Anda di halaman 1dari 10

Uji Aktivitas Amilase

Rajkannah Poongan 2601101320011, Shadish Kumar Subramaniam 2601101320022,


Jimmy Chan Wei Kit 2601101320033, Vikneswaran Mutayah 2601101320044,
Mahalacimy Selvaraj 2601101320055

Abstrak
Enzim amilase dapat memutuskan ikatan glikosidik ( 1 4) di antara satuan glukosa
yang membentuk polimer, seperti pati. Pati terdiri atas amilosa dan amilopektin, yang
tersusun atas satuan glukosa rantai lurus dan rantai bercabang. Hasil hidrolisis pati
oleh amilase adalah glukosa. pengujian aktivitas enzim amilase dengan menggunakan
metode Caraway Somogyl. Metode ini menggunakan larutan iodin/kalium iodide
sebagai indikator. Enzim amilase yang digunakan adalah enzim yang terdapat dalam
ekstrak pepaya dan aktivitas enzim tersebut dilakukan terhadap larutan pati dengan
menggunakan variasi suhu dan pH. Berdasarkan data hasil pengamatan, dapat
diketahui dimana enzim amilase dapat berkerja dengan baik dan optimal pada suhu
37oC dan pH 5.6. Data yang diperoleh adalah cocok dibandingkan dengan literature.
Oleh itu, suhu tersebut merupakan suhu normal tubuh manusia yaitu 37 oC dan pH 5.6
merupakan pH yang mendekati netral seperti air liur manusia.

Abstract
Amylase enzyme may decide glycosidic bond ( 1 4 ) in the glucose unit forming the
polymer , such as starch . Starch consists of amylose and amylopectin , which is
composed of glucose units straight chain and branched chain . Results of starch
hydrolysis by amylase is glucose . amylase enzyme activity test using Caraway Somogyl . This method uses a solution of iodine / potassium iodide as an indicator .

Amylase enzyme used is an enzyme found in papaya extract and enzyme activity was
directed against starch solution by using a variation of temperature and pH . Based on
the observed data , it can be seen that the enzyme amylase can work properly and
optimally at 37 C and pH 5.6 . The data obtained are suitable as compared to
literature . Thus , the temperature is normal human body temperature is 37 C and
pH 5.6 is the pH close to neutral as human saliva.

dan pereaksi yang sebenarnya dicapai

Pendahuluan
Enzim adalah molekul biopolimer
yang tersusun dari serangkaian asam
amino dalam komposisi dan susunan
rantai yang teratur dan tetap. Enzim
memegang peranan penting dalam

tanpa kehadiran enzim. Jadi, jika


keadaan

kesetimbangan

menguntungkan
senyawa,

bagi

enzim

tidak

pembentukan
tidak

dapat

mengubahnya (Shanbagh, 1990).

berbagai reaksi di dalam sel. Sebagai

Suatu enzim dapat mempercepat reaksi

protein,

108 sampai 1011 kali lebih cepat

enzim

digunakan

oleh

mengkatalisis
konversi

diproduksi
sel

hidup

reaksi,

energi

dan

antara

dan
untuk

daripada

apabila

reaksi

tersebut

lain

dilakukan tanpa katalis. Jadi enzim

metabolisme

dapat berfungsi sebagai katalis yang

pertahanan sel. Enzim meningkatkan

sangat

laju

terbentuk

mempunyai derajat kekhasan yang

kesetimbangan kimia antara produk

tinggi. Seperti juga katalis lainnya,

dan

maka enzim dapat menurunkan energi

reaksi

pereaksi.

sehingga

Pada

keadaaan

efisien,

kesetimbangan, istilah pereaksi dan

aktiasi

produk tidaklah pasti dan bergantung

menurunkan

pada pandangan kita. Dalam keadaan

reaksi

fisiologi yang normal, suatu enzim

membutuhkan

tidak mempengaruhi jumlah produk

disamping

suatu reaksi
energi

kimia.

itu

enzim

dapat

aktivasi

suatu

Reaksi

kimia

energi

ada
atau

mengeluarkan

energy

(Abraham,

1998).
aktivitas

amilase

dan

glukanase dilakukan berdasar kepada


kemampuan enzim tersebut dalam
mengurai

substrat

(polisakarida)

menjadi monosakarida dalam bentuk


gula pereduksi, pada satuan waktu
tertentu. Akurasi pengukuran dapat
bila

pereduksi

proses

deteksi

berlangsung

gula

optimum.

Reagen DNS yang digunakan dalam


mengukur gula pereduksi terdiri dari
asam dinitrosalisilat, garam Rochelle
dan

dan

kecepatan

enzim

berkurang.

