Anda di halaman 1dari 2

Isya Syabana/F1314148

RMK TEORI AKUNTANSI


BAB 1 PENGERTIAN TEORI AKUNTANSI
Pengertian teori akuntansi sangat bergantung pada kesepakatan tentang pengertian
akuntansi sebagai disiplin pengetahuan. Akuntansi dapat dipandang sebagai Sains (bertujuan
untuk mendapatkan kebenaran) dan Teknologi (teknologi perangkat lunak)
Teori akuntansi merupakan suatu penalaran logis mengevaluasi dan mengembangkan
praktik akuntansi. Hasil penalaran logis adalah suatu rerangka konseptual yang menjadi
semacam konstitusi akuntansi. Adanya tujuan social yang harus dicapai oleh akuntansi
menjadikan teori akuntansi banyak membahas pertimbangan nilai (value judgment).
Atas dasar sasaran yang ingin dicapai, Teori Akuntansi dibedakan menjadi Teori Positif
(Menjelaskan fenomena akuntansi seperti apa adanya atas dasar pengamatan empiris) & Teori
Normatif (Menjelaskan fenomena akuntansi untuk menjustifikasi atau membenarkan
perlakuan (standar) akuntansi karena bertujuan akuntansi tertentu harus dicapai)
Atas dasar sasaran semiotika dalam teori komunikasi, teori akuntansi dibedakan menjadi
Teori Sintaktik. Teori Semantik & Teori Pragmatik. Berbagai aspek teori akuntansi harus
diverifikasi atau diuji validitasnya secara tepat atas dasar (1) Penalaran Logis, (2) Bukti
Empiris, (3) Daya Prediksi, dan (4) Standar Nilai yang telah Disepakati.
BAB 2 PENALARAN
Penalaran merupakan proses berpikir logis dan sistematis untuk membentuk dan
mengevaluasi suatu keyakinan akan asersi.
Unsur-unsur penalaran adalah asersi, keyakinan, dan argument. Interaksi antara ketiganya
merupakan bukti rasional untuk mengevaluasi kebenaran suatu pernyataan teori.
1) Asersi
Asersi merupakan pernyataan bahwa sesuatu adalah benar atau penegasan tentang suatu
realitas.
2) Keyakinan
Keyakinan merupakan kebersediaan untuk menerima kebenaran suatu pernyataan.
3) Argumen
Argumen merupakan proses penurunan simpulan atau konklusi atas dasar beberapa asersi
yang berkaitan secara logis.
1

BAB 3 PEREKAYASAAN PELAPORAN KEUANGAN


Pelaporan Keuangan adalah struktur dan proses yang menggambarkan bagaimana
informasi keuangan disediakan dan dilaporkan untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan
yang pada gilirannya akan membantu pencapaian tujuan ekonomik dan social Negara.
Perekayasaan Pelaporan Keuangan adalah proses pemikiran logis, deduktif, dan objektif
untuk memilih dan mengaplikasi ideology, teori, konsep dasar, teknik, prosedur, dan
teknologi yang tersedia secara teoritis dan praktis untuk mencapai tujuan Negara melalui
tujuan pelaporan keuangan dengan mempertimbangkan faktor social, ekonomik, politik, dan
budaya Negara. Hasil perekayasaan dituangkan dalam suatu dokumen resmi yang disebut
rerangka konseptual yang fungsinya dapat dianalogi dengan konstitusi.
Dari segi semantika dalam teori komunikasi, perekayasaan pelaporan keuangan adalah
proses untuk menentukan bagaimana kegiatan fisis operasi perusahaan disimbolkan dalam
bentuk elemen-elemen statemen keuangan sehingga orang yang dituju oleh statemen
keuangan dapat membayangkan operasi perusahaan (paling tidak secara financial) tanpa
harus menyaksikan secara fisis kegiatan perusahaan.
Tiga pengertian penting yang perlu dibedakan dan saling-hubungannya adalah:
1) Prinsip akuntansi
Ialah segala ideology, gagasan, asumsi, konsep, postulat, kaidah, prosedur, metoda, dan
teknik akuntansi yang tersedia baik secara teoritis dan praktis yang berfungsi sebagai
pengetahuan.
2) Standar akuntansi
Ialah konsep, prinsip, metode, teknik, dan lainnya yang sengaja dipilih dan diberlakukan
dalam suatu lingkungan/Negara dan dituangkan dalam bentuk dokumen resmi
(pernyataan) untuk dijadikan pedoman utama praktik akuntansi
3) PABU
Suatu rerangka pedoman yang terdiri atas standar akuntansi dan sumber-sumber lain yang
didukung berlakunya secara resmi, yuridis, teoritis, dan praktis. PABU member pedoman
tentang:
a) Definisi
b) Pengukuran
c) Penyajian
d) Pengungkapan objek, elemen, atau pos