Anda di halaman 1dari 8

Line Balancing

Penyeimbangan lini adalah proses pengelompokan tugas-tugas kerja dalam


suatu lini produksi ke dalam beberapa stasiun kerja dengan memerhatikan
keseimbangan waktu dan beban di antara setiap stasiun kerja agar tercipta suatu
proses produksi yang halus dan lancar.
1. Precedence Diagram
Precedence diagram dibuat untuk mengetahui waktu siklus dari stasiun
kerja. Precedence diagram untuk produk Spring Bed dibuat berdasarkan peta
proses operasi dan peta perakitan. Dari hasil peta proses operasi dan perakitan,
maka didapatlah sebuah precedence diagram untuk membuat suatu penyelesaian
keseimbangan lintasan yang diperlukan dalam pengolahan data. Terdapat 31
bagian dari precedence diagram dari pembuatan produk Spring Bed ini. operasi
dan perakitan, maka didapatlah sebuah precedence diagram untuk membuat suatu
penyelesaian keseimbangan lintasan yang diperlukan dalam pengolahan data pada
data ini. Terdapat 31 bagian dari precedence diagram dari pembuatan produk
Spring Bed ini.
Tabel xx Predecessor Precedence Diagram
No Simbol
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

A
B
C
D
E
F
G
H
I
J

Kegiatan

Ukur Kayu Lebar


Ukur Kayu Rangka Panjang
Ukur Kayu Rangka Samping
Ukur Kayu Samping
Potong Kayu Lebar
Potong Kayu Panjang
Potong Kayu Samping
Potong Kayu Lebar
Potong Kayu Panjang
Potong Kayu Samping
Rakit kayu lebar dengan
K
11
panjang Spring bed
Rakit kayu rakit kayu
L
samping dengan kau lebar
12
dan panjang Spring bed
M
13
Tarik Kesper
N
14
Pasang Kesper
(Sumber : Pengolahan Data, 2015)

Predecesso
r
1
2
3
4

Rata-Rata
(Detik)
32,2
41,4
91,1
8,3
7,6
6,7
6
6,7
6
6,7

5,6

127

11,7
12,13

131,6
316,9
67,2

Tabel xx Predecessor Precedence Diagram


No
15

Kegiatan
O

Pasang Per
Rakit kayu lebar dengan
16
P
panjang Sandaran Kepala
Rakit kayu rakit kayu
samping dengan kau lebar
17
Q
dan panjang Sandaran
Kepala
18
R
Pasang Kain Puring
19
S
Pasang Busa
20
T
Pasang Kain Jakat
21
U
Pasang Ring
22
V
Pasang Alas Sudut
23
W
Pasang Plastik
24
X
Pasang Kaki
25
Y
Pasang Kain Puring
26
Z
Pasang Busa
27
AA
Pasang Kain Jakat
28
AB
Pasang Plastik
Pasang Penyambung
29
AC
Sandaran Kepala
30
AD
Spring Bed
(Sumber : Pengolahan Data, 2015)

Predecesso
r
14

Rata-Rata
(Detik)
142,4

8,9

6,7

10,16

62,7

15
18
19
20
21
22
23
17
25
26
27

124,6
113
365,8
137
34
241,4
30,5
133,7
82,3
129,4
94

24,28

36,3

29

Gambar xx Precedence Diagram

HISTOGRAM
400
350
300
250
200
150
100
50
0

Gambar xxx Histogram Line Balancing


1. Perhitungan Line Balancing
PerhitunganLine Balancing dalam praktikum ini menggunakan metode
Ranked Positioned Weight (RPW). Berikut ini merupakan ranking yang didapat
dari data precendence diagram:
Tabel xx Perhitungan Metode Rank Positional Weight
Nama
Operasi Lanjutan
Kegiatan
1
5,11,12,14,15,18,19,20,21,22,23,24,29,30
2
6,11,12,14,15,18,19,20,21,22,23,24,29,30
3
7,11,12,14,15,18,19,20,21,22,23,24,29,30
4
10,17,25,26,27,28,29,30
5
11,12,14,15,18,19,20,21,22,23,24,29,30
6
11,12,14,15,18,19,20,21,22,23,24,29,30
7
12,14,15,18,19,20,21,22,23,24,29,30
8
16,17,25,26,27,28,29,30
9
16,17,25,26,27,28,29,30
10
17,25,26,27,28,29,30
11
12,14,15,18,19,20,21,22,23,24,29,30
12
14,15,18,19,20,21,22,23,24,29,30
(Sumber : Pengolahan Data, 2015)

