Anda di halaman 1dari 11

BAB 4

METODELOGI PENELITIAN

4.1 Identifikasi Variabel


4.1.1. Varibel terikat atau variabel dependen yaitu :
Keputusan Konsumen (Y).
4.1.2. Variabel bebas atau independen terdiri dari :
X1 = Budaya
X2 = Sosial
X3 = Pribadi
X4 = Psikologis
4.2 Defenisi Operasional Variabel
4.2.1.Variabel Terikat (Y)
Variabel Terikat Keputusan Pembelian Produk (Y)
Dengan indikator atau pertanyaan:
Y1 :

Menjatuhkan pilihan atau alternatif pada produk yang terbaik

Y2 :

Pengambilan keputusan dilakukan secara sadar, rasional, obyektif dan


terencana.

Y3 :

Pembelian kembali

4.2.2. Variabel Bebas (X)


a. Budaya (X1)
Dengan indikator atau pertanyaan:
X1.1 :

Pergeseran budaya
15

b.

X1.2 :

Wilayah geografis

X1.3 :

Kelas sosial

Variabel Sosial (X2)


Dengan indikator atau pertanyaan:
X2.1 :

Mengikuti lingkungan

X2.2 :

Pengalaman dari anggota keluarga

X2.3 :

Mengikuti teman

c. Variabel Pribadi (X3)


Dengan indikator atau pertanyaan:

X3.3 :

X3.1 :

Uang saku

X3.2 :

Situasi ekonomi

Gaya hidup

d. Variabel Psikologis (X4)


Dengan indikator atau pertanyaan:
X4.1 :

Motivasi

X4.2 :

Persepsi

X4.3 :

Pengetahuan

4.3 Metode Pengumpulan Data


Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara acak untuk memperoleh sampel
dari populasi yang dimaksud, agar diperoleh data yang baik maka dipilih dengan
menggunakan metode:

16

1. Wawancara
Penulis mengadakan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang bersangkutan,
yaitu para konsumen yang terpilih sebagai responden guna mendapatkan data-data
yang diperlukan.
2. Kuesioner
Kuesioner yang dibagikan secara langsung oleh penulis kepada responden yang
ditemui secara langsung di pasar
3. Dokumentasi
Dokumentasi, merupakan teknik pengumpulan data dengan cara membaca dan
mengamati, mengolah laporan-laporan serta catatan yang menunjang penelitian ini.
4.4 Ruang Lingkup Penelitian
Fokus penelitian ini lebih dititik beratkan pada bidang pemasaran yaitu tentang faktorfaktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan keputusan untuk
melakukan pemberian produk mie instan merk salam mie
4.5 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di pasar gebang jember
4.6 Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subyek/obyek penelitian. Sedangkan sampel adalah sebagian
atau wakil populasi yang diteliti.
Populasi adalah totalitas dari semua obyek atau individu yang akan diteliti yang mana
memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap. Sedangkan sampel merupakan bagian
dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik
tertentu, jelas, dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua konsumen yang mempunyai kebiasaan
mengkonsumsi produk mie instan merk salam mie, karena besar populasi tidak dapat

17

diketahui secara pasti berapa jumlahnya, oleh karena itu sulit mencari berapa jumlah
populasi yang tepat.
Namun berdasarkan pendapat ahli seperti yang dikemukakan oleh Gay (dalam
Hasan,2002:68): ukuran sampel minimum yang dapat diterima bisa dilihat berdasarkan
pada desain atau metode penelitian yang digunakan. Jika desain penelitiannya deskriptifkorelasional,
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
accidental sampling. Teknik accidental sampling adalah teknik penarikan sampel secara
kebetulan yaitu siapa saja yang kebetulan ditemui peneliti di lokasi penelitian yaitu pada
pasar gebang jember dimana kuesioner dibagikan kepada konsumen yang kebetulan
pernah mengkonsumsi produk salam mie

dengan melalui wawancara awal yang

dilakukan penulis.dengan mengambil sebagian sampel yang menentukan kriteria-kriteria


sebagai berikut :
4.6.1

4.6.2

Kriteria Inklusi
1. Masyarakat yang membeli mie instan salam mie di pasar gebang
2. Masyarakat yang kooperatif dan bersedia menjadi responden
3. masyarakat yang dapat membaca dan menulis
Kriteria Ekslusi
1. Masyarakat yang tidak membeli mie instan salam mie diluar pasar gebang
2. Masyarakat yang mengalami gangguan fisik dan mental
3. Masyarakat yang buta huruf

4.7 Jenis Sumber Data


4.7.1 Sumber data
Sumber data yang digunakan adalah data primer. Adapun data primernya dalam hal
ini adalah data yang diperoleh dari jawaban responden yang diteliti, yaitu berupa data
mengenai pendapat atau fenomena dari obyek.
4.7.2

