Anda di halaman 1dari 7

TATA-TULIS HURUF AL-QUR'AN PADA AL-MUSHHAF AL-'UTSMANI

DAN PENGARUHNYA TERHADAP TATA-BACANYA


Perbandingan tata-tulis al-Qur'an (al-Rasm al-'Utsmani) dengan Tata-Tulis Imla'.
Setelah penyempurnaan tata-tulis tersebut, nampak jelas beberapa persamaan dan perbedaan
dalam aplikasi tata-bacanya antara tata-tulis al-Qur'an (al-Rasm al-'Utsmani) dengan tata-tulis
Bahasa
Arab
(Imla')
yang
dipakai
kitab-kitab.
Di antara persamaannya seperti "

"

di al-Nashr : 3 melampaui satu huruf berupa

di al-Baqarah : 65 melewati dua huruf yaitu Hamzah Washal ()


sesudah Wawu ( )di awal kata dan Alif ( )tanda Jama' di akhir kata, "
" di alBaqarah : 58, melewati Hamzah Washal ( )sesudah Wawu ( )yang pertama dan tiga huruf
yang terletak di antara Lam ( )dan Lam
mela
melampaui empat huruf yaitu , dan lain-lainnya yang semisal, yang
dibaca karena mengikuti tata-bacanya yang merupakan " " yang diatur dalam Ilmu
Hamzah Washal

Tajwid, bukan mengikuti tata-tulis dan tata-bahasanya. Hanya, kalau tata-tulis Imla' tidak
mengaplikasikan Idgham, Iqlab, Qalqalah, Tafkhim, Tarqiq dan sejenisnya.
Perbedaan antara tata-tulis al-Rasm al-'Utsmani dengan tata-tulis Imla' sebanyak sekitar 4809
kata, di luar yang Washal dan Fashal. Penulis kelompokkan dan menganalisis dalam dimensi
tata-tulis,
tata-baca
dan
tata-bahasanya
seperti
berikut:

a.

Menggugurkan

Alif

().

(
=

), Di semua ayat, demikian juga () = , kecuali di al-Nas, dan


di Ali 'Imran : 26, ( ( (,), kecuali ( ) = di al-Isra' : 93,
() =
dan
masih
banyak
lagi.
(
) = , Kecuali di al-Ra'd : 38, al-Hijr : 4, al-Kahfi : 27 dan al-Naml : 1 (termasuk
konsistensi

(
=

tulisan).

), Alif dan Ya' nya dihilangkan di semua surah, kecuali di al-Baqarah : 130,
( al-Baqarah : 98) dan nama Nabi-nabi lainnya yang dibaca panjang, kecuali ( alBaqarah : 249),
( al-Qashash : 6), ( al-Baqarah : 251 dll), ( al-Qashash : 76),
( al-Baqarah : 102), dan ( al-Baqarah : 103) (termasuk konsistensi tulisan), (
)
), juga hitungan-hitungan seperti : (
) = , ((
= ) dan
, (

(
) = .
) , Alif ( )yang terletak sesudah Lam (), di al-Nisa' 12 dan 176, demikian juga
( =

( ) di Yasin : 56, dan


=
= ( ) dan di al-An'am : 74,
( di al-An'am : 74, seperti juga
), dan sejenisnya.
(
), Di semua ayat, dan juga kata-kata Jama' seperti berikut : =
), yang Mufrad = = =
(
=

( ) dan = ( misalnya :
=
) al = ( ), serta Furqan
:
68,
karena
di
belakangnya
dll. dan

(
=
), termasuk Jama'nya : ( ), Semua Shighah
(

=
) ( ), dan
di al-Baqarah : 177, Yusuf : 7 dan Fushilat :
=( nya, seperti 10, karena di belakangnya ada Hamzah, demikian juga Mulhaq
al-Dzaariyat : 53 dan al karena di belakangnya ada Tasydid, ), juga
Thur
:
32,
dan
di
al-Ma'un.
(
) yang bersambung dg. ""( ), al-Baqarah : 50, berupa =
( belakangnya, juga seperti
=
) al-Kahfi : = ( ) Yusuf : 68, dan