wi
(detik)
1590,6
1598,9
1648,6
553,4
1558,4
1557,5
1556,8
551,8
551,1
545,1
1550,8
1423,8

Rangking
4
3
1
15
5
6
7
16
17
18
8
9

Tabel xx Perhitungan Metode Rank Positional Weight (Lanjutan)


Nama
Operasi Lanjutan
Kegiatan
13
14,15,18,19,20,21,22,23,24,29,30
14
15,18,19,20,21,22,23,24,29,30
15
18,19,20,21,22,23,24,29,30
16
17,25,26,27,28,29,30
17
25,26,27,28,29,30
18
19,20,21,22,23,24,29,30
19
20,21,22,23,24,29,30
20
21,22,23,24,29,30
21
22,23,24,29,30
22
23,24,29,30
23
24,29,30
24
29,30
25
26,27,28,29,30
26
27,28,29,30
27
28,29,30
28
29,30
29
30
30
(Sumber : Pengolahan Data, 2015)

wi
(detik)
1609,1
1292,2
1225
545,1
538,4
1082,6
958
845
479,2
342,2
308,2
66,8
475,7
342
259,7
130,3
36,3
1590,6

Rangking
2
10
11
18
20
12
13
14
21
23
25
28
22
24
26
27
29
30

2. Penentuan Jumlah Stasiun Kerja Minimum


Hal yang perlu diperhatikan pertama sekali dalam penentuan jumlah stasiun
kerja adalah menghitung waktu siklus (Cycle Time).

CT =

Waktu Tersedia
Output

6x8x60 menit
= 72 Unit
= 40 Menit /menit (2400 detik )
Wi
Jumlah stasiun = CT

2952
2400

= 1,23

Jadi jumlah stasiun yang didapat adalah 2


Tabel xxx Pembebanan Kerja per Stasiun Rank Position Weight
Nama
Stasiun Kerja
Kegiata
n
1,2,3,4,
5,6,7,8,
9,10,11,
1
12,13,1
4,15,16,
17
18,19,2
0,21,22,
23,24,2
2
5,26,27,
28,29,3
0
(Sumber : Pengolahan Data, 2015)
Berikut merupakan Flow
dalam produksi Spring Bed:

Diagram dari Metode RPW

Ws

1067,2

1522

Gambar 4.92 Flow Diagram Metode RPW


3. Perhitungan Parameter
a. Metode Rank Position Weight (RPW)
Diketahui:
Ws
= 1522
Wi = 2952
n
= 2 Stasiun
1) Waktu Menganggur (Delay Time)
DT
= n Ws - Wi
= (2 1522) 2952
= 92 detik
2) Keseimbangan Waktu Senggang
n ( Ws ) - Wi
KWS = n (Ws)
100%
2 (1522 ) - 2952
= 2 (1522 )
100%
= 3,02 %

3) Efisiensin Stasiun Kerja


Wi
ESKa = Ws 100%
Eks1

1522
= 1522

Eks2

= 100%
1067,2
= 1522

100%

100%

= 70%
4) Efisiensi Lintasan
Wi
EF
= n (Ws)
2952
= 2(1522)

100%
100%

= 96,97 %

Rekapitulasi efisiensi stasiun kerja usulan


Stasiun
Operasi
Waktu sikuls rata-rata
Efisiensi
(detik) Stasiun ke
1
1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,
70%
549,3
12,13,14,15,16,17
2
18,19,20,21,22,23,24,2
100 %
459,5
5,26,27,28,29,30
(Sumber : Pengolahan Data, 2015)