Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM I

ZOOLOGI INVERTEBRATA
(AKKC 222)
PROTOZOA
Dosen Pengasuh:
Dra. Asri Lestari, M.Pd
Asisten:
Devy Dwi Rahayu
Dwi Bagus Kariansyah
Disusun Oleh:
Muhammad Luthfi
A1C211039
Kelompok 1

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
MARET 2012

PRAKTIKUM I
Topik

: Protozoa

Tujuan

: Mengenal beberapa anggota phylum Protozoa yang hidup bebas di


air tawar

Hari / tanggal : Kamis, 1 & 8 Maret 2012


Tempat: Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin

I.

ALAT DAN BAHAN

A. Alat

1. Pipet tetes

7. Gelas kimia

2. Kaca benda

8. Plastik terang

3. Kaca penutup

9. Gelas aqua sebanyak 8 buah

4. Mikroskop

10. Plastik transparan

5. Kompor gas

11. Kertas karbon 5 lembar

6. Panci

12. Tissue

B. Bahan
:
1. Air kolam
2. Air sawah
3. Air selokan
4. Air comberan
5. Kotoran ayam kering
6. Jerami
II.

CARA KERJA
I. Medium Biasa
1. Dengan pipet ambil 2-3 tetes air tersebut di atas, letakkan pada kaca
benda, tutup dengan kaca penutup.
2. Amati Protozoa apa saja yang tampak.

3. Menggambar morfologi hewan-hewan tersebut dan menyebutkan


bagian-bagiannya.
II. Medium Biakan
1. Rebus 200 gram jerami dengan air sebanyak 2 liter selama 15 menit.
2. Dinginkan air rebusan, menyaringnya lalu mengambil sebanyak 80 ml
air rebusan dan memasukkan ke dalam gelas aqua.
3. Ke dalam aqua menambahkan kotoran ayam kering dan sedikit jerami.
4. Masukkan air bahan sebanyak 200 ml.
5. Berikan perlakuan gelas aqua A dalam keadaan transparan, sedang gelas
aqua B dalam keadaan tertutup kertas karbon.
6. Biarkan media selama satu minggu.
7. Lakukan pengamatan setelah satu minggu.

III.

TEORI DASAR
Protozoa adalah hewan-hewan bersel tunggal, mempunyai struktur yang

lebih majemuk dari sel tunggal hewan multiseluler dan walaupun hanya terdiri
dari satu sel, namun Protozoa merupakan organisme yang sempurna. Ukuran
tubuh

mikroskopis,

sangat

beranekaragam

morfologi,

fisiologi

dan

perkembangbiakannya. Habitatnya diair tawar, air laut, tanah yang lembab atau
dalam tubuh hewan lain. Alat gerak pseudopodia, flagellum, silia dan ada yang
tanpa alat gerak.
Protozoa mempunyai lebih dari 30.000 spesies dengan beberapa sifat
karakteristiknya. Ada beberapa spesies yang bersifat patogen pada manusia dan
hewan, beberapa spesies berperan penting dalam simbiosa dengan Ruminantia,
sebagai mikroorganisme pada serangga, berperanan didalam proses mikrobiologi
tanah, mikrobiologi air, dan sebagainya. Sifatnya dapat hidup dengan syarat
kehidupan yang minimal, sebab jasad ini dapat menggunakan bakteria maupun
protozoa lainnya sebagai sumber makanannya. Didalam keadaan yang tidak sesuai
untuk pertumbuhannya beberapa spesies dapat membentuk kista, yaitu bentuk sel
yang dilindungi oleh dinding sel tebal.

Protozoa dapat berkembang biak secara vegatatif maupun secara generatif.


