Anda di halaman 1dari 58

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT IBU

TERHADAP PEMAKAIAN KONTRASEPSI IMPLANT DI DESA


............. KECAMATAN ......... KABUPATEN ........

KARYA TULIS ILMIAH / SKRIPSI

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Oleh:

................
NIM. ...............

DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES ........
JURUSAN ........
PROGRAM STUDI ................
TAHUN 2011

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia dan negara-negara lain relatif tinggi,
hingga mencapai 307 per 100.000 kelahiran hidup (Survey Demografi dan Kesehatan
Indonesia, 2002/2003).

Penurunan AKI serta peningkatan derajat kesehatan ibu

menjadi prioritas utama dalam pembangunan, bidang kesehatan di Indonesia. Adapun


salah satu upaya yang dapat dilakukan dapat terwujud dalam bentuk safe motherhood
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
atau disebut juga penyelamat ibu dan bayi (Sarwono, 2002).
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
Masalah kematian ibu adalah masalah yang sangat kompleks seperti status
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
wanita dan pendidikan. Masalah tersebut juga diperbaiki sejak awal. Tetapi kurang
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
realistis apabila mengharapkan perubahan drastis dalam waktu yang singkat,
(Sarwono 2002). Tingginya angka kelahiran berkaitan erat dengan usia wanita pada
saat perkawinan pertama. Secara nasional, meskipun usia kawin pertama umum 2549 tahun, telah ada peningkatan. Namun umur kawin yang pertama menunjukkan
angka yang relatif rendah, yakni 19,2 tahun, median umur kawin di pedesaan 18,3
tahun dan di perkotaan 20,3 tahun (SDKI, 2002-2003).
Pelayanan KB yang berkualitas belum sepenuhnya menjangkau seluruh
wilayah nusantara. Pada saat sekarang ini paradigma program KB telah mempunyai
visi dari mewujudkan NKKBS menjadi visi untuk mewujudkan keluarga berencana
yang berkualitas tahun 2015.

Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang

sejahtera, sehat, maju, mandiri, memilih jumlah anak yang ideal. berwawasan ke
depan, bertanggung jawab dan harmonis. Visi tersebut dijabarkan dalam 6 visi yaitu
memberdayakan masyarakat, menggalang kemitraan, dalam peningkatan kesejahteraan, kemandirian dan ketahanan keluarga. Meningkatkan kegiatan khusus kualitas KB
dan kesehatan reproduksi, meningkatkan promosi, perlindungan dan upaya
mewujudkan hak-hak reproduksi dan meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan
untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui program KB serta
mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas sejak pembuahan dan
kandungan sampai pada usia lanjut (Hanafi Hartanto, 2002).
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
Banyak perempuan yang mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
kontrasepsi. Hal ini tidak hanya karena terbatasnya metode yang tersedia, tetapi juga
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
oleh ketidaktahuan mereka tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
tersebut. Berbagai faktor harus dipertimbangkan termasuk status kesehatan, efek
samping, potensial, konsekwensi kegagalan/kehamilan yang tidak diinginkan. Besar
keluarga yang direncanakan, persetujuan pasangan bahkan norma budaya lingkungan
integral yang sangat tinggi dalam pelayanan KB.
Angka kematian ibu dan perinatal merupakan ukuran penting dalam menilai
keberhasilan pelayanan kesehatan dan keluarga berencana di suatu negara. Tingkat
kesejahteraan juga dapat ditentukan terhadap seberapa jauh gerakan keluarga
berencana dapat dilakukan dan diterima oleh masyarakat. Salah satu bagian dari
program KB nasional adalah KB implant. Kontrasepsi untuk kebutuhan KB yang
terus berkembang dari tahun ketahun. Pemasangan norplant (susuk KB), sederhana

dan dapat diajarkan, tetapi masalah mencabut susuk KB memerlukan perhatian


karena sulit dicari metode yang mudah dan aman (Manuaba, 1998).
Meskipun program KB dinyatakan cukup berhasil di Indonesia, namun dalam
pelaksanaanya hingga saat ini juga masih mengalami hambatan-hambatan yang
dirasakan antara lain adalah masih banyak Pasangan Usia Subur (PUS) yang masih
belum menjadi peserta KB. Disinyalir ada beberapa faktor penyebab mengapa wanita
PUS enggan menggunakan alat maupun kontrasepsi. Faktor-faktor tersebut dapat
ditinjau dari berbagai segi yaitu: segi pelayanan KB, segi kesediaan alat kontrasepsi,
segi penyampaian konseling maupun KIE dan hambatan budaya (Sumber Advokasi
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
KB, 2005). Dari hasil SDKI (2002-2003) diketahui banyak alasan yang dikemukakan
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
oleh wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi adalah karena alasan fertilitas.
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
Selain alasan fertilitas, alasan lain yang banyak disebut adalah berkaitan dengan
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
alat/cara KB yaitu: masalah kesehatan, takut efek samping, alasan karena
pasangannya menolak dan alasan yang berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi yaitu
biaya terlalu mahal.
Bidan yang mempunyai peranan penting sebagai pendamping disepanjang
siklus kehidupan wanita sejak periode perinatal, bayi, remaja, dewasa, kehamilan,
persalinan, nifas dan menopause. Haruslah faham serta mengerti terhadap berbagai
perubahan yang dihadapi wanita demi menuju kehidupan yang sehat.
Pemerintah terus menekan laju pertambahan jumlah penduduk melalui
program Keluarga Berencana (KB). Sebab jika tidak meningkatkan peserta KB maka
jumlah penduduk Indonesia akan mengalami peningkatan, apabila kesetaraan ber KB,

pertahun, angkanya tetap sama (60,3%) maka jumlah penduduk Indonesia tahun 2015
menjadi sekitar 2555,5 juta (Sumarjati Arjoso, 2000). Terkait program KB nasional
menurut kepala BKKBN pusat ternyata cukup menggembirakan yaitu kesetaraan ber
KB berdasarkan SDKI 2002, tercatat 61,4% dari Pasangan Usia Subur (PUS) yang
ada naik menjadi 65,97% (Susenas, 2005). Demikian juga angka kelahiran total dari
2,7 (SDKI 2005) turun menjadi 2,5 (Susenas, 2004). Sedangkan laju pertambahan
penduduk menunjukan angka penurunan dari 2,86% (Sarwono Prawirohardjo, 1990)
menjadi 1,17% (Sarwono Prawirohardjo, 2000) (http: //situs kespro-info/kb/aju/
2011/kb 01 html).
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
Berdasarkan hasil SDKI jumlah penduduk Indonesia tahun 2000 mencapai
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
206,4 juta jiwa (102,8 juta perempuan dan 103,4 juta laki-laki). Sedangkan untuk
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
jumlah PUS sekitar 34 juta pasangan. Presentasi KB aktif 60% (SDKI 2002-2003).
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Berdasarkan fakta utama KB, proporsi wanita PUS yang tidak ber KB masih cukup
besar (40%) dan alasan utama wanita pus tidak ber KB adalah tidak subur (17%),
masalah kesehatan (12%) dan takut efek samping (10%) (Sumber Advokasi KB,
2005). Jumlah peserta KB berdasarkan SDKI 2002-2003 meliputi peserta KB Suntik
27,8%, PIL KB 13,2%, IUD 6,2% susuk KB 4,3%, MOW 3,7% MOP 0,4% dan
Kondom 0,9% dan metode amenore laktasi (MAL) 0,1%, dan sisanya merupakan
peserta KB tradisional yang masing-masing menggunakan cara pantang berkala 1,6%,
senggama terputus 1,5% dan cara lain 0,5%.

Jumlah WUS di Propinsi Lampung 1.868.903 orang.

Hasil presurvey di

BBKBN (2004) terdapat peserta KB implant sebanyak 9.730 orang (4,81%),


sedangkan KB aktif yang menggunakan KB lainnya sebanyak 188.282 orang
(95,09%).
Berdasarkan data jumlah penduduk yang ada di Desa ............. Kecamatan
............. Kabupaten ............. sebanyak 1.003 KK. Sedangkan untuk jumlah PUS,
sebanyak 810 orang. Yang terbagi menjadi 5 dusun yaitu Dusun I sebanyak 180 PUS,
275 Wanita Usia Subur (WUS), Dusun II sebanyak 152 PUS, 203 WUS, Dusun III
sebanyak 160 PUS, 223 WUS, Dusun IV sebanyak 169 PUS, 269 WUS, Dusun V
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
sebanyak 149 PUS, 194 WUS, jumlah akseptor KB di wilayah ini tahun 2011 adalah
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
akseptor KB PIL 156 orang (13,4%) Suntik 345 (29,6%) Implant 4 orang (0,3%),
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
MOW 1 orang (0,08%) dan MOP 4 orang (0,3%).
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tersebut maka penulis
tertarik untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi minat
ibu terhadap pemakaian kontrasepsi implant di desa ............. Kecamatan .............
Kabupaten ............. tahun 2011.

