Anda di halaman 1dari 2

RESUME BAB 2: PRINSIP-PRINSIP ETIKA DALAM BISNIS

1. Ulitarianisme

Utilitarianisme merupakan pandangan yang menyatakan bahwa tindakan dan kebijakan


perlu dievaluasi berdasarkan keuntungan dan biaya yang dibebankan pada masyarakat. Banyak
analisis yang meyakini bahwa cara terbaik untuk mengevaluasi kelayakan suatu keputusan bisnis
adalah dengan mengandalkan pada analisis biaya keuntungan utilitarian. Tindakan bisnis yang
secara sosial bertanggung jawab adalah tindakan yang mampu memberikan keuntungan terbesar
atau biaya terendah bagi masyarakat.Prinsip utilitarian tradisional yaitu suatu tindakan dianggap
benar dari sudut pandang etis jika dan hanya jika jumlah total utilitas yang dihasilkan dari
tindakan tersebut lebih besar dari jumlah utilitas sosial yang dihasilkan oleh tindakan lain yang
dapat dilakukan. Prinsip ini mengasumsikan bahwa keuntungan dan biaya dari suatu tindakan
dapat diukur dengan menggunakan skala numerik biasa, lalu ditambah atau dikurangi dengan nilai
yang diperoleh.
2. Hak dan Kewajiban
Secara umum, hak adalah klaim atau kepemilikian individu atas sesuatu. Seseorang
memiliki hak jika dia memiliki klaim untuk melakukan tindakan dalam suatu cara tertentu atau
jika orang lain berkewajiban melakukan tindakan dalam suatu cara tertentu kepadanya. Hak
diklasifikasikan sebagai hak negatif dan hak positif. Hak negatif adalah kewajiban bagi seseorang
untuk tidak ikut campur dalam aktivitas orang lain yang mempunyai hak atas hal ini, sedangkan
hak positif adalah memberikan hak kepada seseorang untuk ikut campur. Hak positif dan negatif
ini mengundang perdebatan yang hebat mengenai campur tanggan pemerintah dalam hal ini.
3. Keadilan dan Kesamaan
Norma keadilan secara umum dianggap lebih penting dibandingkan dengan pertimbangan
utilitarian dan tidak menolak hak-hak moral individu. Sebagian alasannya adalah dalam tingkatan
tertentu keadilan didasarkan pada hak-hak moral individu.Keadilan dan kesamaan dapat
dikategorikan menjadi tiga, yaitu keadilan distributif, retributif, dan kompensatif.
Prinsip dasar keadilan distributif adalah bahwa yang sederajat haruslah diperlakukan
secara sederajat dan yang tidak sama juga harus diperlakukan dengan cara yang tidak sama.
Keadilan retributif adalah keadilan dalam menyalahkan atau menghukum seseorang yang telah
melakukan kesalahan.Sedangkan Keadilan konpensatif adalah keadilan yang berkaitan dengan
keadilan dalam memperbaiki kerugian yang dialami seseorang akibat perbuatan orang lain.
4. Etika Memberi Perhatian

Etika memberi perhatian menekankan dua syarat moral, yaitu kita hidup dalam suatu
rangkaian hubungan dan wajib mempertahankan serta menyetarakan hubungan yang konkret dan
bernilai dengan orang lain, dan kita memberikan perhatian khusus pada orang-orang yang
menjalin hubungan baik dengan memperhatikan kebutuhan, nilai, keinginan, dan keberadaan
mereka dari perspektif pribadi mereka sendiri, dan dengan memberikan tanggapan secara positif
pada kebutuhan, nilai, keinginan, dan keberadaan orang-orang yang membutuhkan dan
bergantung pada perhatian kita.
5. Memadukan Utilitas, Hak, Keadilan, dan Perhatian
Penggabungan berbagai standar moral mengharuskan kita untuk tetap mempertimbangkan
bagaimana semua standar tersebut saling berkaitan satu sama lain. Jadi secara umum standar yang
berkaitan dengan hak moral memiliki bobot yang lebih besar dari standar utilitarian maupu
keadilan. Demikian juga pertimbangan keadilan umumnya diberi bobot yang lebih besar
dibandingkan pertimbangan utilitarian. Etika perhatian tampak memperoleh bobot yang lebih
besar dibandingkan prinsip imparsialitas dalam situasi-situsasi yang melibatkan hubungan yang
erat (misalnya keluargadan teman) dan penggunaan sumber daya pribadi.

6. Etika Kebaikan

Pendekatan Etika lain yang lebih baik, menurut para ahli harus mempertimbangkan aspek
kebaikan (misalnya kejujuran, keberanian, keteguhan, integritas, belas kasih, pengendalian diri)
dan keburukan misalnya (sikap tidak jujur, serakah, tidak punya integritas, kejam) sebagai wal
penting dari penalaran etika.

Traidos Bank and Roches Drug Trails in China


1. a. Utilitiarisme

Dalam pandangan Utilitarianisme suatu tindakan dapat dianggap benar secara etis jika
menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat. Dalam kasus ini tindakan Roche
melakukan tes obat CellCept di China sesuai pandangan Utilitarianisme dianggap benar,
karena jika test obat ini berhasil akan dapat menyelematkan ribuan pasien yang melakukan
transplantasi organ. Utilitarian mungkin berpendapat bahwa Roche tidak punya kendali atas
bagaimana organ-organ diambil. Mengetahui atau tidak mengetahui darimana organ-organ
yang berasal bukan merupakan persoalan yang utama, karena tujuan yang utama adalah
untuk menyelamatkan nyawa dari ribuan pasien yang melakukan transplantasi organ.
b. Rights-based ethic
Rights-based ethic menekankan pada pentingnya hak-hak individu. Dalam kasus ini
tindakan Roche sesuai pandangan Rights-based ethic dianggap tidak benar. Fakta
menyebutkan bahwa lebih dari 90% organ tranplantasi berasal dari tahanan yang dieksekusi.
Hal ini menunjukkan ada hak-hak individu yang dilanggar antara lain, tahanan yang
dieksekusi mungkin tidak punya pilihan untuk mendonorkan organnya atau tidak, hak
kebebasan dari para tahanan, dan juga alasan tahanan itu dipenjara karena perbedaan
idiologi ataupun agama dengan pemerintah
Rights-based ethic memiliki kekuatan dan bobot yang lebih besar dibandingkan utilitarian
karena dalam kasus ini banyak hak asasi yang paling mendasar yang dilanggar.
2. Tindakan Roche sesuai pandangan Utilitarianisme dianggap etis namun sesuai pandangan
Rights-based ethic dianggap tidak etis. Walaupun tindakan mengambil organ para tahanan
bukan tanggungjawab Roche namun dapat dikatakan secara tidak langsung Roche mendukung
dan mengambil keuntungan dari kegiatan tersebut.
3. Tindakan traidos Bank yang menarik investasinya pada Roche dianggap hal yang tidak etis
apabila tindakan itu dilakukan dengan pertimbangan untuk menjaga brand image yang
membedakan mereka dengan bank-bank yang lain. Jika dilihat dari tugas bank adalah untuk
menyalurkan investasi secara bijaksana, maka Roche masih layak untuk didanai karena
kinerja Roche yang sangat bagus. Tindakan tersebut dapat menimbulkan kesulitan keuangan
pada Roche yang tentunya akan berdampak pada masyarakat karena produk Roche yang
berkaitan langsung dengan keselamatan manusia. Dalam kasus ini sebaiknya sebelum
mengambil keputusan harus dibicarakan dahulu dengan kedua belah pihak dan merumuskan
kembali batasan-batasan dari pedoman etis terkait ujicoba obat, sehingga tidak menimbulkan
interpretasi yang berbeda diantara kedua belah pihak.
4. Dari kasus ini dapat dilihat bahwa Traidos Bank memiliki standar etika yang sangat tinggi dan
alasan utama dari hal tersbut adalah menjaga brand image dalam pasar bank yang sangat
kompetitif. Hal ini terdengar sangat baik untuk sebuah brand tetapi dapat menimbukan
ketidakpercayaan dan hubungan yang kurang baik dengan klien serta mungkin akan
menimbulkan kehawatiran pada klien kalau sewaktu-waktu Traidos Bank akan menarik
dananya.