) al-An'am : 34. =
( 65, al-Anbiya' : 80 dan Yasin : 69,
( ) al-Baqarah 61dan 226, = ( ), dan = (
=( )al-A'raf : 77, =
=( ) al-Hasyr : 9, dan = ( ) Yusuf : 16, = ( ) Saba' : 5,
, yang selain ini tidak. ) al-Nisa' : 29, yang masing-masing menunjukkan
( ( ), al-Qashash : 15, demikian juga
= (
), dalam
bentuk
(yang
menunjukkan
dua
orang).
= ( )Nida' semuanya, yang sendiri atau bersambung, seperti :( ), Huruf = (

) al-Angkabut : 56, = ( ) al-Baqarah 35, = ( ) al-Baqarah 40,
(
) al-Zukhruf : 49, al-Nur : 31 dan al-Rahman : 31, =
(
dan , (untuk memberi perhatian) semuanya, termasuk ) Huruf =
) Isim Maushul.
= ( yang di Isim Isyarah banyak sekali,
, dan
""( yang diidghamkan pada ,Demikian juga
), seperti :( ) atau
= (
), yang sudah dipakai tata-tulis Imla'. =
=
(

).(

Wawu

Menggugurkan

b.
(
=

) di al-Isra' : 11, al-Syura : 24 dan al-Qamar : 6, Ali Imran : 61, demikian juga
(
), di al-Syura : 24, dan al-Ra'd : 39. = ( ), di al-'Alaq : 18, dan =
(
) yang ( ) di al-Taubah : 19, al-Nahl : 75 dan al-Sajdah : 18, karena Wawu =

ke

dua

berupa

Wawu

Jama'

).

Dalam kelompok ini tata-tulis kata-kata tertentu ditulis tanpa tanda panjang berupa Alif ( ),
karena demikian menurut Bahasa Quraisy yang disepakati dalam sidang yang kemudian menjadi

. Secara materiel mempengaruhi tata-bacanya sampai kepada tingkat rawan salah


baca, karena berbeda dengan tata-tulis Imla' yang tanda panjangnya memakai Alif, tetapi hal ini
tidak mempengaruhi maknanya, kecuali kata-kata tertentu yang dapat berubah dan mengandung
lebih

dari

c.

satu

makna

seperti

Menggugurkan

Ya'

().

Menggugurkan

Nun

( ).

) di al-Kahfi 64, di al-Maidah : 111 dan al-Shaf : 14.

(
) = di al-Baqarah : 40, demikian juga , , , ,
, , , , , , dan semisalnya.
(=

d.

(=

)
(
) =
e.

(
=
dan
f.

(=

Yusuf

Di

Yusuf

Menggugurkan

11.

110.
().

Lam

)di semua ayat, termasuk semua tashrifnya, kecuali (). juga () =


semisalnya.

Menambah

(=
142,

Di

Alif

(),

Wawu

()

dan

Ya'

().

) Menambah Alif di al-Baqarah : 6 demikian juga ( =


) di al-An'am :

, (ada juga sebagian orang yang menulis


dengan tata-tulis "mela )"dan di al-Baqarah : 72, (
) = al-Kahfi : 23, (
)= di al-Ra'd : 31 dan Yusuf : 87, kecuali di Yusuf : 110, demikian juga (
) di al-Naml : 21, dan ( ) = yang tetap dipakai dalam tata-tulis Imla'.
=

( ) = Menambah Alif di akhir, di al-Baqarah 275 dll. demikian juga ( ) =

di al-Furqan : 77, ( ) = di Yusuf : 85, ( ) = di al-Mumtahanah : 4,


) = di Thaha : 119,(
=
) di
( ) = di Yunus : 4 dll, (
Ibrahim 21, ( ) = di al-Nisa' : 176, ( ) () = di al-Maidah : 29, (
) =
di
al-Qashash
:
76.

