Anda di halaman 1dari 2

Herindra Veriawan.

veriawan.blog.uns.ac.id

Supply Chain
Supply chain terdiri dari semua aspek baik secara langsung ataupun tidak
langsung dalam memenuhi permintaan konsumen. Elemen-elemen dalam supply
chain tidak hanya suplier dan pembuat produk tetapi termasuk juga transportasi,
pergudangan, retailer dan juga konsumen itu sendiri (Chopra, 2004). Tujuan yang
mendasar dalam supply chain yaitu memenuhi kebutuhan konsumen dalam proses
memperoleh keuntungan bagi perusahaan. Aktivitas supply chain dimulai dengan
adanya permintaan konsumen dan berakhir ketika kebutuhan konsumen telah
terpenuhi dan konsumen telah membayar apa yang dibelinya.

Pengaturan Pergudangan
Pergudangan memainkan peran kunci dalam pengembangan strategi logistik
terpadu, karena berdampak terhadap keberhasilan upaya penjualan dan pemasaran
produk perusahaan. Tujuan keberadaan gudang adalah untuk menyimpan produk
sampai produk tersebut diminta oleh pelanggan, dengan demikian gudang
berperan dalam untuk menghubungkan fasilitas produksi dengan pelanggan, atau
pemasok dengan produksi.
Dipandang dari sudut logistik, pergudangan adalah sebuah kebutuhan karena
aktivitas produksi mengharapkan agar gudang bisa membantu dalam mewujudkan
aktivitas produksi ekonomis, sedangkan bagian pemasaran menyatakan bahwa
gudang dapat berperan dalam meningktkan "customer service". Sebenarnya jika
jumlah permintaan dalam kondisi yang pasti, maka keberadaan gudang tidak
diperlukan, namun dalam dunia nyata, sulit untuk mendapatkan informasi
permintaan dengan jumlah yang pasti, oleh karena itu keberadaan gudang sangat
diperlukan untuk menyangga antara "supply dengan demand". (Bloomberg,
1996).
Gudang merupakan fasilitas yang dipergunakan untuk penyimpanan bahan baku
atau produk jadi tersebut mengalami aktifitas produksi atau aktifitas lebih
lanjutnya. Gudang merupakan arena primer dari operasi penanganan, karena itu
gudang merupakan salah satu aspek integral dari keseluruhan efisiensi
penanganan dan juga sangat vital untuk meningkatkan produktivitas.

Supply Chain Management © 2010


Herindra Veriawan.
veriawan.blog.uns.ac.id

Model Pengambilan Keputusan Multi Kriteria


Pada umumnya, proses pemilihan lokasi paling sedikit menghadapi dua masalah.
Pertama, tidak ada satu kriteria yang mampu menjadi acuan untuk pemilihan
lokasi, dengan kata lain, permasalahan akan bersifat multikriteria. Kedua, jarang
sekali suatu pemilihan lokasi hanya melibatkan satu pengambil keputusan, dengan
demikian, pengambilan keputusan bersifat multipartisipan (Buchanan, 1999).
Model pengambilan keputusan multi kriteria multi partisipan yang ada saat
ini antara lain :
 AHP (Analitycal Hierarchy Process) dikembangkan oleh Thomas L.Saaty pada tahun
1970-an.
 ELECTRE dikembangkan oleh Bernard Roy pada tahun 1968 sampai 1991
 PROMETHEE (Preference Ranking Organization METHod for Enrichment Evaluations)
dikembangkan oleh Alexandre Cvetkovic dan Guy Arsenault.

Supply Chain Management © 2010