Anda di halaman 1dari 28

Pneumonia

Fransisca Febriana
11-2013-116
Co-ass Stase Ilmu Kesehatan Anak RS Rajawali Bandung
Periode 6 April-13 Juni 2015

Definisi
Pneumonia merupakan proses infeksi akut yang mengenai parenkim paru,
disebabkan masuknya mikroorganisme (virus atau bakteri), ditandai oleh
gejala klinis batuk, demam tinggi dan disertai adanya napas cepat ataupun
tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam
Dalam pelaksanaan Pemberantasan Penyakit ISPA (P2ISPA) semua bentuk
pneumonia baik pneumonia maupun bronchopneumonia disebut pneumonia.
Menurut anatomis, pneumonia pada anak dibedakan menjadi pneumonia
lobaris, pneumonia interstitialis dan bronkopneumonia

Etiologi
Infeksi bakteri : Pneumococcus (90% terbanyak), Streptococcus group B,
Staphylococcus(terutama grup A), Hemophilus influenza, Klebsiella
pneumonia, Psedomonas aeroginosa, Mycobacterium tuberculosa, Listeria sp.
Infeksi virus : Respiratory Syncytial Virus (RSV), Rhinovirus, dan virus
parainfluenza.
Infeksi jamur: Aspergillus sp, Coccidioides immitis, Histoplasma capsulatum,
Blastomyces dermatitides, Candida albicans
Infeksi lain:Mycoplasma pneumonia, Coxiella burnetii (demam Q),Treponema
pallidum, Toxoplasma sp, Pneumocytis carinii
Aspirasi: Cairan amnion yang terinfeksi, susu, bahan makanan,dll
Sindroma Loeffler
Pneumonia hipostatik faktor-faktor predisposisinya adalah anak dengan
gangguan imunitas, misalnya malnutrisi energi protein (MEP) atau penyakit
menahun, campak, Dengue Hemoragic Fever (DHF), dan sebagainya.

Faktor Resiko
Anak dengan defisit imunologi mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk
menderita pneumonia
Penyakit pada anak yang dapat menyebabkan pneumonia penyakit paru
kronik seperti bronkiektasis atau bronkitis kronik, fibrosis sistik, malformasi
jalan nafas dan malformasi paru kongenital
Faktor lingkungan polusi udara, adanya saudara serumah yang menderita
batuk dan asap rokok dari orang tua, keadaan rumah yang padat
penghuninya, dan ventilasi rumah yang kurang

Patogenesis
Bakteri penyebab terhisap ke paru perifer melalui saluran
pernafasan
Tejadi edema karena reaksi jaringan yang mempermudah
proliferasi dan penyebaran kuman ke jaringan sekitarnya
Terdapat 4 stadium perjalanan penyakit pneumonia:
Stadium I
Hiperemia

Stadium II
Hepatisasi
Merah

Stadium III

Hepatisasi
Kelabu

Stadium IV
Resolusi

Stadium I Hiperemia

( 4-12 jam pertama)

respon peradangan awal yang berlangsung pada daerah baru yang terinfeksi
Ditandai dengan peningkatan aliran darah dan permeabilitas kapiler di
tempat infeksi
Hiperemia terjadi akibat pelepasan mediator-mediator peradangan(histamine
dan prostaglandin) dari sel-sel mast setelah pengaktifan sel imun dan cedera
jaringan. Degranulasi sel mast mengaktifkan jalur komplemen
Komplemen+histamine+prostaglandin melemaskan otot polos vaskuler
paru dan peningkatan permeabilitas kapiler paruperpindahan eksudat
plasma ke dalam ruang interstisialterjadi edema antar kapiler dan
alveolus penimbunan cairan di antara kapiler dan alveolus meningkatkan
jarak yang harus ditempuh oleh oksigen dan karbondioksida maka sering
mengakibatkan penurunan saturasi oksigen hemoglobin

Stadium II Hepatisasi Merah(48 jam


berikutnya)

Terjadi sewaktu alveolus terisi oleh sel darah merah, eksudat


dan fibrin yang dihasilkan oleh penjamu (host) sebagai bagian
dari reaksi peradangan
Lobus yang terkena menjadi padat oleh karena adanya
penumpukan leukosit, eritrosit dan cairan warna paru menjadi
merah dan pada perabaan seperti hepar
Pada stadium ini udara alveoli tidak ada atau sangat minimal
sehingga anak akan bertambah sesak
stadium ini berlangsung sangat singkat, yaitu selama 48 jam

