Anda di halaman 1dari 16

PENGELOLAAN KEPERAWATAN NYERI PADA TN.

S DENGAN
VESIKOLITHIASIS DI RUANG WIJAYA KUSUMA RSUD. DR. R.SOETIJONO
BLORA
I.

PENGKAJIAN

Tanggal masuk

: 15 Juni 2012

Tgl pengkajian

: 2 Juni 2012

Jam

: 15.00 WIB

Jam

: 10.00 WIB

Ruang

: Wijaya Kusuma

No. Reg.

: 6884539

Identitas
Nama klien

: Tn. S

Umur

: 48 tahun

Jenis kelamin

: Laki- laki

Suku/ bangsa

: Jawa/ Indonesia

Agama

: Islam

Pendidikan

: SD

Status

: Duda

Pekerjaan

: Swasta

Alamat

: Growong 2/1 Tunjungan

Diagnosa Medis

: Vesikolithiasis

Penanggung jawab
Nama

: Tn. S

Umur

: 33 tahun

Hubungan dg klien

: Pengantar klien ke RS.

Suku/ bangsa

: Jawa / Indonesia

Agama

: Islam

Pekerjaan

: Pegawai Dinas Sosial

II. Keluhan Utama


Pasien mengatakan nyeri pada bagian perut bawah daerah simpisis pubis.

III. Riwayat Keperawatan


1. Riwayat Perawatan Sekarang
Klien mengatakan nyeri pada bagian perut bawah daerah simpisis pubis.
Penyebab nyeri yang dirasakan klien karena adanya batu di kandung kemih,
nyeri meningkat saat bergerak. Klien merasakan kemeng dan sakit pinggang
waktu terjadi nyeri. Skala nyeri pada pasien 5. Nyeri yang terjadi bersifat
intermittent.
2. Riwayat Keperawatan yang Lalu
Sejak bulan Desember, klien sudah mulai merasakan nyeri pada perut
bagian simpisis pubis, sakit pinggang dan mengeluh sakit pada waktu BAK.
Kemudian pada bulan Januari klien mengalami gangguan berkemih, klien
merasa tidak puas waktu berkemih, BAK hanya keluar sedikit, pancaran urine
terganggu, dan urine berwarna keruh. Karena klien tidak kuat menahan sakitnya,
oleh Dinas Sosial klien dibawa ke Puskesmas Tunjungan, namun karena
keterbatasan alat pasien kemudian dirujuk di RSUD. Dr. R Soetijono Blora pada
tanggal 15 Juni 2012. Klien memiliki riwayat penyakit hipertensi.
3. Riwayat Kesehatan Keluarga
Keluarga klien tidak ada yang menderita penyakit seperti klien atau
penyakit lainnya seperti asma, stroke, dan DM. Klien tidak mengetahui apakah
ayah dan ibu klien menderita hipertensi karena ayah dan ibu klien meninggal
saat klien masih kecil.
IV. GENOGRAM

Keterangan

Laki- laki

Klien

Perempuan

Tinggal serumah

Meninggal

Perceraian
Hubungan anak kandung

V. PENGKAJIAN POLA FUNGSIONAL GORDON


1. Pola manajemen kesehatan
Saat klien sakit, ia berusaha untuk mendatangi tempat pelayanan kesehatan guna
kesembuhan penyakitnya. Klien mengatakan kesehatan begitu berharga untuk
dirinya. Klien juga beranggapan, sakit yang dideritanya adalah cobaan dari
Tuhan.
2. Pola nutrisi dan metabolik
Sebelum sakit klien makan 4 x sehari dengan 1 porsi (nasi, sayur dan
lauk) dan terkadang makan buah. Klien suka makan hati ayam. Dalam sehari
pasien minum 500 ml kopi dan 250 ml air putih.
Selama sakit klien makan 3 x sehari, dengan menu nasi, lauk, dan
terkadang buah. Habis porsi, klien nampak malas makan karena perut terasa
penuh. Minum air putih 200 ml/ hari.
3. Pola eliminasi
Sebelum sakit klien BAB 1 x / hari. Biasanya dilakukan pada pagi hari
sebelum mandi, dengan konsistensi lembek, berwarna kuning dengan aroma
yang khas. BAK 4 kali / hari, warna kekuningan dan aroma yang khas, 50 cc
sekali BAK.
Selama sakit klien BAB biasa 1 x / hari, dilakukan pada pagi hari dengan
konsistensi lembek dan berwarna kuning 50 cc. BAK klien melalui DC, saat