Secara vegatatif misalnya pada Amoeba yaitu dengan membelah diri. Sedangkan
secara generatif yaitu dengan kunjugasi misalnya pada Paramecium sp.
Peranan protozoa bagi kehidupan manusia :
a. Protozoa yang menguntungkan
Umumnya protozoa merugikan bagi manusia, namun ada juga yang
menguntungkan, misalnya beberapa sepecies yang hidup sebagai saprofit pada
sampah, sehingga dapat membantu siklus mineral. Dalam ekosistem perairan.
Protozoa yang hidup sebagai zooplankton sangat berguna untuk makanan
ikan.
b. Protozoa yang merugikan
Umumnya Protozoa bersifat holozoik, makanannya diperoleh dari sisa
organisme lain. Protozoa yang mengambil zat makanan dari organisme lain ini
bersifat parasit dan patagen, karena itu sangat merugikan.
Protozoa terbagi menjadi 5 kelas :
1. Rhizopoda (Sarcodina)
Hewan-hewan ini bergerak dengan kaki semu (Pseupodia). Hewan ini
kebanyakan hidup bebas dalam air tawar atau air laut, meskipun ada juga yang
bersifat parasit. Contohnya:
o Amoeba proteus, memiliki dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan dan
vakuola kontraktil.
o Entamoeba histolityca, menyebabkan disentri amuba (bedakan dengan disentri
o

basiler yang disebabkan Shigella dysentriae)


Entamoeba gingivalis, menyebabkan pembusukan makanan di dalam mulut

dan radang gusi (Gingivitis)


o Foraminifera sp., fosilnya dapat dipergunakan sebagai petunjuk adanya
minyak bumi. Tanah yang mengandung fosil fotaminifera disebut tanah
o

globigerina.
Radiolaria sp., endapan tanah yang mengandung hewan tersebut digunakan
untuk bahan penggosok.

2. Flagellata (Mastigophora)
Hewan-hewan yang termasuk dalam kelas ini mempunyai alat gerak satu
atau lebih flagel atau (bulu cambuk). Bentuk tubuhnya lebih tetap dan tidak
memiliki rangka luar tubuh. Tempat hidup hewan ini biasanya di laut, air tawar
dan parasit pada tubuh

hewan atau manusia. Contohnya : Euglena, Volvox,

Tripanosoma dan Trichomonas. Dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu:


a. Golongan phytonagellata
1. Euglena viridis (makhluk hidup peralihah antara protozoa
2.

dengan ganggang)
Volvax globator (makhluh hidup peralihah antara

protozoa dengan ganggang)


3. Noctiluca millaris (hidup di laut dan dapat mengeluarkan
cahaya bila terkena rangsangan mekanik)
b. Golongan Zooflagellata, contohnya :
1. Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense.
Menyebabkan penyakit tidur di Afrika dengan vektor (pembawa)
lalat Tsetse (Glossina sp.)
2. Trypanosoma gambiense vektornya Glossina palpalis tsetse
sungai
3. Trypanosoma rhodeslense vektornya Glossina morsitans
tsetse semak
4. Trypanosoma cruzl penyakit chagas
5. Trypanosoma evansi penyakit surra, pada hewan ternak (sapi).
6. Leishmaniadonovani penyakit kalanzar
7. Trichomonas vaginalis penyakit keputihan

3. Ciliata(Ciliphora)
Hewan-hewan kelas ini memiliki alat gerak berupa cillia (rambut getar)
untuk bergerak atau mencari makan. Hidupnya mandiri atau sebagai komensal
dalam saluran pencernaan herbivore dan sebagainya. Hidupnya dalam kolam.
Cara reproduksi aseksual (membelah diri) dan
Cilliata :

