Anda di halaman 1dari 6

METODE PELAKSANAAN

Nama Pekerjaan

: Rehab Bendung D.I Meureudu Kab. Pidie

Kegiatan

: Optimalisasi Fungsi Jaringan Irigasi yang Telah Dibangun

Tahun Anggaran

: 2014

I. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pembersihan Lapangan
Dalam hal ini membersihkan lapangan kerja sebelum pekerjaan di mulai dari semua
tumbuhan, termasuk pohon-pohon, akar-akaran dan lain-lain pada daerah tertentu
ditempat pekerjaan. Semua hasil pembongkaran/pembersihan tersebut dibuang
ketempat yang telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan.
Pekerjaan Pengukuran merupakan pekerjaan awal yang akan dilaksanakan sebelum
dimulainya pekerjaan, pengukuran ini menggunakan alat ukur waterpass. Lokasi yang
telah diukur dipasang patok-patok untuk menentukan elevasi. Hasil pengukuran
tersebut dijadikan sebagai pedoman untuk pelaksanaan pekerjaan yang dibuatkan
kedalam Mutual Chek Nol (MC-0).Pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan
gambar kerja (Sub Drawing) dan petunjuk dari Direksi pekerjaan. Pekerjaan yang
telah selesai dilaksanakanakan diukur kembali untuk mencek hasil pekerjaan, dimana
hasil pengukuran ini nantinya dipakai sebagai As-built Drawing (MC-100)
2. Mobilisasi Dan Demobilisasi
Pekerjaan ini meliputi mobilisasi alat berat terutama Exavator untuk pekerjaan galian
tanah dan demobilisasi alat berat sesuai yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
pekerjaan ini seperti yang diisyaratkan dalam dokumen pengadaan secara bertahap.
3. Dewatering
Pekerjaan Dewatering / pengeringan dilakukan bila mana dilokasi pekerjaan masih
terdapat genangan air sehingga mengganggu terhadap pelaksanaan pekerjaan.

Pengeringan ini berkaitan erat dengan pembuatan kisdam. Selama dalam pelaksanaan
Pekerjaan harus selalu dalam keadaan kering dan oleh karena itu pengeringan dapat
dilakukan dengan peralatan pompa air.

II. PEKERJAAN POKOK


1. Galian Tanah Biasa (AB)
Galian dilakukan sesuai gambar pelaksanaan dan berpedoman pada bouwplank data
hasil pengukuran sebelumnya. Peralatan yg dipakai adalah Exavator.
Galian biasa dilakukan pada tebing untuk meratakan kondisi permukaan tanah agar
letak bangunan sesuai dengan gambar kerja dan digunakan alat exavator.

2. Galian Tanah Biasa (MP)


Galian tanah Biasa digali dengan tenaga manusia. Tanah galian dari saluran-saluran
irigasi di buang di luar saluran atau tanggul yang ditentukan oleh direksi. Luasnya
penggalian harus sekecil mungkin untuk pekerjaan bangunan.Penggalian dimulai dari
muka tanah dengan harus mengambil lebar yang cukup sesuai gambar atau ditentukan
lain oleh Direksi.

3. Tanah Hasil Galian, Diratakan dan Dirapikan (MP)


- Material Timbunan berasal dari hasil galian tanah
- Timbunan Tanah dilaksanakan sesuai dengan garis rencana dan tingkatanyang
tertera dalam gambar rencana.
- Timbunan dilaksanakan lapis demi lapis sehingga kepadatannya dapatsemaksimal
mungkin
- Pemadatan timbunan tanah menggunakan Stamper secara merata diseluruhareal
timbunan

4. Timbunan Tanah Didatangkan, Diratakan dan Dirapikan (MP)


- Material Timbunan didatangkan.
- Timbunan Tanah dilaksanakan sesuai dengan garis rencana dan tingkatan yang
tertera dalam gambar rencana.
- Timbunan dilaksanakan lapis demi lapis sehingga kepadatannya dapat semaksimal
mungkin.

- Pemadatan timbunan tanah menggunakan Vibrator Roller secara merata diseluruh


areal timbunan.

5. Bongkaran Pasangan Lama


- Pekerjaan Bongkaran meliputi Bongkaran bangunan pasangan batu atau beton yang
telah ada
- Pelaksanaan pembongkaran dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak merusak
bagian bangunan yang masih tertinggal.
- Hasil dari bongkaran harus dibuang dengan persetujuan atau petunjuk Direksi
pekerjaan.

6. Pasangan Batu 1 : 4
-

Material Batu Gunung / Batu kali, Semen PC, Pasir Pasangan, Air dan Concrete
Mixer sudah harus on site di lokasi yang akan dikerjakan.

Adukan untuk spesi digunakan campuran 1 PC berbanding 4 Pasir jadi

didalam

pengadukan harus benar-benar merata aduknya sehingga tidak terjadi kelemahan


disuasi sisi spesi nantinya. Adukan yang akan dipasang harus mendapat
persetujuan Direksi dan dibuatkan bak takaran agar tidak terjadi kekurangan atau
kelebihan semen.
-

Air yang digunakan harus air yang bersih dan tidak mengandung zat-zat yang
merusak ikatan semen.
Pencampuran material dilakukan dengan Concrete Mixer.

