Anda di halaman 1dari 3

1. Apa indikator air dalam Teko yang dibuat telah mendidih?

Jawab : Pada teko pemanas air yang dirancang kami tidak menggunakan
sensor atau alat yang bisa mengetahui nilai kalor/temperatur dari air. Untuk
mengetahui apakah air yang dipanaskan sudah mencapai titik didih bisa
diketahui dengan melihat tanda-tanda atau fenomena dari pendidihan yaitu
mucul gelembung-gelembung udara dari dasar wadah namun gelembung itu
meletus

di

dalam

air.

(Sumber

Febdian

Rusydi,

http://diary.febdian.net/2009/07/01/perubahan-fase-zat/)
2. Bagaimana sistem dari Teko yang dirancang dapat membunuh bakteri?
Jawab : Komponen yang dapat membunuh bakteri pada Teko pemanas air
yang dibuat adalah pada material pemanas yang terbuat dari Kuningan dimana
material dengan kandungan tembaga dalam kuningan mampu membunuh
bakteri seperti Staphylococcus aureus, E. coli, dan Pseudomonas aeruginosa
dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah menempel. Tembaga
ini dapat membunuh mikroorganisme tersebut dengan beberapa mekanisme,
antara lain: merusak struktur membran sel bakteri sehingga bakteri dapat mati,
menganggu keseimbangan ion dalam bakteri, mengganggu tekanan osmosis,
dan membentuk senyawa hidrogen peroksida (H2O2) pada membran bakteri.
(Sumber :Sakti Zein, http://awalilmu.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-logamdan-jenis-jenisnya.html)
3. Dari proses produksi yang disebutkan, proses manakah yang paling efektif
untuk dilakukan?
Jawab : Ekstrusion moulding adalah suatu proses pembuatan plastik
(termoplastik) yang berbentuk profil atau bentukan yang sama dengan ukuran
panjangnya yang cukup besar. Proses ini digunakan untuk membuat pipa,
selang, sedotan. Injection Moulding Proses pembentukan produk berbahan
plastik dengan cara menginjeksikan atau menyuntikan plastik cair kedalam
sebuah rongga cetak yang kemudian didinginkan dan dikeluarkan dari rongga
cetak. Blow molding adalah suatu proses pembuatan plastik (termoplastik)
yang bentuknya memiliki rongga rongga pada bagian tengah dari produk.
Plastik cair pada proses ini berbentuk pipa kemudian dimasukan kedalam
cetakan lalu ditiup hingga menempel pada dinding cetakan. Pada hasil
cetakanya, proses ini cenderung memiliki ketebalan dinding yang tidak merata

dan umumnya produk berupa silinder. Dari ketiga proses yang bisa dilakukan
dalam pembuatan teko pemanas air, proses cetak injeksi atau injection
moulding yang paling efektif digunakan karena kemampuannya berubah
(padat-cair atau sebalik nya) tanpa merubah susunan kimianya, maka bahan ini
sangat sesuai untuk pemrosesan yang cepat.
(Sumber : Delta, http://deltapanca.blogspot.co.id/2013/08/plastik-danpembuatan-nya.html), namun hal tersebut bukanlah satu-satunya alasan
sehingga menjadi paling efektif untuk digunakan karena banyak faktor yang
harus dipertimbangkan yaitu, ongkos produksi, kemudahan proses, waktu
produksi serta ketersediaan alat.
4. Apa keunggulan produk yang dibuat dari produk-produk sebelumnya?
Jawab : Produk yang dibuat adalah produk yang sama dengan produk-produk
sebelumnya, namun dalam hal ini pembuatan Teko pemanas air menggunakan
bahan atau material Polimer yaitu PP (Polypropylene) atau PC (Polycarbonate).
Material PP dan PC sendiri memiliki keunggulan seperti Impact strength
tinggi, ketahanan terhadap cuaca, tahan terhadap suhu tinggi, ketahanan kimia
yang tinggi, mudah diproses, dan mudah dalam proses produksi serta warna
jernih. (Sumber : Dr. Eng. Hendra, Pemilihan Bahan dan Proses.ppt)
5. Berapa ketebalan teko yang dibuat?
Jawab : Ketebalan Teko pemanas air yang dirancang adalah berkisar 2-5 cm.
Dimana ketebalan yang dibuat dapat mempengaruhi kekuatan material dalam
menahan tekanan pengaruh air serta ketahanan terhadap panas.
6. Dalam proses pemanasan air, apakah Teko yang dirancang tidak
mengakibatkan air yang dialiri arus listrik sehingga dapat menyetrum jika
tersentuh?
Jawab : Tidak, hal ini dikarenakan pasokan arus listrik telah diubah menjadi
energi kalor sehingga elemen hanya menghantarkan panas melalui media air.
7. Standar apa yang digunakan untuk teko yang dibuat sehingga bisa dikatakan
laik pakai?
Jawab : Untuk standar yang digunakan pada pembuatan Teko ini adalah
Standar Nasional Indonesia (SNI) dimana hal tersebut juga berkaitan dengan
peraturan kementrian perdagangan yang mengatur tentang produk yang dibuat

harus diberi label SNI yang menandakan bahwa produk tersebut aman dan
sesuai dengan mutu.
8. Apa inovasi bentuk yang dibuat?
Jawab : Untuk inovasi yang dibuat untuk saat ini adalah sesuai dengan
kapasitas yang diinginkan, dalam segi bentuk Teko pemanas air yang dirancang
hampir sama dengan teko-teko sebelumnya dimana aspek bentuk bertujuan
untuk kemudahan proses produksi, kenyamanan, dan keindahan.
9. Bagaimana konsep pemanasan yang diterapkan pada Teko ini?
Jawab : Elemen pemanas merupakan sejenis hambatan listrik. Ketika elemen
pemanas dialiri arus listrik selama waktu tertentu, maka sebagian arus listrik ini
akan berubah menjadi energi kalor. Adanya energi kalor menyebabkan bendabenda yang berhubungan dengan konduktor elemen pemanas, seperti air pada
teko pemanas air listrik, akan mengalami kenaikan suhu. (Sumber :
http://fisikazone.com/energi-listrik/)
10. Mengapa pada caution setiap produk Teko pemanas air selalu mengingatkan
bahwa tidak boleh dicolokkan tanpa air di dalam Teko tersebut?
Jawab : Jika listrik terus dialirkan pada wadah dalam keadaan kosong, maka
akan terjadinya kenaikkan suhu secara terus-menerus dan akan menyebabkan
panas berlebih pada wadah sehingga dapat menyebabkan kerusakan serta dapat
terjadinya korsleting arus listrik yang dimulai dengan terkelupasnya kabel
pemasok listrik.