B. Rumusan Masalah dan Permasalahan


Setelah mengidentifikasikan masalah, perumusan masalah, penelitian yang
diambil adalah Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi minat ibu terhadap
pemakaian kontrasepsi implant di Desa ............. Kecamatan ............. Kabupaten
............. Tahun 2011?.

C. Ruang Lingkup
Dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup penelitian yaitu:
1. Jenis Penelitian

Deskriptif

2. Subjek Penelitian

Pasangan Usia Subur (PUS)

3. Objek Penelitian

Faktor-faktor

yang

mempengaruhi

minat

ibu

terhadap pemakaian KB implant


4. Lokasi Penelitian

Desa ............. Kecamatan ............. Kabupaten


.............

5. Waktu Penelitian : Februari - Mei 2007


http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
6. Alasan Penelitian : Berdasarkan data hasil presurvey, ibu yang
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
menggunakan kontrasepsi implant hanya 4 orang
(0,3%), sehingga penulis tertarik untuk mengetahui
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
sedikitnya minat ibu terhadap kontrasepsi implant.

D. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah:
Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi minat ibu terhadap pemakaian
kontrasepsi implant di Desa ............. Kecamatan ............. Kabupaten .............
tahun 2011.

2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah :

Untuk mengetahui gambaran tingkat pendidikan ibu terhadap kontrasepsi


implant di Desa ............. Kecamatan ............. Kabupaten ............. tahun
2011.

Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu terhadap kontrasepsi


implant di Desa ............. Kecamatan ............. Kabupaten ............. tahun
2011.

Untuk mengetahui gambaran tingkat pendapatan keluarga terhadap


http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
kontrasepsi implant di Desa ............. kecamatan ............. Kabupaten
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
............. Tahun 2011.
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
Untuk mengetahui gambaran sikap ibu terhadap kontrasepsi implant di
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
desa ............. Kecamatan ............. Kabupaten ............. tahun 2011.

E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Bagi peneliti
Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu yang telah
diberikan dan diterima dalam rangka pengembangan kemampuan diri dan
sebagai syarat dalam menyelesaikan studi di Akademi Kebidanan .............
........

2. Bagi instansi pendidikan


Dapat menambah bahan kepustakaan di Akademi Kebidanan ............. ........
3. Bagi instansi kesehatan
Dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi instansi kesehatan dalam
pelayanan kesehatan, khususnya di Desa ............. Kecamatan .............
Kabupaten ............. tahun 2011.
4. Bagi PUS
Dapat menjadi saran dan masukan bagi PUS dalam rangka peningkatan
pengetahuan mengenai kontrasepsi implant.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Telaah Pustaka
1. Sejarah Keluarga Berencana
Pada zaman Yunani Kuno Soranus dan Ephenus telah membuat tulisan
ilmiah tentang cara menjarangkan kelahiran.

Cara waktu itu adalah

mengeluarkan semen (air mani) dengan membersihkan vagina dengan kain


atau minyak. Adapula yang memakai alat-alat yang dapat menghalangi
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
masuknya sperma ke dalam rahim. Umpamanya dengan memasukkan rumput
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
daun-daunan atau sepotong kain perca ke dalam vagina.
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
Di Indonesia sejak dulu sudah dipakai obat dan jamu yang maksudnya
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
untuk mencegah kehamilan. Di Indonesia KB modern mulai dipakai sejak
tahu 1953. pada waktu itu sekelompok orang kesehatan kebidanan dan tokoh
masyarakat namun dengan sedikit mungkin publisitas dengan obat yang ada
tentang KB maka akan membantu masyarakat. Pada tanggal 23 Desember
1957 mereka mendirikan wadah dengan nama Perkumpulan Keluarga
Berencana Indonesia (PBKI) dan bergerak membantu masyarakat yang
memerlukan bantuan secara sukarela. Jadi di Indonesia PKBI adalah pelopor
pergerakan KB yang sampai sekarang masih aktif membantu program KB
nasional yang dikoordinir oleh Bidang Koordinasi Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN) (Rostam Mochtar, 2000).

Arah kebijakan pelayanan KB yang bermutu dituangkan dalam GBHN


1993. Hal serupa tentang pentingnya peningkatan kualitas program KB
ditegaskan kembali pada GBHN 1999 menjelaskan bahwa kebijaksanaan
kependudukan di Indonesia dilakukan melalui upaya-upaya pengendalian
kelahiran dan penurunan kematian, serta peningkatan kualitas program KB.
Pelaksanaan pelayanan program KB yang berkualitas dilandasi oleh adanya
undang-undang RI No.10 tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan
dan pembangunan keluarga sejahtera. (Sumber Advokasi KB, 2005).

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
2. Pola Dasar Kebijakan Program Keluarga Berencana
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
Pola dasar kebijakan program KB pada saat ini adalah :
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
a. Menunda perkawinan dan kehamilan sekurang-kurangnya sampai berusia
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
20 tahun
b. Menjarangkan kelahiran dan menganjurkan
1) Catur warga yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan 2 orang
anak
2) Panca warga yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan 3 orang
anak
c. Hendaknya besarnya keluarga dicapai selama di dalam usia reproduksi
sehat waktu umur ibu 20 sampai 30 tahun
d. Mengakhiri kesuburan pada usia 30 sampai 35 tahun (Rostam Mochtar,
2000).

3. Definisi Keluarga Berencana


Definisi KB menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah
gerakan untuk membentuk keluarga yang sejahtera dengan membatasi
kelahiran. Sedangkan definisi keluarga berencana menurut World Health
Organization (WHO) Expert Commite 1970, adalah suatu tindakan yang
membantu individu atau pasangan suami untuk :
a. Mendapatkan objektif-objektif tertentu
b. Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan
c. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
d. Mengatur interval diantara kelahiran
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
e. Mengontrol waktu kelahiran dalam hubungan dalam unsur suami istri
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
f. Menentukan jumlah anak dalam keluarga
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
(.Hanafi Hartanto, 2002).

4. Pengertian Kontrasepsi
Kontrasepsi atau antikonsepsi (conception control) adalah mencegah
terjadinya pembuahan (konsepsi) dengan cara alat atau obat-obatan (Rustam
Mochtar, 2000).
Syarat-syarat Kontrasepsi
a. aman pemakaiannya dan dipercaya
b. efek samping yang tidak merugikan
c. lama kerjanya dapat diatur sesuai dengan keinginan

d. tidak mengganggu hubungan seksual


e. tidak memerlukan bantuan medik atau control yang ketat selama
pemakaiannya
f. cara penggunaannya sederhana
g. harganya murah supaya dapat dijangkau oleh masyarakat luas
h. dapat diterima oleh pasangan suami istri (Rostam Mochtar, 2000)

5. Akseptor Keluarga Berencana


a. Pengertian Akseptor

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
Akseptor adalah orang yang menerima serta mengikuti program keluarga
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
berencana (KB) (kamus Besar bahasa Indonesia, Edisi III, 2000).
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
6. Pengertian Alat Kontrasepsi Implant
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Implant adalah suatu alat kontrasepsi yang berjangka waktu lima tahun yang
terdiri dari enam batang susuk lembut terbuat dari sejenis karet elastis yang
mengandung hormon, (Kamus Kebidanan, 2005).
a. Mekanisme kerja
Setiap kapsul susuk KB mengandung 36 gr levonogestrel yang akan
dikeluarkan setiap harinya sebanyak 80 gr. Konsep mekanisme kerjanya
sebagai progesteron yang dapat menghalangi pengeluaran lendir, servik
dan menghalangi migrasi spermatozoa dan menyebabkan situasi
endometrium tidak siap menjadi tempat nidasi (Manuaba, 1998).

b. Jenis-jenis implant
1) Norplant
2) Implanon
3) Jadena

c. Pengertian KB Implant
1) Norplant
Norplant adalah suatu alat kontrasepsi hormonal jangka panjang
yang pt melindungi pemakai selama 5 tahun. Bahan aktif yang

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
digunakan oleh norplant adalah bahan progestational levonogestrel.
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
Setiap kapsul mini sebesar kira-kira korek api mengandung 36 2 mg
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
levonogesterel. Kapsul pembungkus yang digunakan pada norplant
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
adalah polydimethylsiloxane silastic yang diproduksi oleh Dow
Corning Midland Michigan USA. Kapsul silatik seperti ini adalah
bahan yang sama yang telah banyak dipakai untuk pemasangan
implant pada manusia sejak tahun 1950.
2) Implanon
Implanon adalah suatu alat kontrasepsi hormonal jangka panjang
yang dapat melindungi pemakai selama 3 tahun. Terdiri dari satu
batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40 mm dan diameter 2
mm yang diisi dengan 68 mg 3-ketodesogestrel.

