Anda di halaman 1dari 68

djogja

djogja

. PROF. DR. H.M. RASYIDI .

APA ITU SYI1\H?

djogja

Diterbitkan oleh Harian Umum PELITA Jl. Jendral Sudirman 100, Telp. 581362 Jkt .

Cetakan Pertama 1404/1984 Hak cipta d.ilindurigi Undang-Undang

djogja

djogja
djogja

djogja

djogja

Daftar isi

Pengantar

·.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Persoalan Siapa Pengganti Muhammad .Saw.

Sebagai Kepala Negara

. Kecenderungan Kepada Ali Bin Abi Thalib

. Mengapa Abu Bakar Yang Terpilih

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Perpecahan Antara Kaum Syi'ah dan Sebabnya . ·

.

.

Bagian Rasulullah dan Karabatnya Dalam Harta

.

.

.

.

.

.

.

.

rampasan (Ghanimah)

Apakah Aqidah Imamiyah

Skema Syi'ah lmamiyah dan Zaidiyah

·

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Evaluasi

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Fiqih Syi'ah

·.

.

.

.

.

.

.

Contoh Fiqih Syi'ah

Kesimpulan

 

.

.

.

.

.

.

.

Lampiran

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bahan Bacaan

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

djogja

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

1

3

5

6

8

9

11

13

32

34

44

45

48

50

60

PENGANTAR

Assalamu'alaikum wr. wb. KETIKA "Pelita" menerbitkan tulisan -Yusuf Ab- dullah Puar yang berjudul "Revolusi Iran tak serasi bagi Negeri Muslim Sunni", belum ada rencana untuk mener- bitkan buku ini. Namun kemudian terasa, bahwa buku Yusuf Abdullah Puar itu perlu suatu kelengkapan, yaitu yang dapat menjawab pertanyaan "apa sebenarnya Syiah itu?". Kebetularl ada tulisan mengenai "Syiah" dalam penerbitan "Pelita" bulan Mei yang lalu yang ternyata ditulis oleh Prof Dr H.M. Rasyidi. Tulisan itu, oleh beliau telah disempurnakan dan diterbitkan oleh "Media Da'wah". Dan ketika "Pelita" menemui beliau

djogja

diruang- kerjanya di kantor Rabitha Maktab Jakarta dan

menyampaikan keinginan Pelita untuk juga menerbitkan- nya, maka beliau dengan senang hati menyambut keingin- an "Pelita" tersebut. Prof Dr H.M. Rasyidi sendiri mengakui, bahwa tulisan beliau mengenai masalah "Syiah" itu telah banyak menimbulkan reaksi. Kepada "Pelita", beliau menunjuk- kan surat yang memberikan reaksi terhadap tulisan beliau itu. f>an pada hemat kami, surat itu agak "keras" juga. Bahkan ada yang bernada ancaman. Namun toh Prof Rasyidi tetap dengan senang hati mengabulkan permin- taan "Pelita" untuk menerbitkan tulisan beliau itu dalam bentuk buku yang kecil ini.

Menurut Prof Rasyidi, ummat Islam Indonesia perlu memahami masalah ini. Khususnya kalangan muda, yang sudah tentu sangat terpesona dengan revolusi Iran. Namun dari segi pemahaman keagamaan, sudah selayaknya kita

perJu menunjukkan pemahaman yang benar. Atas dasar itulah "Pelita" menerbitkan buku ini. Sekedar ikut memberikan sumbangan terhadap berbagai masalah yang menyangkut pemahaman keagamaan kita. Dan cara ini, sekaligus juga untuk menjaga kemurnian pemahaman keagamaan kita, khususnya bagi kalangan muda. Demikianlah, semoga kehadiran buku ini akan dapat membawa manfaat bagi kita semuanya.

Jakarta, akhir Oktober 1984.

Harian Umum "PELITA" Sulastomo Pemimpin Usaha

djogja

PERSOALAN SlAPA PENGGANTI NABI MUliAMMAD SAW. St:BAGAI KEPALA NEGARA

Terlebih dahulu, baiklah kita sama-sama sadar,

bahwa agama Islam banyak disalahfahamkan orang, khususnya di Barat. Sampai saat ini orang selatu me- ngutip kata Rudolf Otto ten~ng penjelasannya bahwa agama itu adalah sesuatu yang menakutkan dan meng-

Gambaran ter-

sebut lebih cocok untuk melukiskan agama-agama pri- mitif yang dianut oleh suku-suku terbelakang. Banyak

lagi yang menganggap bahwa agama itu sejajar dengan

herankan (tremendum

et fascenans).

moral, Sepeni ujar Henri Bergson dalam salah satu ka-

rangannya:

moralitas).

djogja

leodeux

sumber

sources de Ia morale et de Ia

dari

agama

dan

religion

(dua

Islam tidak dapat disamakan dengan agama primi- tif, atau sekadar ajaran moral. Ia lebih luas daripada moral. Ia meliputi soal keimanan kepada alam gaib, moral itu sendiri, bermacam-macam ibadat, pemerin~ tahan demokrasi dengan cara musyawarah, hubungan internasional, ekonomi dan hukum. Hal-hal seperti tersebut itu mungkin rrWih menjadi bahan cemoohan bagi .seseorang yang 100% berfikir ·secara kebarat- baratan, baik dalam rnasalah hukum, moral, ekonomi, atau soal-soal metafJSika.

Dalam sejarah, Nabi Muhammad Saw. mendiri- kan negara Islam di Madinah, dengan warganegara Muhajirin, yang mengikuti beliau dari Makkah; dan kelompok Anshar (pembantu, penolong) yang terdiri atas suku-suku penduduk Madinah, yakni Aus Khazraj. Nabi Muhammad Saw. juga mengirim surat-surat an- tara lain kepada kepala-kepala .negara dua negara rak-· sasa pada waktu itu, yaitu Kerajaan Persia dan Keraja- an Romawi. Ketika Rasulullah Saw. meninqgal dunia pada 8 Juni 632 M timbullah persoalan pengganti beliau. Jabatan beliau Saw. ada dua. Pertama sebagai Nabi, perantara yang membawa wahyu petunjuk Allah untuk seluruh ummat manusia. Dan kedua, sebagai kepala negara. Jabatan beliau Saw. sebagai Nabi tidak perlu diganti, karena beliau Saw. adalah Nabi yang terakhir. Tetapi sebagai kepala negara, selekas-

nya harus ditunjuk penggantinya. Soal ini adalah soal

djogja

pokok yang sangat siilit, apalagi Negara Madinah baru berumur 10 tahun. Suku-suku dari Madinah menunjukkan tanda- tanda ingin mengangkat seorang pengganti dari mereka.

Dalam suasana yang kalut, Umar ibn Khattab mengu- lurkan tangannya kepada Abu Bakar agar ia berdiri. Dan setelah Abu Bakar berdiri Umar mengatakan bah- wa ia dengan rela hati akan patuh kepada Abu Bakar sebagai pengganti nabi atau khalifah. Dengan ucapan Umar itu semua yang hadir serentak menyampaikan persetujuan mereka. Setelah itu Abu Bakar sebagai khalifah, bersama-sama Umar dan sahabat-sahabat Nabi lainnya, pergi ke rurnah Nabi Muhammad Saw. untuk mengurus pemakaman jenazah beliau Saw.

MENGAPA ABU BAKAR YANG .TERPILIH?

Timbul pertanyaan orang: Mengapa Abu Bakar yang terpilih ? Sesungguhnya banyak tanda yang menunjukkan penghargaan Nabi saw. kepada Abu Bakar. Ketika Ra- sulullah'Saw. sakit, Abu Bakarlah yang diminta untuk

menjadi imam, memimpin ummat Islam melaksanakan shalat berjama'ah. Abu Bakarlah satu-satunya sahabat yang menemimi Rasulullah Saw. dalam perjalanannya berhijrah ke Madinah; dan beliaulah yang menemani RasulullahSaw.ketika bersembunyi di dalam gua Tsaur.

Bagaimanapun latar

belakang pemilihan itu, para

djogja

sahabat Rasulullah telah setuju, dan Abu Bakar kemu-

dian pergi ke masjid mengucapkan pidato singkat yang maksudnya: ''Wahai kaum Muslimin! Aku telah kalian angkat menjadi penguasa atas kalian, oadahal aku me- rasa bahwa aku bukan yang terbaik di antara kalian. Karenanya, jika aku bertindak benar, bantulah aku. Dan jika aku bertindak salah, perbaikilah tindakanku." Terdengar dari hadirin ada yang menyambut de- ngan kata-kata:

"Demi Allah! Jika kami melihat suatu kesalahan dari fihakmu, akan kami perbaiki engkau dengan pe- dang kami.'''