Pengukuran

dicapai

konsentrasi

natrium

hidroksida

(Murray,

1992).

pH
Umumnya

yang

dapat

efektifitas

maksimum pada pH optimum, yang


lazimnya berkisar antara pH 4,5-8.0.
Pada pH yang terlalu tinggi atau terlalu
rendah umumnya enzim menjadi non
aktif

secara

irreversibel

karena

menjadi denaturasi protein.


Konsentrasi enzim
Seperti pada katalis lain, kecepatan
suatu reaksi yang menggunakan enzim
tergantung pada konsentrasi enzim
tersebut.

Faktor-faktor

enzim

Pada

substrat

suatu

tertentu,

konsentrasi
kecepatan

reaksibertambah dengan bertambahnya

mempengaruhi fungsi :

konsentrasi enzim.

Suhu

Konsentrasi substrat
Oleh karena reaksi kimia itu dapat
dipengaruhi

suhu

maka

reaksi

Hasil eksperimen menunjukkan bahwa

menggunakan katalis enzim dapat

dengan

dipengaruhi oleh suhu. Di samping itu,

menaikkan kecepat reaksi. Akan tetapi,

karena enzim adalah suatu protein

pada

maka

kecepatan reaksi, walaupn konsenrasi

kenaikan

suhu

dapat

menyebabkan denaturasi dan bagian


aktig enzim akan terganggu sehingga

konsentrasi

batas

tertentu

substrat diperbesar.

substrat

tidak

akan

terjadi

Zat-zat penghambat

Pati merupakan polimer yang tersusun

Hambatan atau inhibisi suatu reaksi


akan

berpengaruh

terhadap

penggabungan substrat pada bagian


aktif yang mengalami hambatan.

dari unit satuan -D-glukosa yang


dihubungkan

oleh

ikatan

-1,4

glikosidik dan ikatan -1,6 glikosidik


pada percabangan rantainya. Secara
alami, pati merupakan campuran dari

Suatu enzim hanya dapat bekerja

amilosa dan amilopektin yang kedua-

spesifik pada suatu substrat untuk

duanya merupakan suatu polimer dari

suatu perubahan tertentu. Misalnya,

-D-glukosa (Andrew, 2005).

sukrase akan menguraikan rafinosa


menjadi

melibiosa

sedangkan

oleh

dan

fruktosa,

emulsin,

rafinosa

tersebut akan terurai menjadi sukrosa


dan galaktosa (Alison, 2013).

Metode

Gelatinasi Pati Larut

400mL pati larut 1% ditambah pada


Pati yang juga merupakan simpanan

50mL

energi di dalam sel-sel tumbuhan ini

mendidih dalam beaker dan diaduk.

berbentuk

Telah digenapkan hingga 100mL air.

butiran-butiran

mikroskopik
berkisar

dengan

antara

5-50

kecil

berdiameter
nm.

Pati

umumnya akan terbentuk dari dua

Larutan

aquadest

pati

dan

yang

dibiarkan

tergelatinisasi

dibiarkan untuk dingin pada suhu


kamar.

polimer molekul glukosa yaitu amilosa


(amylose)

dan

amilopektin

(amylopectin).

Amilosa

merupakan

Pembuatan Kurva Standar Pati


(Duplo)

polimer glukosa rantai panjang yang

2.5mL larutan stok telah diisi ke

tidak

sedangkan

tabung reaksi, dengan 1.75mL dapar

polimer

fosfat 0.1mL pH 5.6 dan 0.75mL

yang

Aquadest. Campuran reaksi diambil,

bercabang

amilopektin
glukosa

merupakan

dengan

susunan

bercabangcabang (Abraham, 1998).

dan dipindah ke tabung reaksi lain

berisi 1.5mL HCL 10% dan reaksi

dengan faktor pengenceran. Blanko

dihentikan. Setelah itu, ditambahkan

disediakan. Jumlah pati terhidrolisis

1.5mL indikator (larutan iodin-kalium

per waktu ditentukan dari kurva

iodida). Dibaca absorbansinya pada

standar (substrat) terhadap absorbansi.

620nm. Seterusnya, disediakan blanko,


dengan komposisi yang sama dengan
campuran

reaksi,

kecuali

tanpa

penambahan indikator.

