghitung Output Standar


Output standar merupakan jumlah
produk yang dihasilkan operator per satuan
waktu, dalam hal ini diartikan sebagai
jumlah pelanggan yang bisa dilayani seorang
teller BNI per menit. Nilainya sebesar

1
3,646

0,27427 /

Output standar didapat sebesar 0,27427


pelanggan per menit (16,4562 pelanggan
dalam 1 jam kerja) dalam sehari terdapat 7
jam kerja efektif sehingga output standar per
harinya untuk seorang teller sebanyak
115,1934 ~ 115 pelanggan. Sedangkan,
untuk sebulan (asumsi 1 bulan seorang teller
bekerja selama 25 hari) seorang teller dapat
melayani pelanggan sebanyak 2879,835 ~
2880 pelanggan.

Di BNI cabang ITS ini memiliki 4


orang teller (operator) yang bekerja tiap
harinya, sehingga dalam BNI ini setiap
harinya dapat melayani pelanggan sebanyak
460 pelanggan setiap harinya (berdasarkan
output standar).
4.3 Menentukan Jumlah Operator yang
Optimum (Jumlah Pelanggan di Prediksi
Sebanyak 225 Pelanggan Dalam Sehari,
Jika )
Dalam Teknik Pengukuran Kerja, juga
dapat ditentukan jumlah operator yang
optimum saat diketahui jumlah output
(produk) yang dihasilkan. Untuk Analisis
BNI cabang ITS ini terdapat 3 Stasiun kerja,
namun dalam ketiga stasiun kerja tersebut
yang bisa di analisis adalah stasiun ke 3
(pelayanan) yaitu untuk elemen kerja
pelayanan pelanggan di stasiun kerja ini
memiliki 4 operator.
Perhitungan jumlah operator (unit kerja
untuk stasiun ) yang optimal didapat dengan
menggunakan rumus


60

di mana E diperoleh dari persamaan berikut


1

Jika jumlah pelanggan yang datang


setiap harinya sejumlah 225 pelanggan
maka dapat menghitung jumlah operator
maksimumnya. Untuk nilai didapat dari
Waktu Standar sebesar 3,646 menit
dapat di perkirakan setiap pelanggan
dilayani selama 4 menit. Sedangkan untuk
jam operasional operator per harinya
selama 7 jam. Waktu yang terbuang adalah
penjumlahan dari allowance dan juga waktu
setup mesin (yang dimaksud setup adalah
menge-set komputer, dan peralatan lainnya)
diprediksi selama 45 menit.
Perhitungan matematis untuk Efisiensi
adalah
1



45
1
7 60
0,893

efisiensi untuk teller sebesar 0,893, artinya


seorang teller mempunyai waktu untuk
melayani pelanggan sekitar 0,893 dari 7 jam
waktu kerja efektifnya.
Perhitungan jumlah teller yang
optimum


60

4 225
60 70,893

2,3996 ~ 3

Jadi, jika di prediksi ada 225 pelanggan


tiap harinya yang datang di BNI cabang ITS
maka jumlah teller (operator) yang optimum
sebanyak 3 teller. Dengan begitu dengan
Bank menggunakan teller sebanyak 4 orang
saat ini masih belum optimal, perlu adanya
pengurangan teller menjadi 3 orang.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari pembahasan di atas
adalah sebagai berikut ini:
1. Peta kerja yang paling cocok untuk
pekerjaan mendapatkan pelayanan di
BNI cabang ITS oleh Teller adalah
diagram alir (Flow Chart).
2. Waktu standar pelayanan oleh teller
BNI cabang ITS adalah selama 3,646
menit per pelanggan. Untuk output
standar diperoleh 115 pelanggan per
harinya (asumsi 7 jam kerja tiap
harinya), atau 2880 pelanggan per
bulannya (asumsi sebulan ada 25 hari
kerja) artinya dalam sehari seorang
teller mampu melayani 115 pelanggan,
dan 2880 pelanggan tiap bulannya.
3. Jika terdapat 225 pelanggan tiap
harinya maka jumlah teller (operator)
yang optimum adalah sebanyak 3
orang.
5.2 Saran
Kegiatan
praktikum
tentang
pengaplikasian teori Peta Kerja, dan
Pengukuran
Waktu
Kerja
terhadap
pelayanan nasabah pada teller 2 BNI cabang

ITS sebaiknya dilakukan survei dengan


memilih waktu yang tepat dan teliti agar
diperoleh data yang baik pula, dan juga
dilakukan pengambilan data yang lebih
banyak lagi agar nantinya ketelitian yang
digunakan lebih baik lagi.
Dalam
melakukan analisis terhadap data-data
penelitian dibutuhkan ketelitian karena
sangat mempengaruhi hasil analisis data dan
perhitungan selanjutnya, terutama pada
pengecekan data outlier.
DAFTAR PUSTAKA
Wignjosoebroto, Sritomo. 2006. Ergonomi
Studi Gerak dan Waktu. Surabaya :
Gunawidya.
Julieta, Devi. Industrial Engineering Peta
Kerja. Diakses pada tanggal 30
Desember
2015.
Http://
devijulietta.blogspot.co.id/2014/05/
peta-kerja.html?m=1