Anda di halaman 1dari 2

Mahasiswa Berakhlak Santri

Oleh : Faza Amalia Zaen (Pendidikan Kimia UNY 2014)*


Pemuda Indonesia adalah agen perubahan untuk bangsanya. Jika ditelisik melalui sudut
histori kemerdekaan, mereka merupakan embrio akan adanya perubahan. Sulit dipungkiri
kontribusi pemuda terdidik seperti mahasiswa yang sangat besar, mulai pra kemerdekaan
hingga pasca. Sebelum kemerdekaan dicapai, pemuda berkonsentrasi dalam perjuangan
secara fisik untuk melawan imperium kolonial. Pasca kemerdekaan, mereka berjuang dengan
mengisi kermerdekaan melalui pembangunan SDM, infrastruktur, dan pengolahan SDA
untuk kesejahteraan bersama.
Pemuda sebagai generasi penerus bangsa, tidak hanya membawa inovasi-inovasi positif, akan
tetapi mereka juga harus mengembangkan dan melakukan pembaharuan-pembaharuan atas
karya-karya yang sudah ada, baik hasil pemikiran, penelitian, maupun penemuan.
Sebagaimana jargon warga NU (Nahdlatul Ulama) Al-Muhfadhatu ala qadim shlih wa al
akh du bi al jadid aslah. Menjaga tradisi lama itu adalah baik, dan mengambil tradisi yang
baru itu lebih baik.
Santri sebagai pemuda tentunya harus sadar bahwa dirinya adalah kaum terdidik dan
memiliki spiritual tinggi yang berbeda dengan pemuda umumnya. Perbedaan yang sangat
jelas adalah pada karakter mereka yang didasarkan pada konsep akhlakul karimah. Menurut
bahasa, istilah santri berasal dari bahasa Sanskerta, shastri yang memiliki akar kata yang
sama dengan kata sastra yang berarti kitab suci, agama dan pengetahuan. Tanggungjawab
yang diemban santri di masyarakat nantinya adalah mengajarkan ilmu agama dan kontribusikontribusi nyata untuk kehidupan bersama.
Kehidupan santri secara garis besar dipersiapkan para ulama untuk mengajarkan ilmu agama
Islam. Selain mengajarkan ilmu agama, santri juga dipersiapkan sebagai pemuda yang sadar
kehidupan. Konteks sadar kehidupan santri yaitu mereka harus siap andil memperjuangankan
hak dan kewajiban manusia, sehingga konsep memanusiakan manusia berjalan harmonis.
Manusia mengharapkan agar hidupnya aman, damai, dan sejahtera. Konsep semacam ini
dikenal dengan insan kamil yang rahmatan lil alamin.
Menjadi manusia sempurna harus didahului dengan membangun karakter yang baik.
Sebagaimana kata pepatah khairun nas anfauhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah
manusia yang dapat bermanfaat bagi sesamanya.
Saat ini, kaum remaja yang kebanyakan adalah para mahasiswa semakin tergerus moral dan
akhlaknya. Adanya pergaulan bebas yang melegalkan transfer budaya-budaya asing yang
tidak sesuai dengan budaya normatif bangsa Indonesia, sehingga pemuda sebagai cikal bakal
generasi penerus menjadi terombang-ambing dan tidak mempunyai fondasi kuat dalam
selektivitas budaya asing. Kehadiran pesantren sebagai tempat mengaji ilmu agama para
santri menjadi benteng kuat dan membina para pemuda, khususnya mahasiswa untuk
mewujudkan manusia yang berakhlak dan sadar akan kehidupan sosial masyarakat.

Mahasiswa yang nyantri di suatu pondok pesantren tidak boleh bermalas-malasan, tidur di
dalam kelas, tidak patuh peraturan, tidak produktif, baik itu di lingkungan kampus maupun
pesantren. Mereka harus menjadi teladan bagi para pemuda mahasiswa yang tidak nyantri.
Bekal dari didikan, arahan, dan pengalaman-pengalaman di suatu pesantren harus menjadikan
mereka berada di garda terdepan dalam memimpin bangsa yang cerdas dan shaleh sosialnya.
Mahasiswa_santri harus aktif, beripikir kritis, dan inovatif, baik dalam kancah nasional dan
internasional. Kontribusi berupa pemikiran, ide, atau karya bermanfaat dapat memberikan
solusi atas kebuntuan suatu permasalahan yang ada di masyarakat. Peran dan sumbangsih
mahasiswa_santri sangat besar dan berat. Sebagai generasi muda dan penerus bangsa
tentunya mereka sangat diharapkan sebagai pendobrak dari setiap zaman. Sebagai agent of
religion, agent of social, dan agent of change untuk bangsa dan negara.
Kemudian saya memaparkan kontribusi seperti apa yang harus mereka kerjakan dan sebagai
tanggungjawab, seperti kita ketahui bahwa mahasiswa_santri mempunyai tugas rangkap atau
double seperti ikut mendukung program pemerintah Kemeristekdikbud untuk membuat PKM
(Program Kreativitas Mahasiswa) untuk menyalurkan ide, gagasan, inovasi-inovasi serta
karya-karya, baik dalam bidang sosial maupun teknologi. Gagasan-gagasan, ide-ide, serta
inovasi-inovasi
yang mereka tawarkan akan menjadi solusi untuk menyelesaikan
pembangunan di desa-desa pelosok, pemanfaatan bahan-bahan reversibel sebagai pengganti
barang irreversibel, dan inovasi-inovasi sebelumnya. Menjadi mahasiswa_santri bukanlah
beban. Justru merupakan tantangan dan memacu motivasi bagi mahasiswa lain yang belum
nyantri di suatu pesantren atau berguru ilmu agama kepada orang yang berkompeten dan ahli
dalam ilmu agama. Yang terpenting bagi mahasiswa_santri ini adalah pandai-pandai
memanagement waktu. Kapan waktunya kuliah, kapan waktunya kembali ke pondok
mengikuti sederetan kegiatan yang ada di dalamnya. Mungkin terasa sulit membagi waktu di
awal pertama nyantri dan kuliah. Namun seiring berjalannya waktu akan terbiasa dalam
menjalankan tugas tersebut.
Oleh karena itu, mahasiswa_santri seharusnya merubah pola pikirnya yang dicap sebagai
konsumen dari industri pendidikan yang kelak setelah lulus dari perguruan tinggi maupun
pesantren hanya menjadi "barang" dan menjadi sampah masyarakat karena tidak bisa
memanfaatkan ilmu yang telah didapatnya. Sebab kampus dan pesantren bukanlah pabrik
menghasilkan angkatan kerja dan manusia-manusia robot bagi kaum pemodal.
Mahasiswa_santri lulusan lembaga pendikan formal dan lembaga pendidikan yang berbasis
spiritualitas harus berintektual yang dibarengi akhlakul karimah yang selalu berjiwa
progresif, kreatif, mandiri serta menciptakan gagasan-gagasan yang inovatif yang dapat
menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat dari kampus dan pesantren agar berguna bagi
masyarakat Indonesia pada khususnya dan umumnya bagi masyarakat internasional. Apa
jadinya negara ini kalau hanya dipimpin oleh kaum intelektual yang tidak berakhlak karimah,
justru mereka akan menghancurkan bangsa yang sudah dibangun dari keterpurukan
penjajahan kolonial maupun mentalitasnya.
*Mahasiswa_Santri