KECENDERUNGAN KEPADA ALI IBN ABI THALIB

Tetapj di samping fakta bahwa Abu Bakar telah dipilih sebagai ·khalifah, terdapat desas-desus bahwa sesungguhnya Ali.Jah yang berhak menjadi khalifah. Kecenderungan kepada Ali mungkin didasarkan atas penilaian orang terhadap sifat-sifat Ali, khususnya keberaniannya dalam peperangan, atau keakrabannya kepada Rasulullah sebagai anak pamannya, dan kemu- dian sebagai menantunya yang dikaruniai Allah d.ua orang cucu lelaki: Hasan dan Husein. Kecenderungan itu kemudian bertambah, ketika Osman ibn Affan menjadi khalifah ketiga dan kurang berhasil menge-

djogja

mudikan negara secara efisien, dan berakibat dengan

terbunuhnya Osman. Simpati terhadap Ali juga ber- tam_bah ketika Ali diangkat sebagai khalifah keempat dan menghadapi negara yang berada dalam keadaan

krisis serta wibawa yang telah lama diremehkan oleh Muawiyah ibn Abi Sofyan yang menjadi gubernur Syria. Kemudian ada pula orang-orang yang mulai ber-

keluarga Ali, lama setelah .Ali Ra·. wa-

fat, karena mereka dianiaya oleh l<erajaan Amawiyah atau Abbasiyah. Orang-orang Islam yang tidak berkebangsaan Arab bersimpati- kepada keluarga Ali, karena . selama Kerajaan Amawiyah mereka meras,a diperlakukan se- bagai warga negara kelas dua. ·

simpati kepada

Dan yang terpenting, sekelompok besar orang- orang Persia, setelah mereka kehilangan kerajaannya yang megah dan merupakan satu dari dua raksasa pada abad ke-7 Masehi, menunjukkan simpati mereka ke- pada keluarga Ali. Adapun sebabnya ialah karena bang- sa Persia dewasa itu biasa menghormati, menjunjung tinggi bahkan mendewa-dewakan raja-raja mereka. Maka setelah mereka masuk Islam, mereka memandang Nabi seperti mereka memandang Kisra (Raja Persia), dan memandang keluarga Nabi sebagaimana mereka memandang dinasti Persia, dan mereka menganggap bahwa jika Nabi wafat, maka ia harus -diganti oleh keluarganya. Ada lagi tiwayat yang disebutkan oleh Dr. Husein J.laikal, pengarang Sejarah Abu Bakar dan Umar, bahwa putri Persia yang terakhir telah dinikahi oleh Husein ibn Ali. Atas dasar ini maka simpati bangsa Persia ter-

djogja

hadap keluarga Ali mengandung arti memuliakan orang-

orang Persia, anak-cucu Husein, yang berdarah keluarga Nabi dan berdarah keluarga Raja Persia.

PERPEQ\11~ ANTARA KAUM SYI'AH DAN SEBABNYA.

Kaum Syi'ah tidak merupakan kesatuan. Adapun sebabnya ,aaalah:

Pertama, katena mereka berbeda dalam ajaran- ajaran mereka; ada yang inendewa-dewakan para imam mereka (yang nanti akan kita jelaskan .artinya) dan mengkafirkan fihak lain; tetapi ada pula-yang moderat dan hanya menganggap keliru terhadap orang-orang yang mempunyai faham lain. Kedua, karena k,eturunan Ali dan para putranya

banyak., maka sering terjadi perbedaan dalcim menentu-

kan mana yang menjadi irriam dan mana yang tidak.

kan mana yang menjadi irriam dan mana yang tidak. djogja Agar menjadi jelas bagi para pembaca,
kan mana yang menjadi irriam dan mana yang tidak. djogja Agar menjadi jelas bagi para pembaca,
kan mana yang menjadi irriam dan mana yang tidak. djogja Agar menjadi jelas bagi para pembaca,
kan mana yang menjadi irriam dan mana yang tidak. djogja Agar menjadi jelas bagi para pembaca,

djogja

Agar menjadi jelas bagi para pembaca, dibawah ini saya kutipkan gambar 9enealogi Ali Ra. :

mana yang tidak. djogja Agar menjadi jelas bagi para pembaca, dibawah ini saya kutipkan gambar 9enealogi

HASAN

I

All

I

HASAN

AHMAD

MUSA

 

All IBN ABI THAUB (I)

'

MUHAMMAD IBN IIANAI-'IAH

HUSEIN (3)

Wafatth .

61

All

I

ABU HASYIM ABDULLAH

ZAID

J-.

ISA

YAHYA

Wafatth . 61 All I ABU HASYIM ABDULLAH ZAID J-. ISA YAHYA All ZAINAL ABIDJN (4)

All ZAINAL ABIDJN (4)

ABU HASYIM ABDULLAH ZAID J-. ISA YAHYA All ZAINAL ABIDJN (4) Wafat tahun 94 HASr (2)

Wafat tahun 94

HASr (2)

HASAN

I

ABD.IJLLAH AL - MAHDL

AbU JA ' FAR MUHAMMAD BAQIR

Wafat

tahun

AL - MAHDL AbU JA ' FAR MUHAMMAD BAQIR Wafat tahun Ill (S) hfUHAMMAD NAFS ZAKIAH

Ill

(S)

hfUHAMMAD NAFS ZAKIAH

IBRAHIM

ABl' ABDULLAH JA'FAR SHADIQ (6)

Wafar tahu.n

148

ABDUlLAH AFTHAH

djogja

MUSA AL KAZIM (7) Wafat th. 183

ISMAIL (7)

I

MUHAMMAD (7)

I

ISMAIL

I
I

MUHAMMAD

I

AHMAD

I

ABDULLAH

AHMAD

I

HVSEIN

I

ABDULLAH AL-MAHDI

(Bani FatiWnbin)

A.BUL HASAN ALl RIOLA (8)

"''"l"" 202

ABU JA'FAR Mti~MAD'AL-JAWAO (9)

Wafat W.un 220

Mti~MAD'AL-JAWAO (9) W a f a t W.un 220 ALl AL- HADI (I 0) 1 I

Mti~MAD'AL-JAWAO (9) W a f a t W.un 220 ALl AL- HADI (I 0) 1 I

ALl AL- HADI (I 0)

1

I I

(9) W a f a t W.un 220 ALl AL- HADI (I 0) 1 I I

J

ABU MUHAMMAD HASAN

AL- ' ASKARJ

Wafat tahun 260

I

Hnana th.

ABU JA"FAR WUHAMMAD

MUHAMMAD AL-MAHDI AL-MUNTAZHAR

260

Karena kebanyakan kelompok-kelompok Syi'ah

tidak ada lagi, atau tidak penting lagi, maka

kita hanya akan membicarakan dua kelompok besar yang rnasih ada, yaitu Syi'ah Imamiyah dan Syi'ah

Zaidiyah.

sudah

djogja

SYI'AH IMAMIYAH DAN ZAIDIYAH

Dinamakan Syi'ah Imamiyah karena yang m~ dasar aqidah mereka adalah soal Imam (dalam artl khalifah). Mereka mengatakan bahwa Ali berhak IDIIl• jadi khalifah, bukan hanya karena kecakapannya 4taU sifat-sifat yang disebutkan oleh Nabi Muhammad S.•., akan tetapi karena sudah disebutkan namanya oleh Rasulullah. Imam pertama adalah Ali. Kemudian Hasan, anak pertama. Lalu 1-lusein, anak kedua. Mengetahui nama-nama mere.ka termasuk rukw'l iman. Dan oleb sebab Ali telah ditunjuk dengan menyebutkan nama-

nya oleh NabfSaw. maka Abu :Sakar dan Umar adalah orang yang merampas hak khalifah dan telah.bertindak

zalim.

djogja

Adapun keloropok Zaidiyah di Yaman adalah 1• bib moderat. Bacp mereka, Rasulullah tidak menunjuk. Ali dengan menyebut namanya, akan tetapi hanya d.• ngan deskripsi. Oleh sebab itu mereka tidak meng-

hukum Abu Bakar dan Umar. Bagi Zaidiyah, khalif~ Abu Bakar dan Umar itu san, walaupun Ali )ebih utama. Kelompok Imamiyah yang terpenting, adalah ltsna 'Asyrlyah (twelvers, duobek,ts), karena bagi rne- reka Imam itu jumlahnya duabelas orang seperti ter- maktub dalam genealOCJl. Yang pertama Ali, kemuctian Hasan, lalu Husein, sampai imam no. 12, yaitu A.I- Mahdi yang menghilang pada tahun 260 H., dan akan

l1

m~cul kembali ·pada akhir zaman untuk menyiclrkan kead.ilan dan memusnahkan kezalimail. Keluarga seorang alim, Safiuddin lshaq, dari

tahun 907 - 1148 H. termasuk kelompok Itsna 'Asyri- yah. Maka ketika Isma'il Shafawi jadi penguasa di Iran, ia menjadikan aliran Jtsna 'Asyriyah sebagai aga- ma resmi negara, dan menghapuskan aliran Ahlus Sun- nab. Ia meninggal pada tgl. 24 Mei 1524. Dinasti Sha- fawi dihap~n oleh Nadirsyah pada tgl. 26 Februari l737, tetapi agama Syi'ah Jtsna Asyriyah tetap men- jadi agama negara. Di antara kelompok lmamiyah ada yang mmenga- takan bahwa imamah berpindah dari Ja 'far ash-Shadiq (imam ke-6) kepada Ismail, anaknya, dan tidak kepada Musa al-Kazhim. KareQa itu mereka dinamai Syi'ah Jsma 'iiiyah. Setelah Ismail tampil berganti-ganti para

imam yang bersembunyi.

djogja

Bagi mereka, imam boleh

Qersembunyi jika ia merasa tidak kuat untuk melawan mtisUh. Mereka mengemudikan propagandis-propagan- dis mereka dari tempat persembunyian mereka. Ketika mereka kuat, imam rnereka, yaitu Ubaidullah al-Mahdi, menampakkan diri dan mendirikan Kerajaan Fathimi-

yah (pada tahun 969 M di Mesir, Tunis dan Maroko). Karenanya, kelompok Ismailiyah atau Sab'iyah (seve- ners) dinamakan juga Bathiniyah, karena banyak imam mereka yang bersembunyi. Kelompok Imamiyah ls~yah ini sampai sekarang terdapat banyak di India; pemimpinnya adal.ah Prince Karim Khan, cucu Agha Khan; ia sekarang menetap di Jenewa.