Uji Amilase pada Variasi pH


(duplo)

Tabung reaksi

telah

diisi 2.5mL

larutan stok, 1.75mL dapar pH 3.5,

Uji aktivitas amilase pada variasi

4.5, 5.6, 7.5, 9.5, dan 0.75mL ekstrak

suhu (duplo)

amilase. Campuran telah diinkubasi

Tabung telah diisi 2.5mL larutan stok

pada suhu 370C selama 30 menit. 1mL

dan 1.75mL dapar fosfat,0.1mL pH 5.6

dari camuran dipindah ke tabung

dan 0.75mL ekstrak amilase.

reaksi lain berisi 3mL HCl 10% untuk

Campuran

diinkubasi

pada

hentikan

reaksi.

3mL

indikator

27,37,47,57, dan 67oC selama 30

ditambahkan (larutan iodium-kalium

menit. 1mL campuran diambil dan

iodida). Absorbansi dibaca dengan

dimasukkan ke tabung reaksi lain yang

620nm. Blanko telah disediakan. Pati

berisi 3mL HCl 10% untuk hentikan

terhidrolisis per waktu ditentukan dari

reaksi. Setelah itu, ditambahkan 3mL

kurva

indikator (larutan iodin-kalium iodida).

(substrat) terhadap absorbansi.

Dibaca

absorbansi

pada

620nm,

konsentrasi pati terhidrolisis dikali

standar

konsentrasi

pati

Data Pengamatan

a. Kurva Kalibrasi Baku


Volume Pati

Volume Aquades

(ml)

(ml)

0.072

0.2

0.8

0.184

0.4

0.6

0.752

0.6

0.4

0.872

12

0.8

0.2

0.917

16

1.096

20

Tabung

Absorbansi

Konsentrasi
(g/ml)

b. Hasil Pengujian Sampel


Konsentrasi

No fraksi

Sample

Perlakuan

Absorbansi

37OC & pH 3.5

1.997

35.3954

ii

37 OC & pH 5.6

1.8

31.6855

iii

47 OC & pH 5.6

1.861

32.8342

37 OC & pH 3.5

1.823

32.1186

ii

37 OC & pH 5.6

1.673

29.2938

iii

47 OC & pH 5.6

1.901

33.5876

37 OC & pH 3.5

1.835

32.3446

(g/ml)

ii

37 C & pH 5.6

1.607

28.0508

iii

47 OC & pH 5.6

1.701

29.8211

Grafik
a. Kurva Kalibrasi Baku

Kurva Kalibrasi Baku

1.4

Absorbansi

1.2
1
0.8
0.6

Baku

y = 0.0531x + 0.1175

0.4

Kurva Kalibrasi

0.2
0
0

10

15

20

25

Konsentrasi g/ml

Perhitungan

ii.

y = 0.0531x + 0.1175

Rumus: y = 0.0531x + 0.1175

1.673 = 0.0531x + 0.1175

No Fraksi 1

x = 29.2938

i.

ii.

y = 0.0531x + 0.1175

1.901 = 0.0531x + 0.1175

x = 35.3954

x = 33.5876

y = 0.0531x + 0.1175

No Fraksi 3
i.

y = 0.0531x + 0.1175

x = 31.6855

1.835 = 0.0531x + 0.1175

y = 0.0531x + 0.1175

x = 32.3446

1.861 = 0.0531x + 0.1175

ii.

x = 32.8342

y = 0.0531x + 0.1175

y = 0.0531x + 0.1175
1.607 = 0.0531x + 0.1175

No Fraksi 2
i.

y = 0.0531x + 0.1175

1.997 = 0.0531x + 0.1175

1.8 = 0.0531x + 0.1175

iii.

iii.

x = 28.0508
iii.

y = 0.0531x + 0.1175

1.823 = 0.0531x + 0.1175

1.701 = 0.0531x + 0.1175

x = 32.1186

x = 29.8211

terdiri atas amilosa dan amilopektin,

Pembahasan
Pada

percobaan

ini,

telah

dilakukan pengujian aktivitas enzim


amilase dengan menggunakan metode
Caraway Somogyl. Metode ini
menggunakan
iodide

larutan

sebagai

iodin/kalium

indikator.

Enzim

amilase yang digunakan adalah enzim


yang terdapat dalam ekstrak pepaya
dan aktivitas enzim tersebut dilakukan
terhadap

larutan

pati

dengan

menggunakan variasi suhu dan pH.


Variasi suhu yang digunakan adalah
37OC dan 47 OC sementara variasi pH
yang digunakan adalah pH 3.5 dan pH
5.6.
Enzim tersusun dari protein
campuran

protein

sehingga

membentuk senyawa organik yang


bermolekul besar. Enzim juga dikenali
sebagai biokatalisator yang berfungsi
untuk mempercepat jalannya reaksi
metabolisme.