dikaji jam 10.30 WIB, BAK klien 25 cc, warna kuning keruh, saat ingin BAK
terasa perih dan ada rasa terbakar.
4. Pola aktivitas
Sebelum sakit klien bekerja sebagai petani saat terdapat event tertentu.
Selama sakit, klien tidak bekerja dan aktivitas klien saat ke kamar mandi,
dibantu oleh perawat. Aktivitas klien seperti berpakaian, makan, dan minum
tidak terganggu. Aktivitas klien di kamar RS menggunakan kursi roda.
5. Pola persepsi dan kognitif
Dalam

berkomunikasi,

klien

mampu

memahami

pesan

yang

disampaikan. Klien memahami penyakit yang dideritanya.


P : nyeri meningkat saat bergerak
Q : nyeri dirasakan perih, seperti terbakar dan rasa tertekan.
R : nyeri pada bagian perut bawah daerah simpisis pubis.
S : skala nyeri 5.
T : nyeri hilang timbul 30 menit.
6. Pola tidur dan istirahat
Sebelum sakit kebiasaan tidur klien yaitu 7 jam/ hari. Tidur jam 22.00
WIB dan bangun jam 05.00 WIB. Klien tidak mempunyai kebiasaan tidur siang
karena bekerja.
Selama sakit klien tidak nyenyak dan sering terbangun waktu tidur
karena nyeri pada bagian perut bawah. Jumlah tidurnya 4 jam. Klien tidak bisa
tidur siang di RS. Klien memiliki kebiasaan mendengarkan musik sebelum tidur.
Namun saat di RS klien tidak melakukannya.
7. Pola persepsi diri dan konsep diri
Klien tampak tenang, dan berharap bisa beraktivitas seperti biasa lagi
setelah mendapat perawatan.
Konsep Diri :
Citra Tubuh

: Klien memandang dirinya sebagai manusia yang utuh,


walaupun banyak kekurangan, klien tidak merasa malu dengan
keadaanya seperti sekarang ini.

Identitas Diri : Klien adalah seorang laki- laki yang memiliki 1 orang anak
laki- laki. Klien sudah bercerai dengan istrinya selama 4 tahun.
Status klien saat ini duda.
Peran

: Peran diri pada klien terganggu karena klien tidak bisa


menjalankan perannya sebagai ayah dan kepala rumah tangga.
Klien bekerja sebagai pedagang asongan untuk mencukupi
keperluannya sendiri sehari- hari. Selama dirawat dirumah
sakit, klien tidak bisa menjalankan aktivitasnya.

Ideal Diri

: Klien berharap bisa cepat sembuh dan dapat beraktivitas


seperti biasanya lagi.

Harga Diri

: Klien menerima penyakit yang dideritanya, klien memiliki


harga diri sama dengan yang lain.

8. Pola hubungan sosial


Hubungan klien dengan perawat, dokter, pasien yang lain baik. Klien
paling dekat dengan perawat dan pasien yang seruangan dengannya.
9. Pola seksualitas dan reproduksi
Klien adalah seorang duda yang memiliki 1 orang anak laki- laki. Klien
tidak memiliki gangguan hubungan seksual dengan penyakit yang dideritanya.
10. Pola koping stress
Dalam mengambil keputusan, pasien selalu membicarakannya dengan
pegawai dinas sosial yang selama ini menampungnya. Jika mengalami kesulitan,
pasien mengungkapkannya dengan bercerita. Klien berharap agar perawat dapat
menciptakan kenyamanan, ketenangan serta memenuhi kebutuhannya.
11. Pola nilai dan kepercayaan/ agama
Sebelum sakit, klien menjalankan solat 5 waktu. Namun terkadang juga
tidak solat. Selama sakit, pasien menjalankan ibadah sesuai dengan
kemampuannya. Klien solat diatas kursi roda.

VI. Pemeriksaan fisik


1.

Keadaan Umum

: Baik

2.

Tingkat Kesadaran

: Composmentis, GCS = 15

3.

Tanda- tanda Vital

4.

