Anda di halaman 1dari 6

Antibiotik Topikal

golongan antibiotik untuk infeksi topikal:


1. Antibiotika golongan aminoglikosid,
Gentamisin
- Tersedia dalam bentuk krim dan salep dengan kandungan 0.1 % dan
0.3 % zat aktif
- Indikasi : Stafilokokus aureus dan sebagian besar Stafilokokus
epidermis sensitif terhadap Gentamisin untuk pengobatan infeksi kulit
primer dan sekunder seperti dermatitis, ektima.
- Kontra Indikasi : alergi terhadap gentamisin
- Efek samping : iritasi ringan , pruritus dan eritema.
- Kandungan : tiap gram mengandung Gentamisina Sulfat setara dengan
gentamisina 1 mg, tiap ampul 2ml gentamisina sulfat setara dengan
gentamisin 80 mg.
2. Antibiotika golongan kloramfenikol
Combisetin, Lanasetin
- Bentuk sediaan : kapsul 250 mg,500mg ,salep mata 1 %, salep kulit
2%, sirup 125ml/5ml, suspense 125mg/5ml.
- indikasi : infeksi berat karena salmonella sp, disentri, meningitis,
pengobatan tifus.
- Kontraindikasi :kehamilan, bayi baru lahir, hipersensitiv, gangguan hati,
anemia.
- Efek samping : mual,muntah diare, stomatitis, glositis, neuritis perifer
dan optic
- Dosis : dewasa : 50 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam,
anak : 50-75 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam, untuk infeksi
berat dosis dapat ditingkatkan 2x pada awal terapi sampai terdapat
perbaikan klinis, salep kulit 2% dipakai beberapa kali sehari.
Kloramfenikol palmitat berupa botol berisi 60ml suspense tiap 5 l
mengandung kloramfenikol palmitat atau stearat dengan 125 mg
kloramfenikol, kloramfenikol natrium suksinat berisi bubuk
kloramfenikol natrium suksinat ssetara dengan 1 g kloramfenikol yang
harus dilarutkan dulu dengan 10 ml aquades steril atau dektrose 5%
(mengandung 100mg/ml).

3. Antibiotika golongan makrolida,


Eritromisin
- dengan kandungan 2 % zat aktif,
- Indikasi : pengobatan jerawat
- KontraIndikasi : Pasien yang hipersensitif terhadap eritromisin dan
komponen lain dalam obat,Pasien yang diketahui menderita penyakit
liver,kontraindikasi jika digunakan bersamaan dengan turunan ergot,
pimozide, dan cisapride.
- Dosis : oleskan secukupnya 2xsehari, kemasan salep, botol 30ml. Efek
samping: kulit kering nyeri tekan, gatal, pengelupasan pada kulit,
kemerahan, berminyak, rasa panas, iritasi mata.
- Sediaan : Kapsul, Gel, Topikal : Granul, Untuk Suspensi Oral ; Serbuk
Untuk Oral Suspensi ; Suspensi Oral; ;Tablet/Tablet Salud; Tablet
Chewable; Injeksi; Ointment, ophthalmic.
Obat anastesi
1. Anastesi Lokal
Senyawa Ester
Prokain :
- Indikasi : Diberikan intarvena untuk pengobatan aritmia selama
anestesi umum, bedah jantung, atau induced hypothermia.
- Kontraindikasi : Pemberian intarvena merupakan kontraindikasi untuk
penderita miastemia gravis karena prokain menghasilkan derajat blok
neuromuskuler. Dan prokain juga tidak boleh diberikan bersama-sama
dengan sulfonamide.
- Sediaan : Sediaan suntik prokain terdapat dalam kadar 1-2% dengan
atau tanpa epinefrin untuk anesthesia infiltrasi dan blockade saraf dan
5-20% untuk anestesi spinal.sedangkan larutan 0,1-0,2 % dalam
garam faali disediakan untuk infuse IV. Untuk anestesi kaudal yang
terus menerus, dosis awal ialah 30 mlnlarutan prokain 1,5%
- Efek samping : yang serius adalah hipersensitasi,yang kadang-kadang
pada dosis rendah sudah dapat mengakibatkan kolaps dan kematian.
Efek samping yang harus dipertimbangkan pula adalah reaksi alergi
terhadap kombinasi prokain penisilin. Berlainan dengan kokain, zat ini
tidak mengakibatkan adiksi.