Stadium III Hepatisasi Kelabu(3-8 hari)


pada stadium ini yang terjadi sewaktu sel-sel darah putih
mengkolonisasi daerah paru yang terinfeksi
Terjadi akumulasi endapan fibrin di seluruh daerah yang cedera
dan terjadi fagositosis sisa-sisa sel
Pada stadium ini eritrosit di alveoli mulai di reabsorbsi, lobus
masih tetap padat karena berisi fibrin dan leukosit, warna
merah menjadi pucat kelabu dan kapiler darah tidak lagi
mengalami kongesti

Stadium IV Resolusi

(7-11 hari)

Stadium ini terjadi sewaktu respon imun dan


peradangan mereda
Sisa-sisa sel fibrin dan eksudat lisis dan diabsorpsi
oleh makrofag sehingga jaringan paru dapat kembali
ke strukturnya semula

Manifestasi Klinis
Gejala didahului oleh ISPA rewel, nafsu makan menurun,
letargi. Gejala-gejala ini akan hilang dalam beberapa hari.
Suhu tubuh akan naik secara mendadak sampai 39-40,5 C,
disertai dengan kegelisahan, kecemasan, dan sukar bernafas
Pasien tampak sakit sedang sampai berat, dan ada nafas
berbunyi, pernafasan cuping hidung, retraksi daerah
supraklavikuler dan ruang interkostal, takipnea, takikardi sampai
adanya sianosis

Kriteria Diagnosis
Anamnesis
Non-respiratorik => demam, sakit kepala, anoreksia, letargi, muntah, diare,
sakit perut, dan distensi abdomen terutama pada bayi
Respiratorik => batuk dan sakit dada
Pemeriksaan fisis
takipnea, grunting, pernapasan cuping hidung, retraksi
epigastriumsubcostaeretrosternal, sianosis, vocal fremitus melemah, pekak
pada perkusi, auskultasi paru terdengar suara crackles
Takipnea berdasarkan WHO:
anak usia < 2 bulan 60x/menit
usia 2-12 bulan 50x/menit
usia 1-5 tahun 40x/menit

Pemeriksaan Penunjang
Cek darah lengkap
Pneumonia virus dan mikoplasma leukosit dalam batas normal atau sedikit
meningkat
Pneumonia bakteri terdapat leukositosis15.000 40.000/ mm3
Hb biasanya tetap normal atau sedikit menurun, dan nilai LED biasanya
meningkat

Uji serologis

Pemeriksaan Mikrobiologis
Spesimen berasal dari spesimen usap tenggorok, sekret nasofaring, bilasan
bronkus atau sputum, aspirasi trakea, fungsi pleura atau aspirasi paru

Ronsen Toraks
Secara umum gambaran foto toraks terdiri dari:
Infiltrat interstisial peningkatan corakan bronkovaskular,
peribronchial cuffing, dan hiperaerasi
Infiltatr alveolar konsolidasi paru dengan air bronchogram
Bronkopneumonia ditandai dengan gambaran difus merata pada
kedua paru atau bercak-bercak infiltrat yang dapat meluas hingga
daerah perifer paru, disertai dengan peningkatan corakan peribronkial

Klasifikasi Berdasarkan Etiologi


a. Berdasarkan lokasi lesi di paru=> pneumonia lobaris, pneumonia
interstitialis,bronkopneumonia
b. Berdasarkan asal infeksi => pneumonia yang didapat dari masyarkat
(community acquired pneumonia = CAP), pneumonia yang didapat dari
rumah sakit (hospital-based pneumonia)
c. Berdasarkan mikroorganisme penyebab => pneumonia bakteri,
pneumonia virus, pneumonia mikoplasma, pneumonia jamur
d. Berdasarkan karakteristik penyakit => pneumonia tipikal, pneumonia
atipikal
e. Berdasarkan lama penyakit => pneumonia akut, pneumonia persisten

