Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH FARMAKOGOSI

GLIKOSIDA

Disusun Oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Nabila Fasya
Yulia
Oviana Rizqi
Putri Dewi Riayah
Sasmita Laila K.S.
Ellisa Mahardika
Bagus Dwi Setiawan
Ristra Putri A.

(G1F014024)
(G1F014026)
(G1F014028)
(G1F014030)
(G1F014032)
(G1F014034)
(G1F014036)
(G1F014038)

KELAS : B

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU ILMU KESEHATAN
JURUSAN FARMASI
PURWOKERTO
2016

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Farmakognosi adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan dan
pengenalan obat yang berasal dari tanaman dan zat-zat aktif lainnya, termasuk
yang berasal dari dunia mineral dan hewan. Tidak semua tanaman dapat
dijadikan sebagai bahan obat. Tanaman-tanaman yang dijadikan obat tentu
saja adalah tanaman yang memiliki kandungan atau zat-zat yang dapat
bermanfaat bagi kesehatan dan kesembuhan tubuh. Salah satu diantaranya
adalah glikosida. Glikosida banyak terdapat dalam alam. Glikosida
merupakan salah satu kandungan aktif tanaman yang termasuk dalam
kelompok metabolit sekunder. Di dalam tanaman, glikosida tidak lagi diubah
menjadi senyawa lain, kecuali bila memang mengalami peruraian akibat
pengaruh lingkungan luar.
Glikosida terdiri atas gabungan dua bagian senyawa, yaitu gula
(glikon) dan bukan gula (aglikon atau genin). Keduanya dihubungkan oleh
suatu bentuk ikatan berupa jembatan oksigen (O glikosida, dioscin),
jembatan nitrogen (N-glikosida, adenosine), jembatan sulfur (S-glikosida,
sinigrin), maupun jembatan karbon (C-glikosida, barbaloin). Apabila glikon
dan aglikon saling terikat maka senyawa ini disebut sebagai glikosida.
Menyadari bahwa glikosida sebagai salah satu kandungan aktif tanaman dan
perlunya pemahaman yang memadai tentang senyawa ini.
B. RUMUSAN MASALAH
Berikut rumusan masalah dari penulisan makalah ini :
1. Apa yang dimaksud dengan glikosida?
2. Bagaimana pembagian macam-macam glikosida dan sumber utamanya?
3. Bagaimana biosintesis glikosida?
4. Apa saja manfaat dari glikosida?
C. TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan glikosida.

2.
3.
4.

Untuk mengetahui pembagian macam-macam glikosida.


Untuk mengetahui sumber utama glikosida.
Untuk mengetahui berbagai manfaat dari glikosida.

BAB II
ISI

A. PENGERTIAN GLIKOSIDA
Glikosida adalah senyawa yang menghasilkan satu atau lebih gula
dan komponen bukan gula pada reaksi hidrolisis. Glikosida terdiri atas
gabungan dua bagian senyawa, yaitu gula dan bukan gula. Kedua bagian
senyawa tersebut dihubungkan oleh suatu ikatan berupa jembatan oksigen (Oglikosida, dioscin), jembatan nitrogen (N-glikosida, adenosin), jembatan
sulfur (S-glikosida, sinigrin), maupun jembatan karbon (C-glikosida,
barbaloin) (Wallis, 1965).
Bagian gula dari glikosida biasa disebut glikon, sedangkan bagian
bukan gula dari glikosida biasa disebut aglikon atau genin. Aglikon dari
glikosida terdiri dari banyak jenis senyawa kimiawi. Senyawa-senyawa
kimiawi tersebut meliputi senyawa-senyawa alkoholik fenolik, isotiosianat,
nitril sianogenetik, turunan antrasen, flavonoid dan fenolik, flavonoid dan
steroid. Bagian aglikon atau genin terdiri dari berbagai macam senyawa
organik, seperti triterpena, steroid, antrasena, maupun senyawa-senyawa yang
mengandung gugus fenol, alkohol, aldehid, keton dan ester (Gunawan, 2004)
B. MACAM MACAM GLIKOSIDA DAN SUMBER UTAMANYA
Glikosida diklasifikasikan berdasarkan macam aglikon yang
dihubungkan dengan efek farmakologisnya. Kerugian dari klasifikasi seperti
ini adalah banyak senyawa lain yang lebih spesifik yang juga mempunyai
efek terapi. Pengklasifikasian tidak dilakukan secara farmakologis karena
banyak jenis glikosida yang mempunyai efek terapeutik yang sama.
Penggolongan glikosida berdasarkan aglikonnya adalah sebagai berikut.
1.

