Anda di halaman 1dari 11

Mulki Hakam

Anisometropia
Merupakan salah satu gangguan
penglihatan, yaitu suatu keadaan
dimana kedua mata terdapat
perbedaan kekuatan refraksi (R. Jogi
Basic Ophtalmology, 4th Edition, 57-)

Etiologi
Kongenital dan perkembangan
anisometropia, yaitu muncul disebabkan
oleh perbedaan pertumbuhan dari kedua
bola mata
Anisometropia didapat, yaitu mungkin
disebabkan oleh aphakia uniokular setelah
pengangkatan lensa pada katarak atau
disebabkan oleh implantasi lensa intra
okuler dengan kekuatan yang salah
(Comperhensive Ophtalmology, 38-)

Klasifikasi (Berdasarkan Manifestasi)


Simple anisometropia: dimana refraksi satu mata
adalah normal (emetropia) dan mata yang lainnya
miopia (simple miopia anisometropia) atau
hipermetropia (simple miopia anisometropia).
Coumpound anisometropia: dimana pada kedua mata
hipermetropia (coumpound hipermetropic
anisometropia) atau miopia (coumpound miopia
anisometropia), tetapi sebelah mata memiliki
gangguan refraksi lebih tinggi dari pada mata yang
satunya lagi.
Mixed anisometropia: dimana satu mata adalah miopia
dan yang satu lagi hipermetropia, ini juga disebut
antimetropia.
Simple astigmmatic anisometropia: dimana satu mata
normal dan yang lainnya baik simple miopia atau
hipermetropi astigamatisma.
Coumpound astigmatismatic anisometropia: dimana

Tingkatan
Sloane membagi anisometropia
menjadi 3 tingkat yaitu:
anisometropia kecil, beda refraksi lebih
kecil dari 1,5 D
anisometropia sedang, beda refraksi
antara 1,5-2,5 D
anisometropia besar, beda refraksi lebih
besar dari 2,5 D

Gejala Klinis
Gejala anisometropia sangat bervariasi.
Menurut Friedenwald gejala anisometropia
muncul apabila terdapat perbedaan bayangan
yang diterima pada kedua retina (aniseikonia).
Gejala anisometropia pada umumnya sakit
kepala, pada kedua mata merasa tidak enak,
panas, tegang.
Gejala yang spesifik pada anisometropia yaitu
pusing, mual-mual, kadang-kadang melihat
ganda, kesulitan memperkirakan jarak suatu
benda, melihat lantai yang bergelombang

Tatalaksana
Perbedaan 1 D pd kedua mata menyebabkan perbedan
ukuran bayangan di kedua retina sebanyak 2 %.
Perbedaan bayangan retina di kedua mata hingga 5 %
masih dpt ditoleransi baik dan antara 2,5-4 D dpt di
toleransi tergantung sensitivitas individu.
Lebih dari 4 D tidak dapat ditoleransi bias
menyebabkan diplopia.
Intraokuler lensa implantasi untuk uniokular afakia.
Operasi refraktif kornea untuk yang mengalami
unilateral myopia, astigmatisme & hipermetropia.
Ekstraksi lensa kristalin untuk unilateral myopia derajat
tinggi.

Tata Laksana
Spectacles. The corrective spectacles can
be tolerated up to maximum difference of
4D.After that diplopia may occurs.
Contact lenses are advised for higher
degrees of anisometropia .
IOL implantation for uniocular aphakia.
Refractive corneal surgery for unilateral
high myopia , astigmatism and
hypermetropia.

Terima Kasih

Perbedaan 1 dioptri pada kedua mata


menyebabkan 2% perbedaan ukuran saat
pengambilan gambar di kedua retina.
Perbedaan hingga 5 persen pada retinal images di
kedua mata masih bisa ditoleransi. Dengan kata
lain,pada anisometropia sampai 2.5 dioptri masih
bisa ditoleransi dan juga, antara 2.5 dan 4 dioptri
masih bisa ditolernasi tergantung tiap senitivitas
masing masing.
Akan tetapi, jika lebih dari 4 dioptri, tidak bisa di
toleransi lagi dan ini masalah yang perlu
diperhatikan

Status penglihatan binocular pada


anisometropia
Three possibilities are there:
Binocular singel vision bisanya terdapat pada
derajat yang kecil pada anisometropia (<3)
Uniocular vision. Ketika refractive error dalam satu
mata pada derajat yang tinggi, matanya tertekan
dan berkembang menjadi anisometropic
amblyopia. Sehingga, pasien hanya memiliki
uniocular vision.
Alternate vision terjadi ketika 1 mata
hypermetropic dan yang lain myopic. Mata yang
hypermetropic digunaan nutk melihat jauh, dan
myiopic untuk yang dekat.

Anda mungkin juga menyukai