,, dan . Juga di al Menambah Wawu (), demikian juga


di al-A'raf : 18, Hud : 119, seperti

dan di al-Hujurat : 12, di Muhammad : 37


Anfal : 44, juga
yang
tetap
dipakai
dalam
tata-tulis
Imla'.
()()

Menambah Ya' di al-Dzariyat : 47, ( )()di Ali 'Imran : 144, ()


di al-Anbiya' : 34, ( ) ()di al-An'am : 34, kecuali di
( )

al-Qashash : 2,

) di Yunus : 15, ( ) ()di alNahl : 92, ( ) ()


di Thaha : 130, ( ) ()
(()

di
al-Syura
:
51.
Bagian ini juga tata-tulisnya mengikuti Bahasa Quraisy yang sudah eksis sebelum al-Qur'an
turun. Sekalipun tidak sesuai dengan kaidah bahasa (Nahwu dan Sharaf), akan tetapi secara
materiel tidak berpengaruh terhadap tata-baca dan maknanya, karena perumusan kaidah Nahwu
dan Sharaf menyusul kemudian setelah dibukukannya al-Qur'an, seperti kaidah yang mengatur
kapan Wawu ( )di akhir kalimah tetap ada dan kapan harus dihilangkan. Ketidak sesuaian
tersebut juga tidak bisa diartikan al-Qur'an menyalahi, sebab dalam segi yang lain masih tetap
sesuai
dengan
Bahasa
Arab.
Pada dasarnya kelompok ini sama dengan kelompok (b), pengurangan yang terjadi pada huruf
Ya' ( )meskipun tidak mempengaruhi tata-bacanya, akan tetapi kalau yang digugurkan adalah
Ya' Mutakallim

( ) tentu berpengaruh, yaitu secara makna Ya' ( )nya tetap diartikan, meskipun tidak
tertulis, sama dengan
seterusnya.

dalam

do'a sehari-hari, yaitu :

dan

Pengguguran Nun ( )ini tidak mempengurhi tata-baca dan maknanya. Meskipun demikian, dari
segi bahasanya ada kecenderungan mempermudah tata-bacanya, karena memang sifat bahasa
adalah cenderung untuk menggunakan yang mudah diucapkan dan difahami, dan al-Qur'an pun

memilih kata-kata dalam Wazan ( )yang paling mudah dibaca dan difahami, seperti
dalam
surah
al-Qadr.
Pada bagian pengurangan Lam ( )ini juga tidak mempengaruhi tata-bacanya, sedang dari segi
bahasa dan maknanya sudah sangat populer, yaitu dalam bentuk Mutsanna ( ) dan Jama' (
)
Lam
nya
ditulis
kembali.
menjadi

Penambahan di dalam kategori ini lebih banyak berpengaruh terhadap tata-baca dan maknanya,
tambahan tersebut rawan menimbulkan keliru baca atau paling tidak keraguan membacanya,
karena apabila tambahan-tambahan tersebut dihilangkan tata-bacanya lebih jelas. Tambah huruf
memang mempunyai arti sendiri, seperti pada Fi'il-fi'il yang Mazid, dalam Ilmu Sharaf dikenal
dengan istilah

mela mela,

maksudnya "bertambah hurufnya bertambah pula


artinya". Tetapi tambahan-tambahan tersebut di samping karena mengikuti tata-tulis Bahasa
Quaisy juga mengingat aspek sejarah kelahiran dan mengikuti pemakaian Bahasa Arab pada
umumnya, sedang dari segi tafsiran maknanya seringkali mempunyai tambahan makna "lebih",

dalam

arti

lebih

Mengganti

mendetail,
()

Alif

(mela
=

mendalam,

tegas

dengan

dan

semisalnya.
().

Wawu

mela
) di al-Baqarah : 3 dll, seperti juga (mela = mela )di al-Baqarah : 43 dll,
(mela
= mela )di al-Qashash : 60, (mela = mela )di al-Nur : 35, ( ) = di alBaqarah : 275, (mela = mela )di al-An'am : 52, (mela
= mela )di Ghafir (al-Mu'min) :
41, (mela = mela )di al-Najm : 20, karena menunjukkan asal hurufnya berupa Wawu ( ).
Pada bagian ini juga sangat mempengaruhi tata-bacanya, atau paling tidak meragukan, dibaca

mela

atau mela
, demikian pula kata-kata yang lain. Dalam hal ini para ahli bahasa
berspekulasi mengatakan "untuk menunjukkan asal hurufnya", meskipun mereka tidak secara
pasti menyebutkan bahwa dalam sidangnya Khalifah 'Utsman dahulu disengaja ditulis demikian
untuk maksud tersebut. Menurut hemat penulis semua ini kembali kepada teknik tata-tulis
menurut
Bahasa
Quraisy.
Mengganti

()

Alif

dengan

().