Glikosida Sterol-Cardio Active : Digitalis


Penggunaan glikosida kargiak dalam terapi yaitu dapat meningkatkan
kekuatan kontraksi sistolik. Glikosida kardioaktif biasanya digunakan

pada pasien gagal jantung kongestif. Glikosida kardioaktif bekerja


dengan cara menghambat Na+, K+-ATPase.

2.

Digitalis purpurea folium

Digitalis lanata folium

Strophantus gratus semen

Nerium oleander folium

Glikosida Antrakinon : Aloe, Casia Acutifolia


Glikosida antrakinon adalah stimulan katartika dengan meningkatkan
tekanan otot polos pada dinding usus besar, aksinya akan terasa sekitar 6
jam kemudian atau lebih lama. Adapun mekanisme belum jelas, namun
diduga antrakinon dan antranol dan turunannya berpengaruh terhadap
transpon ion dalam sel colon dengan menghambat kanal ion Cl-.

Aloe vera

Casia Acutifolia
3.

Rhamni purshianae Cortex

Sennae folium

Glikosida Saponin : Saponin


Glikosida saponin adalah glikosida yang aglikonnya berupa sapogenin.
Glikosida saponin bisa berupa saponin steroid maupun saponin
triterpenoid. Saponin adalah segolongan senyawa glikosida yang
mempunyai struktur steroid dan mempunyai sifat-sifat khas dapat
membentuk larutan koloidal dalam air dan membui bila dikocok. Saponin

merupakan senyawa berasa pahit menusuk dan menyebabkan bersin dan


sering mengakibatkan iritasi terhadap selaput lendir. Saponin juga bersifat
bisa menghancurkan butir darah merah lewat reaksi hemolisis, bersifat
racun bagi hewan berdarah dingin, dan banyak diantaranya digunakan
sebagai racun ikan. Saponin bila terhidrolisis akan menghasilkan aglikon
yang disebut sapogenin. Ini merupakan suatu senyawa yang mudah
dikristalkan lewat asetilasi sehingga dapat dimurnikan dan dipelajari lebih
lanjut. Saponin yang berpotensi keras atau beracun seringkali disebut
sebagai sapotoksin.
Contoh tanaman yang mengandung glikosida saponin :
Glicyrrhizae radix, Liquorice root, atau Radix liquiritiae adalah akar dan
batang bawah tanah tanaman Glycyrrhizae glabra L atau tanaman Succus
liquiritiae L yang berasa manis.

Glycyrrhizae glabra

Disocorea floribunda

4. Glikosida Sianofor : Prunus amygdalus


Glikosida sianopora adalah glikosida yang pada ketika dihidrolisis akan
terurai menjadi bagian-bagiannya dan menghasilkan asam sianida (HCN).
Sejak lama orang telah mengenal sifat racun dari akar Manihot sp.
( singkong hutan ) . Mereka menggunakan sebagai cadangan makanan
setelah terlebih dahulu mengolah dan dihilangkan racunnya. Pada tahun
1830 racun singkong telah berhasil diisolasi dan diketahui bahwa
senyawanya berupa glikosida manihotoksin.
Contoh tanama yang mengandung glikosida sianopora :
Tanaman kulit kayu kering dari tanaman Prunus serotina (famili
Rosaceae) yang dikumpulkan pada musim rontok, lalu disimpan dalam
bejana yang kedap udara.

Prunus amygdalus

Prunus serotina

5. Glikosida Thosianat : Mustard, Brassica nigra


Glikosida Isotiosianat merupakan glikosida dengan aglikon berupa
isotiosianat. Aglikon ini meungkin derivat alifatik atau aromatik. Biji-biji
dari beberapa tanaman cruciferae mengandung glikosida ini.

Sebagai

contoh dari glikosida ini adalah sinigrin dari black mustard, sinalbin dari
white mustard, dan gluconapin dari rape seed.