5.

a. Tekanan Darah

: 140/ 70 mmHg

b. Nadi

: 84 x/ menit

c. Pernafasan

: 20 x/ menit

d. Suhu tubuh

: 36,7 C

Pengukuran Antropometri
a. BB sebelum sakit

: 84 kg

b. BB selama sakit

: 80 kg

c. TB

: 166 cm

Kepala

: Mesosepal, tidak ada benjolan.

a. Rambut

: Warna hitam, bersih.

b.

Mata : Bentuk simetris, tidak terdapat sekret,


konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik, mampu
mengikuti pergerakan benda secara terbatas,
terdapat lingkar hitam di sekitar mata.

c.

Hidung

: Simetris, bersih, tidak ada polip

hidung, tidak terdapat nafas cuping hidung, tidak


terdapat kelainan penciuman.
d.

Telinga

: Simetris, bersih, tidak ada tanda

peradangan ditelinga / mastoid, terdapat serumen,


fungsi pendengaran baik.
e.

Mulut dan gigi

Bibir

kering,

mukosa

mulut lembab, tidak ada stomatitis, 2 gigi depan


ada tanggal, terdapat caries pada gigi.
6.

Leher

: Tidak terdapat pembesaran kelenjar thyroid dan


kelenjar limfe.

7.

Dada

: Bentuk simetris, tidak sesak nafas, bernafas


tanpa ada retraksi dinding dada, tidak ada
pembesaran.

8.

Paru- paru
a.

Inspeksi

: Bentuk simetris, pergerakan dada

sewaktu bernafas simetris.


b.

Palpasi

: Tidak ada nyeri tekan, Tactil

fremitus simetris kanan dan kiri.


c.

Perkusi

: Terdengar suara sonor di lapang

paru
d.

Auskultasi

Terdengar

suara

vesikuler

dilapang paru, tidak terdengar suara tambahan


ronkhi dan wheesing.
9.

Jantung
a. Inspeksi

: Ictus kordis tidak tampak

b. Palpasi

: Ictus cordis teraba pada mid klavikula IC IV- V

sinistra.
c. Perkusi

: Terdengar suara pekak

d. Auskultasi

: Terdengar bunyi jantung I II irama reguler,

tidak terdengar BJ III dan IV


10. Abdomen
a.

Inspeksi

:Bentuk

perut

simetris,

tidak

terdapat acites
b.

Auskultasi

c.

Perkusi

:Bising usus 15 x / menit


:Perkusi

menunjukkan

suara

tympani pada kuadran kiri atas, kiri bawah dan


kanan bawah. Terdapat suara pekak pada area
kandung kemih, atas simpisis pubis.
d.

Palpasi

: Terdapat nyeri tekan di area

simpisis pubis.
11. Ekstremitas
a.

Atas : Tidak terpasang infus, kuku bersih, tidak ada udema


maupun kelainan. Kekuatan otot 5.

b.

Bawah

: Terdapat bekas luka bakar pada kaki kanan, tidak

udema. Kekuatan otot 5.


12. Genital
Terpasang DC, keadaan cukup bersih, tidak ada edema.

VII.Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan laboratorium Sekresi- Eksresi ( 16 Juni 2012 )
Urine Lengkap Analyzer
Warna : Kuning agak keruh
Pemeriksaan

Hasil

Satuan

Nilai Normal

Berat Jenis

: 1.015

PH

: 8.0

Protein

: 150

mg/dl

NEGATIF

Reduksi

: NEG

mg/dl

NEGATIF

Urobilinogen

: NEG

mg/dl

NEGATIF

Bilirubin

: NEG

mg/dl

NEGATIF

Aseton

: NEG

mg/dl

NEGATIF

Nitrit

: +/ POS

KET.

NEGATIF

LEUKOSIT ENTERASE 500/uL


BLOOD 150/uL
Sed : Epitel

17.0/uL

0.0 40.0

Epitela 4 5 /LPK
Lekosit

1137.7/uL

0.0 20.0

0.0 25.0

Lekosit 15-17/LPB
Eritrosit

102.6/uL

Eritrosit 2-3/ LPB


Kristal

1.4/ uL

0.0-10.0

Silinder Hyalin

0.36/ uL

0.00- 1.20

Sil. Pathologi

0.12/ uL

0.00-0.50

- Granula Kasar NEG/ LPK

- Granula Halus NEG/ LPK

- Epitel

NEG/ LPK

- Eritrosit

NEG/ LPK

- Lekosit

NEG/ LPK

Mucus

0.00-0.50

0.00-0.50

Yeast cell

0.0/uL

0.0-25.0

Epitel tubulus

3.4/ uL

0.0-6.0

Bakteri

22815.8/ uL

0.0-100.0

BAKTERI +/POS
Sperma

0.0/ uL

Kepekatan

25.6 ms/cm

0.0-3.0

Kimia Klinik (Tanggal 21 Juni 2012)


