Anda di halaman 1dari 12

INTERAKSI OBAT

DILUAR TUBUH
MANUSIA
ATIKA JAYA RANI (13330716)

Defenisi
Interaksi obat adalah peristiwa dimana aksi suatu obat
di ubah atau dipengaruhi oleh obat lain yang di berikan
bersamaan. Interaksi obat terjadi jika suatu obat
mengubah efek obat lainnya. Kerja obat yang diubah
dapat menjadi lebih atau kurang Aktif
Pada interaksi obat melibatkan dua jenis obat yaitu
Obat Presipitan yakni obat yang mempengaruhi atau
mengubah aksi efek obat lain
Obat Objek merupakan obat yang hasil atau efeknya
dipengaruhi atau diubah oleh obat lain

Faktor-faktor yang mempengaruhi


interaksi obat
1. Faktor penderita:

Umur (yang paling peka adalah bayi, balita dan orang


lanjut usia)

Sifat keturunan

Penyakit yang sedang diderita

Fungsi hati dan ginjal

2. Faktor obat:

Jumlah obat yang digunakan

Jangka waktu pengobatan

Jarak waktu penggunaan dua obat

Urutan pemberian ohat

Bentuk sediaan obat

1. Mekanisme terjadinya interaksi-obat


Interaksi farmasetik
Interaksi farmakokinetik
Interaksi farmakodinamik
2. Sasaran interaksi
Interaksi Obat-obat
Interaksi Obat Makanan
Interaksi Obat Penyakit
Interaksi Obat Hasil Lab

INTERAKSI OBAT DI LUAR


TUBUH
Interaksi yang terjadi diluar tubuh
( sebelum obat di berikan) antara obat
yang tidak bisa di campur disebut
inkompatibel atau intraksi farmasetis.
Prinsip interaksi obat diluar tubuh
manusia adalah interaksi langsung
secara fisik dan atau kimiawi, yang
mungkin terlihat sebagai pembentukan
endapan, perubahan warna, dll, atau
mungkin juga tidak terlihat dari hasil
interaksi yang terjadi.

Mekanisme Kerja Interaksi Obat


Interaksi yang terjadi karena adanya perubahan atau reaksi kimia dan
fisika antara 2 obat atau lebih yang dapat dikenal/dilihat yang berlangsung
diluar tubuh dan mengakibatkan aktivitas farmakologik obat tersebut
hilang/berubah.
Macam macam inkompatibilitas
1. Inkompatibilitas terapeutik
Inkompatibilitas golongan ini mempunyai arti bahwa bila obat yang satu
dicampur/ dikombinasikan dengan obat yang lain akan mengalami
perubahan-perubahan sedemikian rupa hingga sifat kerjanya dalam tubuh
(in vivo) berlainan daripada yang diharapkan.
2. Inkompatibilitas fisika
Yang dimaksudkan disini adalah perubahan-perubahan yang tidak
diinginkan yang timbul pada waktu obat dicampur satu sama lain tanpa
terjadi perubahan-perubahan kimia.
3. Inkompatibilitas kimia
Yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada waktu pencampuran obat
yang disebabkan oleh berlangsungnya reksi kimia/interaksi

CONTOH INTERAKSI OBAT DI LUAR TUBUH


No. Obat
Precipitant
(A)
1.
Penicilin

2.

Karbenisilin

Obat
Mekanisme kerja
Object (B)

Efek

Solusi

Larutan RL
(Ringer
Laktat)
Gentamisin

Penicillin tidak
aktif (endapan)

Digerus
bersamaan,
menurunkan
aktifitas INH karena

sifat rifampisin
yang higroskopis.

obat tidak
dicampur
bersamaan
Tidak
dicampur
secara
bersamaan
Pemberian
obatnya
dipisah,
tidak
digerus
bersama.

Membentuk
senyawa
kompleks
sehingga terjadi
proses
pengendapan

Amfoterisin
tidak
dicampur
bersamaan
dengan
cairan infus

3.

4.