APAKAH AQIDAH IMAMIY AH

Karena soal ini sangat penting, maka kami akan mengutip uraian aqidah Imamiyah ini dari buku me- reka sendiri, yaitu AI-Kafi, karangan ai-Kulini. Al- Kulini sangat penting di kalangan Syi'ah, seperti al- Bukhari di kalangan Ahlus Sunnah. Bukunya terdiri atas 3 jilid, yang pertama tentang aqidah, sedang jilid kedua dan ketiga tentang furu'. Ia meninggal di Bagdad pada tahun 328 H. Dalam al; Kafi tersebut bahwa Imam Ali Ridha (Imam ke-8) ditanya.

djogja

Hasan ibn al-Abbas al-Ma 'rufi menulis kepada ar- Ridha:

rolong beritahu

"Semoga aku jadi penebusmu.

aya pada beda antara Rasul, Imam dan Nabi, "Ia me-· n\llil atau menjawab: "Beda antara Rasul, Imam dan Nabi ialah, Rasul itu yang didatangi oleh Jibril, meli- llatnya, mendengar kata-katanya dan menerima wahyu, atau mungkin melihat suatu impian dalam tidurnya

seperti yang dilihat oleh Nabi Ibrahim. Adapun Nabi,

mWlCjkin ia mendengar perkataan, atau melihat orang

djogja

tetapi tidak mendengar. Adapun Imam adalah orang

~ - mendengar kata-kata akan tetapi tidak melihat

orang yal)g ber~ta''. 1 )

"'"'

"~

,,

// •/

~

,

\

"'\ \~ /

/

/\

•/

&\'~~~,~!?. ~u'S·l>?<3\:.:F

~~~'"'/~,J .,/

"""\"-((

,'.~~

~

-r

~~~'G~~(.;r'·l, ~4~,U>~~

/ ;

~·.1

~/

~//.!'

\~:,~,~~~ :~ .1~'~

1 )

Al-Kulini, al-Kafi, cetakan Persia, tahun 1281 H. , hal. 82

Dari Abu Hamzah, Abu Ja'far berkata kepadaku:

"Yang menyembah Allah adalah orang yang kenal ke- pada Allah. Adapun orang yang tidak kenal kepada

Allah, ia akan. menyembahnya secara tersesat." Aku berkata: "Semoga aku jadi tebusanmu. Kalau begitu apakah arti mengenal Allah?" Ia berkata: "Mengenal Allah berarti percaya kepada Allah, percaya kepada

Rasul-Nya, bersandar kepada

Ali dan mengikutinya,

dan mengikuti imam-imam lainnya, serta mencuci

tangan kepada Allah dari hubungan dengan musuh- musuh mereka. Begitulah orang kenal kepada Allah". 2 )

djogja

2)

Ibid, hal. 84

15

"Barangsiapa tak kenai Allah, walupun kenai ke- ~da Imam (keluarga nabi), maka hanya kenai dan menyembah kepada Allah." 3 )

seorang Islam tidak

mempunyai imam, ia itu sesat, dan jika ia mati, ia

Abu

Ja'far

berkata:

"Jika

djogja

mati sebagai orang-kafir dan munafik.' ' 4 )

3) Ibid, hal. 85 4) Ibid, hal. 86

Allah berjirman (yang artinya) : "Dan Kami jadi- kan baginya (Muhammad) cahaya, Jan dengari cahaya itu ia berja/an di an tara man usia" (Al-An 'am: 122). Yang dimaksud dengan cahaya ialah Imam yang , diikuti. "

djogja

Allah berfirman (yang artinya) ''Barangsiapa membawa hasanah, ia akan diberi yang lebih baik, dan pada hari itu ia aman dari ketakutan. Dan barangsiapa membawa sayyi-ah, maka wajah-wajah mereka akan diperosokkan ke neraka." Hasanah adalah pengetahu- an tentang wilayat (kewalian) dan cinta kita kepada keluarga nabi. Dan sayyi-ah adalah ingkar kepada wila- yat dan tidak cinta kepada keluarga nabi. " 5 )

5)

Ibid, hal. 87

Ridha berkata, "Manusia itu hamba-hamba kami dalam ketaatan, dan maula (bekas budak yang telah bebas-merdeka) bagi kita dalam agama. Maka hal ini harap disampaikan kepada yang belum mendengar-

nya."6)

djogja

Abu Ja 'far berkata, "Kami ini almari pengetahuan Allah, penerjemah wahyu Allah, bukti yang nyata bafi manusia, antara langit dan bumi." 7 )

6)

Ibid. hal. 88

7)

Ibid. hal. 91

"Imam-imam itu adalah cahaya Allah yang ter- sebut dalam Qur'an (yang artinya): 'Maka percayalah kepada Allah dan Rasul-Nya serta cahaya yang Kami turunkan'. Dan cahaya Imam dalatn hati orang mu'- min lebih tera~g daripada mata'hari pada siang hari. Dan Allah mertutup cahaya Imam-imam tersebut ke- pada siapa yang Ia kehendaki, maka gelaplah hati mereka." 11 )

djogja

jangan

menggoyangkan

nyata bagi makhluk yang berada di atas bumi . atau

di

adalah bukti

"Para imam

adalah

paku-paku

bumi

agar

penduduknya.

Mereka

bawahnya

,

9 )

8)

Ibid.

hal. 9 2

Q)

Ibid.

ha l.

93

Ridha berkata, "Imamah berada pada tingkatan para nabi, warisan para yang mendapat wasiat. Imamah

adalah pengganti Allah, pengganti nabi, kedudukan Amirul Mu'minin dan warisan Hasan dan Husein . 1m-

amah adalah kendali agama, sistem ummat Islam,

djogja

keberesan dunia, dan kebesaran mu'min. "IO>

10) Ibid, hal. 96

.J

~

~/

"/ ,

1.1

/

/

.

_,

p

-\'M~ .l~· cl.}S La_~~

/

~:-~ "/

~

~~ "./~

,

~ I/

"~

)QI~,,o::a ;-

\~ ·" \\ '-{r:'./ ~,

o.,

,/ #

,/_,

~

,

~_,-

/;\

.,.

/

~,/ ·.~/

Y->~_, 1'-:;\

t

/

1/

*;

/

:/

!:", ~" -'1

~· ·~_,~

1/

J

//I

~ \u/~~tY-~.~&b''-PJ~1

~~t //,/ //~

/~~

¥~~~

~ .;I~ ~~t -'"'\':';: ,~,

,_,

J_!f

/~\~· '~

/~

/

'I,//:•(. /-- /;

'

}

/

t"