Klasifikasi Menurut WHO


a. Kelompok umur < 2 bulan
Pneumonia berat
berhenti menyusu, kejang, rasa kantuk yang tidak wajar atau sulit bangun,
stridor pada anak yang tenang, mengi, demam (38C atau lebih) atau suhu
tubuh yang rendah (< 35,5 C), pernapasan cepat >60 x/menit, penarikan
dinding dada berat, sianosis sentral, apnea
Harus dirawat dan diberikan antibiotik
Bukan pneumonia
Tidak ada nafas cepat atau sesak nafas, dan tidak terdapat tanda pneumonia
seperti di atas
Tidak perlu dirawat, cukup diberikan pengobatan simptomatik

b. Kelompok umur 2 bulan sampai 5 tahun


Pneumonia sangat berat
Batuk/kesulitan bernapas disertai dengan sianosis sentral, tidak dapat
minum, retraksi dinding dada, anak kejang dan sulit dibangunkan
Pneumonia berat
Batuk atau kesulitan bernapas dan retraksi dinding dada, tetapi tidak
disertai sianosis sentral dan dapat minum
Pneumonia
=> Batuk atau kesulitan bernapas dan pernapasan cepat tanpa retraksi
dinding dada
Bukan pneumonia (batuk pilek biasa)
=> Batuk atau kesulitan bernapas tanpa pernapasan cepat atau retraksi
dinding dada
Pneumonia persisten

Diagnosis Banding

Penatalaksanaan-Nonmedikamentosa

Terapi oksigen

Saturasi oksigen < 92% perlu diberikan oksigen melalui kanul nasal, head box atau
face mask diberikan O2 lembab 2-4L/menit

Terapi cairan

Melalui oral, pipa nasogastric, atau cairan infus (larutan 1:4 bila kadar elektrolit
normal). Asidosis diatasi dengan pemberian bikarbonat i.v.
Dosis awal 0,5x0,3 x defisit basa x BB (kg) mEq
Selanjutnya periksa ulang analisis gas darah (AGD) setiap 4-6 jam dan koreksi
berikutnya tergantung pada hasil AGD

Terapi Medikamentosa-Antibiotik
Neonatus dan anak usia < 2 bulan ampisilin + aminoglikosid, amoksisilinasam klavulanat, amoksisilin+aminoglikosid, selafosporin generasi ke-3
Usia 2 bulan-5 tahun beta lactam, amoksisilin/ amoksisilin klavulanat,
golongan sefalosporin, kortimoksazol, makrolid ( eritromisin)
Usia > 5 tahun amoksisilin atau makrolid (eritromisin, klaritromisin,
azitromisin), tetrasiklin(pada anak usia > 8 tahun)
Bila penyakit bertambah berat atau tidak menunjukkan perbaikan yang nyata
dalam 24-72 jam ganti dengan antibiotika lain yang lebih tepat sesuai
kuman penyebab yang diduga

Obat

Cara

Dosis (jam)

Frekuensi

IV/IM/PO

100-200

4-6

PO

25-100

Pemeberian
Gol. Penisilin
-

Ampisilin

Amoksisilin

Tikarsilin

IV/IM

300-600

4-6

Oksasilin

IV

150

Kloksasilin

IV

100

4-6

Dikloksasilin

IV

24-80

4-6

Gol. Sefalosporin
-

Sefalotin

IV

75-150

Sefuroksim

IV

100-150

6-8

Sefotaksim

IV

50-200

Seftriakson

IV/IM

50-100

12-24

Seftazidim

IV

100-150

Gol. Aminoglikosid

Gentamisin

IV/IM

Amikasin

IV/IM

15-20

6-8

IV

4-6

12

PO/IV lambat

30-50/40-70

Netilmisin
Gol. Makrolid
-

Eritromisin

Roksitromisin

PO

5-8

12

Klaritromisin

PO

5-8

12

Azitromisin

PO

10

24

Klindamisin

PO

10-30

IV

15-40

IV/PO

75-100/50-75

Kloramfenikol

Pencegahan

Komplikasi
Empyema torasis
perikarditis purulenta
Pneumotoraks
infeksi ekstrapulmoner sperti meningitis purulenta

Prognosis
Mortalitas pada bayi dan anak-anak kecil 20-50% dan pada anak-anak
besar 3-5%
Insidens empiema kronis disertai perubahan fungsi paru-paru jumlahnya
relatif tinggiDengan pemberian antibiotika yang memadai angka
mortalitas dapat diturunkan hingga 1%
Anak biasanya meninggal karena apneu yang lama, asidosis respiratorik
yang tidak terkoreksi atau dehidrasi

Click icon to add picture

TERIMA KASIH
THANK YOU......................... DANKE...................... TANGUR.............................
OBRIGATO........................... WEBALE..................... SALAMOT..........................[
GRACIAS............................... MERCI........................ WEBALE.............................