Anda di halaman 1dari 16

MIOPIA

Yovina Firdarehan
131.0211.116

DEFINISI
Miopia atau nearsightedness adalah suatu kelainan dimana sinar
sejajar masuk ke bola mata jatuh didepan retina. Sehingga untuk
membuat sinarnya jatuh di retina, maka sinar harus lebih dekat ke
bola mata dibandingka orang normal (American Academy of
Ophtalmology)

KLASIFIKASI

Menurut Jenis Kelainan


Menurut Perjalanan Penyakit
Berdasarkan Ukuran Derajat
Secara Klinis
Berdasarkan Usia

KLASIFIKASI
Menurut Jenis Kelainan (Vaughan)
Miopia Aksial, dimana diameter antero-posterior dari bola mata lebih panjang
dari normal walaupun kornea dan kurvatura lensa serta posisi anatomis lensa
normal
Miopia Refraktif, mata memiliki aksial bola mata yang normal, tetapi kekuatan
refraksi mata lebih berat dari normal
Miopia kurvatura, dimana terjadi kurvatura/kelengkungan dari kornea (kongenital atau
keratokonus)
ataupun lensa yang lebih disbanding normal (hiperglikemia)
Miopia indeks, dimana titik sinar jatuh didepan retina yang disebabkan oleh peningkatan indeks bias
pada cairan mata (katarak nuclear sklerotik)
Miopia anterior, pergerakan lensa ke anterior akan meningkatkan keadaan myopia pada mata (post
op glaucoma)

KLASIFIKASI
Menurut Perjalanan Penyakitnya (Ilyas)
Miopia Stasioner, myopia yang menetap setelah dewasa
Miopia Progresif, myopia yang semakin berat seiring bertambahnya umur yang
disebabkan bertambah panjangnya diameter bola mata
Miopia Maligna, keadaan myopia yang lebih parah dibandingkan Progresif, yang
pada akhirnya sebabkan ablasi retina dan kebutaan

KLASIFIKASI
Berdasarkan Ukuran Derajat (Ilyas)
Miopia Ringan 1-3 Dioptri
Miopia Sedang 3-6 Dioptri
Miopia Berat >6 Dioptri

KLASIFIKASI
Secara Klinik
Miopia Fisiologis, sering disebut myopia simple atau shool-myopia
yang merupakan proses pertumbuhan normal dari tiap komponen
refraksi mata. Proses ini menimbulkan myopia ringan dan sedang
Miopia Patologis, hal ini disebabkan pertambahan panjang aksial
bola mata yang berlebih sedangkan komponen refraksinya normal

KLASIFIKASI
Menurut Usia (Khurana)
Miopia Anak, timbul saat umur 7-16 tahun yang terutama
disebabkan oleh pertumbuhan panjangnya bola mata.
Miopia Dewasa, timbul saat usia > 20 tahun yang disebabkan
terlalu banyak membaca pada jarak dekat

ETIOLOGI
Pada dasarnya myopia terjadi karena pertambahan aksial
bola mata yang tidak diikuti oleh komponen refraksi yang
lain atau perubahan kekuatan refraksi kornea, lensa, serta
aquos humor yang tidak diikuti oleh perubahan aksial bola
mata. Herediter
Beberapa hal yang diperkirakan
merupakan etiologi dari
Gangguan Pertumbuhan
myopia :
Sistemik

Kerja Dekat Berlebih

Kelainan Endokrin

Pemakaian Kaca Mata yang


Salah

Penyakit Mata

Sikap Tubuh Tidak Sesuai

GAMBARAN KLINIS
Gejala Subjektif
Penglihatan jauh kabur
Kadang pada daerah lapangan pandang, pasien melihat seperti
benang
Akibat retina perifer alami degenerasi sehingga terlepas dari corpus vitreous

Pada miopia tinggi, titik jauh masih terang terlihat


diakibatkan punctum remotum yang dekat, sehingga ia harus berkonvergensi
lebih banyak dibandingkan biasa yang pada akhirnya akan menyebabkan
astenopia oleh konvergensi yang berlebih

GAMBARAN KLINIS
Gejala Objektif
Diameter kornea lebih besar
Bilik mata depan lebih dalam
Iris tremulans (bergetar)
Pupil dilatasi
Vitreous floaters
Pada myopia aksial terlihat perubahan fundus
Tigroid fundus
Myopic crescent

PENATALAKSANAAN
Terapi Optikal
Kacamata Spheris Negatif atau Soft Lens

Terapi Bedah
Epikeratophakia
Radial Keratotomy
Photo-refractive Keratotomy
Laser Insitu Keratomileusis
Clear lens extraction in unilateral high myopia
Phakic IOL

KOMPLIKASI
Retinal Detachment
Katarak Komplikata
Perdarahan Vitreous
Perdarahan Koroid
Strabismus Divergent

REFERENSI
repository.usu.ac.id