Tanwin

)di Yusuf : 32, ( ) = di al-'Alaq : 15, ( ) = di al-Qashash :


(
) = di Muhammad : 8.

(=

60,
Bagian ini di samping juga mengikuti teknik tata-tulis menurut Bahasa Quraisy, juga
menjelaskan segi pemakaian bahasa yang sudah populer di masyarakat, bisa begini bisa begitu.
Tata-tulis ini tidak berpengaruh baik terhadap tata-baca maupun maknanya.
Mengganti
(=
asal

dengan

().

Ya'

)Di al-An'am : 60, dan ( ) = di al-Zumar : 56, karena


hurufnya
Ya'
().

Mengganti
(
=
Mengganti

=
(

Mengganti

()

Alif

()

Wawu

di

al-An'am
()

Wawu

)

Ta'

di

dengan
:

60,

karena

dengan

Alif

al-Dhuha,

Marbuthah

()

(=

asal

dengan

().

Alif

Ta'

hurufnya

().

Maqshurah
di

( ).

Wawu

al-A'la
Maftuhah

14

dll.

( ).

)di al-Baqarah : 248, Thaha : 39, seperti juga ( ) = di al


Baqarah : 218, al-A'raf : 56, Hud : 73, Maryam : 6, al-Rum : 5, dan al-Zukhruf : 32, ( =
)di al-Baqarah : 231, Ali Imran : 103, al-Maidah : 11, Ibrahim : 28 dan 34, al-Nahl : 72, 83,
dan 114, Luqman : 31, Fathir : 3 dan al-Thur : 29, (
) = di al-Anfal : 38, Fathir : 43,
(mela=

Ghafir (al-Mu'min) : 85, ( mela=

)di Ali 'Imran : 35, Yusuf : 30 dan 51, al-Qashash : 9,


) di Ali 'Imran : 61, al-Nur : 7, (
al-Tahrim : 10 dan 11, ( =
=
) di alMujadalah : 8 dan 9, ( =
) di al-A'raf : 137, al-An'am : 115, Yunus : 33, Ghafir (al ) = di al-Dukhan : 43, (mela ) = di al-Qashash : 9, (=
Mu'min) : 6, (mela
mela )di Fushilat : 47, ( ) = di Hud : 86, ( ) = di al-Waqi'ah : 79, (=
mela )di al-Rum : 30, ( ) = di al-Tahrim : 12, ( ) = di Yusuf : 10 dan 15, (
) = di Fathir : 40, ( ) = di al-Mursalat : 33.
Pada

bagian

ini

Demikian
Sama

sama

dengan

juga
dengan

bagian

Tabel

Tabel

VII

Tabel

di

muka.

ini.
di

atas.

Pada prinsipnya, karena menyangkut huruf-huruf yang dinamakan "Huruf Ilat" (

),
dengan

menurut Bahasa Arab sangat mungkin terjadi penggantian, yang dinamakan


alasan kemudahan mengucapkan, kembali kepada sifat al-Qur'an yang memilih Bahasa / Katakata ( )yang paling mudah diucapkan, sedang yang tidak pada Huruf Ilat (

)
.

pun ada yang bisa dilakukan penggantian huruf yang disebut


Dalam hal ini jelas sekali dominasi Bahasa Quraisy, karena memang al-Qur'an diturunkan
dengan menggunakan bahasa mereka. Secara materiel tata-tulis tersebut tidak berpengaruh baik
terhadap tata-baca maupun maknanya, sedang kasusnya terjadi karena perbedaan teknik
penulisan
(tata-tulis)
antara
Kabilah
Quraisy
dengan
kabilah
lainnya.
XIII
1.