Rifampisin

Amfoterisin

Isoniazid
(INH)

Larutan
garam
fisiologis/
larutan
Ringer

Terbentuknya
senyawa kompleks
dan endapan
menghambat kerja
gentamisin

Gentamisin
tidak aktif,
kabenisilin
rusak
INH mengalami
penurunan
aktifitas

Amfoterisin
akan
mengendap
dalam larutan
garam
fisiologis/larut

pembahasan
Penicilin merupakan salah satu antibiotic yang apabila
di reaksikan bengan Larutan RL (Ringer Laktat) akan
terbentuk suatu senyawa kompleks antara penicillin
dengan larutan ringer sehingga dapat terjadi proses
pengendapan. Hal ini membuat Penicillin menjadi tidak
aktif karena eddapan yang dihasilkan. Untuk itu
Penicillin sebaiknya tidak dicampur bersamaan dengan
hidrokortison taua dalan hal ini larutan ringer laktat.
Karbenisilin sebaiknya tidak dicampur dengan
Gentamisin, karena jika dberikan bersama karbenisilin
akan dapat menghambat kerja gentamisin. Hal ini
membuat Gentamisin menjadi tidak aktif selain itu
kabenisilin akan rusak. Oleh karena itu sebaiknya
kedua obat tersebut tidak dicampur secara bersamaan.

Rifampisin dapat berinteraksi dengan Isoniazid


(INH) pada proses pencampuran. Bila digerus
bersamaan,maka menurunkan aktifitas INH hal ini
dikarenakan sifat rifampisin yang higroskopis.
Efek yang ditimbulakan adalah INH mengalami
penurunan aktifitas. Oleh karena itu pemberian
obatnya harus dipisah, dan tidak digerus
bersama pada saat pembuatan
Amfoterisin jika dicampur dengan Larutan garam
fisiologis/ larutan Ringer maka akan terbentuknya
suatu senyawa kompleks antara amfoterisin
dengan larutan ringer. Hal ini dapat
menyebabkan proses pengendapan. Amfoterisin
akan mengendap dalam larutan garam
fisiologis/larutan Ringer. Oleh karena itu

Tindakan menghindari interaksi farmasetik


1.

Jangan memberikan suntikan campuran obat kecuali kalau


yakin betul bahwa tidak ada interaksi antar masing-masing
obat

2.

Dianjurkan sedapat mungkin juga menghindari pemberian obat


bersama-sama lewat infus

3.

Selalu memperhatikan petunjuk pemberian obat dari


pembuatnya

4.

Sebelum memakai larutan untuk pemberian infus, intravenosa


atau yang lain, diperhatikan bahwa perubahan warna,
kekeruhan, dari larutan

5.

Siapkan larutan hanya kalau diperlukan saja

6.

Botol infus harus selalu diberi label tentang jenis larutannya,


oabt-obatan yang sudah dimasukan, termasuk dosis dan
waktunya.

7.

Jika harus memberi per infus dua macam obat, berikan 2 jalur
infus, kecuali kalau yakin tidak ada interaksi.

8.

Mengetahui sifat masing-masing obat sehingga dapat memilih


obat yang tidak berinteraksi saat proses pembuatan atau

kesimpulan
Interaksi obat adalah peristiwa dimana aksi suatu obat
di ubah atau dipengaruhi oleh obat lain yang di berikan
bersamaan. Interaksi obat terjadi jika suatu obat
mengubah efek obat lainnya. Kerja obat yang diubah
dapat menjadi lebih atau kurang Aktif. Mekanisme
interaksi obat dapat melalui beberapa cara, yakni
interaksi secara farmasetik (inkompatibilitas); interaksi
secara farmakokinetik dan interaksi secara
farmakodinamik.
Interaksi langsung secara fisik dan atau kimiawi dapat
terjadi di luar tubuh manusia, yang mungkin terlihat
sebagai pembentukan endapan, perubahan warna, dll,
atau mungkin juga tidak terlihat dari hasil interaksi yang
terjadi

Terima kasih