A

,~, ~,,

--

~

. //J/ ./ //;/

~~~

~

.

t. ':_, )

.>

\/

p. J

"//J/,

// //1/ / ,.,.~~/:\#\

,

~ tL

\

~

-,.Q:R.A

~

;r-·

"'-'' ~~

-~,

0

.)

:)

.~

)/·

~

~

~'

/

t

//.///;,~.AI~/.-'~~/.-' A#-(,./J

\1;; •l \ 0;' ~\ J

'.;

"/

~

/

, /

:!

, --'

' .).)

'.,.

-'

,. AI

,

./

~_>A " ~ _j

/

I

4

~?t /

~~.~~':~~~~~~-~ l~:r'.J

/"

,_,,

J

~,~,_,~

djogja

"Imam itu menghalalkan yang dianggap halal oleh Allah, dan mengharamkan yang dianggap haram oleh Allah. Ia menegakkan hukum-hukum Allah, memper- tahankan agama Allah, mengajak kepada jalan Allah dengan kebijaksanaan nasihat yang baik dan argumen- tasi yang kuat. Imam adalah satu-satunya di dunia, tak ada yang mendekatinya, tak ada yang dapat meng- gantinya. Ia diistimewakan oleh Allah dengan pem- berian.khusus, tanpa minta dan tanpa usaha. Manusia sering salah pilih bahkan berbohong jika mereka itu meninggalkan keluarga Imam dengan insaf. Jika Allah memilih seseorang untuk mengurus ummat, Ia melapangkan hatinya, mengisinya dengan kebijak-

sanaan dan ilmu. Ia tidakkan salah. Ia ma'shum, benar, tak dapat salah. Firman Allah (yang

sanaan dan ilmu. Ia tidakkan salah. Ia ma'shum, benar, tak dapat salah. Firman Allah (yang arlinya): Itulah anugerah Allah yang diberikan kepada siapa yang Ia kehendaki. Dan Allah jualah yang memiliki anugerah yang besar."

Dan Allah jualah yang memiliki anugerah yang besar." djogja Abu Abdillah berkata, "Amal-amal manusia akan
Dan Allah jualah yang memiliki anugerah yang besar." djogja Abu Abdillah berkata, "Amal-amal manusia akan
Dan Allah jualah yang memiliki anugerah yang besar." djogja Abu Abdillah berkata, "Amal-amal manusia akan

djogja

Allah jualah yang memiliki anugerah yang besar." djogja Abu Abdillah berkata, "Amal-amal manusia akan

Abu Abdillah berkata, "Amal-amal manusia akan diperlihatkan kepada Nabi dan Imam. Allah telah ber- firman (yanq arlinya); 'Allah akan melihat amal-amal kalian. Begitu juga Rasul-Nya dan para Imam.' Abu

telah ber- firman (yanq arlinya); 'Allah akan melihat amal-amal kalian. Begitu juga Rasul-Nya dan para Imam.'
telah ber- firman (yanq arlinya); 'Allah akan melihat amal-amal kalian. Begitu juga Rasul-Nya dan para Imam.'
telah ber- firman (yanq arlinya); 'Allah akan melihat amal-amal kalian. Begitu juga Rasul-Nya dan para Imam.'
telah ber- firman (yanq arlinya); 'Allah akan melihat amal-amal kalian. Begitu juga Rasul-Nya dan para Imam.'
telah ber- firman (yanq arlinya); 'Allah akan melihat amal-amal kalian. Begitu juga Rasul-Nya dan para Imam.'

Ab.dillah berkata:

Syi'ah'."

Abu Abdillah juga berkata: "Kami adalah pohon kenabian, rumah rahmat, kunci kebijaksanaan, tempat risalah, tujuan malaikat, tempat rahasia Allah. Kami adalah titipan Tuhan di antara hamba-hamba-Nya. Kami adalah janji Tuhan. Barangsiapa patuh kepada janji kami, ia telah patuh kepada janji Allah. Dan siapa yang menyalahinya, ia telah menyalahi janji Allah."

"Al Mu'minun adalah para lmam

"Para Imam itu memiliki semua kitab yang ditu-

runkan Allah. Mereka memahaminya semuanya, walau-

djogja

11

)

pun bahasanya bahasa asing."

"Kemudian Allah memberikan kepada Imam kitab yang mengandung keterangan tentang segala se-

suatu."

12 )

II)

Ibid, hal. I07

I2)

Ibid, hal. I 07

"Sesungguhnya yang mengumpulk.an Qur'an se- muanya adalah para Imam, dan mereka mengetahui semua Qur'an. Berdustalah orang yang mengatakan

ia telah . mengumpulk.an semua isi Qur'an, ka-

rena tak ada yang mengumpulk.annya dan menghafal- kannya seperti waktu diturunkan kecuali Ali ibn Tha- lih dan para Imam sesudahnya. " 1 3 ) ;

bahwa

djogja

"Para Imam itu memiliki Mush-haf Fatimah. Be- sarnya tiga kali lipat Qur'an biasa dan tidak mengan- dung satu huruf pun dari Qur'an yang ada. " 14 )

13)

Ibid, hal. 110

14)

lbid, hal. 115

Abu Ja'far berkata, "Ailah mempunyai dua rna- cam ilmu: satu macam khusus untuk diketahui sendiri, dan satu macam lagi untuk diajarkan kepada melaikat dan Rasul-Nya. Apa yang Allah ajarkan kepada malai:

kat dan rasul-tasul-Nya, kami (para Imam).mengetahui- nya."ts)

djogja

"Para Imam itu jika ingin mengetahui sesuatu, Allah menunjukkan kepada mereka. Mereka tahu kapan mereka akan mati, dan mereka menetapkan saat kematian mereka sendiri." 16 )

~,.~

~J

:

;.

/

,-2J'

/\// ~~~ 1/ -"jC"_ (.:~~.:::'//

L) \.!::=;::) ~ \

4

/

• /

U

Y-:-'

~./: /

!

t ~

~

/

·-''~

uP~ v.3

15)

16) Ibid, hal. 125

1Qid, hal. 123

('~1~) s:-~-~~

"Mereka mengetahui apa yang telah terjadi dan

yang akan

tidak mereka ketahui." 17 )

terjadi:

Tak ada sesuatu hal apapun yang

"Allah Ta'ala tidak mengajarkan sesuatu hal ke- pada Nabi Muhammad, kecuali itu Ia memerintahnya agar pengetahuan itu diajarkarr kepada Ali, karena Ali adalah partner-nya dalam ilmu. '' 18 )

djogja

"Para Imam itu seperti Rasulullah, tetapi mereka bukan Nabi. Dalam batas perkawinan mereka berbeda dari Nabi, tapi dalam hal-hal lainnya mereka adalah seperti Rasulullah." 19 )

17)

Ibid, hal. 126

18)

lbid, hal.207

19)

Ibid , hal. 130

"Rasulullah mempunyai ruh yan9lebih besar dari- pada Jibril dan Mikail. Ruh besar tersebut juga dimilik.i oleh para Imam." 20 )

"Setiap Imam meninggalkan kepada 1Jl1am yang

berikutnya: kitab, ilmu dan senjata." 21 )

djogja

20)

21)

Ibid, hal. 132

Ibid, hal. 133

"Allah dan Rasul-Nya telah menyebutkan Imam-

imam dengan terperinci.

'Tunduklah k.alian kepada Allah, kepada Rasul dan Ulil Amri kalian'', Ayat ini diturunkan dalam kasus Ali, Hasan dan Husein." 22 )

Firman-Nya

(yang artinya):

"lmam-irpam itu mempunyai waktu bersembunyi

djogja

(ghaibah). Oleh sebab itu janganlah kalian ingkari.

Imam yang ke-12 mempunyai waktu ghaibah juga. Ia adalah al-Mahdi yang akan memenuhi dunia dengan keadilan, sebagai ganti kezaliman." 23 )

22)

23). Ibid. hal. 149

Ibid, hal. 139

Abu Abdillah berkata: Allah berfirman (yang artinya): ''Aku akan menyiksa rakyat Islam yang me- ngikuti Imam (penguasa) yang zalim, walaupun rakyat itu rakyat yang bertaqwa. Dan Aku akan mengampuni rakyat Islam yang mengikuti Imam yang adil yang dari Tuhan, walaupun rakyat itu sendiri zalim dan berbuat jahat." 24 )

24)

Ibid, hal. 190

djogja

Abu Abdillah berkata, "Jika Allah ingin mencip- takan Imam, putra dari seorang Imam, .Allah mengirim Malaikat yang mengambil minuman dari bawah arasy. Minuman tersebut kemudian diberikan kepada Imam (embriyo) dan meminumnya, dan kemudian berada dalam rahim selama 40 hari tanpa bicara. Ketika dila- hirkan ibunya, Alla1'1 mengutus malaikat yang mengam- bil minuman di bawah arasy tadi dan menulis di lengan kanan Imam (bayi) itu ayat (yang artinya): "Dan sele-

djogja

sailah kalimat Tuhanmu dengan benar dan adil. Tak

ada orang yang dapat mengubah kalimat-kalimat Tu-· han' - Al-An'am: 115. Setelah itu selesai, Allah men- ciptakan di setiap kota suatu menara untuk dipakai

melihat amal-amal manusia.

'

.J

•Qs

/ .J J .J

1:_

// /

If.;.

/

•• .;.

/

"--

t\

/

)\b.Je~~~·~ ~a

\

.

J"

/

., .J

~

'/~\

• /

~

/

/

/

• /

":./~~"-.ft\

.A.J~Y'-J-'ft

)

~-·

/>/ •

""

-

,J

s- / ·/

(14:\ "t ~),;\ =-~\~~~

"Malaikat-malaikat

dan

menginjak

memasuki

permadani-permadani

itu

rumah

para

mereka

Imam

serta melaporkan kejadian-kejadian. " 25 )

25)

Ibid, hal. 199

"Tak ada yang benar k~cuali yang keluar dari tempat Imam. Dan segala sesuatu yanq tidak dari Imam adalah batal." 26 )

djogja

"Seluruh permukaan bumi ini adalah untuk Imam. Allah berfirman (yang artinya) "Eumi adalah bagi muttaqin'1 - Q.S. 7: 128. Ahlul Bait (keluarga nabi) adalah mereka yang mewarisi bumi dan mereka itu adalah al-muttaqun." 27 )

26)

Ibid, hal. 212

27)

Ibid, hal. 289

BAGIAN RASULULLAH DAN KERAIJATNYA DALAM HARTA RAMPASAN fGHANIMMi 1

Dalam

pembagian

harta

pampasan

fglumimal: J

kita dapati ayat Qur'an sebagai berikut :

djogja

