Anda di halaman 1dari 4

Sosiologi Kontemporer

Rosihan Anwar

Pokok-pokok Pikiran Talcott Parsons

Teori parsons menyatakan bahwa semua sistem yang hidup harus

memenuhi empat prasyarat- fungsional yaitu : Pattern maintanance,

Integration, goal attainment, dan adaptation. Salah satu sub-kelas dari siste

yang hidup itu adalah sistem garis bertindak, termasuk sub sistem prilakau,

sub sistem psikologis, subsistem kultural dan subsistem sosial. Sub sistem

sosial yang paling beswadaya ialah masyarakat, yang berfungsi

mengintegarasikan sistem sosial. Fiduciary system, komunitas sosial, politik

dan ekonomi dilihat sebagai prasyarat-funsional masyarakat.

Walaupun parsons menyatakan analisa struktur sosial harus

mendahului perubahan sosial, dia mengakui bahwa masyarkat lebih bersifat

dinamis ketimbang statis. Model sibernetik Parsons mengetahkan empat

proses perubahan evolusionerdan saling berkaitan : diffrensiasi,

pembaharuan berisfat penyesuaian, pemasukan dan generaslisasi. Masing-

masing proses itu menghasilkan umpan balik dalam proses lain dan dalam

struktur sosial.

Teori parsons te;ah mengalami revisi terus menerus. Sebagai suatu

lompatan yang mendasar ialah perpindahan dari fugsionalisme ke “ teori

sistem yang umum”, lengkap perbekalan evolusioner bagi perubahan sosial.

Pokok-pokok Pikiran Robert K.Merton


Merton telah menghabiskan karir sosiologisnya dalam

Mempersipakan dasar struktur fungsional untuk karya-karyanya yang

lebih awal dan mengajukan model atau paradigma bagi analisa

struktural. Dia menolak postulat-postulat fungsionalime yang masih

mentah, yang menyebarkan paham kesatuan masyarakat dan

fungsionalisme, funsinalisme universal dan indespensability merton

mengtengahkan konsep disfungsi, alternatif funsional dan konsekuensi

keseimbangan funsional, serta fungsi manfes dan laten yang

dirangakainya dalam suatu paradigma funsionalis, walaupun

keberadaan model ini berada daitas postulat-postulat funsionalisme

yang lebih awal tapi kelemahannya masih tetap ada. Masayarakat

diliahat sebagai keseluruhan yang lebih besar dan berada dengan

bagian-bagianya. Individu dilihat dalam kedudukan abstrak, sebagai

pemilik status dan peranan yang merupakan struktur. Konsep abstrak

ini memperbesar tuduhan bahwa paradigma tersebut mustahil untuk

diuji. Pokok-Pokok Pikiran Lewis A.CoserKatup penyelamat Ialah salah

satu mekanisme khusus yang dapat dipakai untuk mempetahankan

kelompok dari kemungkinan konflik sosial “ katup penyelamat”

membiarkan lupan permusuhan tersalur tanpa menghancurkan seluruh

struktur, konflik membantu membersihkan suasana dan kelompok

yang sedang kacau melalui katup penyelamat yang berfungsi sebagai

jalan keluar meredakan permusuhan yang tanpa itu hubungan-

hubungan antara pihak-pihak bertentangan akan semakin tajam.


Lewat katup penyelamat (safety value) itu permusuhan

dihambat agar tidak ber[aling melawan objek aslinya. Tetapi

penggantian yang demikian mencakup juga biaya bagi sistem sosial

maupun individu mengurangi tekanan untuk menyempurnakan sisitem

untuk memenuhi kondisi-kondisi yang sedang berubah maupun

membendung ketegangan dalam diri individu, menciptakan

kemungkinan tumbuhnya ledakan-ledakan destruktif.

Pokok-pokok pikiran Ralf Dahrendrof

Ralf Dahrendrof menggunakan teori perjuangan kelas Marxian

untuk membangun teori kelas dan pertentangan kelasnya dalam

masyarakat industri kontemporer. Bagi Dahrendrof kelasbukan berarti

pemilikan sarana-saran produksi (seperti yang dilakukan marx) tetapi

lebih dari pemilikan kekuasaan, yang mencakup hak absah untuk

menguasai orang lain. Perjuangan kelas bagi masyrakat modern, baik

dalam perekonomian kapitalis maupun komunis, dalam pemeritahan

bebas dan totaliter, berada disekitar pengendalian kekuasaan.

Dahrendrof melihat kelompok-kelompok pertentangan sebagai

kelompok yang lahir dari kepentingan-kepentingan bersama para

individu yang mampu berorganisasi. Dahrendrof menguraikan proses

ini melalui nama perubhan kelompok semu menjadi kelompok

kepentingan mampu memberi dampak pada struktur. Lembaga-

lembaga sebagai hasil dari kepentingan-kepentingan itu merupakan


jemnatan diaatas mana perubahan sosial itu terjadi. Berbagai usaha

harus diarahkan untuk mengatur pertentangan-pertentangan sosial

melalaui insitusionalisasi yang efektif daripada melalaui penekanan

pertentangan.

Diposkan oleh The Next Aan di Kamis, Oktober 23, 2008