seksual (konyugasi). Contoh

a. Paramaecium caudatum, disebut binatang sandal, yang memiliki dua jenis


vakuola yaitu vakuola makanan dan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk
mengatur kesetimbangan tekanan osmosis (osmoregulator). Memiliki dua
jenis inti Makronukleus dan Mikronukleus (inti reproduktif).
b. Balantidium coli, menyebabkan penyakit diare.
4. Sporozoa
Secara praktis sprozoa adalah parasit karena dia tidak memilk alat gerak
dan vakoula kontraktil. Tubuhnya sederhana, berbentuk bulat panjang dengan
sebuah nukleus. Cara bergerak hewan ini dengan cara mengubah kedudukan
tubuhnya. Pembiakan secara vegetatif (aseksual) disebut juga Skizogoni dan
secara generatif (seksual) disebut Sporogoni. Contohnya: Bebesia, Theleria,
Moonocyctis dan Eimeria.
Marga sporozoa yang berhubungan dengan kesehatan manusia yaitu
Toxopinsma dan Plasmodium. Jenis-jenisnya antara lain:
1. Plasmodium falciparum menyebabkan malaria tropika, melakukan sporulasi
tiap hari
2. Plasmodium vivax menyebabkan malaria tertian, melakukan sporulasi tiap
hari ke-3 (48 jam)
3. Plasmodium malariae penyebab malaria knartana, melakukan sporulasi tiap
hari ke-4 (72 jam)
4. Plasmodiumovale penyebab malaria ovale

5. Suctoria
Bentuk muda hewan ini mempunyai cilia, oleh sebab itu beberapa ahli
memasukkan ke dalam kelas ciliate. Hidupnya mandiri jika sudah dewasa,
mempunyai tentakel dan melekat pada suatu benda dengan tentakelnya. Beberapa
jenis bersifat parsit. Tentakelnya berguna untuk menusuk atau menghisap dan
tidsak memiliki cilia. Cara makannya bersifat holozoik. Reprodusi dengan
membentuk tunas-tunas. Contohnya : Podophyta dan Suctoria yang parasit.

IV.
HASIL PENGAMATAN
A. Medium Biasa
Air Kolam
o Oscillatoria prinseps
Keterangan:
1. Membran plasma
2. kloroplas

Berdasarkan literatur :
Keterangan :
1. Membran
plasma
2. Kloroplas

Anonim A
o Nittzchia sp.
Keterangan :
1. Membran plasma
2. Nukleus

Berdasarkan literatur :
Keterangan :
1. Membran plasma
2. Nukleus

Anonim B
Air Comberan dan Air Sawah
o Euglena sp.

Keterangan :
1. Flagellum (bulu cambuk)
2. Kloroplas
3. Nukleus
4. Nukleolus
5. Vakuola kontraktil

Berdasarkan literatur :

Sumber :

Anonim C
o Gyrosigma sp.
Keterangan :
1. Membran plasma
2. Nukleus
3. Kloroplas

Berdasarkan literatur :

Keterangan :

1. Membran plasma
2. Nukleus
3. Kloroplas

Anonim D

B. Medium Biakan
Air Kolam (ditutup karbon)
o Volvox aureus
Keterangan :
1. Membran plasma
2. Kloroplas
3. Silia

Berdasarkan literatur :
Keterangan :

1.
2.
3.
4.

Membran plasma
Protoplasma
Kloroplas
Silia

Anonim E
Air Sawah (ditutup plastik transparan)
o Amplhileptus claparedei
Keterangan :
1. Nukleus
2. Protoplasma
3. Silia

Berdasarkan literatur :
Keterangan :
1. Nukleus
2. Protoplasma
3. Silia

Anonim F

Air Selokan (ditutup plastik transparan)


o Voticella microstome
Keterangan :
1. Silia
2. Vakuola
3. Peristome
4. Myoneme

Berdasarkan literatur :

Anonim G

o Strombilidium gyrans
Keterangan :
1. Silia
2. Selaput membran

Berdasarkan literatur :
Keterangan :
1. Silia
2. Selaput
membran

Anonim H
o Euglena sp.
Keterangan :
1. Flagellum (bulu cambuk)

2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Pellicula
Badan paramylum
Kloroplas
Endosoma
Nukleus
Vakuola kontraktil
Titik mata/stigma
Cytostoma

Berdasarkan literatur :

Anonim I
Air Comberan (ditutup plastik transparan)
o Lacrymaria olor
Keterangan :
1. Silia
2. Belalai kontraktil
3. Membran plasma

Berdasarkan literatur :
Keterangan :
1. Silia
2. Belalai kontraktil
3. Membran plasma

Sumber :
Anonim J
Air Comberan (ditutup karbon)
o Paramecium sp.
Keterangan :
1. Silia
2. Vakuola kontraktil
3. Pellicula
4. Lekuk mulut
5. Nukleus
6. Mulut (cytostome)
7. Vakuola makanan

Berdasarkan literatur :
Keterangan:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Anonim K

Silia
Vakuola kontraktil
Pellicula
Lekuk mulut
Nukleus
Mulut (cytostome)
Vakuola makanan

V.

