Anda di halaman 1dari 1

RABU, 31 MARET 2010 | MEDIA INDONESIA Sosok | 29

Mengubah Warna Pendidikan


Agus Purnomo tak ingin hanya berdiri
sebagai seorang guru yang berceramah di
depan kelas. Dia mendobrak pakem lewat
kelas yang ramah secara intelektual.
siswa agar berani tampil dan
Maria Jeanindya menjawab pertanyaan, sekaligus
menjelaskan kepada kawan-

P
RIA berdasi biru tampak kawan sekelasnya.
sibuk hilir mudik ke Agus menyebut kondisi terse-
berbagai sudut ruangan. but sebagai ‘kelas yang ramah AGUS
Suara-suara anak-anak secara intelektual’. Dengan
dari sisi lain laboratorium kom- menggunakan metode ini, ia SAMPURNO
puter tersebut memanggil na- mengaku, sebanyak 50% penge-
TEMPAT, TANGGAL LAHIR
manya. “Pak Agus, bagaimana tahuan yang dimiliki siswanya
Jakarta, 7 April 1975
cara nge-save-nya?” tanya suara berasal dari eksplorasi mandiri
PENDIDIKAN
tersebut. tiap murid.
S-1 Seni Rupa Institut Seni
Agus Sampurno, sang guru, “Peran guru dalam metode ini
Indonesia (1999)
menghampiri sumber suara. sekitar 30%, dan didukung dari
S-2, Penelitian Pendidikan
Menanggapi pertanyaan seorang buku teks sebesar 20%,” ucapnya
Universitas Muhammadiyah Prof
gadis kecil. seusai mengajar. Dr HAMKA (hingga sekarang)
Di sisi ruangan lainnya, Tom- Membuat kondisi kelas yang
PROFESI
my, bocah berusia enam tahun, ramah secara intelektual masih
Motivator pendidikan
sedang menatap lekat-lekat layar belum banyak dilakukan guru-
Guru IT Global Jaya International
monitor. “Ini lagi bikin cerita guru di Indonesia.
School
bergambar. Cerita-nya, aku dari “Tantangan pendidikan saat
rumah mau pergi ke ITC,” ucap- ini adalah kebebasan untuk PENGHARGAAN
Blog Pendidikan Terbaik versi
nya polos, saat ditanya apa yang mengakses informasi yang mam-
ICT Watch (2009)
sedang ia lakukan. pu membuat siswa-siswi men-
Wakil Indonesia di Konferensi
Tak lama berselang, Agus me- jadi lebih kritis. Guru harus siap
Pendidik Microsoft se-Asia
minta seluruh anak didiknya menghadapinya,” kata Agus.
Pasifik di Singapura (Maret 2010)
mematikan komputer masing- Para tenaga pendidik di Indo-
masing dan berkumpul ke te- nesia, lanjut Agus, sering kali MI / USMAN ISKANDAR
ngah ruangan lantaran jam pela- masih menempatkan diri sebagai
jaran komputer Selasa (30/3) sumber ilmu di dalam kelas. bersikap sportif. “Kalau enggak menuai banyak tanggapan merintahan. Hal itu bisa dilaku- menunggu bantuan pemerintah.
siang telah habis. Hingga tak jarang, guru tersing- tahu, ya bilang tidak tahu. Dan positif. Setahun kemudian, ia kan dengan mengundang aparat Kalau rasa kepemilikannya be-
Agus dekat dengan muridnya gung saat murid menyerangnya minta murid itu yang menjelas- mulai diundang menghadiri pemerintahan setempat. Kalau sar, mereka pasti berupaya se-
yang masih duduk di tingkat dengan berbagai pertanyaan. kan di depan kelas kepada te- seminar bertemakan pendidik- hanya guru yang menjelaskan, cara mandiri dulu sambil
satu Global Jaya International “Guru sering takut diremeh- man-temannya,” ucapnya. an di berbagai daerah. siswa akan bosan,” tandasnya. menunggu bantuan,” ucapnya.