3) Jadena dan Indoplant


Jadena dan indoplant adalah suatu alat kontrasepsi hormonal
yang melindungi pemakai selama 3 tahun. Jadena dan indoplant ini
terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg levonogestrel.
d. Indikasi dan kontra indikasi KB implant
1) Indikasi metode KB implant
Setiap ibu yang sehat dan tidak ingin hamil dalam waktu 1-5 tahun
2) Kontra indikasi metode KB implant
Kehamilan atau diduga hamil
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
Perdarahan traktus genetalia yang tidak diketahui penyebabnya
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
Trombofeblitis aktif atau penyulit trombo emboli
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
Penyakit hati akut

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com

Tumor hati jinak atau ganas

Karsinoma payudara atau tersangka karsinoma payudara

Tumor atau neoplasma ginekologik

Penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes mellitus

(Hanafi Hartanto, 2002).


e. Keuntungan dan Kerugian KB Implant
1) Keuntungan Metode KB Implant yaitu :
a) Efektivitas tinggi
b) Setelah dipasang tidak melakukan apa-apa lagi sampai saat
pengeluaran implantnya

c) Sistem 6 kapsul memberikan perlindungan selama 5 tahun


d) Tidak mengandung estrogen, sehingga tidak mengandung efek
samping yang disebabkan oleh estrogen
e) Efek

kontrasepsinya

segera

berakhir

setelah

implantnya

dikeluarkan.

2) Kerugian Metode KB implant


a) Insersi dan pengeluaran harus dilakukan oleh petugas yang terlatih
b) Petugas medis memerlukan latihan dan praktek untuk insersi dan

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
pengangkatan implant
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
c) Lebih mahal
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
d) Sering timbul perubahan pola haid
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
e) Akseptor tidak dapat menentukan implant sekehendak sendiri
f) Implant kadang-kadang bisa terlihat oleh orang lain
(Hanafi Hartanto, 2002)

f. Waktu Pemasangan KB Implant


Waktu terbaik untuk insersi atau pemasangan KB implant adalah
pada saat haid atau jangan melebihi 5-7 hari setelah haid.

g. Efek samping KB implant


1) Pengertian efek samping
Efek samping adalah suatu kelainan yang terjadi akibat suatu
pemakaian alat kontrasepsi atau obat kontrasepsi. Jadi yang dimaksud
dengan efek samping KB implant adalah semua kelainan yang terjadi
akibat pemakaian alat kontrasepsi KB implant (Sarwono, 1999).
2) Bentuk Efek Samping KB implant
Efek samping yang paling sering ditimbulkan adalah gangguan
menstruasi atau perubahan pola haid, terutama selama 3-6 bulan
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
pertama dari pemakaian yang terjadi kira-kira 60% akseptor dalam
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
tahun pertama setelah insersi (Rustam Mochtar, 2000).
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
Yang paling sering terjadi karena efek samping KB implant ini adalah:
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
a) Bertambahan hari-hari perdarahan dalam 1 siklus.
b) Perdarahan bercak (spotting)
c) Berkurangnya panjang siklus haid
d) Amenore, meskipun lebih jarang terjadi dibandingkan perdarahan
lama atau perdarahan bercak.
Umumnya perubahan-perubahan haid tidak mempunyai efek
yang membahayakan akseptor, meskipun terjadi perdarahan lebih
sering dari pada biasanya. Volume darah yang hilang tetap tidak
berubah, perdarahan hebat jarang terjadi, dan efek samping lainnya

dari pemakaian implant ini adalah sedikit peningkatan berat badan (


Hanafi Hartanto, 2002).

h. Teknik Insersi/Pemasangan KB implant


Pemasangan dilakukan pada bagian dalam lengan atas atau lengan
bawah, kira-kira 6 8 cm di atas atau di bawah siku melalui insersi
tunggal, dalam bentuk kipas dan dimasukkan tepat di bawah kulit (Dr.
Hanafi Hartanto, 2002). Menurut Manuaba (1998) prinsip pemasangan
susuk KB adalah dipasang pada lengan kiri atau pemasangan seperti

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
kipas mekar dengan enam kapsul. Sebelum tehnik insersi KB implant
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
dilakukan maka harus dipersiapkan misalnya : kontrasepsi implant yang
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
terdiri dari enam kapsul silastik dengan panjang masing-masing 34 mm
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
dan lebar 2,4 mm serta lebih kurang 36 mg levonogestrel.
1) Sabun antiseptik
2) Kasa steril
3) Cairan antiseptik
4) Anastesi lokal
5) Kain steril
6) Sebuah trokar
7) Sepasang sarung tangan steril
8) Satu set kapsul implant (6 buah)
9) Sebuah skalpel dengan ujung yang tajam

Teknik pemasangan implant yaitu :


1) Cuci daerah insersi, lakukan tindakan antiseptic dan tutup sekitar daerah
insersi dengan kain teril.
2) Lakukan anastesi lokal (lidocain 1%) pada daerah insersi, mula-mula
lakukan suntikan anastesi pada daerah insisi, kemudian anastesi diperluas
sampai keenam atau dua daerah sepanjang 4 4,4 cm
3) Daerah pisau scapel dibuat insisi 2 mm sejajar dengan lengkung siku.
4) Masukan ujung trokar melalui insisi, terdapat dua garis tanda batas pada
trokar, satu dekat ujung trokar, lainnya dekat pangkal trokar. Dengan
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
perlahan-lahan trokar dimasukkan sampai mencapai garis batas dekat
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
pangkal trokar, kurang lebih 4-4,5 cm. trokar dimasukkan sambil
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
melakukan tekanan di atas dan tanpa merubah sudut pemasukan.
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
5) Masukan implant ke dalam trokarnya. Dengan batang pendorong implant
di dorong perlahan-lahan ke ujung trokar sampai terasa adanya tahanan,
dengan batang pendorong tetap stasioner, trocar perlahan-lahan ditarik
kembali sampai garis batas dekat ujung trokar terlihat pada insisi dan
terasa implantnya meloncat keluar dari trokarnya. Jangan dikeluarkan
trokarnya, raba lengan dengan jari untuk memastikan implant sudah
berada pada tempatnya dengan baik.
6) Ubah arah trokar sehingga implant berikutnya berada 150 dari implant
sebelumnya. Letakkan jari tangan pada implant sebelumnya. Masukan
kembali trokar sepanjang pinggir jari tengah sampai ke garis batas dekat

pangkal trokar. Masukan implant ke dalam trokar, selanjutnya sampai


pada butir kelima, ulangi lagi prosedur tersebut sampai semua implant
telah terpasang.
7) Setelah semua implant terpasang lakukan penekanan pada tempat luka
insisi dengan kasa steril untuk mengurangi perdarahan lalu kedua pinggir
insisi ditekan sampai berdekatan dan ditutup dengan plaster.
8) Luka insisi ditutup dengan kering, lalu lengan dibalut dengan kasa steril
untuk mencegah perdarahan. Daerah insisi dibiarkan kering dan tetap
bersih selama tiga hari.

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
a. Teknik Pencabutan KB Implant
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
Alat yang diperlukan sama dengan alat insersi, hanya ditambah dengan
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
dua pasang forceps, satu model lurus dan satu model bengkok. Teknik
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
pencabutan KB implant yaitu:

1) Tentukan lokasi insisi yang mempunyai jarak sama dari ujung bawah
semua kapsul (dekat siku) kira-kira 5 mm dari ujung bawah kapsul. Bila
jarak tersebut sama, maka insisi dibuat pada tepat insisi waktu
pemasangan. Sebelum menentukan lokasi pastikan tidak ada ujung kapsul
yang berada di bawah insisi lama (hal ini mencegah terpotongnya kapsul
pada saat insisi).
2) Pada lokasi yang sudah dipilih, buat insisi melintang yang kecil lebih
kurang 4 mm dengan menggunakan scalpel, jangan membuat insisi yang
besar.