Sinapis nigra

Brassica nigra

6. Glikosida Flavonol : Ruta Graviolens


Glikosida flavonol dan aglikon biasanya dinamakan flavonoid. Glikosida
ini merupakan senyawa yang sangat luas penyebarannya di dalam
tanaman. Di alam dikenal adanya sejumlah besar flavonoid yang berbedabeda dan merupakan pigmen kuning yang tersebar luas diseluruh tanaman
tingkat tinggi. Rutin, kuersitrin, ataupun sitrus bioflavonoid (termasuk
hesperidin, hesperetin, diosmin dan naringenin) merupakan kandungan
flavonoid yang paling dikenal.

Ruta graviolens
7. Glikosida Alkohol : Salix purpurea, S. f ragilis
Glikosida alkohol ditunjukkan oleh aglikonnya yang selalu memiliki gugus
hidroksi. Senyawa yang termasuk glikosida alcohol adalah salisin. Salisin
adalah glikosida yang diperoleh dari beberapa spesies Salix dan Populus.

Salix purpurea,

S. f ragilis

8. Glikosida Aldehid : Vanili


Salinigrin yang terkandung dalam Salix discolor terdiri dari glukosa yang
diikat oleh m-hidroksibenzaldehida sehingga merupakan glikosida yang
aglikonnya suatu aldehida. Salah satu contoh tanaman Glikosida aldehida
adalah vanilla ( vanili ) . Vanili adalah aglikori yang terjadi selama

pengolahan buah vanili melalui fermentasi . Vanili adalah bentuk aldehida


dari metil-protokatekhuat.
Vanilla planifolia

9. Glikosida Lakton : Kumarin: Tonka, Cantharides


Meskipun kumarin tersebar luas dalam tanaman, tetapi glikosida yang
mengandung kumarin (glikosida lakton) sangat jarang ditemukan.
Beberapa glikosida dari turunan hidroksi kumarin ditemukan dalam bahan
tanaman seperti skimin dan Star anise Jepang, aeskulin dalam korteks
horse chestnut, daphin dalam mezereum, fraksin dan limettin.
10. Glikosida Fenol
Fenolik merupakan senyawa yang banyak ditemukan pada tumbuhan.
Fenolik memiliki cincin aromatik dengan satu atau lebih gugus hidroksi
(OH-) dan gugus-gugus lain penyertanya. Senyawa ini diberi nama
berdasarkan nama senyawa induknya, fenol. Senyawa fenol kebanyakan
memiliki gugus hidroksi lebih dari satu sehingga disebut sebagai polifenol.
Fenol biasanya dikelompokkan berdasarkan jumlah atom karbon pada
kerangka penyusunnya.
Kelompok terbesar dari senyawa fenolik adalah flavonoid, yang
merupakan senyawa yang secara umum dapat ditemukan pada semua jenis
tumbuhan. Biasanya, satu jenis tumbuhan mengandung beberapa macam
flavonoid dan hampir setiap jenis tumbuhan memiliki profil flavonoid
yang khas. Kerangka penyusun flavonoid adalah C6C3C6. Inti
flavonoid biasanya berikatan dengan gugusan gula sehingga membentuk
glikosida yang larut dalam air.
Pada tumbuhan, flavonoid biasanya disimpan dalam vakuola sel. Secara
umum, flavonoid dikelompokkan lagi menjadi kelompok yang lebih kecil
(sub kelompok), yaitu:
(1) flavon, contoh: luteolin,

(2) flavanon, contoh: naringenin,


(3) flavonol, contoh: kaempferol,
(4) antosianin dan
(5) calkon.
11. Glikosida yang Aglikonnya tidak dapat dimasukkan dalam golongan di
atas yaitu berupa:
Zat pahit
Zat manis
Zat warna
Zat metal
Kombinasi suatu glikosida dengan minyak atsiri (Gunawan, 2004).
C. BIOSINTESIS GLIKOSIDA
Jalan reaksi utama dari pembentukan glikosida meliputi pemindahan
(transfer) gugusan uridilil dari uridin trifosfat (UTP) ke suatu gula-l-fosfat.
Enzim-enzim yang bertindak sebagai katalisator pada reaksi ini adalah uridilil
transferase dan telah dapat diisolasi dari binatang, tanaman dan mikroba.
Sedang gula fosfatnya dapat pentosa, heksosa dan turunan gula lainnya.
Tingkat reaksi berikutnya enzim yang digunakan adalah glikolisis
transferase, dimana terjadi pemindahan (transfer) gula dari uridin difosfat
kepada akseptor tertentu (aglikon) dan membentuk glikosida
U T P + Gula-l-fosfatUDP gula + PP1
UDP Gula + akseptorAkseptor gula + UDP (glikosida)
Apabila glikosida telah terbentuk, maka suatu enzim lain akan
bekerja untuk memindahkan gula lain kepada bagian monosakarida sehingga
terbentuk bagian disakarida. Enzim serupa terdapat pula dalam tanaman yang
mengandung glikosida lainnya yang dapat membentuk bagian di-, tri- dan
tetrasakarida dari glikosidanya dengan reaksi yang sama (Poedjiadi, 1994).
D. MANFAAT GLIKOSIDA
Glikosida memiliki peran penting dalam kehidupan tanaman karena
terlibat dalam fungsi-fungsi pengaturan, pengaturan, pertahanan diri, dan
kesehatan. Glikosida sendiri pada tanaman terdapat pada daun, biji, kulit,
batang, akar, rhizome, bunga dan buah. Oleh karena terbentuknya dalam
tanaman dan merupakan produk antara maka kadar glikosida sangat
tergantung pada aktivitas tanaman melakukan kegiatan biosintesis. Akan

tetapi, kadang-kadang glikosida juga bisa merugikan manusia, misalnya


dengan mengeluarkan gas beracun HCN pada glikosida sianogenik.
Secara umum, arti penting glikosida bagi manusia adalah sebagai
obat

jantung,

pencahar,

pengiritasi

lokal,

analgetikum,

antiseptik,

antirheumatik, dan antikarsinogenik. Secara lengkapnya akan dibahas sebagai


berikut.
Pada tumbuhan diduga mempunyai kegunaan sebagai berikut :
1. Pelindung terhadap infeksi atau hama penyakit
2. Cadangan makanan (bila dihidrolisa akan menjadi gula) misalnya pada
perkecambahan biji (glikosida dihidrolisa menjadi gula dan energi)
Mencegah persaingan dari tanaman lain, misalnya Quercus
Pada manusia sebagai berikut.
A. Di bidang Farmasi
1. Bahan obat
Misalnya adalah Obat jantung: Digitalis (Digitalis folium),
3.

Strophantus (semen), Convalaria, dll, Pencahar


2.
B.

: Senna, Aloe,

Cascara sagrada.
Sebagai precursor atau pembawa hormone steroid

Sebagai bahan makanan


Contohnya adalah berbagai jenis bahan pangan nabati diketahui sarat
antioksidan. Kuersetin, salah satu antioksidan dari kelompok
flavonoid. Sementara itu, diperkirakan hampir 90 persen flavonoid
terdapat sebagai glikosida (mengandung

glukosa pada rantai

sampingnya) dan 10 persen sebagai aglikon (tanpa glukosa pada rantai


C.

sampingnya).
Sebagai sayuran
Misalnya adalah Terong, Pare, Daun Puding, dll.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
1.

Glikosida adalah senyawa yang menghasilkan satu atau lebih gula dan
komponen bukan gula pada reaksi hidrolisis.

2.

Glikosida terbagi menjadi glikosida obat jantung (digitalis folium),


antrakinon (Sennae folium), saponin (Glicyrrhizae radix), Sianofor (Prunus
amygdalus), Thosianat (Mustard), Flavonol (Ruta Graviolens), Alkohol
(Salix Purpurea), Aldehid (Vanili), Lakton (Kumarin, Tonka, Cantharides)
dan Fenol.

3.

Jalan reaksi utama dari pembentukan glikosida meliputi pemindahan


(transfer) gugusan uridilil dari uridin trifosfat (UTP) ke suatu gula-l-fosfat.
U T P + Gula-l-fosfatUDP gula + PP1
UDP Gula + akseptorAkseptor gula + UDP (glikosida)

4.

Manfaat glikosida adalah Pelindung terhadap infeksi atau hama penyakit ,


Cadangan makanan (bila dihidrolisa akan menjadi gula) misalnya pada
perkecambahan biji (glikosida dihidrolisa menjadi gula dan energi) ,
Mencegah persaingan dari tanaman lain, misalnya Quercus.

DAFTAR PUSTAKA
Gunawan, D., Mulyani, S., 2004, Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) Jilid I, Penebar
Swadaya, Jakarta.
Poedjiadi, Anna, 1994, Dasar-Dasar Biokimia, UI-Press, Jakarta.
Wallis, T.E., 1965, Analytical Mycroscopy, Little Brown and Company, Boston.