Skala Pengukuran

18

Penulis memperoleh langsung data-data yang dibutuhkan berdasarkan

dari

keterangan dan informasi yang diberikan responden melalui angket (Kuesioner) yang
telah disebarkan dengan metode skor, pemberian skor ini digunakan sistem skala
lima, yaitu:
a. Jawaban a (Sangat setuju)

diberi skor 5

b. Jawaban b (Setuju)

diberi skor 4

c. Jawaban c (Cukup Setuju)

diberi skor 3

d. Jawaban d (Tidak Setuju)

diberi skor 2

e. Jawaban e (Sangat Tidak Setuju)

diberi skor 1

4.7 Metode Analisis Data


4.7.1 Uji Validitas dan Reliabilitas
4.7.1.1 Uji Validitas
Uji validitas adalah untuk mengetahui tingkat kevalidan dari instrumen (kuesioner)
yang digunakan dalam pengumpulan data. Uji validitas ini dilakukan untuk
mengetahui apakah item-item yang tersaji dalam kuesioner benar-benar mampu
mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti.
Uji validitas ini diperoleh dengan cara mengkorelasi setiap skor indikator dengan
total skor indikator variabel, kemudian hasil korelasi dibandingkan dengan nilai kritis
pada taraf siginifikan 0,05. Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu
mengukur apa yang diinginkan dan tinggi rendahnya validitas instrumen
menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran
tentang variabel yang dimaksud.
Menurut Sugiyono (2004:138) : Cara yang digunakan adalah dengan analisa Item,
dimana setiap nilai yang ada pada setiap butir pertanyaan dikorelasikan dengan total
nilai seluruh butir pertanyaan untuk suatu variabel dengan menggunakan rumus
korelasi product moment. Syarat minimum untuk dianggap valid adalah nilai r
hitung > dari nilai r .
19

Adapun perhitungan korelasi product moment, dengan rumus seperti yang


dikemukakan oleh (suharsimi arikunto , 2005: 146)
Keterangan

n XY ( X)( Y)

N X

( X) 2 N Y 2 ( Y) 2

Dimana:
r

= Koefisien korelasi variabel bebas dan variabel terikat

= Banyaknya sampel

X = Skor tiap item


Y = Skor total variabel
4.7.1.2 Uji Reliabilitas
Sedangkan uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui adanya konsistensi alat
ukur dalam penggunaannya, atau dengan kata lain alat ukur tersebut mempunyai
hasil yang konsisten apabila digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda.
Pada penelitian ini perhitungan reliabilitas menggunakan rumus alpha (Suharsini
Arikunto, 2005 : 171) sebagai berikut:
k

k 1

Vt pq

r11

Vt

Dimana:

Vt

N
20

r11

= reliabilitas instrumen

= banyaknya butir pertanyan

= Jumlah skor total

= Jumlah responden

4.7.2 Uji Asumsi Klasik


Agar model analisis regresi yang digunakan dapat menjadi penaksiran yang baik dan tidak
bias. Maka di uji dengan uji ekonometrika yaitu :
4.7.2.1 Uji Multikolinearitas
Multikolinearitas terjadi jika terdapat hubungan yang sempurna atau pasti diantara
beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dari model regresi. Untuk mengetahui
terjadinya multikolinieritas dapat dideteksi dengan melihat Variance inflation factor
(VIF), jika nilai VIF lebih dari 5 maka terjadi Multikolinieritas (Singgih Santoso, 2005 :
370).
4.7.2.2 Uji Autokorelasi
Autokorelasi adalah suatu gangguan pada fungsi regresi yang berupa korelasi diantara
faktor-faktor penggangu (Rudi Wibowo, 2000 : 55). Untuk melihat gejala autokorelasi
dalam penelitian ini digunakan uji Durbin Watson Stastic. Dapat dirumuskan sebagai
berikut :
n
(e

i - e i 1)

i=2
d=
n

(e 2

Kaidah pengujian :
i=2

Ho : tidak autokorelasi

21

Ha : terdapat autokorelasi
Adapun kriteria keputusan untuk uji Durbin Watson adalah :
Ho diterima jika DW > du
Ho ditolak jika DW < dL
Tidak ada kesimpulan jika d1 < DW < du

4.7.2.3 Uji Heterokedastisitas


Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah variabel yang sama atau tidak. Hal ini
dapat dilambangkan dengan :
E (V2) = J2
Apabila diperoleh uraian yang sama maka variabel pengganggu homoskedastisitas
(penyebaran yang sama) dapat terpenuhi. Untuk menguji atau menganalisa ada tidaknya
heteroskedastisitas dapat dijelaskan dengan menggunakan scatterplot.
4.7.2.4 Uji Normalitas
Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan hasil perhitungan model regresi linier
berganda dengan bantuan program Spss ver.17 hasilnya dapat dilihat pada grafik P-plot
untuk titik-titik yang ada pada persamaan regresi. (Singgih Santoso, 2005 : 354).

4.8

Analisis Regresi Linier Berganda


Regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh atau tidak antara
variabel bebas terhadap variabel terikat (J. Supranto, 2005 :149).
Dirumuskan dalam persamaan sebagai berikut :
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e
Dimana :

22

: Konstanta

b1, b2 , b3, b4

: Koefisien regresi

: Keputusan konsumen

X1

: Budaya

X2

: sosial

X3

X4

: Psikologis

: Variabel pengganggu

Pribadi

Untuk mempermudah analisis digunakan aplikasi pengolah data SPSS.


4.8.1 Uji Hipotesis I (Uji F)
Untuk menguji kebenaran hipotesis pertama digunakan uji F yaitu untuk menguji
keberartian/signifikansi regresi secara keseluruhan dengan rumus hipotesis sebagai
berikut:
H0 :

b1 = b2 = b3 = b4 = 0,

Artinya variasi dari model regresi berhasil menerangkan variasi variabel bebas secara
keseluruhan, sejauh mana pengaruhnya terhadap variabel tidak bebas (variabel
terikat)
Ha :

b1 b2 b3 b4 0

Artinya variasi dari model regresi tidak berhasil menerangkan variasi variabel bebas
secara keseluruhan, sejauh mana pengaruhnya terhadap variabel tidak bebas (variabel
terikat)
Pengujian dengan uji F variansnya adalah dengan membandingkan F hitung (Fh) dengan
Ftabel (Ft) pada = 0,05 apabila hasil perhitungannya menunjukkan:
a. Fh > Ft, maka H0 ditolak dan Ha diterima
23

Artinya variasi dari model regresi berhasil menerangkan variasi variabel bebas
secara keseluruhan, sejauh mana pengaruhnya terhadap variabel tidak bebas
(variabel terikat)
b. Fh < Ft, maka H0 diterima dan Ha ditolak
Artinya variasi dari model regresi tidak berhasil menerangkan variasi variabel
bebas secara

keseluruhan, sejauh mana pengaruhnya terhadap variabel tidak

bebas (variabel terikat)


4.8.2 Uji Hipotesis II (Uji t)
Untuk menguji kebenaran hipotesis kedua langkah pertama yang dilakukan adalah
pengujian secara parsial melalui uji t. Adapun rumusan hipotesis dengan
menggunakan Uji t adalah sebagai berikut:
H0 :

b1 = b2 = b3 = b4 = 0

Artinya variasi variabel bebas dapat menerangkan variabel tidak bebas (variabel
terikat) dan terdapat pengaruh diantara kedua variabel yang diuji
Ha :

b1 b2 b3 b4 0

Artinya variasi variabel bebas tidak dapat menerangkan variabel tidak bebas (variabel
terikat) dan terdapat pengaruh antara dua variabel yang diuji.
Pengujian dilakukan melalui uji t dengan membandingkan t hitung (th) dengan t

tabel

(tt)

pada 0,05. Apabila hasil perhitungan menunjukkan:


a. th tt maka H0 ditolak dan Ha diterima
Artinya variasi variabel bebas dapat menerangkan variabel tidak bebas (variabel
terikat) dan terdapat pengaruh diantara kedua variabel yang diuji
b. th < tt maka H0 diterima dan Ha ditolak
Artinya variasi variabel bebas tidak dapat menerangkan variabel tidak bebas
(variabel terikat) dan terdapat pengaruh antara dua variabel yang diuji.
24

Untuk membuktikan hipotesis pertama, yaitu untuk mengetahui besarnya


pengaruh secara keseluruhan dihitung koefisien determinasi multiplenya (R 2). Jika
R2 yang diperoleh dari hasil perhitungan mendekati 1 (satu), maka semakin kuat
model tersebut dapat menerangkan variabel tergantungnya. Kemudian dilakukan
pengujian variansnya dengan uji f.
Hipotesis diterima apabila titik lebih besar dari t tabel

(th > tt) atau diperoleh harga

p < 0,05.
Untuk membuktikan hipotesis kedua, masing-masing koefisien regresinya diuji
dengan uji t. Hasil uji t bermakna apabila diperoleh t hitung lebih besar dari ttabel (th >
tt) atau diperoleh harga probabilitas signifikannya < 0,05 (). Untuk pengaruh
yang dominan ditentukan oleh koefisien regresi terbesar.

25