ANALISIS DATA
Seperti yang disebutkan pada cara kerja, praktikum protozoa ini

menggunakan 2 medium, yaitu medium biasa dan medium biakan. Dengan


menambahkan 20 ml air bahan kedalam medium biakan, telah ditemukan
protozoa yang lebih banyak dan berbeda dari pada medium biasa. Pada medium
biakan yang ditutup plastik transparan, terdapat jumlah protozoa yang lebih
banyak daripada medium biakan yang di tutup dengan karbon. Hal ini
menunjukkan bahwa sebagian besar protozoa bersifat autotrof atau mengolah
makanannya sendiri dengan melakukan fotosintesis yang memerlukan cahaya.
Namun beberapa jenis protozoa ada juga yang dapat melakukan kombinasi dua
cara (hidup ditempat gelap dan terang) atau disebut Holoptik. Berikut ini akan
dijelaskan beberapa jenis protozoa yang berhasil kami temukan serta
klasifikasinya :
1) Amphileptus claperedei
Klasifikasi
:
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Protozoa
Superclass
: Mastigophora
Class
: Flagellata
Ordo
: Phytoflagellata
Famili
: Chryssococcusidae
Genus
: Chryssococcus
Spesies
: Chryssococcus rufescens
(Sumber : Hegner. 1968)
Spesies ini memiliki butir hijau daun di dalam protoplasmanya, dan hanya
memiliki satu flagellum saja. Flagellum merupakan alat gerak yang berupa satu
atau lebih tonjolan protoplasma yang panjang seperti cambuk. Bentuk tubuhnya
tetap, karena terbungkus dengan selaput sel yang kuat.
2) Volvox aureus
Klasifikasi
:
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Protozoa

Superclass
: Mastigophora
Class
: Phytomastigophora
Ordo
: Volvocida
Famili
: Volvocidae
Genus
: Volvox
Spesies
: Volvox aureus
(Sumber :Hegner. 1968)
Spesies ini terdiri atas ratusan sel yang digabungkan oleh suatu jalan
protoplasma. Sebagian besar selnya mempunyai titik mata, chlorophyl, vakuola
kontraktil dan 2 flagella. Perkembangbiakannya dengan dua cara yaitu dengan.
Aseksual dan Seksual. Peleburan mikro dan makro gamet membentuk zygot yang
terbungkus oleh suatu dinding yang keras. Pada saat dimana keadaan dinding akan
pecah dan membelah lalu membentuk koloni baru.
3) Euglena viridis
Klasifikasi

Kingdom

: Animalia

Phylum

: Protozoa

Superclass

: Mastigophora

Class

: Phytomastigoporea

Ordo

: Euglenida

Famili

: Euglenidae

Genus

: Euglena

Spesies

: Euglena viridis

(Sumber : Hegner. 1968)


Spesies ini memiliki silia yang sama panjang, yang terdapat pada seluruh
permukaan tubuhnya. Bentuk tubuh panjang, runcing pada anterior dan tumpul
pada posterior. Lapisan luar yang memadat di sebut ektoplasma dan bagian
disebelah di sebut endoplasma yang wujudnya padat.
Euglena viridis adalah Protista yang dapat bertindak sebagai heterotrof
dan dapat pula sebagai autotrof. Ketika bertindak sebagai heterotrof, Euglena
viridis mengelilingi partikel dan mengkonsumsi makanan dengan fagositosis.
Ketika bertindak sebagai autotrof, Euglena viridis menggunakan kloroplas,(warna