"Ketahuilah bahwa harta pampasan mng kalian dapatkan dibagi menjadi: s ep erlima unruk .'11/a!t (dan sisanya, yakni yang 4 /5 bagian adalah unru /, f'ura tentaraJ. Yang seperlima bagian unruk Allah it u dihugi lagi kepada enam bagian : se bagian untuk Allali, schagi- an untuk Rasulu/lah, sebagian untuk kerabat Ra::.u/ul- lah, sebagian untuk anak yatim, sebagian untuk oran g- orang miskin dan sebagian untuk Jbnus Sabil. ,.

Maka tiga bagian tersebut, yakni bagian untuk Allah, untuk Rasul-Nya dan kerabat Rasulullah, diam- bil oleh Imam. Dengan begitu seluruh l/5 itu adalah untuk Ahlul Bait. Sedangkan yang separuhnya, untuk

Imam. Dan sisanya untuk golongan-golongan yang ter- sel;mt di atas. Adapun anfal, yaitu benda-benda yang dapat di- pergunakan bukan dengan pertempuran, seperti hutan- hutan, logam, lautan dan sahara, semua itu adalah untuk Imam. Jika dikerjakan oleh orang-orang yang dipercayai oleh Imam, maka mereka memperoleh 4/5 bagiah. Sedangkan yang l/5 bagian untuk Imam.

Menurut Abu Hanifah (Imam Hanafi): yang seper- lima untuk Allah dan RasulNya adalah untuk anak yatim, orang-orang rniskin dan ibnussabil yang dalam perjalanan. Adapun bagian Rasul dan kerabatnya telah hapus setelah wafatnya Rasulullah.

djogja

EVALUASI

Dari gambaran tentang aqidah Syi'ah mengenai Imam seperti tersebut dalam kitab ai-Kafi karya al-

Kulini tersebut, terasa ada perbedaan yang sangat besar dengan konsep Imam menurut Ahlus Sunnah. Menurut aqidah Syi'ah, Imam itu berasal-usul lebih tinggi daripada asal manusia. Ia tidak bertanggung jawab tentang apa yang ia lakukan, karena segala yang ia lakukan itu baik, dan apa yang ia larang itu jahat. Shalat, shaum, zakat dan haji tak akan berfaedan ke- cuali jika didasari dengan iman k.epada Imam. sebagai- mana amal orang kafir tidak akan berfaedah karena ia tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Pandangan bahwa Imam itu ma 'sltum berarti

djogja

bahwa kita, manusia, tidak dibolehkan berfikir ten- tang masyarakat dan negara. Pandangan bahwa manu- sia haros cinta kepada keluarga nabi, menghormati

tidak sesuai dengan hukum

alam . Di dunia ini, Allah tidak menciptakan suatu ke- Juarga yang semua anggotanya merupakan orang-orang yang dari segala segi dan dari se,gala generasi sempurna seluruhnya. Setiap 'keluarga tentu ada yang pandai dan ada pula yang kurang pandai, ada yang berbudi sangat luhur dan ada pula yang setengah-setengah, malahan ada keluarga yang baik tetapi mempunyai keturunan yang moralnya rendah

mereka setinggi-tingginya

34

Dalam Qur'andisebutkan :

Dalam Qur'andisebutkan : "Dan bacakanlah kepada mereka berita dua o rfJ'?g anak Adam, _ketika mereka

"Dan bacakanlah kepada mereka berita dua o rfJ'?g anak Adam, _ketika mereka berqurban.j Yang c;atu (ii- terima Allah, yang lain tidak diterima . Maka berka i, fi!lh ia: Aku akan membunuhmu . Ia menja'wab: .A {!, u'z .-u- nra akan menerima qurban j orang yang bertatf •·! " (Al-Maidah: 2 7).

qurban j orang yang bertatf •·! " (Al-Maidah: 2 7 ). djogja "Dan Nabi Ibrahim tidak

djogja

"Dan Nabi Ibrahim tidak memintakan amp un rm- ;"dk bapaknya kecuali karena ia sudah berjanji ~<-'el!ida­ nya. Ketika telah nyata kepadanya bahwa bapaknya itu memusuhi Allah, ia membersihkan diri danpada- nya. " (At-Taubah: 114).

~~;/6\~,,

//

~

,:)

"Allah memberi contoh kepada orang-orang kafir dalam pribadi isteri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth. Ke- duanya hidup di bawah naungan dua orang hamba-Ku, kemudian berkhianat kepada mereka. Maka kedua suami mereka tak mampu melindungi mereka dari siksa Tuhan. Dan dikatakan kepada mereka: Masuklah

ke neraka

bersama orang-orang lain. " (At-Tahrim 10).

"Hai

Nuh/ Sungguh ia bukan ahlimu, karena ia

herhuat tidak baik. "(Hud: 46)

djogja

Dan diriwayatkan dalam Hadits bahwa Rasulullah Saw. berkata kepada Fathimah, putrinya: Beramallah, karena aku tak akan dapat membelamu sedikitpun ter- hadap Allah. Ayat-ayat tersebtit eli atas menunjuk.kan bahwa kerabat atau keturunan tak ada hubungannya dalam mengevaluasi manusia. Kebaikan budi pekerti, taqwa dan pengetahuan tak dapat diwariskan seperti harta 'benda. Ada huk.um alam yang khusus tentang mewarisi budi pekerti, kej::akapan dan pengetahuan. Ketinggian ajaran Islam mengatakan kepada kita bahwa manusia itu dihargai menurut pekerjaannya (ahlaq}, buk.an

\

menurut

keturunannya

atau

kekayaannya.

Firman

Allah:

6//

~

/

~

/

t--v: c:.l 1 jl.JI' . o_;~:~J·)

"Barangsiapa berbuat baik seberat biji saw i, ia akan melihatnya. Dan barangsiapa berbuat jahat sebe- rat biji sawi, ia akan melihatnya. " (Al-Zilzilah: 7- 8)

Malah dalam sejarah banyak orang yang tidak ber- asal Arab, leb'ih dekat kedudukannya kepada Nabi Muhammad Saw. daripada orang-orang Arab ' dari ke- turunan suku Quraisy.

djogja

Lagi pula jika kita selidiki arti kata "ahlul bait",

yang dimaksudkan dalam Al-Qur'an bukan anak cucu keturunan Nabi Muhammad. Ayat tersebut berbunyi:

Arlinya :

,Hai isteri-isteri Nabi, kamu tidak soma dengan seorangpun dari perempuan-perempuan, jika kamu berbakti. Dari itu janganlah kamu berlaku lemah dengan perkataan, karena akan menaruh harapan orang yang di hatinya ada penyakit, tetapi ucapkanlah perkataan yang sopan. Dan hendaklah kamu berdiri di rumah kamu dan

djogja

janganlah kamu berhias seperti tingkah jahiliyah dahulu,

dan dirikanlah sembahyang dan keluarkanlah zakat, dan taatlah kepada Allah dan Rasu/Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan kekotoran dari kamu, ahli rumah Nabi, dan membersihkan kamu sungguh-sungguh. Dan ingatlah apa yang dibaca di rumaiz-rumah kamu dari ayat-ayat Allah dan kebijaksanaan. Dan sesungguh- nya Allah adalah halus dan mengetahui. ,, (Al-Ahzab:

32-34).

Dari ayat tersebut, jelas bahwa yang dimaksudkan dengan ahlul bait bukan keturunan Nabi Muhammad, akan tetapi para isteri beliau, yang disebut denqan kata-kata yaa nisaannabiy.

Oleh sebab itu, aqidah bahwa Imam itu ;na \lu11n. dan percaya kepada Imam akan menghapuskan segaia dosa, adalah aqidah yang sangat bertentangan dengan Islam. Jika sekiranya Ali itu ma'shurn , mengetahui yang

gaib, tentu sejarah akan lain

diri mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw. pernah berkata :

keadaanny a Qur'an sen-

"Seandaimw aku mC'ngerahui barang gaib, ni.1caya aku akan memperhanyak hal-hal 1 ang haik. ,.(Al-A 'ra{

188)

djogja

Tetapi marilah kita bicarakan fikiran-fikiran po-

kok yang lain dalam kelompok Syi'ah. Setelah kita membicarakan soal Imam dengan mengutip kata-kata al-Kulini, tokoh terbesar di kalangan Syi'ah yang ke- dudukannya sederajat dengan Bukhari di kalangan Ahlus Sunnah; kita akan membicarakan sifat-sifatnya.

l. 'Jshmah. Ini adalah kata nama. Kata sifatnya :

rna 'shum. Arti kata tersebut: terpelihara, terjaga dari perbuatan dosa, besar atau kecil, dari ma'shi- yat, dari salah ata.u lupa.

Ide tentang 'ishmah ini jelas bertentangan dengan Islam. Di dalam Qur'an kita dapati ayat-ayat yang me- luki.Skan kesalahan-kesalahan kecil dari para Nabi.

Nabi Musa pernah memukul seorang Kopti sampai mati. Allah berfirman :

"Maka disepaklah

ia oleh Musa dan matilah ia.

Musa berkata: lni adalah pekerjaan setan, dan setan itu musuh yang nyata-nyata menyesatkan. Ya Tuhan- ku, aku telah menganiaya diriku, maka ampunilah

aku. '' (Al-Qr:zshash : 15)

Sulaiman pernah lupa shalat karena asyik

Nabi

djogja

melihat kuda-kudanya yang indah; Firman Allah :

"Ketika dipertunjukkan kepadanya pada waktu petang kuda-kuda yang cepat larinya, maka ia berkata:

Sesungguhnya aku suka kepada kebaikan, sehingga.aku lupa kepada Tuhan; sampai kuda-kuda J.tu jauh tak tampak. " (Shad: 32).

Nabi Mu.~ammad Saw. ~e~diri pernah mendapat teguran Allah :

"fa bermasam muka dan berpaling, lantaran da- tang kepadanya orang buta itu. Siapa tahu, mungkin

ia akan insaf, atau ingat. Dan ingat itu akan berfaedah

baginya. "('Abasa :

1 -

4)

2. Anggapan bahwa Imam itu adalah perantara dan pemberi rekomendasi antara manusia dqn Tuhan. Percaya akan adanya Imam sudah cukup untuk menghapuskan dosa dan mengangkat martabat.

djogja

Ada seorang bertanya kepada Abu Abdillah (~alah seorang Imam): "Mengapa Ali itu yang membagi sorga dan neraka? Jawabnya: Karena cinta kepada Ali itu iman, dan benci kepada Ali itu kufur. Sorga diciptakan bagi orang yang beriman dan neraka bagi orang kafir. Maka tak dapat masuk ke sorga kecuali pencinta Ali, dan tak ada yang masuk ke neraka kecuali yang mem- benci Ali." Ini juga merupakan hal yang sangat ajaib. Untuk masuk sorga, Islam menuntut seseorang agar berbuat baik. Cinta kepada Ali dan kerabat Rasulullah Saw. tidak menjadikan seseorang masuk sorga.

.

3. Anggapan tentang Imam Mahdi. Yakni, pada akhir zaman nanti, Imam yang terakhir, yang ke-12, akan muncul kembali sebagai Imam Mahdi, dan memenuhi dunia dengan keadilan, sebagai ganti kezaliman. Muncul kembali ini dinamakan dalam bahasa Arab sebagai ar-Raj'ah. Jadi, ide Mahdi dan ide Raj'ah ini merupakan dua hal yang sangat berkaitan.

menjaga diri atau men-

4.

Taqiyah.

Taqiyah berarti

cari selamat. Tersebut dalam Qur'an firman-Nya:

djogja

"Jangan sekali-kali ada orang Mu 'min yang men-

jadikan orang yang kafir pelindungnya, yang bukan

orang Mu 'min. Tuhan tidak mengizinkan hal tersebut kecuali jika kamu memang melakukan taqiyah (pura- pura untuk menjaga keselamatan dirO. " (Ali lmran

28).

Al-Kulini meriwayatkan suatu hadits yang arti- nya: "'Sembilan persepuluh agama terdapat dalam taqi- yah. Orang yang tidak melakukan taqiyah adalah ticfak beragama. Taqiyah perlu dilakukan dalam segala hal kecuali minum minuman keras dan menyusap sepatu dalam wudlu."

Al-Kulini menafsirkan Surah Al-Qashash: 54

"Mereka diberi pahala dua kali karena kesabaran me- reka (melakukan taqiyah)."

Mereka menafsirkan beberapa tindakan Imam- imam mereka sebagai taqiyah. Ali setuju dengan khila- fah Abu Bakar, Umar dan Usman karena taqiyah. Ha- san berdamai dengan Muawiyah kaPena taqiyah. Taqi- yah juga ditafsirkan sebagai memberi arti rahasia ke- pada kata-kata. Mereka menafsirkan Surah 5 (AI Mai- dah: 67): sebagai berikut.

"t'. ~Q\~·~\\;:i:j_;.:.)~,~~'G"

/

--{,

(27

v-'

-·

"Hai Rasul! Sampaikan apa yang telah disampaikan

kepadamu dari Tuhanmu

djogja

(yaitu Ali harus dijadikan

khalifah)." Mereka juga mengatakan bahwa Ja'far Shadiq pernah berkata: ''Tiga rnacam manusia tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak akan disucikan dan akan mendapat neraka yang menyakitkan. Yaitu orang yang mengakui Imam secara tak berhak; yang menolak

Imam yang diangkat oleh Tuhan; dan orang yang me- ngatakan bahwa Abu Bakar dan Umar itu beragama Islam."

FIQIH SYI'AH

Dalam teori dasar Fiqih Syi 'ah sama dengan dasar Fiqih Ahlus Sunnah. Yakni, bersandar kepada Kitabul· lah (Qur'an) dan Sunnah Nabi. Akan tetapi dalam prakteknya, seringkali berlainan karena beberapa sebab l. Yang dikatakan ushul dan furu' oleh Ahlus Sun- nah berbeda dengan ushul dan furu' menurut fa- ham Syi'ah. Itu terjadi karena aqidah dan ajaran- ajaran Syi'ah berlainan dengan aqidah ajaran Ahlus

Sunnah seperti yang telah karni

jelaskan di atas.

2. Karena Ahli Fiqih Syi'ah tidak boleh meriwayat- kan hadits, bahkan berpendapat, kecuali hanya

dari Imam Syi'ah

djogja

atau Alim Syi'ah, atau Rawi

Syi'ah. Maka mereka mendasarkan hukum-hukum syarai atas dasar tafsir Qur'an menurut Syi'ah, dan hadits-hadits menurut riwayat Syi'ah. Hal ini tentu saja mengakibatkan kesempitan legislasi dan keharusan menyalahi hukum-hukum Ahlus Sunnah.

3. Ahli Fiqih Syi'ah tidak menerima Ijma' umum se- bagai dasar legislasi, karena hal tersebut menerima pendapat orang-orang yang bukan Syi'ah. Ahli Fiqih Syi'ah juga menentang qiyas, karena qiyas adalah pendapat. Padahal agama itu bukan penda- pat dan harus diambil dari Allah, Rasul dan Imam- imam yang ma'shum. Dan karena mereka meng-

anggap bahwa para Imam mereka itu ma'shum maka kata-kata para Imam tersebut dianggap sebagai nash-nash yang tak mungkin dibantah.

CONTOH FIQIH SYI'AH

Nikah Mut'ah, yaitu perkawinan antara seorang pria dan seorang wanita, dengan maskawin terten- tu dan waktu tertentu. Caranya adalah, seorang pria berka,ta kepada seorang wanita: "Aku mengawinimu dengan maskawin Rp 50.000,00 un- tuk satu pekan." Dan si wanita menerima. Nikah Mut'ah ini tidak mengakibatkan warisan.

Suami tidak mewarisi istri, dan istri tidak mewarisi

djogja

suami. Saksi juga tidak diperlukan. Perkawinan

Mut'ah tak perlu pakai saksi dan tidak perlu di- umumkan. Begitu juga tidak perlu kepada talak, karena jika waktunya sudah habis, dengan sendiri- nya hubungan perkawinan Mut'ah itu jadi putus. Adapun iddahnya, adalah dua haid bagi wanita yang haid, dan 45 hari bagi wanita yang tidak haid - lagi. Jumlah istri, menurut Syi'ah, juga tanpa

batas.

Itulah gambaran yang jelas tentang nikah Mut'ah. Sebetulnya saya ingin :rrtemberi penjelasan tentang cara berfikimya Ahli Fiqih Syi'ah tentang hal nikah Mut'ah ini secara agak luas, akan tetapi saya ingat bah-

wa maksud buku kecil ini hanya uiltuk memperkenal- kan Syi'ah dan menjelaskan perbedaan antara mereka dengan kita, Ahlus Sunnah.

Menurut Ahlus Sunnah , Muslim, Ahmad ibn Han- bal dan Abu Dawud, Nabi Muhammad Saw. pada wak- tu perang mengambil alih kota Makkah, mengizinkan

nikah Mut 'ah. Tetapi

Khalifah Umar melara:ng keras nika~ Mut 'ah, dan menghukum orang kawin Mut'ah sebagai orang mela-

kukan zina.

setelah itu beliau melarangnya.

Yang menarik perhatian adalah bahwa al-Kulini, yang digambarkan sebagai Bukhari-nya kaum Syi'ah,

mengatakan bahwa Imam Baqir (Imam mereka yang ke-6) menjawab pertanyaan seseorang tentang nikah Mut 'ah dengan uj arnya : " Nikah Mut'ah itu dih alalkan Allah dalam Qur'an dan Sunnah. Tersebut dalam

Qur 'an:

djogja

wanita-

wanita itu maka berilah mereka itu upahnya ". (An- Nisa': 24).

"Karena

apa

yang

kalian

ni'mati dari

Maka nikah Mut'ah itu hukumnya halal sa.mpai hari kiamat. "Orang itu bertanya: Hai Imam! Apakah. Tuhanku mengatakan begitu padahal Khalifah Umar telah melarangnya. Ia menjawab: "Walaupun!" Orang itu oerkata lagi: Aku mohon perlindungan Allah bagi-

mu, janganlah menghalalkan sesuatu yang sudah diha~ ramkan oleh Umar. Imam Baqir kemudian berkata:

"Engk.au mengik.uti k.ata sahabatmu (Umar ibn Khat- tab), dan aku mengik.uti sabda Rasulullah. Marilah k.ita bermula'anah (masing-masing melak.nat lainnya) bahwa yang benar ada1ah sabda Nabi dan yang salah adalah kata sahabatmu." Pada wak.tu pembicaraan itu berlangsung datanglah Abdullah al-Laitsi dan ber- k.ata k.epada Imam Baqir: Apak.ah tuanku Imam ber- k.enan jika k.eluarga-keluarga wanita tuanku, putri-putri dan saudari-saudari atau saudari sepupu tuanku mela- kuk.an Mut'ah? Wak.tu itu Imam Baqir tidak. menja- wab."

djogja

47 '

KESIMPULAN

KESIMPULAN

Kita bangsa Indonesia diberi anugerah besar dan petunjuk yang benar berupa agama Islam oleh Allah Pencipta langit. Kita bersyukur bahwa Islam yang kita peluk adalah Islam Ahlus Sunnah, yang berdasarkan Qur'an yang ada dan satu-satunya yang ada, serta hadits-hadits yang telah diselidiki, disaring dat:. diperinci oleh para Ahli Hadits dari Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasai, Turmudzi sampai Ibnu Majah. Sejarah Islam yang kita ketahui dan kita yakini ada-

djogja

para

lah sejarah yang ditulis oleh para ahli berdasarkan

kepada riwayat-riwayat Bukhari, Muslim dan lain-lain-

nya, dengan metoda yang ilmiah dan kritis.

simpati

kepada Ali dan keturunannya adalah sangat wajar, apalagi ketika terdapat kelompok yang terang-terang- an menentang ajaran Islam seperti Muawiyah dan keturunannya. Kita semua selalu merasa simpati kepada kelompok yang tertindas. Akan tetapi simpati semacam itu ada batasnya. Kita tidak dapat memutarbalikkan cara berfikir kita yang sehat. Bahwa hak menjadi khalifah atau penguasa terbatas kepada anak cucu nabi sampai 12 orang, bahwa semua mereka itu ma'shum, bahwa mereka mengetahui yang gaib, semuanya itu adalah aqidah yang tidak benar.

Bahwa

ada

di antara

sahabat yang

Bahwa Nabi Muhammad telah berwasiat agar nanti jabatannya sebagai kepala negara hendaknya diterus- kan oleh Ali adalah asumsi sefihak. Jika asumsi itu benar, niscaya para sahabat mengetahuinya. Kemudian, di antara ummat Islam terdapat kelompok yang sangat kecil yang merasa diri mereka lebih tinggi daripada ummat Islam lainnya, bahwa ummat Islam harus menghormati mereka, adalah tidak benar. Kita, ummat Islam, saling menghormati antara yang satu ter- hadap yang lain. Tetapi dasamya adalah nilai-nilai yang tinggi, yaitu budi pekerli; dan samasekali bukan keturunan. Soal keturunan ini harus dikesampingkan. Saya sering berjumpa dengan orang-orang yang terkenal sebagai keturunan keluarga nabi (Ahlul Bait) seperti almarhum Sayyid Rasyid Ridla, murid Syeikh Muhammad A:Oduh; Amien al-Husaini, Mufti Palestina, keturunan Husein Ra.; tetapi mereka tak pemah menonjol-nonjolkan soal keturunan mereka. Bahkan belum lama ini saya bertemu di suatu negara Arab,

Bahkan belum lama ini saya bertemu di suatu negara Arab, djogja seorang pemimpin Iran yang bersorban
Bahkan belum lama ini saya bertemu di suatu negara Arab, djogja seorang pemimpin Iran yang bersorban
Bahkan belum lama ini saya bertemu di suatu negara Arab, djogja seorang pemimpin Iran yang bersorban
Bahkan belum lama ini saya bertemu di suatu negara Arab, djogja seorang pemimpin Iran yang bersorban
Bahkan belum lama ini saya bertemu di suatu negara Arab, djogja seorang pemimpin Iran yang bersorban
Bahkan belum lama ini saya bertemu di suatu negara Arab, djogja seorang pemimpin Iran yang bersorban

djogja

belum lama ini saya bertemu di suatu negara Arab, djogja seorang pemimpin Iran yang bersorban hitam.

seorang pemimpin Iran yang bersorban hitam. Dengan

bergurau beliau berkata: "Saya dianggap orang sebagai keturunan Nabi. Saya sendiri tidak tahu. Saya tidak pemah memikirkan hal semacam itu." Dengan sikap seperli itu ummat Islam akan menghargai orang- . orang semacam beliau tadi. Mungkin dengan penghar- gaan yang lebih.

seperli itu ummat Islam akan menghargai orang- . orang semacam beliau tadi. Mungkin dengan penghar- gaan
seperli itu ummat Islam akan menghargai orang- . orang semacam beliau tadi. Mungkin dengan penghar- gaan

LAMPIRAN:

Surat Edaran Departemen Agama No: D/BA.01/4865/1983 Tanggal: 5 Desember 1983 Tentang:

HAL IKHWAL MENGENAI GOLONGAN SYI'AH

1. PENDAHULUAN

:alangan Islam di-

mulai sejak wafatnya Nabi Muhammad, khususnya di- sebabkan perbedaan pendirian tentang siapa yang ber-

hak menggantikan beliau sebagai pernimpin masyarakat atau Khalifah. Golongan-golongan tersebut ialah :

1). Golongan mayoritas atau jumhur yaitu yang meng- akui Khalifah Abu Bakar, Umar dan Usman serta

Timbulnya golongan-golongan a

Ali;

djogja

2). GolonganSyi'ah,yaitu yang hanya mengakui Khali- fah Ali saja. Mereka tidak mengakui Khcilifah Abu Bakar, Umar dan Usman, bahkan menyatakan bah- wa ketiga beliau itu telah menyerobot jabatan Kha- lifah secara tidak syah. Mereka beranggapan bahwa yang berhak menjadi Khalifah sesudah Nabi adalah

Ali.

3). Golongan Khawarij. Pada akhir masa pemerintahan Khalifah Ali timbullah golongan Khawarij. Mereka ini semula adalah pengikut-pengikut Ali tetapi ke- mudian memberontak karena tidak setuju dengan cara-cara yang dilakukan oleh Ali dalam usaha me- nyelesaikan pertikaian dengan Mu'awiyah.

Perbedaan antara tiga golongan, yaitu Jumhur, Syi- 'ah, dan Khawarij juga mempunyai kaitan erat dengan soal aqidah dan hukum. Dalam uraian selanjutnya ha- nya akan dibahas mengenai golongan Syi'ah.

2. SEKTE-SEKTE DALAM SYI'AH

Syi'ah terpecah dalam berpuluh-puluh Sekte. Ada- pun sebab-sebab perpecahan itu ialah : (l) karena per-

bedaan dalam prinsip dan ajaran, disini terdapat s~Jtte yang moderat dan Sekte yang extrim (al-Ghulaat), dan (2) karena perbedaan dalam hal penggantian Imam se- sudah al-Huse}n, Imam ketig<:l, sesudah Ali Zainal Abi- din, Imam keempat dan sesudah Ja 'far Sadiq, Imam yang keenam. Dari Sekte-sekte itu yang terkenal ada- lab Zaidiyah, Ismailiyah dan Isna Asyariyah. Dua yang terakhir ini termasuk Syi'ah lmamiyah.

djogja

Perpecahan sesudah Husein disebabkan karena

segolongan pengikut beranggapah bahwa yang lebih berhak menggantikan Husein adalah putra Ali yang bukan anak Fatimah, yaitu yang bernama Muhammad ibn Hanafiah. Sekte ini dikenal dengan nama Kaisani- yah. Sedang golongan lain berpendapat bahwa yang ~erhak menggantikan Huaein adalah Ali Zainal Abidin (wafat tahun 94 H). Sekte Zaidiyah terbentuk karena segolongan peng-

ikut berpendapat .bahwa yang harus menggantikan Ali Zainal Abidin Imam keempat adalah Zaid, sementara Sekte lmamiah terbentuk oleh golongan yang meng- akui Abu Ja'far Muhammad al Baqir sebagai ganti dari -Ali Zainal Abidin.

Sesudah wafatnya Ja'far Sadiq Imam keenam pada tahun 148 H, Imamiah terbagi menjadi dua (2) sekte, yaitu Ismailiyah atau Imamiah Sab'iah dan Imamiah Isna Asyariyah. Sekte yang pertama mengakui Ima- mahnya Ismail bin Ja'far sebagai Imam yang ketujuh, sedangkan sekte kedua mengakui Musa al-Kadzim sebagai pengganti Ja'far Sadiq. Imam mereka ada 12 semuanya, dan yang terakhir bemama Muhammad yang pada suatu saat hilang (260 H) dan kemudian dikenal dengan sebutan Muhammad al Mahdi al Muntadzar. Adapun sekte Syi'ah yang extrim, antara lain as- Sabaiah yang menganggap Ali sebagai Tuhan. Pemim- pinnya Abdullah bin Saba dihukum dan dibuang ke Madain. Ada pula anggapan bahwa ketika Malaikat menyampaikan wahyu telah membuat kesalahan, yang sebenamya wahyu harus disampaikan kepada Ali, tetapi disampaikan kepada Muhammad. Sekte-sekte

extrim dipandang telah keluar dari Islam.

djogja

Dari sekte-sekte tersebut di atas yang terkenal dan mempunyai banyak pengikut ialah : (1) Syi'ah Zaidiyah, (2) Syi'ah Ismailiyah dan (3) Syi'ah

Imamiyah.

3. SYI'AH ZAIDIYAH

Seide ini timbul pada tahun 94 H ketika Ali Zainal Abidin Imam keempat wafat. Sekelompok pengikutnya menetapkan pengganti Ali Zainal Abidin adalah Abu Ja'far Mohammad Al Bakir. Kelompok ini disebut fima. miah seperti akan dijelaskan nanti. Adapun kelom- pok lain berpendapat bahwa pengganti Ali Zainal ada- lah Zaid, sebagai Imam kehma. Jadi nama Zaidiah di-

ambil dari nama Imamnya yaitu Zaid, seorang Ulama terkemuka dan guru dari Imam Abu Hanifah: Syi'ah Zaidiah adalah golongan yang paling moderat dibandingkan dengan sekte-sekte lain, dan yang pa- ling dekat dengan aliran Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Pengikut Zaidiah banyak terdapat di Yaman, dan pemah berkuasa di sana hingga tahun lima puluhan pada abad ini. Diantara pendapat pendapatnya yang perlu dikemukakan disini adalah sebagai berikut :

a. Mereka berpendapat bahwa Imam itu harus dari ke- turunan Ali Fathimah, namun tidak menolak dari golongan lain apabila memang memenuhi syarat- syarat yang diperlukan. Oleh karena itu mereka mengakui Abu Bakar dan Umar menjadi Khalifah, walaupun menurut urutan prioritas seharusnya Ali yang harus menjadi Khalifah.

b. Imam tidak ma'sum. Sebagai manusia dapat saja ia berbuat salah dan dosa, seperti manusia lain.

c . Tidak ada Imam dalam kegelapan yang diliputi oleh

djogja

berbagai misteri.

d. Mereka tidak mengajarkan "taqiyah" yaitu sikap pura-pura setuju tetapi batinnya memusuhinya.

e. Mereka mengharamkan nil(ah mut'ah.

Konon

penulis

Kitab

Nailul

Authar

Moh.

As

Syaukani adalah termasuk pengikut Syi'ah Zaidiah.

4. SYI'AH ISMAILIYAH

Sekte ini termasuk Syi'ah Imamiah, karena mengakui bahwa pengganti Ali Zainal Abidin Imam keenipat adalah Abu Ja'far Mohammad Al Bakir. Syi'ah Ismaili-

yah mengakui bahwa pengganti Ja'far Sodiq, Imam ke- enam, adalah Ismail sebagai Imam ketujuh. Ismail sen- diri telah ditunjuk oleh Ja'far Sodiq, namun Ismail wafat mendahului ayahnya. Akan tetapi satu kelom- pok pengikut tetap menganggap Ismail adalah Imam ketujuh. Sekte ini juga dinamai Syi'ah Imamiah Sab'iah, karena Imamnya berjumlah tujuh. Sekte ini terbagi lagi dalam berbagai kelompok kecil-kecil, diantaranya ada yang beranggapan bahwa Imam itu memiliki sifat-sifat Ketuhanan. Pendapat ini dipandang telah keluar dari Islam, karena memang tidak sejalan dengan ajaran-ajar- an Islam yang benar. Pengikut Ismailiah terdapat di In- dia dan Pakistan.

5. SYI'AH IMAMIAH

Sebutan

Umgkapnya

adalah

Syi'ah

Imamiah

Isna

Asyariah, tetapi biasa disingkat menjadi Syi'ah Imamiah.

djogja

Sekte ini rnengakui pengganti Ja 'far Sodiq adalah Musa Al-Kadzam sebagai Imam ketujuh, yaitu anak dari Ja' far dan saudara dari Ismail .almarhum. Imam mereka semuanya ada 12 dan Imam yang kedua belas dan yang terakhir adalah Muhammad. Pada suatu saat pada ta- hun 260 H. Muhammad ini hilang misterius. Menurut kepercayaan mereka ia akan kembali lagi ke alam du- nia ini untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Muhammad tersebut mendapat sebutan sebagai Mu- hammad al-Mahdi al-Muntadzar. Yang berkuasa di Iran sekarang i~i adalah golongan Syi'ah Imamiah. Diantara ajaran-ajaran Syi'ah Imamiah adalah sebagai berikut :

a. Mereka menganggap Abu Bakar dan Umar -telah me- rampas jabatan Khalifah dari pemiliknya, yaitu Ali. Oleh karena itu mereka memaki dan mengutuk ke- dua beliau tersebut. Seakan-akan laknat (mengutuk) disini merupakan sebagian dari ajaran agama. ·

b. Mereka memberikan kedudukan kepada Ali seting- kat lebih tinggi dari manusia biasa. Ia merupakan perantara antara manusia dengan Tuhan.

c. Malahan ada yang berpendapat bahwa Ali dan Imam Imam yang lain memiliki sifat-sifat Ketuhanan.

d. Mereka percaya bahwa Irnam itu rna 'shum terjaga dari segala kesalahan besar atau kecil. Apa yang diper- buat adalah benar, sedang apa yang ditinggalkan adalah berarti·salah.

e. Mereka tidak mengakui adanya Ijma' kesepakatan ulama Islam sebagai salah satu dasar hukum Islam, berbeda halnya dengan aliran Ahlus Sunnah wal

Jama 'ah. Mereka baru

djogja

mau menerima Ijma' apabila

Ijma' ini direstui oleh Imam. Oleh karena itu dika- langan mereka juga tidak ada ijtihad atau pengguna- an ratio/intelek dalam pengetrapan hukum Islam.

semuanya harus bersumber dari Imam. Imam adalah penjaga dan pelaksana Hukum.

f. Mereka menghalalkan nikah mut'ah, yaitu nikah un- tuk sementara waktu, misalnya satu hari, satu ming- gu atau satu bulan. Nikah mut'ah ini mempunyai ciri-ciri yang berbeda dengan nikah yang biasa kita kenai, antara lain sebagai berikut : .

(1) Dalam akaci nikah ini harus disebutkan waktu yang dikehendaki oleh kedua belah pihak, apa- kah untuk satu hari atau dua hari misalnya.

(2) Dalam akad nikah ini tidak diperlukan saksi, juga tidak peilu diumumkan kepada khalayak ramai. (3) Antara suami istri tidak ada saling mewarisi. (4) Untuk memutuskan nikah ini tidak perlu pakai talak. Apabila waktu yang ditentukan sudah habis, otomatis nikah mut'ah tersebut menjadi putus. (5) Iddah istri yang menjadi janda ialah 2x haid atau 45 hari bagi yang sudah tidak haid lagi. Adapun iddah karena kematian adalah sama dengan nikah biasa. g . Mereka mempunyai keyakinan bahwa imam-imam yang sudah meninggal itu akan kembali ke alam dunia pada akhir zaman untuk memberantas segala perbuatan kejahatan dan menghukum lawan-lawan golongan Syi'ah. Baru sesudah Imam Mahdi datang, alam dunia ini akan kiamat. Semua itu tidak sesuai dan bahkan bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya. Dalam

djogja

ajaran Syi'ah Imamiah pikiran tak dapat berkem-

bang, ijtihad tidak boleh. Semuanya harus menunggu dan tergantung pada imam. Antara manusia biasa dan Imam ada gap atau jarak yang menganga Iebar, yang merupakan tempat subur un- tuk segala macam khurafat dan tahayul yang menyimpang dari ajaran Islam.

6. SEKTE SYI'AH YANG EXTRIM

Ajaran-ajiuan dari sekte yang extrim ini dipandang telah kelua'r dan menyimpang dari akidah-akidah Islam. antara lain, yang menganggap Ali sebagai

Tuhan. Ada pula yang mengatalcan bahwa sesungc guhnya yang harus diangkat jadi Nabi itu adalah Ali, tetapi karena kekeliruan Malaikat Jibril, maka wahyu itu diserahkan kepada Muhammad. Golongan lain ada yang berpendapat bahwa Ja'far Sadiq itu adalah Tuhan. Sekte ini .oleh Jumhur Ulama dipandang telah keluar dari ajaran Islam. Mereka ini biasa disebut "al Ghulaat" arlinya kelompok yang telah melampaui batas dari ajaran Islam yang benar.

7. UMAT ISLAM INDONESIA

Adapun Umat Islam Indonesia adalah termasuk Golongan Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang mempunyai

pandangan yang berbeda dengan Golongan Syi'ah, antara lain sebagai berikut:

Memandang· sahnya ke Khalifahan Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali. Mereka inilah yang disebut Khulafa ur-Rasyidin. Khalifah (yang dalam golongan Syi'ah dinamai

Imam) adalah manusia biasa yang dapat salah dan

djogja

lupa. Jadi tidak ma'sum sebagaimana pandangan Syi'ah. mengharamkan nikah mut'ah. mengakui adanya Ijma', Qiyas dan Ijtihad dalam bentuk bentuk lain. dan lain-lain pandangan yang berbeda · dengan golongan Syi'ah.

8. BAGANPERBANDINGAN

Untuk memperoleh gambaran yang jelas, dibawah ini diberi- kan daftar perbedaan antara faham Syi'ah dan faham Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

r---~------~-~--------------~~------------r---------------

HAL

AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH

S Y I · A H

PENJELASAN

Kedud~kan Ali

 

Sebagai Khalifah ke IV dan terma- suk salah satu dari Khulafa Rasyi-

I

Sebagai lmam yang maksum. Tidak terdapat dalam ajar•n Islam. yaitu terjaga dari salah dan dosa.

 

din.

2.

Memiliki sifat-sifat Ketu hanan,

atas manusia.

 
 

djogja

dan mempunyai kedudukan di

Kedudukan Abu Bakar, Umar dan Usman·

Sebagai Khalifah ke 1, ll dan Ill dan termasuk Khulatl Rasyidin.

I.

Kekhalifahannya tidak sah, kare - na rheny<robot dari pemiliknya yang sah yaitu Ali.

Pengingkaran dan pengutukan disini menurut golongan Syi'ah termasuk soal prinsip yang harus dilakukan.

 

2.

Mengingkari dan mengutuk ke- dua beliau itu.

Ahlus Sunnah berpendapat orang lak boleh mengutuk saudara seaga·

 

manya.

Kedudukan

Kekhalifahan

(Khila-

1.

umat yang harus me -

I.

Khalifah atau lebih tepa t Imam

fah).

meuhi syarat-syarat kepemim- pinannya.

harus keturunan AJi dan bersifat maksum.

2. Siapapun dapat menduduki jaba-

2. Mempunyai

sifat-sifat Ketuhan-

. tan ini asaJ memenuhi syarat

 

an.

dan dengan cara yimg sah. 3. Termasuk masaiOh keduniaan dan kemas1ahatan.

3. Kedudukannya lebih tingg i dari

manusia biasa, sebagai perantata antara Tuhan dan manusia.

4. Termasuk masalah keagamaan dan menyangkut keimanan (Ru- kun Imam).

5. Sebagai penjaga dan pelaksana

6. Apapun

yang

dikatakan

atau

 

yang diperbuat

dianggap benar.

dan

yang uilarang dianggap s.a-

la

ljma

Sebagai sumber hukum ketiga

I.

Tidak

ada

ljma.

ljma

dalam

Had is

lj t i h. d

NibhMut'&h

pengertian

biasa

berarti merna-

suk.kan

unsur f.emikiran manu-

sia dalam agama, dan itu tidak boleh. 2. ljma hanya _dapat ·diterima apa· hila direstui oleh Imam, orena Imam adalah penjaga dan pelak· sana Syari'at.

1.

2. Dapat

Sebagai sumber hukum kedua Penerimaan hadis dilakukan secara

diskriminatip. Hanya had is yang di· riwayatkan oleh Ulama Syi'ah saja yang diterima.

kan oleh orang yang terjamin integritasnya, apapun golonpn· nya.

ljtihad tidak diperkenankan karena segala sesuatu harus bersumberdan tergantu ng Imam.

dis.

diterima

bil_a 1 diriwayat

I. Mengakui adanya ljlihad '5ebagai

djogja

dianjurkan oleh Quran 4an Ha-

2. ljtiltad adalah sarana pengemba-

bidang-bi·

ngan

dang keduniaan.

hukum

dalam

I. Tidak boleh

2. Dipendang sebapi menyerupai-

dan dilabaDabn serta

merupabn identitaa dari aolongan

Dlhalalkan

perzinahan. 3. Dipandang meren Syi'ah lmamiah.

dahkan derajat wanita.

4. Mentelantarkan anak,lketurunan

GoIongan

Syi'ah

bersikap

dis-

kriminatip.

GoIongan

Halus

Sun-

nah bersikap terbuka.

Kekuasaan

Imam

menurut

Syi'ah

bersifat religius otoriter.

Ahlus Scnnah memandang nikah Mut'ah mengandung segi-segi nega- tif pada masyarakat. Golongan Syi'ah lebih berorientui kepada kepentingan dan kesenang- an pribadi.

Bahan Bacaan 1. Ashlus Syi'ah wa Ushuluha 2. Dhuhal Islam

3. AI Islam 'ala Dhau-it Tasyayyu'

4. AI Kafi

5. Encyclopedia of Islam.

6. Fathlul Qadir

60

djogja

I

Kasyiful Ghitha Dr. Ahmad Amin Syeikh Husein al Khu·

rasani al-Kulini

Cetakan & luzac 1927

al-Syaukani.

djogja

djogja