Pemeriksaan
Ureum
Creatinin

Hasil

Satuan

Nilai Normal

mg/dl
mg/dl

15- 39
0.60- 1.30

31
0.74

Pemeriksaan Bakteriologi (Tanggal 21 Juni 2012)


Spesimen : Urine
Hasil Kultur
Hitung Kuman

Echerichia Coli
>100.000

X- foto Polos (Tanggal 23 Juni 2012)


-

Preperitonial fat line tampak baik.

Banyak udara usus dan fekal material

Tampak opasitas multiple (3) buah berbenul oval pada cavum pelvis
dengan ukuran terbesar 4.5 cm x 2.5 cm.

X- Foto BNO- IVP (Tanggal 23 Juni 2012)


Kesan : Vesikolithiasis multiple bentuk oval dengan ukuran terbesar 4.5 x 2.5
cm. Gambaran cystitis. Penonjolan pada spek superior vesika urinaria, DD/
psedodivertikel. Fungsi ekskresi ginjal kanan dan kiri baik.
Diit :
TKTP (Tinggi Kalori Tinggi Protein)
Tindakan keperawatan
Pasien terpasang DC.

VIII. Analisa Data


Diagnosa

No

Tgl / jam

Data fokus

1.

2 Juni 2012

keperawatan
DS : Klien mengatakan Gangguan pola tidur

11.00 WIB

sering terbangun tengah berhubungan dengan


malam karena nyeri.

nyeri pada kandung

Klien mengatakan nyeri kemih.


pada perut bawah daerah
simpisis

pubis,

nyeri

meningkat saat bergerak,


nyeri

dirasakan

perih,

seperti terbakar dan rasa


tertekan, skala nyeri 5,
nyeri hilang timbul 30
menit.
DO : Ekspresi wajah klien
tegang, tampak meringis
menahan nyeri, dan saat
nyeri terjadi, klien tampak
gelisah, tidur miring,
telungkup dan memegang
daerah perut bawahnya. XFoto BNO- IVP kesan
Vesikolithiasis, pancaran
urine terganggu, urine
berwarna keruh. Terdapat
lingkar hitam di sekitar
mata.
TD: 140/ 70 mmHg, Nadi :
84 x/ menit, RR: 20 x/

Tanggal teratasi
5 Juni 2012

TTD

menit

IX. Rencana Keperawatan


No

Tgl/ Jam

DP

1.

2 Juni 2012

Gangguan

Setelah dilakukan

11.30 WIB

pola tidur

tindakan

berhubungan

keperawatan selama

dengan nyeri

3 x 24 jam, klien

pada

dapat tidur dengan

kandung

KH :

kemih.

Tujuan

Intervensi
1.

mempengarui masalah tidur.


2.

sebelum tidur.
3.

Melaporkan

psikologis.

Kaji nyeri (PQRST)

5.

Observasi tanda non verbal dari


ketidaknyamanan.

6.

Lingkar
hitam di sekitar

7.

8.

Ajarkan teknik non


farmakologis kepada pasien :

faktor yang

relaksasi dan distraksi dengan

menyebabkan

musik terapi.

Skala nyeri
berkurang

nyeri.

Mengenali

nyeri.
-

Anjurkan pasien untuk


melakukan masase pada daerah

Klien dapat
tidur.

Jelaskan penyebab nyeri pada


klien.

mata berkurang.

Anjurkan pasien untuk

4.

fisik dan

Identifikasi kebiasaan klien

meningkatkan istirahat.

kenyamanan

Identifikasi faktor yang

TTV dalam

9.

Instruksikan tindakan relaksasi


dan menganjurkan posisi tidur
yang nyaman.

10. Putarkan musik instrumen

batas normal.

Kenny G yang disukai klien

Ekspresi

agar klien dapat tidur siang.

wajah rileks.