:
Hamzah

2.

Hamzah

Contoh
di

tata-tulis
awal

Hamzah
kata

( ):
:

di al-An'am : 142, )( di al ) ( di al-Baqarah : 6,



A'raf : 70, termasuk yang didahului huruf lain seperti :
di al-A'raf : 146, di al

di al-A'raf : 18, Hud : 119, di Yunus : 99,

Rahman, di al-Hijr : 79,


di al-Nisa' : 11, kecuali . Khusus dalam tata-tulis di
dan


permulaan setiap surah (kecuali al-Bara'ah) Hamzahnya tidak ditulis, dengan alasan karena
sering diucapkan, selain itu Hamzah Washalnya tetap ditulis seperti
di al-A'la,
di
al-Waqi'ah
:
74.

di al-An'am : 90,

di

tengah

di al-Takwir : 8,

kata
di al-Baqarah : 126,

di al-

Mu'minun,
di al-Baqarah : 61, di al-Maidah : 2, di al-Rahman, di alBaqarah : 255,

)di al-Nisa' : 18, ( ) = di Yasin 2, di al-Baqarah : 72,


di al-Taubah : 120.
di Qaf : 30, di Yunus : 7,

=
(

3.

Hamzah

()

di

akhir

kata

di al-Baqarah : 22, di al-A'raf : 204, di al-Nahl : 98, di al-Nisa' : 176,


dan
di
Ali
'Imran
:
91.
Tata-tulis ini termasuk yang menjadi acuan Qawa'id al-Lughah dalam penulisan Hamzah.
Data kata-kata dalam bagian ini secara materiel tidak mempengaruhi tata-bacanya, akan tetapi
sangat mempengaruhi tata-bahasa dan maknanya, khususnya seperti kata-kata

, berbeda

sama sekali dengan kalau ditulis dengan cara . Ketidak konsistensinya dalam ayat-ayat
tersebut,
semata-mata
kembali
kepada
keputusan
sidang.
Pada prinsipnya tata-tulis al-Rasm al-'Utsmani mempunyai model dan gaya sendiri. Setelah alQur'an memasyarakat, maka disusunlah kaidah Bahasa Arab, baik Nahwu maupun Sharafnya.
Dalam rangka itu para penyusun di samping merujuk kepada Syair-syair sebelum Islam, juga
merujuk dan berdalil kepada al-Qur'an itu sendiri. Yang jelas bahwa semua tata-tulis tersebut
merupakan bentuk asli al-Rasm al-'Utsmani, yang menurut kesepakatan para ulama berdasarkan
putusan sidangnya Khalifah 'Utsman t tidak boleh dirubah dan direvisi lagi baik dengan cara
menambah, mengurangi maupun merubah tata-tulisnya, karena sudah final.
Persoalan yang timbul kemudian, bisa jadi tata-tulis al-Rasm al-'Utsmani yang tidak sesuai
dengan kaidah Bahasa Arab sehari-hari dipersalahkan, karena di samping rawan menimbulkan
salah baca dan pemaknaan juga tidak sesuai dengan tata-tulis Imla. Karena itu, menurut hemat
penulis dalam pembelajarannya diperlukan seorang Ustadz yang mempunyai wawasan bahasa,
disamping
ketrampilannya
dalam
proses
belajar
mengajar.
Sebenarnya, kesulitan yang terjadi bukan karena materinya, akan tetapi semata-mata karena
faktor manusianya yang belum atau kurang terbiasa dengan model tata-tulis dan tata-bahasanya,
meskipun sudah mengakrabi tata-bacanya. Dan yang berhak mengatakan sulit atau tidak sulit
harus yang mempunyai bahasa itu sendiri, bukan orang lain. Apalagi kalau bahasanya jauh
berbeda. Selain itu bahwa Bahasa Indonesia masih jauh dari sempurna untuk bisa dipakai
memahami al-Qur'an, walaupun demikian bukan berarti tidak ada gunanya. Di sinilah pentingnya
tulisan ini, agar orang jangan menyalahkan materi (al-Qur'an) nya.