Dosis : Dosis 15 mg/kgbb. Untuk infiltrasi : larutan 0,25-0,5 dosis


maksimum 1000 mg. onset : 2-5 menit, durasi 30-60 menit. Bisa
ditambah adrenalin (1 : 100.000), Dosis untuk blok epidural
(maksimum) 25 ml larutan 1,5%, Untuk kaudal : 25 ml larutan 1,5%,
Spinal analgesia 50-200 mg tergantung efek yang di kehendaki,
lamanya 1 jam.
- Kandungan : Prokain HCl 40 mg/ml
2. Senyawa amida
Lidokain Topsy
- Lidokain 2,5%, Prilocain 2,5%,
- Indikasi : berbagai tindakan pada kulit intak yang memerlukan efek
analgesic local.
- Kontra Indikasi : pasien yang sensitive terhadap anastesi local
golongan amida anak usia < 12 bulan.
- Efek Samping : dapat menyebabkan eritema, udem, kepucatan yang
bersifat local dan sementara.
- Kemasan : Tube 5 g krim
Obat saluran nafas
1. Bronkodilator
Salbutamol
- Indikasi : asma, penyakit ppok , emfisema
- Kontra indikasi : penderita gangguan jantung dengan nadi cepat dan
tidak boleh digunakan pada penderita abortus yang mengancam
selama kehamilan trimester 1 dan 2 serta penanganan persalinan
prematur
- Efek samping : yang paling sering ditemui adalah tremor (getaran pada
jari jari yang tidak dapat dikendalikan), rasa gugup, dan kesulitan
tidur. Efek samping yang lebih jarang antara lain mual, demam,
muntah, sakit kepala, pusing, batuk, keram otot, reaksi alergi, mimisan,
peningkatan napsu makan, mulut kering, dan berkeringat.
Kandungan : Tiap tablet mengandung salbutamol sulfat setara dengan
salbutamol 2 mg , Tiap tablet mengandung salbutamol sulfat setara
dengan salbutamol 4 mg, Tiap sendok takar (5ml) mengandung
salbutamol sulfat 2,41 mg setara dengan salbutamol 2 mg

Kemasan : Salbutamol tersedia dalam bentuk tablet, sirup, cairan untuk


penguapan saluran napas, dan inhaler. Efek salbutamol timbul setelah
5 15 menit penggunaan dan bertahan 3 5 jam.
Dosis :
Dosis tablet : Anak di bawah 6 tahun: 0,3 mg/kg/hari dibagi menjadi 3
kali pemberian setiap 8 jam, maksimal 6 mg/hari. Anak 6 12 tahun: 2
mg sebanyak 3 4 kali per hari, maksimal 24 mg/hari.
Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 2 4 mg sebanyak 3 4 kali per
hari, maksimal 32 mg/hari.
Dosis sirup : Anak 2 6 tahun: dimulai dari dosis 0,1 mg/kg/pemberian
sebanyak 3 kali; maksimal 3 x 2 mg. Jika diperlukan dapat ditingkatkan
menjadi 0,2 mg/kg/pemberian sebanyak 3 kali, maksimal 3 x 4
mg. Anak 6 14 tahun: 2 mg sebanyak 3 4 kali; dapat ditingkatkan
sampai maksimal 24 mg/hari.
Dosis penguapan : Anak di bawah 2 tahun: 0,2 0,6 mg/kg/hari dibagi
menjadi setiap 4 6 jam. Anak 2 12 tahun: 0,63 2,5 mg/pemberian,
diberikan 2 3 kali. Dewasa: 2,5 mg diuapkan setiap 4 8 jam sesuai
kebutuhan. Dosis inhaler untuk anak di atas 4 tahun dan dewasa: 1
2 tarikan napas setiap 4 6 jam. Inhaler harus dikocok dengan baik
dan dicoba disemprotkan di udara sebelum penggunaan awal

2. Antihistamin
Fexofenadine
- Indikasi : alergi rhinitis, idiopatik kronis urtikaria.
- Kontraindikasi :pada pasien yang hipersensitivitas
fexofenadine, kemerahan pada kulit, dan anafilaksis.
- Efek samping : pusing, nyeri punggung, mual, lelah,ngantuk.
- Kandungan : fexofenadin HCL
- Dosis : Dewasa & anak 12 tahun : 1 kali sehari 1 tablet
- Kemasan : Tablet salut film OD 120 mg x 10 x 10

dengan

3. Antitusif
Codein
- Indikasi : Sebagai obat batuk, anti nyeri, dan obat anti-diare
- Kontra indikasi : Hindari pada depresi nafas akut, Alkoholisme akut,
Bila terdapat resiko ileus paralitik, Tidak dianjurkan pada akut abdomen
,Hindari pada peningkatan tekanan cranial atau cidera kepala (selain
mengganggu pernafasan juga mempengaruhi respon pupil yang
penting untuk penilaian neurologis), Hindari injeksi pada
feokromositoma (ada resiko tekanan darah naik sebagai respon
terhadap pelepasan histamine).
- Efek samping: ketergantungan, mual, muntah, konstipasi, mulut kering,
sakit kepala, rasa ngantuk.
- Sediaan : Kodein Fosfat Tablet 10 mg; 5 mg; 20 mg (N).
- Dosis : Pada nyeri, oral -6 dd 15-60 mg garal-HCl, anak-anak > 1 tahun
-6 dd 0,5 mg/kgBB. Pada batuk 4-6 dd 10-20 mg, maksimal 120
mg/hari, anak-anak 4-6 dd 1 mg/kg BB
- Kandungan :
Codein 10 mg
tiap tablet mengandung: Kodein Fosfat hemihidrat setara dengan
Kodein 10 mg.
Codein 15 mg tiap tablet mengandung: Kodein Fosfat hemihidrat
setara dengan Kodein 15 mg
Codein 20 mg
Tiap tablet mengandung: Kodein Fosfat hemihidrat setara dengan
Kodein 20 mg
4. Mukolitik
Ambroxol
-

Indikasi : Penyakit saluran napas akut dan kronis yang disertai sekresi
bronkial yang abnormal, khususnya pada eksaserbasi dan bronchitis
kronis,bronchitis asmatik, asma bronchial.
Kontraindikasi : hipersensitif terhadap ambroxol
Kandungan : tiap tablet mengandung ambroxol hidroklorida 30mg
Dosis: Dewasa sehari 3 kali 1 tablet, Anak-anak 5 - 12 tahun : sehari 3
kali 1/2 tablet. Anak-anak 2 - 5 tahun : sehari 3 kali 7,5 mg
Anak-anak di bawah 2 tahun : sehari 2 kali 7,5 mg Dosis dapat
dikurangi menjadi 2 kali sehari, untuk pengobatan yang lama.
Harus diminum sesudah makan.
Efek Samping: Ambroksol umumnya ditoleransi dengan baik.
Efek samping yang ringan pada saluran pencernaan dilaporkan pada
beberapa pasien. Reaksi alergi.
Sediaan : ambroxol 30 mg tablet, ambroxol eliksir, sirup, drops.

5. Ekspektoran
Guaifenesin
- Kandungan : Tiap tablet mengandung Glyceryl Guaiacolate 100 mg
- Indikasi : Meringankan batuk produktif (sebagai ekspektoran), Produksi
sputum yang tidak normal.
- Kontraindikasi : hipersensitif terhadap produk guaifenesin
- Dosis : Dosis Dewasa: Dosis secara oral 200 to 400 mg setiap 4 jam;
dosis maksimum 2400 mg/hari
Dosis Anak:12 tahun keatas : dosis secara oral 200 sampai 400 mg
setiap 4 jam; dosis maksimum 2400 mg/hari, 6-12 tahun : dosis
secara oral 100 sampai 200 mg setiap 4 jam; dosis maksimum 1200
mg/hari, 2-6 tahun : dosis secara oral 50 sampai 100 mg setiap 4 jam;
dosis maksimum 600 mg/hari, 2 tahun kebawah perlu penyesuaian
dosis secara individual, pada umumnya digunakan dosis 25 sampai
50 mg secara oral setiap 4 jam; dosis maksimum 300 mg/hari.
-

Efek samping : yang sering muncul adalah mual dan muntah.


Sediaan : tablet