11. Sarankan klien untuk


melakukan musik terapi secara
mandiri ketika nyeri muncul.
12. Putarkan musik instrumen

TTD

Kenny G yang disukai klien


pada malam hari.

X. Implementasi
No.
DP
1.

TGL/ JAM

IMPLEMENTASI

2 Juni 2012

- Mengidentifikasi faktor yang

11.30 WIB

mempengarui masalah tidur.

RESPON
- S : klien mengatakan
sering terbangun tengah
malam karena merasakan
nyeri.
- O : terdapat lingkar hitam
di sekitar mata.

11.35

- Mengidentifikasi kebiasaan klien


sebelum tidur.

- S : Klien mengatakan
biasanya sebelum tidur
klien mendengarkan
musik.
- O : Klien tampak
kooperatif.

11.40

- Mengkaji nyeri (PQRST)

- S : klien mengatakan nyeri


meningkat saat bergerak,
nyeri dirasakan perih,
seperti terbakar dan rasa
tertekan, nyeri pada
bagian perut bawah daerah
simpisis pubis,skala nyeri
5, nyeri hilang timbul 30
menit.
- O : nyeri dapat terkaji,
ekspresi klien tampak

TTD

menahan nyeri
11.45

- Mengobservasi tanda non verbal dari


ketidaknyamanan.

- S:- O : ekspresi klien tampak


meringis menahan nyeri.

11.50

- Menjelaskan penyebab nyeri pada


klien.

- S:- O : klien mendengarkan


penjelasan dari perawat.

12.00

- Menganjurkan pasien untuk


meningkatkan istirahat.

- S : klien mengatakan akan


mencoba untuk tidur
siang.
- O : klien kooperatif
dengan perawat.

12.30

- Mengajarkan teknik non

- S : klien mengatakan

farmakologis kepada pasien :

setuju dan senang jika

relaksasi dan distraksi dengan musik

diajarkan teknik relaksasi

terapi.

dan distraksi.
- O : klien nampak menarik
nafas dalam dan
mengeluarkannya lewat
mulut, sambil duduk
mendengarkan musik
instrumen dari kenny G.
Klien nampak

1.

3 Juli 2012
14.00 WIB

- Menginstruksikan tindakan relaksasi

memejamkan mata.
- S : klien mengatakan

dan menganjurkan posisi tidur yang

sering terbangun karena

nyaman.

nyeri pada perut bawah.


- O : klien tidak bisa tidur
siang, lamanya tidur 4
jam/ hari.

14.15

- Memutarkan musik instrumen Kenny

- S : klien mengatakan suka

G yang disukai klien agar klien dapat

mendengarkan musik

tidur siang.

ketika akan tidur. Klien


mengatakan mengantuk
setelah mendengar musik
instrumen ini.
- O : klien kooperatif
terhadap perawat. Klien
tampak mengantuk. Klien

1.

tampak rileks.
- S : klien mengatakan akan

4 Juli 2012

- Menyarankan klien untuk melakukan

21.00 WIB

musik terapi secara mandiri ketika

mencoba saran dari

nyeri muncul.

perawat.
- O : klien tampak
kooperatif dan
mengangguk.

21.15

- Memutarkan musik instrumen Kenny


G yang disukai klien pada malam
hari.

- S : klien mengatakan
musik slow yang ia suka.
- O : klien tampak
menikmati terapi musik
dengan headset sambil
membaringkan badannya
di tempat tidur.

XI. Catatan Perkembangan


TGL/ JAM
5 Juli 2012
08.00 WIB

DP
1

CATATAN PERKEMBANGAN
S : Klien mengatakan tidak terbangun pada tengah malam
karena nyeri. Klien mengatakan nyeri berkurang dari skala 5
menjadi skala 3. Klien mengatakan akan menerapkan teknik
distraksi dengan menggunakan terapi instrumen musik ketika
nyeri yang dirasakannya muncul.
O : Klien tampak rileks setelah diterapi dengan musik
instrument. Ekspresi wajah rileks, tidak menahan nyeri.
Lingkar hitam di sekitar mata mulai berkurang.
Tanda- tanda Vital :
Tekanan Darah

: 130/ 70 mmHg

Nadi

: 88 x/ menit

Pernafasan

: 20 x/ menit

Suhu tubuh

: 36,5 C

A :Masalah teratasi sebagian


P : Pertahankan intervensi 7, 8, 9, 10 dan 11.

TTD