Contohnya,

enzim

amilase merupakan enzim yang dapat


memutuskan ikatan glikosidik (alpha
1-4) di antara satuan glukosa yang
membentuk polimer, seperti pati. Pati

yang tersusun atas satuan glukosa


rantai lurus dan rantai bercabang. Hasil
hidrolisis pati oleh amilase adalah
glukosa

yang

monosakarida.

merupakan

Biasanya

enzim

amilase terdapat di dalam tubuh


manusia yaitu pada saluran pencernaan
di mulut.
Pada percobaan ini, aktivitas
enzim

amilase

terhadap

larutan

telah

dilakukan

pati

dengan

mereaksikan ekstrak dengan larutan


pati

yang

diketahui.

konsentrasinya
Hasil

aktivitas

telah
enzim

dibandingkan dengan kurva standar


konsentrasi larutan pati yang berbeda
dan diukur dengan menggunakan alat
spectroscopy HPLC pada panjang
gelombang 620nm. Nilai absorbansi
dapat menentukan konsentrasi sisa
larutan pati yang tidak terhidrolisis
dengan dibandingkan dengan kurva
baku dan mengguna kan rumus y =
bx+a.
Reaksi ini dihentikan dengan
menggunakan larutan HCl dengan
merusakkan struktur enzim sehingga

fungsi enzim dapat dihambat. Larutan

sebanyak 32.1186 g/ml, sample 2

Kalium

dengan absorbansi sebanyak 1.673

Iodide

berfungsi

sebagai

indikator dengan adanya perubahan

yang

warna yang terjad yaitu larutan pati

sebanyak 29.2938 g/ml dan sample 3

yang ditetesi larutan KI akan menjadi

dengan absorbansi sebanyak 33.5876

warna biru dan setelah terurai menjadi

g/ml yang menunjukkan konsentrasi

glukosa akan menjadi tidak berwarna.

sebanyak 33.5876 g/ml. Pada fraksi

Terdapat

fraksi

yang

3,

menunjukkan

sample

konsentrasi

dengan

absorbansi

digunakan yaitu fraksi 1, 2 dan 3. Pada

sebanyak 1.835 yang menunjukkan

setiap fraksi, telah dibuat 3 sample

konsentrasi sebanyak 32.3446 g/ml,

dengan menggunakan variasi suhu dan

sample 2 dengan absorbansi sebanyak

pH.

1.701 yang menunjukkan konsentrasi

Sample

yaitu

dengan
o

menggunakan variasi suhu pada 37 C

sebanyak 29.8211 g/ml dan sample 3

dan

dengan absorbansi sebanyak 1.607

pH

3.5,

sample

dengan

menggunakan variasi suhu 37oC dan

yang

pH 5.6 sementara sample 3 dengan

sebanyak 28.0508 g/ml.

menggunakan variasi suhu 47oC dan

menunjukkan

Berdasarkan

konsentrasi

data

hasil

pH 5.6. Pada fraksi 1, sample 1 dengan

pengamatan, dapat diketahui dimana

absorbansi

yang

enzim amilase dapat berkerja dengan

sebanyak

baik dan optimal pada suhu 37oC dan

35.3954 g/ml, sample 2 dengan

pH 5.6. Data yang diperoleh adalah

absorbansi

yang

cocok dibandingkan dengan literature.

sebanyak

Oleh itu, suhu tersebut merupakan

31.6855 g/ml dan sample 3 dengan

suhu normal tubuh manusia yaitu 37oC

absorbansi

dan pH 5.6 merupakan pH yang

menunjukkan

menunjukkan

menunjukkan

sebanyak

1.997

konsentrasi

sebanyak

1.8

konsentrasi

sebanyak

1.861

konsentrasi

yang

sebanyak

32.8342 g/ml. Pada fraksi 2, sample 1


dengan absorbansi sebanyak 1.823
yang

menunjukkan

konsentrasi

mendekati
manusia.

netral

seperti

air

liur

Andrew Mock, 2005, Amylase activity

Daftar Pustaka
Abraham Blenk , 1998, Enzymatic
Method for Determining Amylase
Activity (Amylase Activity Assay),
available

online

at:

in

Malt,

available

online

at:

http://www.phadebas.com/areas-ofuse/alimentary/amylase-in-malt
Access on 24/04/15

http://www.sigmaaldrich.com/technica

Murray

ldocuments/protocols/biology/amylase

Illustrated Biochemistry, London : Mc

-activity-assay-kit Access on 24/04/15

Graw Hill.

Alison

Shanbagh,

Evert,

2013,

Proteins,

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/e
ncy/article/002467.htm

Bender,

1990,

1992,

Prep

Harper's

Manual

Biochemistry, India : Elsetier ltd