School tersebut. Dia pasang ku- kan secara intelektual. Murid Aceh, Pekanbaru, Pontianak, Di beberapa daerah, lanjut Virus inilah yang sedang
ping ketika seorang muridnya yang banyak tanya juga tidak Menjiwai peran dan Bandung menjadi beberapa Agus, rasa kepemilikan para berusaha Agus tularkan kepada
bercerita tentang apa yang dia jarang dianggap menguji sang Sudah 10 tahun Agus men- tempat yang sempat ia kunjungi tenaga pendidik dan masyarakat tenaga-tenaga pendidik di ban-
lakukan dengan internet saat guru. Malah ada yang diberi nilai dedikasikan dirinya sebagai untuk berbagi tentang bagaima- terhadap lembaga pendidikan yak daerah di Indonesia.
masa liburan lalu. jelek gara-gara kebanyakan nan- guru teknologi informasi (TI) di na caranya menjadi seorang masih sangat rendah. Hingga “Karena putra-putri kita bu-
Cara mengajar yang diterap- ya,” tutur pria berkacamata itu sekolah tersebut. Sejak 2007, guru kreatif. Memaksimalisasi tak jarang, guru mengajar para tuh sosok guru yang bisa men-
kan Agus memang sedikit ber- tertawa. semua pengalaman mengajar ia potensi tiap-tiap sekolah dalam muridnya hanya sebagai sebuah jawab tantangan ke depan dan
beda. Ia tidak banyak bicara. Untuk menghadapi tantangan tuangkan ke dalam blog berala- pengajaran menjadi hal yang rutinitas tanpa jiwa semata. membawa mereka ke dunia
Sebaliknya, ia hanya melontar- tersebut, selain membuka diri mat http://gurukreatif.wordpress. kerap ia tekankan di seminar. “Misalnya waktu sekolahnya pendidikan yang menyenang-
kan beberapa pertanyaan. Ini dengan informasi baru melalui com. “Misalnya, guru mau men- mau ambruk, banyak guru dan kan,” ucapnya.(N-4)
dilakukan untuk merangsang dunia maya, sang guru harus Tak dinyana, niatnya berbagi jelaskan tentang struktur pe- masyarakat yang pasif dan diam

daerah dan wakil kepala daerah sebagaimana diatur pilih lebih dari satu kali dapat dihindarkan oleh sistem adalah konstitusional sepanjang tidak melanggar asas Pemilu a. tidak melanggar asas langsung, umum, bebas,
dalam Pasal 88 UU 32/2004. Akan tetapi cara demikian e-voting ini; yang luber dan jurdil; rahasia, jujur, dan adil;
berbeda dengan yang dilakukan pada Pemilu tahun Meskipun demikian, penggunaan cara e-voting b. daerah yang menerapkan metode e-voting sudah
 Bahwa kepentingan para Pemohon terutama terkait
2009, baik Pemilu Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan harus berdasarkan pertimbangan objektif, yakni kesiapan siap dari sisi teknologi, pembiayaan, sumber daya
dengan penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat penyelenggara pemilu dan masyarakat, sumber dana dan manusia maupun perangkat lunaknya, kesiapan
Daerah (APBD) untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala
Daerah yang diatur dalam Pasal 153 Undang-Undang teknologi, serta pihak terkait lain yang benar-benar harus masyarakat di daerah yang bersangkutan, serta
Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Jembrana
Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota dipersiapkan dengan matang. Atas dasar asas manfaat, persyaratan lain yang diperlukan;
Tahun 2010, dimana penerapan sistem e-voting dapat
Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Mahkamah menilai bahwa Pasal 88 UU 32/2004 adalah D Menolak permohonan para Pemohon untuk selain dan
menghemat sepertiga dari anggaran Rp 11.000.000.000,-
dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara konstitusional sepanjang diartikan dapat menggunakan metode selebihnya;
(sebelas milyar rupiah) untuk alokasi penggunaan
Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 51, Tambahan e-voting dengan syarat secara kumulatif sebagai berikut: D Memerintahkan pemuatan putusan ini dalam Berita
metode ”mencoblos” sebagaimana diatur dalam Pasal 88
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4836) dan D tidak melanggar asas luber dan jurdil; Negara Republik Indonesia sebagaimana mestinya;
UU 32/2004. Penghematan APBD merupakan manifestasi
Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 03 Tahun 2009 D daerah yang menerapkan metode e-voting sudah siap baik
pelaksanaan jabatan dan tanggung jawab Pemohon
tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemungutan dan dari sisi teknologi, pembiayaan, sumber daya manusia, Demikian diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Hakim
sebagai Bupati Kabupaten Jembrana;
Penghitungan Suara di Tempat Pemungutan Suara Dalam maupun perangkat lunaknya, kesiapan masyarakat di oleh sembilan Hakim Konstitusi pada hari Selasa tanggal tiga
Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, daerah yang bersangkutan, serta persyaratan lain yang puluh bulan Maret tahun dua ribu sepuluh dan diucapkan dalam
[3.13] Menimbang bahwa para ahli yang diajukan oleh para
Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat diperlukan; Sidang Pleno terbuka untuk umum pada hari itu juga, oleh kami
Pemohon pada prinsipnya mendukung metode e-voting yang
Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota Berdasarkan uraian dalam pertimbangan di atas, maka Moh. Mahfud MD sebagai Ketua merangkap Anggota, Achmad
telah dipraktikkan dalam berbagai pemilihan kepala dusun di
Tahun 2009 juncto Peraturan Komisi Pemilihan Umum dalil-dalil para Pemohon beralasan menurut hukum. Akan Sodiki, M. Arsyad Sanusi, Harjono, Maria Farida Indrati, M. Akil
Kabupaten Jembrana karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki
Nomor 13 Tahun 2009 tentang Perubahan Terhadap tetapi jika Pasal 88 Undang-Undang a quo dibatalkan, maka Mochtar, Muhammad Alim, Ahmad Fadlil Sumadi, dan Hamdan
oleh metode e-voting daripada metode lain (mencoblos atau
Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 03 Tahun 2009 tidak ada lagi landasan hukum tentang cara pemberian Zoelva, masing-masing sebagai Anggota dengan didampingi
mencentang);
tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemungutan dan suara untuk pemilihan kepala daerah sehingga dapat oleh Eddy Purwanto sebagai Panitera Pengganti, dihadiri oleh
Di samping itu keterangan pihak Pemerintah juga
Penghitungan Suara di Tempat Pemungutan Suara Dalam menimbulkan kekosongan hukum. Oleh sebab itu, sambil Pemohon/kuasanya, Dewan Perwakilan Rakyat atau yang
mendukung cara e-voting yang dilakukan dalam pemilihan
Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, menunggu pembentuk Undang-Undang mengakomodasi mewakili, dan Pemerintah atau yang mewakili.
kepala dusun di daerah Kabupaten Jembrana. Pemerintah
Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat cara-cara di luar pencoblosan dan pencentangan, maka
menyetujui dengan catatan bahwa metode ini boleh diterapkan
Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota Mahkamah perlu memberi penafsiran yang lebih luas atas
untuk pemilihan umum kepala daerah, asalkan daerah-daerah KETUA,
Tahun 2009, maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Pasal 88 Undang-Undang a quo agar
sudah siap dari sisi teknologi, sumber daya manusia, maupun
yang diatur dalam Pasal 135 Undang-Undang Nomor 42 pelaksanaannya tidak bertentangan dengan UUD 1945; Moh. Mahfud MD.
soft sistemnya;
Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil
DPR menolak dalil-dalil para Pemohon karena permohonan
Presiden (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 4. KONKLUSI ANGGOTA-ANGGOTA,
ini bukan ranah wewenang Mahkamah tetapi ranah wewenang
2008 Nomor 176, Tambahan Lembaran Negara Republik
Dewan Perwakilan Rakyat untuk melakukan legislative review Achmad Sodiki
Indonesia Nomor 4924) dan Peraturan Komisi Pemilihan Dengan berdasarkan pertimbangan atas fakta dan hukum
atas pasal a quo yang dimintakan pengujiannya;
Umum Nomor 29 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis sebagaimana diuraikan di atas, Mahkamah berkesimpulan: M. Arsyad Sanusi
Pemungutan dan Penghitungan Suara di Tempat
[3.14] Menimbang bahwa berdasarkan uraian tersebut [4.1] Mahkamah berwenang untuk memeriksa, mengadili, Haryono
Pemungutan Suara Dalam Pemilihan Umum Presiden
di atas, para Pemohon mohon agar Pasal 88 UU 32/2004 dan memutus permohonan a quo;
dan Wakil Presiden Tahun 2009 juncto Peraturan KPU Maria Farida Indrati
dinyatakan bertentangan dengan Pasal 28C ayat (1) dan ayat
Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perubahan Terhadap [4.2] Para Pemohon memiliki kedudukan hukum (legal
(2) UUD 1945. Pasal 28C ayat (1) UUD 1945 menyatakan, M. Akil Mochtar
Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 29 Tahun 2009 standing) untuk mengajukan permohonan a quo;
”Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan
tentang Pedoman Teknis Pemungutan dan Penghitungan Muhammad Alim
kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan [4.3] Permohonan para Pemohon beralasan untuk
Suara di Tempat Pemungutan Suara Dalam Pemilihan
memperoleh manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi, seni sebagian; Ahmad Fadlil Sumadi
Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2009, telah
dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi
ditetapkan tidak lagi dengan cara mencoblos tetapi Hamdan Zoelva
kesejahteraan umat manusia”. Pasal 28C ayat (2) UUD Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik
dengan cara memberi tanda tertentu, yang oleh KPU
1945 menyatakan, ”Setiap orang berhak untuk memajukan Indonesia Tahun 1945 dan mengingat Pasal 56 ayat (2)
perintah tersebut ditentukan dengan cara mencentang PANITERA PENGGANTI
dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk dan ayat (5) serta Pasal 57 ayat (3) Undang-Undang Nomor
(mencontreng). Sekalipun banyak pihak yang tidak
membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya”; 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (Lembaran
sependapat dengan modifikasi cara pemberian suara Eddy Purwanto
Bahwa Pasal 88 a quo menyatakan, “Pemberian suara Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 98, Tambahan
dengan cara mencentang, tetapi hal ini tidak menimbulkan
untuk pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4316);
persoalan keabsahan pemberian suara tersebut;
dilakukan dengan mencoblos salah satu pasangan calon Untuk Salinan Putusan ini sah dan sesuai dengan aslinya
 Bahwa para Pemohon ternyata telah mempraktikkan dalam surat suara”. Menurut Mahkamah, kalau isi Pasal 88 diumumkan kepada masyarakat berdasarkan Pasal 14
5. AMAR PUTUSAN
cara lain yang dianggap lebih modern, lebih menjamin UU 32/2004 mengenai tata cara pemberian suara hanya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah
kepastian hukum, dan lebih efisien, yaitu tatkala para diartikan dengan cara mencoblos salah satu pasangan calon Mengadili, Konstitusi.
Pemohon telah melaksanakan pemilihan kepala dusun di dalam surat suara dan tidak bisa melalui metode lainnya
berbagai tempat di Kabupaten Jembrana dengan sistem D Mengabulkan permohonan para Pemohon untuk Jakarta, 30 Maret 2010
termasuk e-voting, maka Pasal a quo adalah tidak sejalan
electronic voting (e-voting) berdasarkan KTP ber-chip sebagian; Panitera.
dengan Pasal 28C ayat (1) dan ayat (2) UUD 1945, karena
atau KTP SIAK (Kartu Tanda Penduduk Sistem Informasi para Pemohon terhalang haknya untuk memperoleh manfaat D Menyatakan Pasal 88 Undang-Undang Nomor 32
Administrasi Kependudukan) [Bukti P-14]. Masyarakat di ilmu pengetahuan dan teknologi, demi meningkatkan kualitas Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Kabupaten Jembrana telah terbiasa dengan penerapan hidupnya dan memajukan dirinya dalam memperjuangkan Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125,
sistem e-voting melalui pemilihan Kepala Dusun, sehingga haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
penerapan e-voting dalam Pemilu Bupati Jembrana Tahun dan negaranya; Nomor 4437) adalah konstitusional bersyarat terhadap
2010 akan lebih memberi jaminan terhadap pelaksanaan Bahwa pemberian suara yang dilakukan dengan cara Pasal 28C ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Dasar Zainal Arifin Hoesein
Pemilukada secara demokratis, langsung, umum, bebas, mencentang salah satu calon sepanjang tidak bertentangan Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sehingga kata,
rahasia, jujur, dan adil. Alasannya adalah, secara teknis “mencoblos” dalam Pasal 88 Undang-Undang Nomor 32 Putusan selengkapnya dapat dilihat dalam situs www.mahkamahkonstitusi.
dengan asas-asas Pemilu yang luber dan jurdil tidak
go.id atau dapat diperoleh secara cuma-cuma di Sekretariat Jenderal dan
penduduk ber-KTP sudah pasti dapat menggunakan hak mengurangi keabsahan Pemilu karena masih dalam batas- Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah diartikan pula
Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi, Jl. Medan Merdeka Barat No.
pilihnya tanpa harus menunggu kartu undangan memilih, batas yang wajar. Demikian juga cara lain, misalnya e-voting, menggunakan metode e-voting dengan syarat kumulatif 6 Jakarta Pusat, Telp. (021) 23529000.
dan sudah pasti jujur dan adil karena penggunaan hak sebagai berikut: