Anda di halaman 1dari 16

Karakterisasi Struktur

Padatan
Agrina Lisma (1414201017)

-Industri cairan pencuci


- Industri plastik
- Industri minyak pelumas

Pendahuluan
2- Etilheksenal
Hidroformilasi
Popena

Hidrogenasi 2etilheksenal
Aldolisasi
Butiraldehid

Pemisahan produk
dan katalis sulit dan
mahal

Mudah teroksidasi
saat pemisahan
produk dan banyak
melepaskan air

Menggunakan Material berpori (MCM-41) sebagai support


untuk katalis yang terimmobilisasi kelompok organoamina dan
kompleks Rh-P

Metode
MCM-41
- disuspensi ke dalam toluen mendidih
- ditambahkan silika organik (organoamina)
- direfluks 16 jam
- dikeringkan pada suhu 80oC selama 72 jam
- disaring
Padatan
MCM-41-NH2
- dicuci dengan toluen anhidrat
- diekstrak dengan HCl memalui proses sokletasi
- dikeringkan pada suhu 80oC selama 72 jam
Padatan Murni
MCM-41-NH2
-

ditambahkan kompleks Rh-P


ditambahkan etanol
distirer 24 jam pada temperatur kamar
padatan disaring dan dicuci dengan etanol
dikeringkan

MCM-41-NH2-Rh-P

Hasil

FTIR

UV-VIS

TGA

N2 AdsorptionDesorption

XRD

TEM

31

P CP MAS
NMR

Elemental
Analysis

ICP-AES

SPECTRA FT-IR

SPECTRA FT-IR

Puncak Si-OH bergeser dengan seiring bertambahnya


mol NH3, disebabkan karena penggantian parsial SiOH oleh group organoamina.

SPECTRA UV-VIS
MCM-41 : memiliki 2
puncak serapan yang sangat
lemah
Rh-P : memiliki puncak
serapan yang sangat kuat
dan luas di daerah visibel
MCM-41-NH2-Rh-P :
memiliki serapan yang baik
pada daerah UV
MCM-41-NH2-Rh-P
kompleks : Intensitas
menurun dan posisi
bergeser ke daerah biru

SPEKTRA NMR
Pergeseran kimia dari
iso Rh-Complex
(35.2, 46.6 ppm) ke
iso MCM-41-NH2Rh-P (28.3 ppm)
Menunjukkan ikatan
koordinasi antara
organoamina pada
MCM-41 and Rh
atom.

N2 Physisorp
Dari grafik di samping,
disimpulkan bahwa
semua sampel dalam
isoterm tipe IV dan
memiliki struktur
mesopori

Distribusi Ukuran Pori


Diameter pori dan
volume pori dari
MCM-41, MCM-41NH2, dan MCM-41NH2-Rh-P makin
menurun.
Membuktikan
penggabungan
organoamina dan
RH-P ke framework
support MCM-41
menurunkan ukuran
pori.

TPR/TPO

TPR

Hasil analisa TPR :


(A) Au2O3,
(B) Fe2O3,
(C) Au/Fe2O3

Hasil TPR 3 % Au/Fe2O3 yg


ditreatment dengan
a. Etanol
b. Hidrazin
c. Sodium borohidrat /
Hidrazin hidrat

870 mol/ g
H2

TPR / TPO
TRP1 5 %wt
Au/Fe2O3

TPR-2 5 %wt Au/Fe2O3

TPO 5 %wt Au/Fe2O3


Hasil:
1. Reduksi temperatur dari TPR 1 ke
TPO
2. Penurunan
temperatur
dan
konsumsi H pada TPR 2
menunjukkan adanya redispersi
Au selama TPR 1-TPO

TERIMA KASIH

3-Aminopropyltrimethoxysilane
(APTS),
3-(N, N-dimethylaminopropyl)
triethoxysilane (NDMAPTES),
3-trimethoxysilylpropylethylenediamine
(TSPEDM)