hijau) yang mengandung Klorofil a, Klorofil b, dan beberapa karotenoid pigmen,


untuk menghasilkan gula oleh fotosintesis. Setiap kloroplas memiliki tiga
membran, dan ada di tumpukan tilakoid tiga. Jumlah dan bentuk kloroplas dalam
Euglenozoa sangat bervariasi karena kondisi lingkungan dan sejarah evolusi.
Euglena mampu bergerak melalui lingkungan perairan dengan menggunakan
besar, flagela untuk penggerak. Untuk mengamati lingkungannya, sel berisi
eyespot, organel primitif yang menyaring sinar matahari ke dalam cahayamendeteksi, foto-sensitif struktur di dasar flagela; hanya mengizinkan panjang
gelombang cahaya tertentu untuk memukulnya. Foto ini mendeteksi daerah yang
sensitif terhadap cahaya yang dapat ditularkan melalui eyespot. Ketika cahaya
tersebut terdeteksi, Euglena viridis mungkin sesuai menyesuaikan posisi untuk
meningkatkan fotosintesis. Euglena viridis mobilitas juga memungkinkan untuk
berburu kemampuan, karena adaptasi ini, banyak Euglena viridis dianggap
mixotrophs: autotrophs di sinar matahari dan heterotrophs dalam gelap. Euglena
viridis juga struktural dinding sel kurang, tapi memiliki kulit tipis sebagai
gantinya. Yang kulit tipis terbuat dari protein band yang spiral ke bawah panjang
Euglena viridis dan berbaring di bawah membran plasma.
Dalam kondisi kelembaban rendah, sebuah Euglena viridis membentuk
dinding pelindung di sekitar itu sendiri dan tertidur sebagai spora sampai kondisi
lingkungan membaik. Euglena viridis juga dapat bertahan dalam gelap dengan
menyimpan paramylon butiran dalam tubuh pyernoid dalam kloroplas. Euglena
berkembang biak dengan membelah diri secara longitudinal.

4) Paramecium caudatum
Klasifikasi

Kingdom

: Animalia

Phylum

: Protozoa

Superclass

: Cilliata

Class

: Holotriohea

Order

: Hymonostimatida

Famili

: Holotrichidae

Genus

: Paramecium

Species

: Paramecium caudatum

(Sumber : Hegner. 1968)


Berdasarkan hasil pengamatan dibawah mikroskop, hewan ini tampak
berenang-renang dengan gerakan yang bervariasi (tidak beraturan) dan dengan
sangat cepat. Hal tersebut dikarenakan oleh adanya rambut getar atau silia yang
memenuhi seluruh permukaan tubuh dari hewan ini. Paramaecium mempunyai
bentuk tubuh seperti sandal, oleh karena itu hewan ini disebut dengan hewan
sandal. Apabila dilikat dibawah mikroskop hewan ini mempunyai bentuk yang
tetap atau tidak berubah-ubah.
Paramecium caudatum tergolong hewan bersel satu yang tubuhnya besar
dan hidup di air tawar, dapat dilihat dengan mata biasa biasa sebagai titik yang
bergerak-gerak, panjangnya 80.350 mikron ( 1 Mikron = 1/ 1000 mm ).
Rambut getar diseluruh permukaan tubuhnya sebenarnya adalah tonjolan
selaput permukaan sel. Saat hewan ini bergerak, bagian deapanya adalah bagian
yang tumpul sedangkan bagian belakangnya adalah bagian yang lancip. Pada
bagian tubuh yang lancip terdapat lengkukan ke dalam yang merupakan lubang
mulut sel yang di sebelah dalamnya berhubungan dengan suatu corong., berakhir
pada rongga makanan. Makannya berupa maklik bersel satu seperti bakteri,
protozoa kecil,ganggang dan rag. Oleh gerakan rambut getarnya maka makanan
dapat masuk ke dalam mulut sel terus malalui corong makanan sampai ke dalam
rongga makana untuk dicerna.
Paramecium caudatum berkembang biak dengan membelah diri dan
kongyugasi. Pada pembiakan membelah diri inti mikro terbelah menjadi dua
bagian yang masing-masing bergerak kearah ujung srl yang berlawan. Inti mikro
membelah melintang menjadi dua : corong mkanan dan rongga yang berdenyut
yang kedua terbentuk juga dan disertai terjadinya lengkukan melintang yang
membagi tubuh menjadi dua bagian yang sama besar. Dengan jalan demikian

