Anda di halaman 1dari 18

BAB 3

LAPORAN KASUS

3.1 Pengkajian Keperawatan


A. Identitas Keluarga
1. Kepala Keluarga
Nama Kepala Keluarga
Jenis Kelamin
Umur/tanggal lahir
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Alamat
No. Telp

: Tn. N
: Laki-laki
: 14/02/1982
: Islam
: SMA
: Buruh
: Kp. Dukuh
: 081293545895

2. Susunan Anggota Keluarga


No

Nama

Umur

P/L AGAMA

Hub
dgn
KK
Kepala
KK

Pendidikan

Pekerjaan

Tn.N

34 th

Islam

SMA

Buruh

Ny.M

32 th

Islam

Istri

SMP

IRT

An.M

10 th

Islam

Anak

SD

Pelajar

An.R

2,2 th

Islam

Anak

Belum Sekolah

3. Genogram

Bp.S

Ny.S

Bp.M

Ny.S

Tn.N

Ny.M

An.P

Ket : ------

An.R

: tinggal satu rumah


: Laki-laki
: Perempuan

B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga Tn.N berada pada tahap Tahap IV (keluarga dengan anak
usia sekolah) dimulai ketika anak tertua memasuki sekolah, tugas keluarga
pada tahap ini seputar menyesuaikan diri dengan aktivitas komunitas yang
melibatkan

anak,

mendorong

prestasi

pendidikan

anak

dan

mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan. Tugas penting


lainnya meliputi menyeimbangkan waktu dan energi untuk memenuhi
tuntutan pekerjaan, kebutuhan dan aktivitas anak.
2. Riwayat keluarga inti
Menurut Tn.N apabila ada anggota keluarga yang sakit selalu
diperiksa ke puskesmas. Dalam 1 tahun terakhir Tn. N mengatakan tidak
ada anggota keluarga yang menderita sakit yang serius, hanya batuk,flu
dan pilek. Data dari Ny. M mengatakan bahwa Tn.N memiliki riwayat
hipertensi sedangkan Ny. M memiliki riwayat Asma.
3. Tipe keluarga
Tipe keluarga pada keluarga Tn. N adalah Keluarga inti yang terdiri
atas ayah, ibu, dan dua orang anak yang tinggal dalam satu rumah dalam
suatu ikatan perkawinan.

C. STRUKTUR KELUARGA
1. Komunikasi dalam keluarga
Dalam keluarga Tn.N terbina hubungan yang harmonis antara
anggota keluarga terdapat pola komunikasi yang terbuka baik Tn.N dan
Ny.M bebas menyampaikan pendapat dan keluhannya, komunikasi antara
orang tua dengan anaknya juga terjalin dengan baik.
2. Struktur Nilai/Norma
Adapun nilai dan norma yang dianut dan menjadi dasar dalam
kehidupan sehari-hari kepada keluarga Tn.N adalah menyesuaikan dengan
nilai yang ada dalam agama islam serta norma masyarakat sekitarnnya.
Dalam keluarga Tn.N tidak ada nilai yang bertentangan dengan kesehatan,
karena menurut keluarga Tn.N kesehatan merupakan hal yang sangat
penting.
3. Struktur peran
a. Tn.N adalah kepala keluarga dan bekerja sebagai buruh. Tn.N bekerja
setiap hari sebagai buruh lepas.
b. Ny.M adalah seorang ibu rumah tangga yang semua aktifitasnya di
lakukan dirumah,
c. An.P adalah seorang pelajar kelas IV
d. An.R adalah seorang anak yang masih balita
D. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Semua Anggota keluarga Tn.N saling menyayangi satu sama lain. Dan
apabila ada masalah mereka saling membantu untuk menyelesaikan
masalah terutama Tn.N dengan Ny.M.
2. Fungsi Sosialisasi
Keluarga Tn.N menekankan perlunya berhubungan dengan orang lain.
Mereka membiasakan sosialisasi dengan warga sekitar seperti mengikuti
pengajaian dan sekedar berbincang-bincang di teras rumah dengan warga
lain. Keluarga Tn.N juga selalu menyempatkan waktu untuk berbincangbincang ketika Tn.N sudah pulang kerja untuk menjaga komunikasi
dengan keluarga.
3. Fungsi Ekonomi
Tn. N mengatakan pendapatannya sekitar Rp. 1.500.000,- Rp. 2.000.000.
Keluarga Tn. N sangat mensyukuri penghasilannya dan penghasilannya
dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka.
4. Fungsi Perawatan Kesehatan

Tn.N mengatakan Ny.M mempunyai riwayat penyakit asma, setiap kali


ada anggota keluarga yang sakit selalu di bawa ke puskesmas terdekat
untuk berobat. Jika salah satu anggota keluarga sakit semua anggota
keluarga turut merawat.
5. Fungsi reproduksi
Perencanaan jumlah anak : Keluarga Tn.N mengatakan untuk saat ini anak
2 sudah cukup. Akseptor : Ny.M menggunakan KB suntik 3 bulan sekali.
6. Aktivitas sehari hari
Tn.N bekerja dari pagi sampai sore sebagai buruh lepas, dan Ny.M hanya
dirumah saja mengurus anak dan rumah.
E. STRESSOR DAN KOPING
1. Stress dan koping keluarga
Jika ada masalah dalam keluarga Tn.N biasanya didiskusikan bersama
dengan Ny.M. Keluarga bisanya mencoba mandiri dan menyelesaikan
masalah tanpa melibatkan keluarga besar karena Tn.N tidak mau
membuat resah keluarga dengan keadaan mereka.
2. Strategi Koping
Tn.N mengatakan jika ada masalah selalau mendiskusikan dengan Ny.M
untuk mendengarkan masukan satu sama lain agar dapat membantu dalam
menyelesaikan masalahnya.
F. LINGKUNGAN
1. Karakteristik Rumah
Rumah yang ditempati Keluarga Tn.N merupakan rumah milik sendiri
dengan tipe permanent, atap rumahnya genteng tetapi belum mempunyai
plafon, lantai rumah sudah memakai ubin permanen namun lantai rumah
banyak yang pecah dan cukup bersih. Lantai dapur masih dalam bentuk
lantai biasa. Tn.N mempunyai banyak ventilasi dan pencahayaan rumah
cukup baik, tetapi ventilansi tersebut terlihat kotor dan kurang terurus.
Keluarga sudah memiliki kamar mandi dan jamban sendiri akan tetapi
pembuangan limbah kotoran berada dibelakang rumah dengan keadaan
tergenang terbuka, keadaan dapur sedikit kotor dan kadang-kadang masih
menggunakan tungku kayu untuk memasak, sumber air dari Sumur Gali
air tidak berasa, berbau dan dalam keadaan bersih, penerangannya
memakai listrik.

2. Denah Rumah

3. Pengelolaan sampah
Keluarga Tn.N memiliki tempat pembuangan sampah bersama dalam
keadaan terbuka, pembuangan sampah berada didepan rumah, jika
sampah sudah terkumpul banyak sampah baru dibakar. Tn. M
mengatakan bahwa tidak ada tempat sampah khusus pada lingkungan
mereka hal ini yang menyebabkan sampah umumnya dibakar.
G. Keadaan Gizi
Pemenuhan gizi: Keluarga Tn.N mengatakan selalu memenuhi kebutuhan
gizi kelurganya, Ny.M mengatakan selalu memasak sendiri masakan untuk
dimakan keluarga. Penyajian makanan juga selalu ditutup dengan tudung
saji. Air yang diminum oleh keluarga Tn.N selalu dimasak. Untuk
pemenuhan kebutuhan kebersihan diri Tn.N mengatakan anggota
keluarganya mandi setidaknya 2x/sehari, dan semua anggota keluarga
memiliki masing-masing peralatan mandi seperti sikat gigi.