3) Mulai dengan mencabut kapsul yang mudah diraba dari luar atau yang
terdekat tempat insisi.
4) Dorong ujung kapsul ke arah insisi dengan jari tangan sampai ujung kapsul
tampak pada luka insisi. Masukan klem lengkung (mosquito atau crile)
dengan kelengkungan jepitan mengarah ke atas, kemudian jepit ujung
kapsul dengan klem tersebut.
5) Masukan klem lengkung melalui luka insisi dengan lingkungan jepitan
mengarah ke kulit teruskan sampai berada di bawah ujung kapsul dekat
siku. Buka dan tutup jepitan klem untuk memotong secara tumpul jaringan
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
parut yang mengelilinginya.
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
6) Dorong ujung kapsul pertama sedekat mungkin pada luka insisi, sambil
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
menekan (fiksasi) kapsul dengan jari telunjuk dan jari tengah. Masukan
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
lagi klem lengkung (lingkungan jepit mengarah ke kulit) sampai berada di
bawah ujung kapsul di dekat ujungnya (5-10 mm) dan secara hati-hati tarik
keluar melalui luka insisi.
7) Bersihkan dan buka jaringan ikat yang mengelilingi kapsul dengan cara
menggosok-gosok dengan kain steril untuk memaparkan ujung bawah
kapsul. Cara lain bila jaringan ikat tidak bisa dibuka dengan cara
menggosok-gosok pakai kain steril, dapat dengan menggunakan skapel
secara ber hati-hati. Untuk mencegah terpotongnya kapsul, gunakan sisi
yang tidak tajam dari skapel waktu membersihkan jaringan ikat yang
mengelilingi kapsul.

8) Jepit kapsul yang sudah terpapar dengan menggunakan klem kedua , lepas
klem pertama, dan cabut kapsul secara perlahan, dan hati-hati dengan klem
kedua. Kapsul akan mudah dicabut karena jaringan ikat yang
mengelilinginya tidak melekat pada kawat silikon. Bila kapsul sulit dicabut
pisahkan secara hati-hati sisa jaringan ikat yang melekat pada kapsul
dengan menggunakan kasa dan skapel.
9) Pilih kapsul berikutnya yang tampak paling mudah dicabut, gunakan
tehnik yang sama untuk mencabut kapsul berikutnya. Sebelum mengakhiri
tindakan, hitung untuk memastikan keenam kapsul sudah dicabut,
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
tunjukkan keenam kapsul kepada klien, hal ini sangat penting untuk
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
menyakinkan klien.
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Metode pencabutan KB implant tehnik U :
Klem yang dipakai mencabut kapsul pada teknik "U", merupakan
modifikasi klem yang digunakan untuk vasektomi tanpa pisau dengan diameter
ujung klem diperkecil dari 3,5 menjadi 2,2 mm. (Gambar 1)

Gambar 1. Klem pemegang implant Norplant

Untuk menggunakan teknik ini, raba tempat pencabutan secara hati-hati


untuk menentukan dan menandai kapsul. Selanjutnya cuci tangan dan pakai
sarung tangan steril atau DTT. Usap lengan dengan larutan antiseptik dan
suntikkan obat anestesi lokal seperti yang telah diuraikan sebelumnya (Persiapan
dan Tindakan sebelum pencabutan).
a. Tentukan lokasi insisi pada kulit di antara kapsul 3 dan 4 lebih kurang 5 mm
dari ujung kapsul dekat siku.

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
Gambar 2. Lokasi insisi pada tehnik U
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
b. Buat insisi kecil (4 mm) memanjang sejajar di antara sumbu panjang kapsul
dengan menggunakan skalpel.
c. Masukkan ujung klem pemegang implant Norplant secara hati-hati melalui
luka insisi. (Dengan teknik ini tidak perlu memisahkan jaringan secara
tumpul seperti pada metode standar).
d. Fiksasi kapsul yang letaknya paling dekat luka insisi dengan jari telunjuk
sejajar panjang kapsul.

Gambar 3. Memfiksasi kapsul


e. Masukkan klem lebih dalam sampai ujungnya menyentuh kapsul, buka klem
dan jepit kapsul dengan sudut yang tepat pada sumbu panjang kapsul lebih
kurang 5 mm di atas ujung bawah kapsul (Gambar 20-39). Setelah kapsul
terjepit, tarik ke arah insisi (1) dan balikkan pegangan klem 180 ke arah
bahu klien (2) untuk memaparkan ujung bawah kapsul.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Gambar 4. Menjepit kapsul dan membalik klem
f. Bersihkan

kapsul

dari

jaringan

ikat

yang

mengelilinginya

dengan

menggosok-gosok menggunakan kasa steril untuk memaparkan ujung bawah


kapsul sehingga mudah dicabut (Gambar 20-32). Bila tidak bisa dengan kasa,
boleh menggunakan scalpel.
g. Gunakan klem lengkung (Mosquito atau Crile) untuk menjepit kapsul yang
sudah terpapar. Lepaskan klem pemegang Norplant dan cabut kapsul dengan
pelan-pelan dan hati-hati (Gambar 20-35). Taruh kapsul yang telah dicabut
dalam mangkok kecil yang berisi klorin 0,5% untuk dekontaminasi sebelum
dibuang.

Kapsul akan keluar dengan mudah karena jaringan ikat tidak melekat pada
kapsul. Bila kapsul tidak bisa ke luar dengan mudah, bersihkan kembali
jaringan ikat yang mengelilinginya dengan menggosok-gosok pakai kasa atau
sisi yang tidak tajam dari scalpel.
h. Pencabutan kapsul berikutnya adalah yang tampak paling mudah dicabut.
Gunakan teknik yang sama untuk mencabut kapsul berikutnya.

Metode pencabutan KB implant tehnik Pop Out (Darney, Klaise, dan


Walker):

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
Cara ini merupakan teknik pilihan bila memungkinkan karena tidak traumatis,
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
sekalipun tidak terlalu muda untuk mengerjakannya.
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
a. Raba ujung-ujung kapsul di daerah dekat siku untuk memilih salah satu kapsul
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
yang lokasinya terletak di tengah-tengah dan mempunyai jarak yang sama
dengan ujung kapsul lainnya. Dorong ujung bagian atas kapsul (dekat bahu
klien) yang telah dipilih tadi dengan menggunakan jari. Pada saat ujung bagian
bawah kapsul (dekat siku) tampak jelas di bawah kulit, buat insisi kecil (2 - 3
mm) di atas ujung kapsul dengan menggunakan skalpel.

Gambar 5. Membuat Insisi

b. Lakukan penekanan dengan menggunakan ibu jari dan jari tangan lainnya pada
ujung bagian bawah kapsul untuk membuat ujung kapsul tersebut tepat berada
di bawah tempat insisi.

Gambar 6. Menempatkan posisi ujung bawah kapsul berada di bawah insisi


c. Masukkan ujung tajam skapel ke dalam luka insisi sampai terasa menyentuh
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
ujung kapsul. Bila perlu, potong jaringan ikat yang mengelilingi ujung kapsul
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
sambil tetap memegang kapsul dengan ibu jari dan jari telunjuk.
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com

Gambar 7. Memotong jaringan ikat


d. Tekan jaringan ikat yang sudah terpotong tadi dengan kedua ibu jari sehingga
ujung bawah kapsul terpapar keluar.

Gambar 8. Memaparkan ujung bawah kapsul

e. Tekan sedikit ujung atas kapsul (dekat bahu) sehingga kapsul muncul
(pop out) pada luka insisi dan dengan mudah dapat dipegang dan
dicabut.

Gambar 9. Memunculkan kapsul (popping out)

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
7. Faktor Yang Mempengaruhi Minat Ibu Terhadap KB Implant
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
a. Tingkat Pendidikan
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
1) Pengertian Pendidikan
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Menurut Sukijo Notoadmodjo (1997), Pendidikan adalah suatu
kemahiran menyerap pengetahuan. Sesuai dengan meningkatnya
pendidikan seseorang, kemampuan ini sangat berhubungan erat dengan
sikap seseorang pengetahuan seseorang terhadap pengetahuan yang
diserapnya, sedangkan menurut Kamus Besar bahasa Indonesia,
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang
atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui
upaya pengajaran dan pelatihan, proses, pembuatan dan cara mendidik.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah proses perubahan dan

peningkatan pengetahuan, pola pengetahuan, pola fikir dan perilaku


masyarakat menuju terbentuknya kepribadian yang utama.
2) Tujuan Pendidikan
Adapun tujuan pendidikan menurut Sukijo Notoadmodjo (1997),
adalah suatu upaya untuk menanamkan pengetahuan/pengertian,
pendapat dan konsep-konsep, mengubah sikap dan persepsi serta
menanamkan tingkah laku/kebiasaan yang baru.
3) Sasaran Pendidikan
Sasaran pendidikan merupakan objek dari pendidikan melalui
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
upaya pengajaran dan pelatihan, proses, pembuatan dan cara mendidik.
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
4) Tingkat Pendidikan
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
Dalam sistem pendidikan nasional mulai tahun 1992 dicanangkan
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
wajib belajar 9 tahun untuk sekolah dasar dan lanjutan tingkat pertama
(Depdikbud, 1992), kemudian ditetapkan jenjang pendidikan formal
yaitu:
a) Sekolah Dasar (SD/MI) dan pendidikan yang sederajat.
b) Sekolah lanjutan Tingkat pertama (SLTP) dan pendidikan yang
sederajat.
c) Sekolah Menengah Umum (SMU/MA) dan pendidikan yang
sederajat
d) Perguruan Tinggi

b. Tingkat Pengetahuan
Menurut

Soekidjo Notoatmodjo (1997) Pengetahuan adalah hasil

dari tahu, dan terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu
objek tertentu. Penginderaan itu terjadi melalui panca indera manusia
yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba.
Sebagian besar penginderaan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
Pengetahuan kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam
membentuk tindakan seseorang (overt behavior). Penelitian Rogers (1974)
yang dikutip oleh Notoadmodjo (1997) menyimpulkan bahwa perubahan
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
perilaku tidak selalu melewati 5 tahap yaitu awarenest (kesadaran), interest
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
(tertarik pada stimulus), evaluation (mengevaluasi atau menimbang baik
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
tidaknya stimulus) dan trial (mencoba) serta adoption (subjek telah
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
berprilaku baru). Apabila penerimaan perilaku baru atau adopsi perilaku
didasari oleh pengetahuan, kesadaran dan sikap positif, maka perilaku
tersebut akan bersifat langgeng (long lasting). Sebaliknya apabila perilaku
tidak didasari oleh pengetahuan, dan kesadaran maka tidak akan
berlangsung lama.
Menurut Soekidjo Notoadmodjo, pengetahuan dibagi menjadi enam
tingkatan yang tercakup dalam domain kognitif yaitu :
1) Tahu (know)
Dapat diartikan sebagai mengingat materi yang telah dipelajari
sebelumnya termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah

mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan


yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Tahu (know) ini
merupakan tingkatan pengetahuan yang paling rendah.
2) Memahami (comprehension)
Memahami

diartikan

sebagai

suatu

kemampuan

untuk

menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat


menginterprestasikan materi tersebut secara benar. Seseorang yang
telah faham terhadap objek atau materi tersebut harus dapat
menyimpulkan dan menyebutkan contoh, menjelaskan, meramalkan,
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari.
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
3) Aplikasi (application)
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi real (sebenarnya).
Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan
hukum-hukum, rumus-rumus dan metode, prinsip dan sebagainya
dalam konteks atau situasi yang lain.
4) Analisis (analysis)
Arti dari analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan
materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih di
dalam struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain.
Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja

seperti menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan,


mengelompokkan dan sebagainya.
5) Sintesis (synthesis)
Sintesis

menunjukan

kepada

suatu

kemampuan

untuk

meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian kepada suatu bentuk


keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis itu adalah
kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi
yang ada, misalnya dapat menyusun, dapat merencanakan, dapat
meringkas, dapat menyesuaikan, dan sebagainya terhadap suatu teori
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
atau rumusan-rumusan yang telah ada.
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
6) Evaluasi (evaluation)
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaianpenilaian ini didasarkan pada suatu criteria yang ditentukan sendiri atau
menggunakan

kriteria-kriteria

yang

telah

ada

misalnya

dapat

membandingkan antara anak yang cukup gizi dengan anak yang


kekurangan gizi, dapat menanggapi terjadinya diare di suatu tempat,
dapat menafsirkan sebab-sebab ibu-ibu tidak mau ikut KB dan
sebagainya.

c. Pengertian Ekonomi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ekonomi adalah
ilmu mengenai azas-azas produksi, distribusi dan pemakaian barang-barang
serta kekayaan, pemanfaatan uang, tenaga, waktu dan sebagainya yang
berharga, cakupan urusan keuangan rumah tangga (organisasi negara).
Persoalan yang bersifat ekonomi dalam kehidupan sehari-hari yang
dihadapi seseorang dalam suatu masyarakat biasanya adalah persoalan
dalam pemenuhan kebutuhan hidup.
Penggolongan masyarakat dalam stratifikasi berdasarkan status sosial
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
ekonomi dibedakan dalam tiga tingkatan yaitu :
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
1) Tingkat atas (Upper Class)
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
Yang menduduki upper class (tingkat atas) adalah mereka yang
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
pada umumnya mempunyai pendapatan yang tinggi dan juga mereka
yang memiliki barang berharga seperti uang, tanah, emas, mobil, dan
sebagainya. Biasanya pekerjaan mereka seperti wiraswasta, banker,
manager dan sebagainya.
2) Tingkat menengah (Middle Class)
Yang menduduki middle Class (tingkat menengah) adalah
mereka yang pada umumnya mempunyai pendapatan cukup untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi kepemilikan barang-barang
berharga terbatas seperti tabungan. Pekerjaan mereka pada umumnya
pegawai negeri, pedagang dan sebagainya.

3) Tingkat bawah (Lower Class)


Yang menduduki lower class (tingkatan bawah) adalah mereka
yang pada umumnya mempunyai pendapatan yang rendah dan tidak
tetap karena pekerjaan mereka pun tidak tetap. Biasanya pekerjaan
mereka seperti buruh, pedagang dan sebagainya.
Ekonomi yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah
menyangkut pendapatan keluarga dan menurut Susenas BPS (2000) di
klasifikasikan sebagai berikut:
a) Ekonomi tinggi bila penghasilan rata-rata keluarga perbulan >
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
700.000,http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
b) Ekonomi sedang bila penghasilan keluarga rata-rata perbulan Rp.
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
350.000,- Rp. 699.000,http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
c) Ekonomi rendah jika penghasilan keluarga perbulan < 325.000,-

d. Sikap
Menurut Soekidjo Notoadmodjo (1997), Sikap merupakan reaksi atau
respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulus atau objek.
Sikap secara nyata menunjukan konotasi adanya kesesuaian reaksi
terhadap stimulus tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Merupakan reaksi
yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial. Menurut Newcomb, salah
seorang ahli psikologis sosial menyatakan bahwa sikap ini merupakan

pelaksanaan motif tertentu, sikap ini merupakan suatu tindakan atau


aktivitas akan tetapi merupakan predisposisi tindakan suatu perilaku.
Allport (1954) yang dikutip oleh Soekidjo Notoadmodjo (1997)
menjelaskan bahwa sikap IBI mempunyai tiga komponen pokok yaitu :
1) Kepercayaan (keyakinan) ide dan konsep terhadap suatu objek.
2) Kehidupan emosional atau evaluasi konsep terhadap suatu objek
3) Kecenderungan untuk bertindak (trend to behave)
Ketiga komponen ini secara bersama-sama membentuk sikap yang
utuh (total attitude) dalam penentuan sikap yang utuh ini, pengetahuan,
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
pikiran dan keyakinan dan emosi sangat memegang peranan penting sebagai
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
contoh misalnya seorang ibu mendengar tentang penyakit polio
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
(penyebabnya, akibatnya, pencegahannya dan sebagainya) pengetahuan ini

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
akan membawa ibu untuk berfikir dan berusaha supaya anaknya tidak
terkena polio.

Dalam berfikir ini komponen emosi dam keyakinan ibu

bekerja sehingga ibu tersebut berniat mengimunisasikan anaknya, untuk


mencegah supaya anaknya tidak terkena polio.

Seperti halnya dalam

pengetahuan, sikap terdiri dari berbagai tingkatan yaitu :


1) Menerima (receiving)
Menerima diartikan bahwa orang (subjek) mau dan memperhatikan
stimulus yang diberikan (objek).

2) Merespon (responding)
Memberi jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan
tugas yang diberikan.
3) Menghargai (valuing)
Mengajak orang untuk mengerjakan /mendiskusikan suatu masalah.
4) Bertanggung jawab (responsible)
Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dipilihnya dengan segala
resiko.
Telah diuraikan di atas bahwa sikap adalah penilaian (bisa berupa

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
pendapat) seseorang terhadap stimulus atau objek. Setelah seseorang
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
mengetahui stimulus atau objek tersebut, proses selanjutnya akan menilai
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
atau bersikap terhadap stimulus objek tersebut.
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Pada variabel sikap ini peneliti menggunakan skala linkert sebagai
alat ukur variabel. Pada skala linkert disediakan lima alternatif jawaban, dan
setiap jawaban sudah tersedia nilainya. Dalam skala linkert item ada yang
bersifat favorable (positif) terhadap masalah yang diteliti, sebaliknya, ada
juga yang bersifat unfavorable (negatif) terhadap masalah yang diteliti.
Alternatif yang positif terhadap masalah penelitian :
Sangat setuju

skore 5

Setuju

skore 4

Entahlah

skore 3

Tidak setuju

skore 2

Sangat tidak setuju

skore 1

Alternatif penelitian terhadap item yang negatif terhadap permasalahan


penelitian :

Sangat setuju

skore 1

Setuju

skore 2

Entahlah

skore 3

Tidak setuju

skore 4

Sangat tidak setuju

skore 5

Untuk penelitian yang netral yakni angka 3 boleh dihilangkan, sehingga


jenjang menjadi empat (Ircham Machfoedz. dkk, 2005)

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
B. Kerangka Konsep
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian yang dilakukan
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
(Soekidjo Notoadmodjo, 1997). Karena keterbatasan kemampuan dan waktu
penelitian maka tidak semua variabel dikemukakan dalam penelitian ini. Peneliti
hanya meneliti beberapa variabel yaitu:
1.

Tingkat pendidikan ibu terhadap pemakaian KB implant di Desa Bangun Rejo

2.

Tingkat pengetahuan ibu terhadap pemakaian KB implant di Desa Bangun Rejo

3.

Tingkat pendapatan keluarga terhadap pemakaian KB implant di Desa Bangun


Rejo

4.

Sikap ibu terhadap pemakaian KB implant di Desa Bangun Rejo

Tingkat Pendidikan

Tingkat Pengetahuan
Minat ibu terhadap
pemakaian Implant
Tingkat Pendapatan Keluarga

Sikap
Gambar 1. Kerangka Konsep Penelitian
C. Definisi Operasional Variabel
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
No.

Cara
Ukur

Variabel

Definisi Operasional

Pendidikan

Tingkat pendidikan
adalah suatu jenjang
formal diikuti/diperoleh
dalam pendidikan
terakhir ibu dan
mendapatkan ijazah

Angket

Pengetahuan adalah
hasil dari tahu dan
terjadi setelah melakukan penginderaan
terhadap suatu objek
tertentu , ada 6 tingkatan
yaitu :
a. Tahu (know)
b. Memahami
(comprehension)
c. Aplikasi (application)
d. Analisis (analysis)
e. Sintesis ( syntesis)
f. Evaluasi (evaluation)

Angket

Alat
Ukur

Hasil Ukur

Kuisioner Pendidikan dalam


penelitian ini
dikelompok-kan
mulai dari :
a. SD/sederajat
b. SMP/sederajat
c. SMA/sederajat
d. PT/sederajat
Kuisioner Setelah dilakukan
penskoran untuk
masing-masing
pertanyaan:
a. Kurang
( < skore rata-rata)
b. Baik
( > skore rata-rata)

Skala
Ukur

Ordinal

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com

Pengetahuan

Ordinal

Pendapatan
keluarga

Sikap

Tingkat pendapatan
Angket
keluarga adalah
penghasilan perkapita
keluarga perbulan,
dikategorikan sebagai
berikut :
a. tinggi apabila lebih
dari Rp. 700.000,b. sedang apabila antar
Rp. 325.000,- sampai
Rp. 699.000,c. rendah apabila kurang
dari Rp. 325.000,Sikap ibu adalah
Angket
pendapat ibu atas
pertanyaan yang akan
disetujui atau tidak yang
mencakup aspek kognitif,
afektif dan konatif
terhadap KB implant.
Dikelompokkan dalam 2
kategori yaitu : Sikap
positif (menerima) dan
sikap negatif (menolak)

Kuisioner a. Rendah ( < Rp.


325.000,- )
b. Sedang (antara
Rp. 325.000,sampai dengan
Rp. 699.000,c. Tinggi ( > Rp.
700.000,-

Ordinal

Kuisioner Dilakukan penilaian


berdasarkan skala
linkert, dengan
kriteria :
a. STS (sangat tidak
setuju) bernilai 1
b. TS (Tidak setuju)
bernilai 2
c. S (setuju) bernilai
3
d. SS (sangat setuju)
bernilai 4

Nominal

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com

BAB III
METODE PENELITIAN

A.

Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mengetahui faktor-faktor

yang mempengaruhi minat ibu terhadap pemakaian KB implant di Desa .............


Kecamatan ............. ............. Tahun 2011. Adapun variabel yang akan diteliti dalam
penelitian ini adalah variabel tingkat pendidikan, variabel tingkat pengetahuan,
variabel tingkat pendapatan keluarga, dan variabel sikap ibu..

Akan dilakukan

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
observasi secara bersamaan pada tiap-tiap variabel tersebut.
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
B. Populasi dan Sampel
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
1. Populasi
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Menurut Sugiyono (1999), populasi adalah wilayah generalisasi yang

terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik


tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya. Populasi bukan hanya orang, tetapi juga benda-benda alam
yang lain.
Menurut pendapat Soekidjo Notoadmodjo (2002), populasi adalah
keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti. Dari dua pendapat ini
maka penulis menarik kesimpulan populasi adalah suatu subjek/objek yang
akan diteliti. Adapun yang menjadi populasi adalah seluruh PUS yang ada

di Desa ............. Kecamatan ............. ............. Tahun 2011. Dengan jumlah


populasi sebanyak 810 PUS.

2. Sampel
Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang
diteliti yang dianggap mewakili seluruh populasi (Soekidjo Notoadmodjo,
2002). Sedangkan menurut Sugiyono (1999), sampel adalah sebagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi
besar dan tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi
misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Kesimpulannya akan
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
harus betul-betul representative (mewakili).
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Dalam penelitian ini tehnik sampling yang digunakan adalah tehnik

sampling jenuh yaitu tehnik sampling jika semua anggota populasi


digunakan sebagai sampel (Sugiono, 1999).

Jumlah populasi yang ada

adalah sebanyak 810 responden dan penulis hanya mengambil 10% dari
jumlah populasi yang ada yaitu 81 responden.

C.

Pengumpulan Data
Data untuk masing-masing variabel meliputi variabel tingkat pendidikan,

variabel tingkat pengetahuan, variabel tingkat pendapatan keluarga, dan variabel

sikap ibu. yang dikumpulkan dengan menggunakan angket. Agar data yang diperoleh
akurat maka angket dibagikan secara langsung dan pengisiannya diawasi oleh
peneliti.
1) Tahap persiapan
Menentukan sasaran dan populasi serta menetapkan sampel, membuat
daftar pertanyaan, memperbanyak lembar kuisioner dan menentukan waktu
pengumpulan.

2) Tahap pelaksanaan

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
Pengumpulan data dengan menggunakan tehnik angket dan kuisioner
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
dengan jumlah personil yang terlibat dalam pengumpulan data.
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
3) Tahap Pelaporan
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Sesuai dengan jadwal penelitian yang telah ditentukan oleh Akademi
Kebidanan ............. ......., maka persiapan pembuatan laporan yaitu bulan
November 2010-Februari 2011.

D.

Alat Pengukuran dan Cara Pengamatan Variabel


1. Untuk variabel tingkat pendidikan
Alat ukur yang digunakan adalah angket yang disusun dalam satu
pertanyaan dan pertanyaan tersebut mempunyai empat alternatif jawaban
yang harus dijawab oleh responden. Hasilnya dikelompokkan menjadi :

a. SD/sederajat
b. SLTP/sederajat
c. SLTA/sederajat
d. PT/sederajat
Skala pengukuran yang digunakan untuk variabel tingkat pendidikan ini
adalah skala ordinal.

2. Untuk variabel tingkat pengetahuan


Alat ukur yang digunakan adalah angket yang ditujukan kepada para

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
responden. Pada variabel tingkat pengetahuan ini setiap item pertanyaan
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
terdapat dua alternatif jawaban yaitu baik dan kurang. Bila jawaban
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
responden benar maka diberikan skor 1 dan bila jawaban responden salah
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
maka diberikan skor 0. Adapun pertanyan-pertanyaan dalam kuisioner ini
adalah :
a. Pengertian kontrasepsi implant
b. Mekanisme KB implant
c. Jenis KB implant
d. Keuntungan dan Kerugian KB implant
e. Indikasi dan kontra indikasi
f. Waktu pemasangan KB implant
g. Efek samping KB implant

3. Untuk variabel tingkat pendapatan keluarga


Alat ukur yang digunakan adalah angket yang diberikan kepada
responden yang terdiri dari satu pertanyaan dan pertanyaan ini mempunyai
tiga alternatif jawaban. Hasil pertanyaan responden ini dikelompokkan
menjadi :
a. Tinggi apabila penghasilan keluarga lebih dari Rp. 700.000,b. Sedang apabila penghasilan keluarga antara Rp. 325.000,- Rp.
699.000,c. Rendah apabila penghasilan keluarga kurang dari Rp. 325.000,http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
Skala pengukuran yang digunakan untuk variabel tingkat pendapatan
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
keluarga ini adalah skala nominal.
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
4. Untuk variabel sikap ibu
Alat ukur yang digunakan adalah angket yang terdiri dari beberapa
pertanyaan dimana setiap item pertanyaan terdapat empat alternatif
jawaban yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju.
Untuk jawaban sangat setuju mendapat skor nilai 4, jawaban setuju skor
nilainya 3, jawaban tidak setuju skor nilai 2, dan jawaban sangat tidak
setuju nilainya 1. Skala pengukuran untuk variabel sikap ini digunakan
skala nominal.

E.

Tehnik dan Analisis Data


Analisis yang dilakukan adalah univariat, yaitu analisis yang dilakukan pada

tiap tabel dari hasil penelitian dan pada umumnya dalam analisis ini dapat
menghasilkan distribusi dan presentase dari tiap variabel. Analisis ini dimaksudkan
untuk mengetahui distribusi dari variabel-variabel yang diamati sehingga dapat
mengetahui gambaran tiap variabel.
Pengolahan dan analisa untuk variabel tingkat pengetahuan digunakan rumus:

x
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
x
n
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
Keterangan :
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
x
: Mean (rata-rata)
1

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com

: Epsilon (baca jumlah)


x1

: Nilai x1 sampai ke-n

: jumlah individu

(Sugiono, 2005)
Sedangkan penetapan kategori penilaian sebagai berikut:
1. Baik apabila skor responden di atas rata-rata
2. Kurang apabila skor responden di bawah rata-rata
Pengolahan dan analisis data untuk variabel sikap, terlebih dahulu di cari nilai
rata-rata (mean) kemudian di cari simpangan baku (SD), lalu di cari skor T. Untuk
mencari skor T di gunakan rumus:

xx

T = 50 + 10

SD

Keterangan :
x

= Skor individual yang diperoleh totalnya pada skala sikap.

= Mean skor kelompok.

SD

= Standar deviasi

(Arikunto, 2002)
Untuk analisa ditetapkan kriteria sebagai berikut:

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
1. Kriteria positif, yaitu bila skor T sama dengan nilai median
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
2. Kriteria negatif, yaitu bila skor T dibawah nilai median
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
Analisis univariat untuk menghitung distribusi frekuensi pada semua variabel
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
digunakan rumus:
P=

f
x100%
N

Keterangan :
P

: Persentase

: Jumlah jawaban

: jumlah subjek

(Eko Budiarto, 2002)

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.

Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Daerah Penelitian
Penulis melakukan penelitian di Desa ............. Kecamatan .............
Kabupaten ..............
a. Gambaran Geografis

Desa ............. meliputi areal seluas 7087 Ha. adapun secara


http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
administratif batas wilayah desa ............. ini mempunyai batas-batas
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
sebagai berikut:
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
1) Sebelah barat berbatasan dengan

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
2) Sebelah utara berbatasan dengan

3) Sebelah selatan berbatasan dengan


4) Sebelah timur berbatasan dengan

b. Gambaran Demografi Penduduk


PUS yang terdapat di desa ............. kecamatan kabupaten .............
sebanyak 810 jiwa dan jumlah pengguna KB pada tahun 2011 sebanyak
491 jiwa.

Tabel 4.1 Distribusi Akseptor KB di desa ............. Kecamatan .............


Kabupaten ............. tahun 2011
No. Jenis KB
Ds.I
Ds.II
Ds.III
Ds.IV
Ds.V
Jumlah
1

Pil

31

32

39

48

156

Suntik

63

61

61

76

65

326

Implant

MOW

MOP

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
Dalam bab ini akan disajikan data hasil penelitian yang telah diperoleh dan
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
dibahas. Masing-masing komponen yang telah di teliti dalam bentuk tabel
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
dan narasi. Penulis melakukan penelitian di desa ............. kecamatan
2. Hasil Penelitian

http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
............. tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ibu terhadap pemakaian
kontrasepsi implant. Adapun populasi yang akan penulis teliti yaitu
sebanyak 81 responden.

a. Pendidikan
Tabel 4.2 Distribusi frekuensi PUS berdasarkan tingkat pendidikan.
No.

Tingkat Pendidikan

Frekuensi

Presentasi (%)

SD

19

23,46

SMP

30

37,04

SMU

25

30,86

PT (Perguruan Tinggi)

8,64

81

100

Total

Berdasarkan data pada tabel diatas maka dapat digambarkan distribusi


frekuensi PUS berdasarkan tingkat pendidikan di desa .............
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
kecamatan ............. dengan diagram pie di bawah ini.
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
Gambar 4.1 Diagram Distribusi frekuensi PUS berdasarkan tingkat
pendidikan
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com

8.64%

23.46%

30.86%

SD
SMP
SMU

37.04%

PT

Dari diagram diatas dapat diketahui bahwa pendidikan terbanyak PUS


desa ............. kecamatan ............. Kabupaten ............. adalah SMP,
sebanyak 30 orang (37,04%).

b. Pengetahuan
Pada penelitian ini hasil mengenai tingkat pengetahuan PUS tentang KB
implant diperoleh melalui kuisioner yang terdiri dari 8 pertanyaan yang
diberikan kepada 81 responden adalah:
Tabel 4.3 Distribusi frekuensi PUS berdasarkan tingkat pengetahuan
tentang KB implant.
No.

Tingkat Pengetahuan

Frekuensi

Presentasi (%)

Baik

71

87,65

Kurang

10

12,35

Total
81
100
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
Berdasarkan data pada tabel diatas maka dapat digambarkan distribusi
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
frekuensi PUS berdasarkan tingkat pengetahuan di desa .............
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
kecamatan ............. dengan diagram pie di bawah ini.
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Gambar 4.2 Diagram Distribusi frekuensi PUS berdasarkan tingkat
pengetahuan tentang KB implant
12.35%

Baik
Kurang

87.65%

Dari keseluruhan rata-rata tingkat pengetahuan PUS tentang KB implant


yang mempunyai tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 71 responden

(87,65%), dan mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang 10


responden (13,35%).
c. Pendapatan Keluarga
Tabel 4.4 Distribusi frekuensi PUS berdasarkan tingkat pendapatan
keluarga.
No.

Tingkat Pendapatan Keluarga

Frekuensi

Presentasi (%)

Tinggi (>Rp. 700.000)

18

22,22

Sedang (Rp. 325.000-Rp.699.000)

44

54,32

Rendah (< Rp. 325.000)

19

23,46

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
Berdasarkan data pada tabel diatas maka dapat digambarkan distribusi
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
frekuensi PUS berdasarkan tingkat pendapatan keluarga di desa .............
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
Total

81

100

kecamatan ............. dengan diagram pie di bawah ini


http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Gambar 4.3 Diagram Distribusi frekuensi PUS berdasarkan tingkat
pendapatan keluarga

22.22%

23.46%

Tinggi
Sedang
Rendah
54.32%

Dari diagram diatas dapat dilihat bahwa rata-rata PUS di desa .............
kecamatan ............. mempunyai pendapatan keluarga sedang antara Rp.
325.000-Rp. 699.000, sebanyak 44 responden (54,32%).

d. Sikap
Tabel 4.5 Distribusi frekuensi PUS berdasarkan sikap responden
terhadap KB implant.
No.
1

Tingkat Pendapatan Keluarga


Positif

Frekuensi

Presentasi (%)

28

34.57

2 Negatif
53
65,43
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
Total
81
100
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
Berdasarkan data pada tabel diatas maka dapat digambarkan distribusi
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
frekuensi PUS berdasarkan sikap responden terhadap KB implant di
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
desa ............. kecamatan ............. dengan diagram pie di bawah ini.

Gambar 4.4 Diagram Distribusi frekuensi PUS berdasarkan sikap


responden terhadap KB implant

34.57%
Positif
negatif
65.43%

Dari diagram diatas dapat dilihat bahwa sikap responden terhadap KB


implant desa ............. kecamatan ............. mempunyai sikap positif
terhadap KB implant sebanyak

28 responden (34,57%), dan yang

memiliki sikap negatif sebanyak 53 responden (65,43%).

B.

Pembahasan
1. Pendidikan
Tingkat pendidikan yaitu tingkat/jenjang pendidikan formal yang
ditempuh dan mendapatkan ijazah. Dari hasil penelitian yang telah

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
dilakukan ternyata tingkat pendidikan terbanyak yang dicapai oleh PUS di
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
desa ............. kecamatan ............. kabupaten ............. adalah tingkat
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
pendidikan SMP sebanyak 30 orang (37,04%), sedangkan SMU 25 orang
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
(30,86%), SD 19 orang (23,46%), dan yang menempuh sampai perguruan
tinggi sebanyak 7 orang (8,64%). Berdasarkan data tersebut pendidikan
merupakan suatu potensi untuk memanfaatkan pengetahuan dan bahan
informasi dari luar untuk mengerti dan memahami kualitas dari alat
kontrasepsi
menanamkan

yang dipakai.

Pendidikan

pengetahuan/pengertian,

adalah
pendapat

suatu upaya untuk


dan

konsep-konsep,

mengubah sikap dan persepsi serta menanamkan tingkah laku/kebiasaan


yang baru (Sukijo Notoadmodjo, 1997).

2. Pengetahuan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan untuk tingkat pengetahuan
Pasangan Usia Subur di desa ............. kecamatan ............. kabupaten
............. terdapat 71 orang (87,65%) yang mempunyai pengetahuan baik,
dan hanya 10 orang (22,35%) orang yang memiliki pengetahuan yang
kurang.
Menurut Soekidjo Notoatmodjo (1997) Pengetahuan adalah hasil dari
tahu, dan terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu
objek tertentu. Dengan bertambah banyaknya penyuluhan maka akan

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
bertambah pula pengetahuan tentang kesehatan masyarakat sehingga tingkat
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
kesadaran masyarakat tentang betapa pentingnya kesehatan dapat
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
meningkat. Seseorang yang mempunyai tingkat pengetahuan yang luas
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
khususnya tentang kesehatan maka seseorang itu akan cenderung dan
senantiasa meningkatkan kesehatan diri, keluarga serta lingkungannya.
3. Pendapatan Keluarga
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di desa .............
kecamatan ............. kabupaten ............. hampir keseluruhan responden
mempunyai penghasilan perbulan antara Rp. 325.000 Rp. 699.000
sebanyak 44 responden (54,32%) yang termasuk dalam tingkat ekonomi
sedang.
Kegiatan ekonomi merupakan suatu persoalan yang berhubungan erat
dengan daya upaya manusia memenuhi kebutuhan hidup di masyarakat.
Pendapatan

keluarga

juga

merupakan

suatu

alasan

yang

arus

dipertimbangkan seseorang dalam memanfaatkan fasilitas dan pelayanan


kesehatan.
4. Sikap
Dari hasil penelitian yang didapat mengenai sikap Pasangan Usia
Subur terhadap pemakaian KB implant di desa ............. kecamatan .............
kabupaten ............. didapatkan 52 orang (65,43%) yang mempunyai sikap
menolak terhadap KB implant. Hal ini menunjukan bahwa lebih dari
separuh atau sebagian besar responden memberi respon yang negatif

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
terhadap pemakaian KB implant.
Menurut Sukijo Notoadmodjo (1997), Sikap merupakan reaksi atau
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulus atau objek.
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
Sikap yang menolak terhadap pemakaian KB implant ini dikarenakan
tingkat pendidikan responden yang masih rendah, hanya sampai SMP dan
juga pendapatan keluarga yang rata-rata mempunyai penghasilan dalam
kategori sedang.
Tingkat pendidikan yang ditempuh dapat dijadikan sebagai landasan
dan pandangan dalam melihat perkembangan dan wawasan berfikir.
Perkembangan wawasan berfikir dapat menentukan seseorang untuk
bersikap dan bertingkah laku, dengan kata lain pendidikan, pengetahuan,
dan pengalaman lah yang membuat individu mudah mencerna setiap
fenomena-fenomena sosial yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.

Kesimpulan
Dari keseluruhan sampel sebanyak 81 PUS dan dari hasil penelitian yang

didapatkan yaitu faktor pendidikan PUS yang masih rendah, tingkat pendapatan PUS
yang dikategorikan sedang dan sikap menolak PUS terhadap kontrasepsi implant
sehingga mempengaruhi minat ibu terhadap kontrasepsi implant di desa .............
kecamatan ............. kabupaten ..............

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
Hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi minat ibu terhadap
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
pemakaian kontrasepsi implant dapat disimpulkan untuk tiap variabelnya yaitu
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
sebagai berikut:
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
1. Tingkat pendidikan PUS di desa ............. kecamatan ............. kabupaten .............
sebagian besar adalah tingkat pendidikan SMP sebanyak 30 orang (37,64%)
2. Tingkat pengetahuan PUS di desa ............. kecamatan ............. kabupaten .............
termasuk baik sebanyak 71 orang (87,65%) dari 81 responden yang ada.
3. Mayoritas untuk tingkat pendapatan keluarga PUS di desa ............. kecamatan
............. kabupaten ............. tergolong dalam tingkat ekonomi sedang sebanyak 44
responden (54,23%)
4. Untuk sikap responden ternyata lebih dari separuh yaitu 53 orang (65,43%)
mempunyai sikap negatif (menolak) terhadap KB implant.

B.

Saran
Adapun saran dalam penelitian ini adalah:
1. Bagi Peneliti Selanjutnya
Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi para
peneliti Selanjutnya, yang akan melakukan penelitian khususnya mengenai
KB implant, sehingga penelitianya dapat lebih berguna bagi pembaca dan
dapat diterapkan pada Pasangan Usia Subur yang berminat menjadi
akseptor KB implant.

2. Bagi Institusi Pendidikan


http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
Dari hasil penelitian yang sudah didapatkan di lapangan agar dapat
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
dijadikan masukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta menjadi
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
pedoman dan bimbingan bagi generasi penerus.
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
3. Bagi Institusi Kesehatan
Diharapkan untuk dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat
khususnya PUS mengenai manfaat pemakaian KB implant sehingga para
akseptor tidak perlu lagi merasa takut dan khawatir bila ingin
menggunakan/menjadi akseptor KB implant.
4. Bagi Pasangan Usia Subur di desa ............. kecamatan .............
kabupaten .............
Untuk lebih meningkatkan pengetahuan mereka mengenai macam alat
kontrasepsi khususnya implant dan diharapkan agar mereka lebih
memahami akan penggunaan dan manfaat alat kontrasepsi KB implant

tersebut, sehingga para akseptor tidak perlu lagi merasa takut dan khawatir
bila ingin menggunakan/menjadi akseptor KB implant. Diharapkan juga
untuk para PUS untuk mengikuti berbagai macam penyuluhan yang
diadakan oleh tenaga kesehatan khususnya mengenai KB implant.

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com

DAFTAR PUS TAKA


Arikunto, Surasmi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta.
Rineka Cipta. Danuatmadja, Bonny. 2003. 40 Hari Pasca Persalinan. Jakarta. EGC.
Jones, Derek Llewellyn. 2005. Setiap Wanita. Jakarta. Dela Pratasa.
Manuaba, Ida Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit kandungan dan KB
Pendidikan Bidan. Jakarta. EGC.
Musbikin, Iman. 2007. Persiapan Mengahadapi Persalinan. Yogyakarta. Mitra
Pustaka.
Manik, Murniati, Asnah dan Asiah. 2008. Panduan Penulisan Karya Tulis Ilmiah.
Medan. Program D-IV Bidan Pendidik FK USU.
Neilson, Joan. 1995. Cara Menyusui yang Baik. Jakarta. Arcan.
Notoadmodjo, Soekidjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta.
Rineka Cipta. Notoadmodjo, Soekidjo. 2005. Metode Penelitian Kesehatan.
Jakarta. Rineka Cipta.
Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.
Jakarta. Rineka Cipta.
Pediatrics. 2006. ASI Eksklusif. http://www.pediatrics.org
Prasetyono, Sunar, Dwi. 2009. Cara menyusui yang Baik. Jakarta. Arcan. Roesli,
Utami. 2000. Buku Pintar ASI Eksklusif. Yogyakarta. Diva Press.
Roesli, Utami. 2007. Mengenal ASI Eksklusif. Jakarta. Trubus Agriwidya. Roesli,
Utami, 2008. Inisiasi Menyusui Dini. Jakarta. Trubus Agriwidya. Soetjiningsih. 1997.
ASI Petunjuk untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta. EGC. Simkin, Penny, et al. 2007.
Kehamilan, Melahirkan dan Bayi. Jakarta. Arcan. Sri Purwanti, Hubertin. 2004.
Konsep Penerapan ASI Eksklusif. Jakarta. EGC

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com