terjadilah dua jasad muada yang masing-masing diperlengkapi dngan organel


yang sempurna.
5) Lacrymaria olor
Klasifikasi

Kingdom

: Animalia

Phylum

: Protozoa

Sub phylum

: Invertebrata

Super classis : Cilliata


Classis

: Holotrichea

Ordo

: Holotrichida

Familia

: Gymnostomatidae

Genus

: Lacrymaria

Species

: Lacrymaria olor

(Sumber: Hegner, 1968 )


Spesies ini digolongkan dalam superkelas ciliata karena tubuhnya bersilia
atau biasa disebut dengan rambut getar. Spesies ini mempunyai silia yang sama
panjangnya pada permukaan seluruh tubuh. Bentuknya seperti gangsingan dengan
belalai kontraktil. Hidupnya parasit. Spesies ini bersifat parasit dan habitatnya
kebanyakan di air tawar mengandung tanaman dan hewan yang lapuk.

VI.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data, maka dapat disimpulkan:
1.

Protozoa merupakan hewan bersel tunggal dan mempunyai ukuran

2.

tubuh mikroskopis.
Phylum protozoa terdiri dari 5 superkelas yaitu mastigophora,
sarcodina, sporozoa, ciliata dan suctoria.

VII.

3.

Protozoa merupakan hewan yang bersifat parasit, mutualistis,

4.

komensal, atau bebas.


Protozoa bergerak dengan Flagella, Pseudopodia, silia atau bergerak

5.

sendiri.
Protozoa mempunyai peranan penting dalam daur makanan dalam air.

DAFTAR PUSTAKA

AnonimA.http://chestofbooks.com/animals/zoology/Anatomy/images/Vorticellamicrostoma-Ehr-showing-different-stages-of-th.jpg. Diakses tanggal 17


Maret 2010
AnonimB.http://protist.i.hosei.ac.jp/movies/MDB3/0060/species/1548.html.
Diakses tanggal 17 maret 2010
AnonimC.http://www.cartage.org.lb/en/themes/Sciences/BotanicalSciences/Major
Divisions/KingdomProtista/Protists/euglena.gif. Diakses tanggal 17 maret
2010
AnonimD.http://www.cartage.org.lb/en/themes/Sciences/BotanicalSciences/Major
Divisions/KingdomProtista/Protists/euglena.gif. Diakses tanggal 17 maret
2010
AnonimE.http://www.biologyimagelibrary.com/fullImage?
imageID=47699&subjectID=4937. Diakses tanggal 17 maret 2010

AnonimF. http://www.nies.go.jp/chiiki1/protoz/picture/inaki/amphi-12.gif.
Diakses tanggal 17 maret 2010
AnonimG. http://microbewiki.kenyon.edu/images/1/1f/Vorticella.gif. Diakses
tanggal 17 maret 2010
AnonimH. http://www.dr-ralfwagner.de/Bilder/Vorticella_microstoma.jpg.Diakses tanggal 17 maret 2010
AnonimI. http://www.nies.go.jp/chiiki1/protoz/picture/inaki/stro-184.gif. Diakses
tanggal 17 maret 2010
AnonimJ. http://www.simpletoremember.com/vitals/images/Euglena.JPG. Diakses
tanggal 17 maret 2010
AnonimK.http://1.bp.blogspot.com/_Ne3bhx2j74s/Sjf89SiW42I/AAAAAAAAAu
I/aOt67bHce3M/s400/lacrymaria3IMGP0568_edited-1.jpg. Diakses tanggal
17 maret 2010
Jasin, Maskoeri. 1987. Sistematik Hewan. Surabaya: Sinar Wijaya
Lestari, Asri. 2012. Penuntun Praktikum Zoologi Invertebrata. Banjarmasin: FKIP
UNLAM Banjarmasin
Radiopoetro. 1986. Zoologi. Erlangga : Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai