Anda di halaman 1dari 67

Kanker Payudara

Kanker Payudara
- Insidens tinggi di negara maju.
- Penyebab kematian ke 2
- Mencemaskan penderita dan
keluarga.
- Sering ditemukan sendiri.
- Fase preklinik.
- Fase klinik.

KANKER PAYUDARA
Pengertian :
Kanker payudara : kanker yang berasal
dari kelenjar, saluran dan jaringan
penunjang pada payudara

INSIDENS :
Bervariasi
Tinggi
: AS dan Eropa Utara.
Rendah
: Asia
Sangat jarang
: < 20 th
Jarang
: < 30 th
Tinggi
: 45 49 th.( Indonesia)
> 50 th ( Negara maju )
laki laki
: 1%
Herediter
: 5%

Insidens
Indonesia
No. 1 Kanker Serviks
No. 2 Kanker Payudara
Sul-Sel dan negara maju :
No. 1 Kanker Payudara
No. 2 Kanker Serviks

Penyebab kanker
payudara
Yang pasti ???
Hormon
Genetik
Diet
Radiasi

FAKTOR RISIKO
Haid pertama dini ( < 12 th )
Menopause lambat
Tidak pernah hamil
Riwayat keluarga ( + )
Tidak kawin.
Melahirkan anak I > 35 th.

Faktor resiko tinggi


Tidak menyusui anak
Pernah operasi payudara sebelahnya
Ada keluarga yang menderita
Pernah radiasi daerah dada
Pernah terapi hormon yang lama

Gejala dan tanda


Terjadi perubahan bentuk payudara
Ada benjolan (nyeri/tidak), dapat timbul luka
yang sukar sembuh
Puting susu : keluar cairan, menjadi rata
dengan sekitarnya, tertarik ke dalam
Kulit payudara berubah warna, berkerut,
tertarik ke dalam
Adanya benjolan di ketiak

DIAGNOSIS DINI :
Pemeriksaan Payudara sendiri

(SADARI).
Pemeriksaan Payudara.
BAJAH (Biopsi Jarum Halus)
Biopsi.

SADARI :
Setiap bulan, rutin.
Setelah menstruasi.
Awal 20-an.
Kenal payudara sendiri.
Sensitifitas : 20 30%.
Penyuluhan.

PEMERIKSAAN PAYUDARA :
Periksa pandang
Periksa raba
Duduk dan baring
Periksa dengan Jari-jari
Periksa seluruh payudara

Deteksi dini
Terutama ditujukan pada wanita dengan
resiko tinggi
Deteksi dini berupa : kontrol berkala
SADARI (dilakukan sendiri)
Mammografi
Biopsi lesi

MAMMOGRAFI :
Deteksi dini / Diagnosis dini.
Lesi tak teraba.
Multisentris.
Bilateral.
Mikrokalsifikasi.
40 49 th setiap tahun.
> 50 th

setiap 2 tahun.

SADARI
Dilakukan sekali sebulan setelah haid
Terutama pada wanita > 30 tahun
Cara Pemeriksaan :
Posisi berdiri atau duduk
Berdiri di depan cermin, tanpa busana,
kedua lengan lurus ke bawah

SADARI
Perhatikan dan amati dengan teliti apakah
ada :
-Benjolan, perubahan bentuk payudara
-Kulit : warna, tarikan, lekukan, luka
-Puting : cairan, tarikan, rata
Angkat kedua lengan lurus ke atas dan
ulangi pemeriksaan tadi

SADARI
Kedua siku mengarah kesamping,
tekanlah telapak tangan yang satu
kuat-kuat pada yang lain
Cara ini menegangkan otot-otot dada
dan adanya perubahan seperti
cekungan dan benjolan alakan lebih
jelas kelihatan

SADARI
Tekan daerah sekitar puting susu,
pelan-pelan, lalu amati apakah keluar
cairan yang tidak biasa (tidak normal)
Lakukan gerakan ini pada kedua
payudara

SADARI

Posisi berbaring
Tangan kanan di bawah kepala
Bantal kecil di bawah punggung kanan
Raba payudara dengan 3 ujung jari tengah
yang dirapatkan
Gerakan memutar mulai dari tepi ke arah
tengah (searah jarum jam)
Hal yang sama dilakukan untuk payudara sebel

SADARI
Berikan perhatian khusus pada
bagian-bagian yang diberi tanda
(bagian yang berwarna gelap), sebab
disitulah yang sering ditemukan tumor
payudara

Jika menemukan tumor (benjolan)


apa yang harus dilakukan

Bila menemukan benjolan


Jangan panik
Jangan pijat-pijat benjolan tersebut
Segera berkonsultasi ke dokter sebaiknya
ke ahli bedah
Bila tumor masih tahap dini (< 1 cm), harus
segera dioperasi, jangan tunda sebab
memberi kesempatan tumor bertumbuh ke
tahap lanjut

Kanker Payudara

Stadium Dini

Kanker Payudara

Stadium Lanjut

Penanganan Kanker Payudara


Operasi
Obat anti kanker
Penyinaran

Harapan
Kemungkinan hidup 5 tahun :
Stadium I
: 90 - 95%
Stadium II
: 70 - 75%
Stadium III & IV : 10 -25%

DETEKSI DINI

Deteksi dini
Terutama ditujukan pada wanita dengan
resiko tinggi
Deteksi dini berupa : kontrol berkala
SADARI (dilakukan sendiri)
Mammografi
Biopsi lesi

Ringkasan
Wanita > 30 tahun perlu melakukan
SARARI tiap bulan
Wanita resiko tinggi perlu pemeriksaan
berkala dan pemeriksaan dasar
payudara dengan mammografi

TERIMA KASIH