7. Plasteran 1 : 2, tebal 15 mm

Material Semen PC, Pasir Pasangan dan Air sudah harus on site di lokasi yang
akan dikerjakan

Untuk plesteran pasangan batu, perbandingan campuran antara semen danpasir satu
berbanding tiga ( 1 : 3 )

Semua bagian yang akan diplesteran ulang dikorek dan dibersihkan trlebihdahulu
dari kotoran dan disiram dengan air

Selama proses pengeringan plesteran harus disiram air agar tidak terjadiretak-retak
akibat proses pengeringan yang terlalu cepat
Pencampuran material dilakukan dengan Concrete Mixer

8. Beton Mutu K-225


- Material Semen PC, Batu Pecah, Pasir Beton, Air, Concrete Mixer dan Concrete
Vibrator sudah harus on site di lokasi yang akan dikerjakan
- Pencampuran material dilakukan dengan Concrete Mixer
- Pengecoran tidak bisa dilakukan sebelum pekerjaan perancah dan pekerjaan
persiapan, telah sempurna dikerjakan dan disetujui oleh Direksi.
- Permukaan sebelah dalam dari acuan harus sudah dibersihkan dari bahan-bahan
lepas, kotoran-kotoran maupun potongan kawat/besi.
- Beton untuk pekerjaan beton bertulang harus dicor dalam jumlah sedikit-sedikit,
dalam keadaan dapat dibentuk dengan perbandingan air semen sedemikian rupa
untuk mencapai kekuatan yang ditentukan.
- Selama

pengecoran

beton

harus

dipadatkan

dengan

alat

pemadat

(Concrete Vibrator) Ketelitian dalam hal pemadatan perlu diperhatikan agar supaya
sudut - sudut, sela-sela diantara terisi dan disekeliling terpenuhi. Semua ronggarongga / gelembung udara tidak boleh terjadi pada pemadatan. Harus diperhatikan
agar penggetaran / pemadatan tidak terlalu lama yang dapat mengakibatkan
pemisahan bahan-bahan (segregation).
- Permukaan beton yang sudah di cor harus diusahakan tetap dalam keadaan lembab,
dengan cara menutupinya dengan kurang-karung-karung basah atau menggenangi
air sampai selama paling lambat 2 minggu.

9.

Pembesian
Pekerjaan pembesian merupakan bagian dari pekerjaan struktur. Pekerjaan ini
memegang peranan penting dari aspek kualitas pelaksanaan mengingat fungsi besi
tulangan yang penting dalam kekuatan struktur beton.
Pemasangan besi beton.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan besi tulangan adalah sebagai
berikut :

Besi harus bersih (dari kotoran , minyak).

Peletakan tulangan pembesian harus diatur sehingga ada ruang tersedia untuk proses
pemadatan beton

Jika ada besi yang perlu disambung maka harus ada overlapping yang sesuai
perhitungan atau spesifikasi teknis.

Suatu ketika mungkin perlu merakit tulangan dahulu di luar bekisting baru kemudian
meletakan sesuai posisinya. Flow proses penyimpanan hingga pemasangan harus
direncanakan paling efektif dan efisien.

10. Bekisting
Formwork atau bekisting merupakan sarana struktur beton untuk mencetak beton baik
ukuran atau bentuknya sesuai dengan yang direncanakan, sehingga bekisting harus
mampu berfungsi sebagai struktur sementara yang bisa memikul berat sendiri, beton
basah, beban hidup dan peralatan kerja.
Persyaratan umum dalam mendisain suatu struktur, baik struktur permanen maupun
sementara seperti bekisting setidaknya ada 3 persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:
1. Syarat Kekuatan, yaitu bagaimana material bekisting seperti balok kayu tidak patah
ketika menerima beban yang bekerja.
2. Syarat Kekakuan, yaitu bagaimana meterial bekisting tidak mengalami perubahan
bentuk / deformasi yang berarti, sehingga tidak membuat struktur sia-sia.
3. Syarat Stabilitas, yang berarti bahwa balok bekisting dan tiang/perancah tidak
runtuh tiba-tiba akibat gaya yang bekerja.
Selain itu, perencanaan dan disain bekisting harus memenuhi aspek bisnis dan
teknologi sehingga pertimbangan pertimbangan di bawah ini setidaknya harus
terpenuhi:
a.

Ekonomis,

b.

Kemudahan dalam pemasangan dan bongkar, dan

c.

Tidak bocor

11. Membongkar Bekisting


Pembongkaran bekisting dilakukan setelah pengecoran berumur 12 jam atau
tergantung yang di ijinkan oleh pengawas, biasanya paling lambat setelah umur beton
24 jam.

12. Drain Hole PVC Dia. 2.0"

Material Pipa PVC Ukuran Diameter 2, Batu Pecah dan Ijuk sudah harus on site
di lokasi yang akan dikerjakan

Sebelum dipasang bagian belakang dan bagian ujungnya dibungkus denganijuk dan
dikelilingi atau diselimuti oleh batu pecah secara penuh

Cara Pemasangannya dilakukan selang seling atau sesuai petunjuk direksi