H. Harapan Keluarga
Keluarga Tn.N berharap agar selalu diberikan kesehatan untuk semua
anggota keluarganya terutama anak-anak mereka. Dan anak-anak dapat
bertumbuh kembang dengan baik.

Pemeriksaan Fisik
Komponen

Tn.N

Ny.M

An.P

An.R

TTV

TD: 120/70

TD:110/80

S: 37c

S: 37c

N: 86x/mnt

N: 82x/menit

BB: 21 Kg

BB: 13 Kg

RR: 21x/mnt

RR: 22x/menit

S: 37c

S: 36,8c

Kepala

Bentuk kepala simetris,


pertumbuhan rambut
merata dan kulit kepala
bersih, tidak ada lesi
dan nyeri tekan.

Bentuk simetris,
pertumbuhan rambut
merata dan lurus
kulit kepala bersih,
tidak ada lesi dan
nyeri tekan

Mata

Pupil isokor,
pergerakan bola mata
normal dapat mengikuti
arah gerakkan tangan,
tidak ada nyeri tekan,
reaksi cahaya +/+,
konjungtiva tidak
anemis, tidak ada
ikhterik, fungsi
penglihatan baik.

Isokor, pergerakan
bola mata normal
dapat mengikuti ke
segala arah, tidak
ada nyeri tekan,
reaksi cahaya +/+,
konjungtiva tidak
anemis, tidak ada
ikhterik, fungsi
penglihatan baik.

Bentuk simetris, tidak


terdapat lesi, bersih
tidak ada cairan yang
keluar, terdapat bulubulu hidung, tidak ada
nyeri tekan, indra

Simetris, tidak
terdapat lesi, bersih
tidak ada cairan
yang keluar, terdapat
bulu-bulu hidung
dan penyebaranya

Hidung

penciuman baik.

merata, tidak ada


nyeri tekan, indra
penciuman baik.

Telinga

Bentuk simetris kiri


dan kanan, bersih dan
tidak terdapat cairan
yang keluar, tidak ada
benjolan , tidak
bengkak, tidak ada
nyeri tekan, Klien
dapat mendengar
dengan baik. Test
Rinne (+), Weber (+),
Swaba (+).

Bentuk simetris,
bersih, tidak terdapat
cairan yang keluar,
tidak ada benjolan,
tidak ada nyeri
tekan, fungsi
pendengaran baik.
Test Rinne (+),
Weber (+), Swaba
(+).

Mulut

Bentuk simetris,
mukosa lembab, bersih,
tidak pucat, indra
pengecapan berfungsi
dengan baik. Gigi
lengkap.

Bentuk simetris, ,
bersih, tidak pucat,
indra pengecapan
berfungsi dengan
baik. Gigi lengkap.

Leher dan
Tenggorokan

Bentuk simetris, Tidak


ada kesulitan menelan,
tidak ada nyeri tekan,
tidak ada pembesaran
kelenjar getah bening
(-) distensi vena
jugularis(-), tidak ada
tanda radang.

Bentuk simetris,
Tidak ada kesulitan
menelan, tidak ada
nyeri tekan, tidak
ada pembesaran
kelenjar getah
bening (-), tidak ada
tanda radang.

Dada

Simetris,
bronkovesikuler, RR:
22x/ menit, auskultasi
bunyi jantung, tidak
terdapat bunyi
tambahan.
bunyi jantung S1, S2
(+), hasil auskultasi
terdapat suara

tambahan.
Abdomen

Bentuk simetris, tdk


ada luka, tdk ada nyeri
tekan, BU: 10x/mnt,
bunyi pada saat
diperkusi adalah
timpani, tidak ada
keluhan BAB, BAB
2hari sekali.

Bentuk simetris, tdk


ada luka, tidak ada
nyeri tekan, BU:
8x/mnt, bunyi pada
saat diperkusi adalah
timpani, tidak ada
keluhan BAB, tiap
hari BAB.

Ekstremitas

Ekstremitas Atas:
Tidak mengalami
gangguan gerak,
mampu melakukan
gerakan fleksi dan
ekstensi tanpa rasa
nyeri, tidak ada
benjolan, bengkak (-),
kemerahan (-),
kekuatan otot penuh.
Pertumbuhan bulu
merata.

Ekstremitas Atas:
Tidak mengalami
gangguan gerak,
mampu melakukan
gerakan fleksi dan
ekstensi tanpa rasa
nyeri, tidak ada
benjolan, bengkak
(-), kemerahan (-),
kekuatan otot penuh,
pertumbuhan bulu
merata.

Ekstermitas bawah:
Tidak mengalami
gangguan gerak,
mampu melakukan
gerakan fleksi dan
ekstensi tanpa rasa
nyeri, tidak ada
benjolan, bengkak (-),
kemerahan (-),
kekuatan otot penuh.
Masih aktif dalam
beraktivitas

Ekstermitas
bawah: Tidak
mengalami
gangguan gerak,
mampu melakukan
gerakan fleksi dan
ekstensi tanpa rasa
nyeri, tidak ada
benjolan, bengkak
(-), kemerahan (-),
kekuatan otot penuh.
Masih aktif dalam
beraktivitas

Turgor kulit elastis,


tanda radang (-), warna
kulit sawo matang,
tekstur halus.

Turgor kulit elastis,


tanda radang (-),
warna kulit sawo
matang, tekstur

Kulit

halus.

Kuku

Bersih, tidak panjang


sianosis(-) , CRT:
kembali dalam 2 detik

Analisa Data
No
1.

Data

Dx. Masalah

Data Subjektif
-

Ketidak tahuan tentang penyakit yang

Ny. M mengatakan memiliki riwayat diderita keluarga berhubungan dengan


asma dan Tn. M memiliki riwayat kurang

pengetahuannya

keluarga

hipertensi dari orang tua Tn. N


tentang fungsi pelayanan kesehatan
Ny.M mengatakan belum pernah
berkonsultasi

dengan

petugas

kesehatan tentang resiko penyakit


-

yang mungkin akan terjadi


Ny.M mengatakan belum pernah ada
penyuluhan kesehatan yang diterima

2.

sebelumnya
Ny.M mengatakan

kalau

batuk

asmanya sering kambuh


Data objektif
- TD Tn. M 140/70
- Lingkungan rumah kurang bersih
- Sampah dibakar
- Jendela jarang dibuka
Data Subjektif
-

Resiko injury pada keluarga Tn.N


Ke
lu
ar
ga
Tn
.
N
m
en
ya
da

berhubungan dengan ketidakmampuan


anggota keluarga memodifikasi
lingkungan

ri
ba
h
wa
set
ia
p
ru
m
ah
se
ba
ik
ny
a
ha
ru
s
ad
a
pe
nc
ah
ay
aa
n
ya
ng
cu
ku
-

p
K
el

ua
rg
a
Tn
.
N
m
en
ga
ta
ka
n
be
lu
m
pe
rn
ah
m
en
da
pa
t
inf
or
m
asi
te
nt
an
g
lin

gk
un
ga
n
ba
ga
i
m
an
a
m
e
m
be
nt
uk
ata
u
m
en
ata
lin
gk
un
ga
n
se
ha
t,
ka
re
na

m
en
ur
ut
ke
lu
ar
ga
lin
gk
un
ga
n
dis
ek
ita
r
ru
m
ah
ny
a
dir
as
a
cu
ku
p
se
ha
t,
jik

a
tid
ak
se
ha
t
ata
u
tid
ak
be
rsi
h
Ke
lu
ar
ga
ju
ga
m
en
ga
ta
ka
n
m
er
ek
a
su
da
h

bi
as
a
de
ng
an
ko
nd
isi
lin
gk
un
ga
n
se
pe
rti
sa
at
ini
.
Data Objektif
-

Kondisi

cukup
Kondisi lantai kurang baik, ubin

banyak yang pecah


Barang-barang tidak

dengan rapi
Mainan anak
lantai

rumah

pencahayaan

tertata

berserakan

di